(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 58 - Move On


__ADS_3

Elsa tinggal bersama Olga di apartemen milik Olga, karena Elsa juga sangat membutuhkan uang saat ini, maka Elsa memberi tahu Olga bahwa ia akan menerima pemotretan apapun saat ini. Tentu dengan senang hati Olga akan membantu Elsa, apa lagi kini Elsa semakin dekat dengan Jimmy dan Jimmy juga membantu nya mencari pekerjaan.


"Bebs, Jimmy itu seperti nya menyukai mu" ujar Olga pada Elsa yg saat ini sedang sibuk mencari pekerjaan paruh waktu.


"Masak? aku fikir selera Jimmy tidak seperti aku" Elsa berkata tanpa menoleh pada Olga, karena ia masih fokus pada layar ponsel nya yg menampilkan beberapa lowongan pekerjaan.


"Iya, bukti nya dia selalu membantu. Kenapa kamu tidak coba saja menjalin hubungan dengan dia?" goda Olga. Elsa seketika langsung terdiam saat mendengar gurauan teman sekaligus menager nya itu.


"Aku tidak bisa, aku mencintai seseorang" jawab Elsa kemudian, karena hati nya memang masih untuk Arfan.


"Mantan tunangan mu yg menikahi adik mu itu?" tanya Olga mendengus.


"Iya" jawab Elsa sembari menganggukan kepala nya.


"Aduh, Elsa. Move on dong, Bebs. Dia saja sudah move on kok" ujar Olga kemudian.


"Belum" ujar Elsa yakin "Aku mengenal dia dengan sangat baik, saat dia mencintai seseorang, maka dia akan mencintai nya dengan sepenuh hati dan dia akan berkomitmen dengan hal itu. Dia mencintai ku semenjak 8 tahun yg lalu, dia pasti masih sangat mencintai ku sampai sekarang" tutur Elsa sembari membayangkan betapa Arfan mencintai nya dulu, Arfan selalu mementingkan nya, memuja nya, dan Arfan selalu menuruti apapun kemauan Elsa. Arfan juga tidak segan memperlihatkan keromantisan mereka di depan siapa pun.


"Kalau dia memang mencintai mu, kenapa dia malah menikahi adik mu?" tanya Olga lagi.


"Ya kan kamu tahu cerita nya, Ga" ujar Elsa.


"Okey, lalu kenapa sekarang mereka malah tampak sangat bahagia? mereka benar benar seperti pasangan suami istri yg saling mencintai..."


"Itu cuma bentuk tanggung jawab Arfan" sela Elsa tegas "Arfan itu pria yg bertanggung jawab, dia menikahi Elnaz dan sekarang dia bertanggung jawab pada Elnaz sebagai suami. Apa yg Arfan lakukan itu hanya sebagai bentuk kewajiban saja, Ga. Apa lagi dia sudah janji sama nenek, akan menjaga Elnaz. Menjadi orang yg di cintai Arfan itu sudah lebih dari cukup buat aku, lagi pula cinta itu tidak harus memiliki kan?" tukas nya yg masih meyakini Arfan masih mencintai nya.


"Neng Elsa, cinta itu bisa datang karena terbiasa, selama beberapa bulan ini Arfan sudah terbiasa dengan Elnaz, selalu bersama Elnaz, apa mungkin Arfan masih mampu menjaga hati nya tidak berpaling dari mu?"

__ADS_1


Pertanyaan Olga itu berhasil membuat Elsa bungkam dan tak mampu berkata kata lagi, seketika hati nya juga terasa begitu sesak.


"Arfan memang mencintai Elnaz..." ujar Elsa kemudian namun ia mengatakan nya di iringi senyum di bibir nya "Sebagai adik" lanjut nya dengan senyum yg semakin lebar.


Elsa menatap Olga yg saat ini tampak menghela nafas panjang, Olga berfikir entah Elsa ini naif atau bodoh sebenar nya.


"Ga, kami bertiga tumbuh bersama sejak kecil. Dan Arfan memang lebih dekat dengan Elnaz sejak dulu, tapi saat dewasa Arfan cinta nya sama aku. Jadi, sebenar nya Arfan itu sudah terbiasa dengan Elnaz di samping nya. Tidak akan ada beda nya antara sekarang dan dulu" ujar Elsa lagi.


"Memang tidak akan ada beda nya, Bebs. Kecuali jika merke bercinta, karena kakak dan adik tidak akan bercinta kecuali lebih dari itu"


"Olga..." sentak Elsa yg tak bisa menerima apa yg di ucapkan Olga, Elsa tampak kesal bahkan marah.


Elsa tidak bisa membayangkan jika Arfan yg di cintai bercinta dengan Elnaz, Arfan bahkan tidak pernah menyentuh bibir Elsa lalu bagaiman bisa Elnaz mendapatkan keberuntungan itu dan mungkin lebih?


.........


"Ouch, Kak..." Elnaz melenguh saat Arfan dengan begitu mesra nya menciumi setiap inci perut mulus istri nya itu, Elnaz melirik sang suami yg saat ini sedang memuja tubuh nya dengan ciuman nya.


"Kamu lembut sekali, Sayang. Membuat ku gila dan juga tidak pernah puas...." pipi Elnaz langsung memerah mendengar ucapan Arfan.


"Aku ingin menyentuh mu seperti ini setiap hari..." Arfan kembali berkata sembari merangkak naik, mensejajarkan kepala nya dengan kepala sang istri. Arfan mencium setiap inci wajah istri nya itu, ia menyingkirkan rambut yg menempel karena keringat di sekitar wajah Elnaz akibat pegulatan mereka. Hal itu membuat Elnaz tersipu, setiap kali keduanya selesai melakukan ritual suami istri, Arfan selalu memperlakukan nya dengan begitu lembut. Mencium Elnaz, merapikan rambut nya dan memberikan kata kata pujian yg membuat Elnaz merasa jatuh cinta lagi dan lagi.


Elnaz menarik tengkuk Arfan dan langsung mencium bibir suami nya itu dengan mesra, membelai dan menggoda nya membuat Arfan kembali menegang dan hasrat nya kembali merangkak naik. Elnaz bahkan tak malu dan tak segan untuk menjelajahi mulut suami nya, membuat Arfan mengerang tertahan dan ia seperti akan gila menikmati kenikmatan yg di suguhkan sang istri.


"Sayang, kamu membuat ku gila" racau Arfan saat merasakan hasrat nya semakin melambung tinggi "Kamu membuat ku kembali kedinginan dan kesepian, dia ingin memasuki rumah nya lagi dan tidak sabar di lingkupi kehangatan nya" racauan Arfan itu kembali membuat Elnaz merona bahkan ia merasakan hasrat nya juga kembali memuncak, Elnaz kembali menarik tengkuk Arfan, mengecup pipi nya dan berbisik di telinga sang suami dengan begitu sensual.


"Masuklah, dia juga tak sabar ingin di kunjungi kembali oleh pemilik nya"

__ADS_1


Arfan langsung melambung tinggi mendengar izin dari sang istri dan tentu ia kembali masuk dengan senang hati.


Kedua nya lagi dan lagi berlomba untuk meraih dan saling memberikan kenikmatan tiada tara itu. Yg bagi Elnaz, hanya Arfan yg mampu memberikan nya dan bagi Arfan juga hanya Elnaz yg mampu memberikan nya.


.........


Karena hari minggu dan Arfan mendapatkan hari libur nya, Elnaz berencana membuat kue bersama Arfan di rumah. Elnaz pun pergi ke toko kue yg ada di seberang jalan untuk membeli beberapa bahan yg tidak ada di rumah nya.


Saat Elnaz hendak menyeberang, tiba tiba sebuah mobil berhenti di depan nya dan Elsa turun dari mobil itu.


"Kak Elsa...." pekik Elnaz antara terkejut dan lega karena akhir nya ia melihat kakak nya baik baik saja.


"Hai, El..." sapa Elsa sembari tersenyum tipis.


"Kak Elsa dari mana saja?" tanya Elnaz khawatir.


"Bekerja, El. Tidak perlu khawatir, aku baik baik saja" jawab Elsa.


"Syukurlah, Kak Elsa sudah telpon Mama sama Papa? Mereka khawatir sama Kak Elsa..." ujar Elnaz lagi.


"Nanti" jawab Elsa dan ia melihat sebuah cincin yg melingkar di jari Elnaz dan itu bukan cincin pernikahan nya.


"Arfan yg membelikan itu?" tanya Elsa tiba tiba sembari melirik cincin yg melingkar indah di jari Elnaz.


"Iya, ini sudah lama. Kak Elsa baru menyadari nya?" tanya Elnaz santai yg tentu saja membuat Elsa mendengus.


"Oh ya, boleh aku mampir kerumah mu?" tanya Elsa yg tentu saja membuat Elnaz sedikit terkejut dan juga bingung. Di satu sisi ia tak suka mantan tunangan suami nya dan di sisi lain Elsa adalah kakak kandung nya sendiri.

__ADS_1


"Boleh" jawab Elnaz kemudian walaupun dengan setengah hati.


ة


__ADS_2