
Arfan, Elnaz dan Mama Mama mereka pergi ke sebuah butik untuk membeli pakaian mereka.
Arfan tampak sangat bahagia, karena ia mempersiapkan pernikahan yg sesungguhnya bagi nya. Sementara Elnaz, wanita itu masih menggerutu karena ketidak percayaan diri nya yg merasa ia sangat bulat.
"Sayang, kakak sudah melihat beberapa gaun pengantin di butik ini. Pasti ada yg muat ke tubuh kamu yg imut itu" ujar Arfan sembari menggandeng Elnaz memasuki butik.
"Dokter Arfan..." seorang wanita paruh baya menyambut Arfan "Aku fikir kau tidak jadi datang" ucap nya.
"Aku pasti datang, karena kami tidak punya waktu untuk mencari ke butik yg lain" jawab Arfan.
"Ada beberapa pilihan gaun pengantin yg sudah aku siapkam untuk kalian, ayo ikut aku" kata nya dan Arfan membawa Elnaz mengikuti wanita itu.
Mereka sampai di sebuah ruangan dan di sana sudah ada beberapa gaun pengantin yg terpasang indah di menequin.
"Wow..." mata Elnaz tertuju pada sebuah gaun berwarna kuning emas, tampak mewah dan anggun.
"Kalian bisa me..."
"Aku mau ini...." Ujar Elnaz menyela ucapan si pemilik butik.
Arfan dan kedua Mama nya langsung menoleh pada Elnaz yg sudah menatap kagum pada gaun pengantin bak gaun ratu itu.
"Kamu yakin, Sayang? Tidak mau pilih pilih dulu?" tanya Arfan dan Elnaz menggeleng dengan cepat sambil tersenyum lebar.
"Padahal Mama bayangin nya kamu bakal pilih ini itu, terus tidak ada yg cocok, terus pergi ke butik lain, yg membuat kita belanja sampai seharian" ujar Bu Yuni.
"El suka yg ini, Ma" seru Elnaz girang.
"Memang nya kamu yakin gaun itu akan membuat kamu menjadi pengantin yg cantik untuk suami mu, hm?" gurau Arfan namun Elnaz kembali menanggapi nya dengan serius.
"Jadi menurut Kak Arfan, gaun ini tidak cantik ya, Kak? El tidak cantik begitu kalau memakai gaun ini? Ya sudah, carikan yg lain saja kalau begitu" ucap nya yg membuat Arfan melongo.
"Bukan begitu, Elnaz sayang ku, cinta ku, istri ku..." Arfan berkata dengan begitu gemas. Bahkan ia mencubit pipi Elnaz yg benar benar cubby itu.
"Kamu tahu, kamu sangat cantik. Gaun apapun akan terlihat cantik saat membalut tubuh seksi mu itu" gombal nya yg membuat Elnaz mendengus.
__ADS_1
Bu Yuni dan Bu Isna hanya melongo melihat kelakuan anak anak mereka, apa lagi Arfan tidak pernah selebay itu pada Elsa sebelum nya meskipun ia memang selalu bersikap manis dan mesra. Tapi bersama Elnaz, Arfan seperti remaja yg sedang menikmati kasmaran untuk pertama kalinya.
"Terus?"
"Ya terus kita ambil gaun ini, hmmm" Arfan mengedipkan mata nya pada Elnaz, membuat Elnaz tersenyum pada akhirnya dan mengangguk.
Setelah itu, Bu Yuni dan Bu Isna juga memilih sebuah gaun kembaran yg berwarna rose gold.
"Lalu, buat Kak Elsa?" tanya Elnaz kemudian.
"Kita bisa memilihkan warna yg sama dengan kita" kata Bu Isna pada Bu Yuni.
Arfan juga membeli setelan jas, untuk diri nya dan juga ayah dan ayah mertua nya. Elnaz juga memilih gaun yg lain untuk jaga jaga dan dia juga membeli beberapa pasang high heels. Bahkan Saat memilih sepatu, Elnaz juga masih teringat dengan kakak nya dan ia juga membelikan nya untuk Elsa. Dan tentu Arfan tak masalah dengan itu, karena ia tahu istrinya masih sangat menyayangi Elsa.
Setelah semua nya selesei, Arfan segera membayar nya apa lagi Elnaz yg sudah merengek lelah.
Saat berada di parkiran, seorang wanita memanggil Arfan saat Arfan hendak memasuki mobil, sementara Elnaz sudah ada dalam mobil nya begitu juga dengan Bu Yuni dan Bu Isna.
"Nadine?" pekik Arfan dan ia terlihat senang saat melihat wanita cantik yg bernama Nadine itu.
Nadine menghampiri Arfan dan tiba tiba ia langsung cipika cipiki dengan Arfan yg membuat Elnaz melotot. Sementara Arfan hanya tersenyum kaku karena pergerakan Nadine yg terlalu cepat dan Arfan tak sempat menghindari nya.
"Ar, astaga...." pekik Nadine sembari memegang lengan Arfan dengan centil nya, tentu saja membuat Elnaz mencebik kesal, apa lagi Arfan yg hanya diam saja.
"Kamu masih sama ya, tampan" puji nya yg membuat Arfan terkena "Aku dengar kamu sudah menjadi Dokter di rumah sakit besar yg ada di Jakarta" tukas nya.
"Yah, Alhamdulillah, Nad. Em aku juga bahkan sudah punya istri..." ujar Arfan yg membuat Nadine tercengang dan ia tampak sangat terkejut.
"Sayang, keluar dulu gih, kenalin teman aku..." pinta Arfan yg membuat Elnaz memberengut, namun Elnaz tetap keluar. Kemudian ia berdiri di samping Arfan dan mengulurkan tangan nya pada Nadine.
"Elnaz, istri nya Arfan..." ujar Elnaz percaya diri, Nadine menerima uluran tangan Elnaz namun ia menyunggingkan senyum miring nya, menatap Elnaz dengan remeh. Ia bahkan terang terangan menatap Elnaz dari atas hingga bawah, yg tentu saja merasa Elnaz tidak nyaman.
"Aku fikir kamu menikahi pacar mu yg cantik dan seksi itu, Ar. Kenapa? Kalian putus ya?" tanya Nadine dengan enteng nya yg membuat Elnaz merasa jengkel.
"Ya, kami tidak jodoh" jawab Arfan sambil terkekeh.
__ADS_1
"Yah, padahal kalian pasangan yg sangat serasi. You know? She is such a beautiful and sexy girl" ujar Nadine lagi sembari melirik Elnaz.
Nadine yg tak tahu Elnaz hamil, berfikir Elnaz adalah wanita yg memang gendut, tanpa ia ketahui bahwa Elnaz adalah adik dari mantan tunangan Arfan.
Nadine adalah teman kuliah Arfan juga, namun ia tak mengenal dekat Arfan apa lagi saat itu ia pindah ke Amerika dan melanjutkan kuliah nya di sana.
"Dia tidak kalah cantik dan seksi nya..." ujar Arfan sembari melingkarkan tangan nya di pinggang Elnaz. Membuat Elnaz kembali mendapatkan rasa percaya diri nya "Oh ya, sejak kapan kamu ada di Indo?"
"Seminggu yg lalu, aku akan menetap di Indo dan aku sudah mendapatkan pekerjaan" kata Nadine sambil tersenyum simpul pada Arfan.
"Dimana?" tanya Arfan penasaran, karena Nadine juga kuliah kedokteran dan sekarang ia pasti sudah menjadi seorang Dokter.
"Di tempat kerja mu" jawab Nadine sembari tersenyum samar.
"Benarkah?" pekik Arfan dan ia malah terlihat senang.
"Tentu saja" kata nya.
"Ini benar benar kejutan, Nad" seru Arfan tak percaya.
"Aku lebih terkejut dengan..." Nadine melirik Elnaz "Istri mu" lanjut nya yg kembali membuat Elnaz memasang wajah dingin nya.
"Aku benar benar berfikir kamu menikahi pacar mu, dia sangat cantik, Ar... Aku saja merasa iri pada nya. Dan aku benar benar minder jika harus bersaing dengan nya" tukas Nadine lagi.
"Kak Arfan, El ingin pulang" ucap Elnaz kemudian ia kembali masuk ke dalam mobil.
"Nad, aku pulang dulu. Oh ya, aku akan mengirimkan undangan resepsi pernikahan ku, kamu harus hadir dan aku tidak mau ada penolakan" kata Arfan yg membuat Elnaz mendelik. Sementara Nadine malah tertawa renyah, ia bahkan kembali menyentuh lengan Arfan dan berkata.
"Anything for you, Ar..."
..........
Di dalam mobil, Elnaz memberengut kesal pada suami nya itu.
"Itu teman baru mu, AR?" Tanya Elnaz menyindir Arfan dan ia menirukan cara bicara Nadine
__ADS_1
"Bukan, dia teman kuliah ku, El. Cuma pas di semester dua, dia pindah ke Amerika"