
Seperti janji Arfan, ia mengajak Elnaz jalan jalan dan juga berbelanja bermacam keperluan mereka. Dan seperti saran dr. Claire, mereka selalu bergandengan tangan bahkan Arfan menggandeng tangan Elnaz dengan begitu posesif. Saat ini kedua nya sedang berada di pusat berbelanjaan dan Elnaz sedang sibuk memilih beberapa barang pribadi nya termasuk pembalut. Namun tanpa sengaja ia malah menjatuhkan beberapa pembalut yg lain, Elnaz pun menunduk hendak memunguti barang barang yg berjatuhan itu namun tiba tiba salah satu karyawan laki laki di sana datang dan membantu Elnaz.
"Maaf ya, tadi aku tidak sengaja" ucap Elnaz sembari menyunggingkan senyum yg penuh rasa bersalah. Membuat karyawan itu juga tersenyum bahkan ia terlihat terpesona dengan senyum Elnaz yg tampak tulus itu. Apa lagi mata Elnaz tampak berbinar terang saat ia tersenyum.
"Tidak apa apa, sebenar nya kau tidak perlu membereskan ini. Ini tugas karyawan" jawab karyawan yg sebenar nya tampak tampan itu. Dan sebagai wanita normal, tentu Elnaz mengagumi ketampanan anak muda itu.
"Aku hanya bertanggung jawab" jawab Elnaz dan saat ia hendak mengambil pembalut nya pria itu malah mendahului nya "Maaf, aku mau yg ini" ujar Elnaz sembari menunjuk pembalut yg pria itu pegang.
"Oh, jadi kau pakai yg merk ini. Ini memang yg terbaik, mau berapa?" tanya pria itu ramah.
"Tiga" jawab Elnaz, saat pria itu hendak mengambilkan nya lagi tiba tiba Arfan datang dan langsung merampas barang itu dari tangan pria itu dengan kasar.
"Kamu itu laki laki, kenapa pegang yg beginian?" tanya Arfan yg membuat pria itu mengernyit bingung begitu juga dengan Elnaz.
"Kamu juga, Dek. Kamu memberi tahu nya kalau kamu memakai ini? Itu tidak boleh, Dek" seru Arfan dengan nada yg sangat kesal, membuat Elnaz semakin merasa bingung.
"El tidak memberi tahu apa pun, tapi kalau El ambil barang itu ya otomatis dia tahu kalau El pakai barang itu" jawab Elnaz kemudian dengan memberengut.
"Ya sudah ayo...." ajak Arfan kemudian menarik Elnaz pergi sembari mendorong troli nya. Sementara pria itu masih memandangi Elnaz dan Elnaz pun menoleh sembari menyunggingkan senyum.
Arfan yg melihat istri nya menoleh juga ikut menoleh dan ia langsung memalingkan wajah Elnaz "Apa liat liat?" ketus nya pada Elnaz yg membuat Elnaz menatap aneh pada Arfan.
"Kak Arfan kenapa sih?" tanya Elnaz sembari menarik beberapa botol shampoo dan melempar nya ke troly.
__ADS_1
"Kesal kakak, El. Masak kamu kasih tahu laki laki merk pembalut yg kamu pakai" Arfan masih berkata ketus yg membuat Elnaz menarik nafas panjang.
"Astagfirullah, fitnah yg sangat kejam" gerutu Elnaz yg malah membuat Arfan mendengus, dan kini Elnaz mengambil pasta gigi dan beberapa sikat gigi untuk persediaan.
Setelah di rasa cukup, Arfan dan Elnaz ke kasir. Karena ini hari minggu, rupanya pusat pembelanjaan itu cukup ramai. Arfan dan Elnaz dengan sabar menunggu. Dan tiba tiba saja karyawan yg tadi malah muncul dan berdiri di samping kasir, ia memasukan barang barang belanjaan pelanggan ke dalam kantong plastik mau pun kardus. Pria itu melihat Elnaz dan menyunggingkan senyum saat tanpa sengaja Elnaz juga melihat ke arah nya. Hal itu rupa nya tak luput dari pandangan Arfan dan ia malah langsung menarik lengan Elnaz, hingga Elnaz tersentak, berbalik badan dan Arfan langsung memeluk nya dengan posesif. Bahkan ia menekan kepala Elnaz di dada nya saat Elnaz berusaha melepaskan diri dari Arfan.
"Kakak bilang, jangan liat liat!" tegas Arfan yg malah menarik perhatian orang orang.
"Ish, Kak Arfan apaan sih? Bikin malu" gerutu Elnaz saat ia sudah bisa melepaskan diri dari Arfan. Sementara pria itu hanya menatap heran dengan kelakuan Arfan.
Saat Arfan membayar, pria itu juga melayani Arfan dan memasukan barang belanjaan Arfan ke dalam kantong plastik. Namun pria itu rupa nya tak bisa menutupi ketertarikan nya untuk mencuri pandang pada Elnaz. Dan hal it juga tak luput dari perhatian Arfam.
"Princess, kamu tunggu di luar sana!" perintah Arfan.
"Sekarang! " ia berkata tegas dan Elnaz pun berjalan cepat keluar dari sana sembari memberengut.
Setelah membayar dan semua belanjaan nya di bungkus, Arfan menatap tajam pria itu kemudian melirik kalung identitas yg menggantung di leher nya, pria itu bernama Robin.
Robin yg di tatap seperti itu hanya bisa mengernyit bingung dan Arfan berlalu tanpa berkata kata.
Arfan meletakkan seluruh belanjaan nya kedalam mobil, setelah itu mereka pergi mencari makan.
"Kak Arfan tadi kenapa sih? Aneh gitu" tanya Elnaz sembari menggandeng lengan Arfan dan ia bergelanyut manja di sana.
__ADS_1
"Bukan aneh, tapi jagain istri dari tatapan kucing garong" ketus Arfan. Kedua nya memasuki sebuah restaurant dan memilih tempat duduk di pojok.
"Nama nya Robin, bukan kucing garong" jawab Elnaz yg membuat Arfan langsung memeloti nya.
"Kenapa kamu tahu? Kamu kenalan sama dia?" tanya Arfan marah yg membuat Elnaz semakin heran dengan kelakuan kakak nya ini.
"Bukan, tapi tadi El baca di kartu identitas nya itu" Jawab Elnaz kemudian ia menarik buku menu dan mulai melihat lihat beberapa menu "Tapi dia ganteng juga ya, Kak. Sayang banget jadi karyawan super market" ucap Elnaz kemudian dengan santai nya dan tanpa ia tahu, pujian nya untuk pria asing itu menumbuhkan tanduk tak terlihat di kepala Arfan.
"Kamu memuji pria lain di depan suami mu, Elnaz?" tanya Arfan tak percaya dan bahkan ia menatap tajam Elnaz, baru lah di sini Elnaz memahami bahwa seperti nya ia melakukan sesuatu yg salah. Ia pun hanya bisa cengengesan.
"Tapi Kak Arfan jauh lebih tampan" ucap Elnaz kemudian.
"Bohong" tuduh Arfan dan ia tampak ngambek.
"Benaran" jawab Elnaz sembari mengedipkan mata nya lucu, menggoda Arfan.
"Masak?" tanya Arfan lagi dan Elnaz mengangguk cepat "Cium sini kalau benaran" ujar Arfan sembari mendekatkan pipi nya ke bibir Elnaz, membuat Elnaz merasa gemas dengan kelakuan kakak yg merangkap menjadi suami nya Karena semakin hari kelakuan nya semakin ajaib.
Saat Elnaz hendak mengecup pipi Arfan, tiba tiba pelayan datang menanyakan pesanan mereka yg membuat Arfan menoleh dan tanpa sengaja hal itu malah membuat bibir kedua nya bersentuhan. Yg tentu saja membuat Arfan dan Elnaz terbelalak dan langsung merasa salah tingkah, kedua nya langsung terlihat gugup dan bahkan Elnaz tersipu malu.
Pelayan yg datang juga terkejut karena melihat mereka yg terkejut. Arfan segera duduk tegak begitu juga dengan Elnaz.
"Sayang, tadi kamu mau pesan apa?" tanya Arfan berusaha mencairkan suasana nya.
__ADS_1
Elnaz pun hanya bisa tersenyum malu dan mati matian mengontrol perasaan nya yg semakin bergejolak.