(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 108 - Pulang Kampung Lagi


__ADS_3

Sesuai janji Arfan, minggu berikut nya Elnaz di ajak jalan jalan. Tapi bukan ke mall atau taman, melainkan ke kampung halaman nya.


"Ini nama nya bukan jalan jalan, tapi liburan, pulang kampung. Kok mendadak sih, Kak" seru Elnaz antara senang dan kesal.


"Ya kita sudah lama tidak pulang, El. Terakhir pulang cuma pas nenek meninggal" ujar Arfan sembari memasukkan beberapa barang nya dan barang Elnaz ke koper kecil karena mereka memang tidak membawa koper banyak.


"Kak, kurang baju nya El yg di bawa" kata Elnaz saat melihat Arfan sudah menutup koper nya.


"Kan di rumah banyak baju mu, Princess" jawab Arfan kemudian mengunci koper nya.


"Ih, Kak Arfan gimana sih, coba lihat badan El..." Elnaz memutar badan nya di depan Arfan sementara di tangan Elnaz sudah ada sebuah dress berwarna biru yg niat nya mau ia pakai namun ternyata dress itu sudah ketat tentu karena bobot tubuh Elnaz yg semakin hari semakin naik.


"Kenapa badan mu? Masih cantik, seksi, dan yg pasti menggoda" kata Arfan sembari menggerling nakal.


"Iihhh, Kak Arfan..." rengek Elnaz kesal "Gendut, Kak. El itu gendut, baju baju yg di rumah pasti sudah pada kekecilan" rengek nya kesal. Seperti biasa, ia juga mudah sekali terpancing emosi nya bahkan hanya karena hal kecil seperti ini.


Elnaz berdiri di depan cermin, ia cemberut karena tubuh nya benar benar semakin melar, perut nya juga sudah membuncit.


Arfan menghampiri Elnaz dan memeluk nya dari belakang, Arfan melingkarkan lengan nya di pinggang istri nya yg jujur saja, memang semakin melebar, tapi Arfan tak bohong saat ia mengatakan ia suka badan Elnaz yg semakin berisi, bagi nya Elnaz tampak sangat lucu dan menggemaskan. Arfan membelai perut Elnaz, dimana anak nya sedang tumbuh berkembang di sana.


"Kamu cantik, my Queen" bisik Arfan di telinga istri nya itu, Arfan menyelipkan anak rambut yg mengganggu istri nya itu dengan lembut "The most beautiful woman in the world" Kata Arfan lagi yg tentu saja membuat pipi Elnaz langsung memerah, ia tersipu malu dan bibir nya menyunggingkan senyum malu malu, apa lagi saat Arfan mengecup pipi nya yg semakin tembem itu.


"The sexiest woman I've ever met" puji Arfan lagi yg tentu membuat Elnaz langsung melayang tinggi, suami nya itu memang sangat tahu cara membuat Elnaz melayang dan merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Elnaz menunduk malu, namun Arfan mengapit dagu Elnaz dengan jemari nya dan memaksa Elnaz menatap Arfan dari pantulan cermin di depan nya. Tatapan kedua nya bertemu dan saling mengunci.


"Lihatlah mata itu, My precious. Mata yg selalu ingin aku tatap setiap kali aku membuka mata di pagi hari, mata yg selalu ku rindukan, mata yg memiliki seribu satu sihir yg membuat ku merasakan debaran indah di jantung ku, di hati ku, setiap saat"

__ADS_1


"Kakak manis sekali"gumam Elnaz, kemudian ia berbalik dan menatap mata Arfan secara langsung.


"El sampai takut, bagaimana jika nanti kak Arfan jadi pahit sama El? Bagaimana jika manis ini over sehingga nanti Kakak akan enek dan bosan"


"No, Sayang..." sergah Arfan dengan cepat "Ini tidak akan seperti ini, karena manis nya kakak ini pada istri kakak, kekasih halal kakak. Dan tentu karena cinta. Kakak tidak bermaksud merayu mu, Kakak hanya ingin mengucapkan apa yg kakak rasakan, sebagai bentuk cinta kakak pada calon ibu dari calon anak kakak"


Elnaz kembali tersenyum, ia meletakkan kepala nya di dada sang suami.


"Kebanyakan pria akan selingkuh saat istri nya hamil, bisa jadi alasan nya karena istri nya yg tak lagi cantik dan tak lagi lagi bisa melayani nya di ranjang seperti biasa nya" kata Elnaz "El jadi kefikiran, hehe..."


"Haha..." Arfan tentu langsung tertawa mendengar penuturan konyol istri nya itu "Kamu kebanyakan nonton sinetron dan membaca novel, Sayang" kata Arfan sembari menoel ujung hidung istri nya itu.


"Kan kakak sudah bilang, kakak bukan pria bajingan" tukas Arfan.


"Kak, penerbangan kita satu setengah jam lagi" kata Elnaz saat tanpa sengaja ia melirik jam dinding.


Kedua nya pun sama sama bersiap, walaupun di tengah kesibukan itu, Elnaz masih merengek soal baju nya yg semakin ketat.


"Nanti kita belanja di sana, Sayang"


...... ...


Sementara itu, keluarga Elnaz dan keluarga Arfan sedang mempersiapkan penyambutan Arfan dan Elnaz.


Saudara ipar sekaligus ipar itu juga sudah baikan sekarang, dan mereka sama sama mendukung Elnaz dan Arfan dalam menjalani rumah tangga nya.

__ADS_1


"Nanti El biar tinggal sama aku saja ya, Mbak" kata Isna pada Yuni yg saat ini sedang memasak rawon, karena kata nya Elnaz ingin memakan rawon nanti. Sementara Pak Malik saat ini sedang ke Bandara untuk menjemput putri dan menantu nya.


"Jangan, Is. Biar Elnaz tinggal sama aku saja, mumpung menantu ku itu ada di sini. Dia pasti minta ini itu nanti, jadi aku ingin menjaga nya, karena dia sedang mengandung cucu ku" kata Yuni, dia yg memang paling antusias dengan kepulangan Arfan dan Elnaz, alasan nya tentu saja karena Elnaz mengandung cucu nya.


"Ya sudah, tidak apa apa" jawab Isna kemudian.


...... ...


Pak Malik menunggu Arfan dan Elnaz di Bandara, dan saat putri nya itu terlihat, Pak Malik langsung melambaikan tangan nya dan ia tersenyum sangat lebar.


Elnaz hampir berlari karena ia ingin memeluk ayah nya, namun Arfan mencegah nya.


"Pelan pelan saja, Sayang" pinta Arfan. Tangan kanan Arfan menarik koper nya, sementara tangan kiri nya merangkul pinggang istrinya itu dengan posesif.


"Papa..." teriak Elnaz girang, ia berhambur ke pelukan ayah nya.


"Bagaiamana keadaan kamu, Nak? Kandungan mu sehat kan?" tanya Pak Malik kemudian ia mencium kening Elnaz dengan sayang.


"Kami baik, Pa" kata Elnaz "Mama Isna sama Mama Yuni bagaimana kabar nya?"


"Mereka baik, Nak. Sekarang meraka di rumah mertua mu, memasak rawon buat kamu. Kata nya kamu ngidam rawon ya?" tanya Pak Malik kemudian ia merangkul putri nya dan membawa nya ke mobil, Elnaz berjalan di tengah tengah antara suami dan ayah nya. Dua pria paling penting dalam hidup nya.


"Ngidam berat, Pa. Tadi di pesawat sempat ketiduran sebentar, pas bangun kata nya dia sampai mimpi makan rawon" ujar Arfan yg membuat Papa Elnaz tertawa.


"Nanti kamu bisa makan rawon sepuas mu, rawon buatan Mbak Yuni enak, itu resep dari nenek mu" kata Pak Malik, ia membukakan pintu untuk Elnaz di belakang, Elnaz pun masuk dan duduk manis di sana.

__ADS_1


"Asyik, pasti seenak buatan nenek" ujar nya girang.


__ADS_2