
Karena tidak tahu dimana keberadaan Jimmy, akhir nya Elsa kembali ke apartment dan akan menunggu Jimmy pulang, tak lama kemudian Jimmy pulang dan tentu Elsa langsung menatap Jimmy dengan tatapan yg tampak marah.
"Ada apa, Beb?" tanya Jimmy heran.
"Kamu punya istri dan anak kan?" tuduh Elsa kemudian yg membuat Jimmy terasa di sambar petir.
"Kamu bicara apa sih, Sa?" tanya Jimmy berusaha tetap tenang.
"Kamu berbohong sama aku, Jim. Aku benar benar tidak menyangka kamu melakukan itu sama aku"
"Melakukan apa sih, Sa?" tanya Jimmy masih berusaha bersikap tenang.
"Kamu punya keluarga kan, sialan" teriak Elsa.
"Astaga, jangan ngaco kamu. Memang nya siapa bilang?" tanya Jimmy setengah meninggikan suara nya.
"Elnaz yg bilang, kata Robin kata nya" jawab Elsa jujur dan seketika Jimmy malah tertawa, membuat Elsa mengernyit bingung.
'Kamu ini, memang nya adik mu kenal aku? dan Robin anak nya pak Andrew? dia masih kecil dan tinggal bersama Pak Andrew lagi, dia tidak tahu apapun tentang ku" papar Jimmy namun tentu saja Elsa tidak langsung mempercayai nya.
"Sa, kalau kamu tidak percaya. Besok kita temui orang tua ku ya, okey?" hibur Jimmy.
"Okey, besok kita temui orang tua mu dan kemudian temui orang tua ku. Aku ingin kita secepat nya menikah" tukas Elsa yg membuat Jimmy gelagapan namun ia memaksakan biir nya tersenyum dan berpura pura antusias dengan apa yg di katakan Elsa.
"Okey" jawab nya
...
Elnaz menyiapkan makan malam untuk suami nya seperti biasa, dan setelah sholat isya, kedua nya pun makan.
"Kak Arfan, Kak Arfan mau nikah lagi..."
"Uhuk uhuk..." bukan main terkejut nya Arfan saat mendengar hal gila itu dari Elnaz, ia yg sedang minum bahkan harus tersedak sampai membuat seluruh wajah nya merah.
"Aduh, Maaf maaf..." ucap Elnaz sambil mengelus punggung suami nya dan mengelap dada nya yyg basah karena air nya sempat tumpah.
__ADS_1
"Kamu gila, El. Huh?" seru Arfan kemudian dengan nada tinggi sementara Elnaz malah cengengesan sambil garuk garuk kepala.
"Kan cuma tanya, Sayang" kata Elnaz kemudian kembali makan dengan tenang.
"Apa tidak ada pertanyaan yg lebih gila dari itu?" tanya Arfan masih menatap istri nya dengan sangat heran.
"Ya bukan begitu, cuma takut nya El itu tidak bisa menjadi istri yg baik dan sempurna buat Kak Arfan..."
"Terus kalau kamu tidak sempurna di mata ku, kamu fikir aku menikah lagi, begitu?" tanya Arfan dengan emosi.
"Ya kebanyakan kan begitu, apa lagi kalau istri nya tidak bisa ngasih Ba...."
"Elnaz...." geram Arfan yg sudah faham kemana arah pembicaraan sang istri.
"Sayang, harus berapa kali aku bilang? jangan memikirkan hal itu, lagian masih terlalu dini untuk menyimpulkan hal sebesar itu. Dan apapun yg terjadi, aku tidak akan pernah menikah lagi" tegas Arfan yg tentu saja membuat perasaan Elnaz melayang dan kembali senang.
Tapi Elnaz hanya ingin tahu jawaban Arfan, karena Elnaz sangat yakin jika mertua nya itu nanti pasti akan mengatakan hal yg sama dan mungkin benar benar akan menyuruh Arfan menikah lagi.
"Tapi kalau Mama mertua yg suruh Kak Arfan menikah lagi, Bagaiamana?" tanya Elnaz ingin memastikan.
"Princess..." Arfan menatap lurus tepat di mata istri nya "Karena aku tidak suka berbagi yg sangat berbagi ku maka aku pun tidak suka membagi. Kamu akan selalu menjadi satu satu nya ratu di hati aku, di hidup aku sampai kapan pun. Dan aku yakin, kita berdua sehat dan pasti bisa punya anak. Tapi jika pun Allah berkehendak yg sebalik nya, kita bisa melakukan bayi tabung, bisa adopsi anak, ya kan?" Elnaz tersenyum penuh haru dan mengangguk, Arfan selalu berhasil membuat nya jatuh cinta lagi dan lagi.
" Berhenti insecure, kamu itu sangat sempurna di mata ku, hm?"
" Terima kasih" jawab Elnaz lirih, namun tiba tiba Arfan malah menatap jahil istri nya itu.
"Tapi kalau kamu izinkan sih, di rumah sakit ada suster lagi magang, cantik, mung...." ucapan terpotong saat Elnaz tiba tiba mengarahkan pisau tepat di leher Arfan dan istri nya itu menatap nya dengan begitu tajam seolah benar benar siap menghabisi Arfan, membuat Arfan hanya bisa menelan ludah nya dengan susah payah.
"Astagfirullah , Dek..." gumam Arfan bernafas lega saat Elnaz menjauhkan pisau itu dari leher nya dan seketika kedua nya tertawa geli.
"Maka nya, jangan macam macam" tukas Elnaz.
"Tidak mungkin aku macam macam, Sayang. Soal nya aku masih terbayang terus dengan sofa, vas, dan jaket" jawab Arfan yg membuat Elnaz tertawa.
...
__ADS_1
Ke esokan hari nya, Elnaz kembali menemui Robin untuk menanyakan kebenaran tentang Jimmy. Karena ia ingin mendapatkan bukti untuk menyelamatkan Kakak nya.
"Aku sih tidak tahu dimana istri Jimmy tinggal, tapi aku tahu dimana apartement nya" ujar Robin .
"Memang nya istri nya tidak tinggal di apartemen nya?" tanya Elnaz penasaran dan Robin menggeleng.
"Aku tidak tahu sih, mau cek kesana?" tanya Robin. Elnaz tak langsung menjawab nya, ia masih memikirkan hal itu karena Elnaz harus minta izin Arfan dulu.
"Kak Arfan tidak mungkin ngizinin, tapi aku harus tahu siapa Jimmy. Kasian Kak Elsa"
"Iya, kamu kasih aku alamat nya ya" jawab Elnaz akhir nya.
"Mau pergi sendirian? Biar aku temani" saran Robin namun mengingat kemarahan Arfan sebelum nya tentu saja Elnaz langsung menggeleng.
"Aku bisa sendiri, lagian kamu masih harus kerja kan?" tanya Elnaz.
"Iya sih, tahun ini aku juga banyak tugas karena sudah semester akhir" jawab Robin "Kamu ngajak Andy saja, biar ada yg temani kamu" saran Robin namun Elnaz kembali menggeleng.
"Tidak perlu, aku akan pergi sendiri"
...
Dan di sinilah Elnaz sekarang, didepan apartemen Jimmy. Elnaz menekan bel beberapa kali hingga tak lama kemudian pintu apartemen terbuka dan Elnaz langsung tercengan karena yg muncul justru Elsa, kakak nya.
Elsa juga terkejut melihat Elnaz bisa ada di sana, Elnaz memperhatikan Elsa yg saat ini hanya mengenakan bathrobe dan rambut masih basah. Elnaz bahkan merasa suara nya tercekat di tenggorokan nya saat melihat Elsa yg pasti tidak sedang bertamu.
"Siapa, Beb?" terdengar suara Jimmy yg kemudian pria itu muncul juga hanya mengenakan bathrobe.
"Kak Elsa..." lirih Elnaz dengan hati yg sangat kecewa pada kakak nya itu.
"Oh, adik mu. Persilahkan masuk, Beb" ujar Jimmy dengan santai nya.
"Kak Elsa tinggal....." Elnaz bahkan tak bisa bersuara saking shock nya. Sementara Elsa juga hanya bisa terdiam dan ia tidak tahu harus mengatakan apa pada Elnaz.
"El kecewa sama kakak, Papa Mama akan kecewa sama kak Elsa. Sebebas ini hidup Kak Elsa, huh?"
__ADS_1