
Seminggu telah berlalu semenjak Elnaz siuman, kini ia jauh lebih baik dari sebelumnya. Elnaz juga sudah bisa tertawa dan memakan sendiri. Dimana sebelum nya ia selalu di suapi oleh Arfan.
Ayah dan ayah mertua nya sudah pulang kampung, sementara ibu dan ibu mertua nya masih bergantian menjaga Elnaz karena Arfan juga sibuk dengan pekerjaan nya. Selain itu, mereka juga bergantian mengurus rumah Arfan.
Walaupun kondisi Elnaz membaik, namun Elnaz belum di perbolehkan pulang dan rawat jalan oleh Dokter yg juga suami nya itu di karena kan kondisi Elnaz masih sedikit mengkhawatirkan.
Dan soal Elsa, Arfan selalu menghindari topik tentang Elsa sehingga sampai detik ini Elnaz belum tahu bahwa kakak nya itu di penjara.
"Kamu makan yg banyak ya, El. Biar cucu Mama sehat" kata Bu Yuni yg saat ini sedang menyuapi Elnaz. Elnaz berkali kali mengatakan pada ibu mertua nya itu kalau dia bisa makan sendiri namun ibu mertua nya bersikeras ingin menyuapi Elnaz.
"Ma, sebaiknya Mama istirahat saja. El bisa makan sendiri" kata Elnaz.
"Tidak apa apa, sekarang kamu kan lagi sakit, lagi hamil muda lagi. Jadi kamu harus di rawat baik baik" jawab Bu Yuni yg membuat Elnaz tersenyum simpul.
Elnaz tahu dengan pasti, ibu mertua nya ini perhatian bukan karena Elnaz sakit, melainkan karena Elnaz sedang hamil sementara sejak lama memang itulah yg di harapkan. Namun Elnaz tak masalah dengan hal itu dan ia memaklumi nya.
"Ayo, sekarang buka mulut mu lagi" pinta Bu Yuni dan saat Elnaz hendak membuka mulut nya, tiba tiba terdengar suara nyaring Andy yg langsung memenuhi ruangan.
"Elnaz...."
"Ssshhtt..." Bu Yuni meminta Andy tidak ribut, Bu Kinar muncul dari belakang Andy dengan membawa sekeranjang buah buahan.
"Hai, El..." sapa Bu Kinar "Tante baru dengar kalau kamu sakit, kata Andy jatuh dari tangga ya" ujar Bu Kinar.
"Iya, Tante. Tapi Alhamdulillah El biak baik saja" jawab Elnaz.
"Tante bawakan buah buahan buat kamu, biar sehat kalau banyak makan buah. Aku juga dengar kalau kamu sudah hamil ya" kata Bu Kinar lagi.
"Iya, sebentar lagi aku akan punya cucu" ujar Bu Yuni girang "Ayo, El. Aaa lagi" lanjut nya yg membuat Elnaz tertawa kemudian ia membuka mulut nya lebar. Bu Yuni pun menyuapi nya kembali.
__ADS_1
"Oh ya, Elsa dimana? Pasti dia masih sangat sibuk ya" kata Bu Kinar lagi yg membuat Bu Yuni langsung mendelik kesal.
"Engga ngurus" jawab Bu Yuni ketus.
Elnaz sedikit kefikiran tentang kakak nya itu, karena Elsa tidak sedikit pun menghubungi nya dan tidak ada satupun yg mau membicarakan tentang Elsa. Elnaz pun mengira mungkin Elsa memang tidak perduli pada nya, seperti biasa nya. Elnaz merasa sangat sedih memikirkan hal itu, apa lagi jika bukan karena Elsa, Elnaz tidak Akan berada dalam kondisi yg seperti ini.
"Kok gitu, Bu Yun? Kan bagaimana pun juga Elsa itu mantan calon menantu mu" kata Bu Kinar dengan tanpa berdosa nya.
"Mama..." geram Andy "Kita kesini mau menjenguk Elnaz" lanjut nya.
"Ma..." Elnaz memanggil ibu mertua nya itu dengan lembut "Memang nya Kak Elsa tidak ada telfon gitu?" tanya Elnaz sedih.
"Gimana mau telfon, El. Wong dia ada di penjara" jawab Bu Yuni yg membuat Elnaz memekik kaget.
"Apa? Bagaimana bisa? Kenapa?" tanya Elnaz. Bu Kinar dan Andy tak kalah terkejutnya mendengar berita itu bu Kinar bahkan hanya bisa menganga lebar dengan mulut yg di tutupi telapak tangan nya.
"Karena dia sudah mencelakai kamu lah, apa lagi memang nya"
"Aku yg memenjarakan nya, El..." sambung Arfan yg tiba tiba muncul dari balik pintu, Arfan mendekati istri nya itu "Dia pantas mendapatkan nya"
"Tapi, Kak. Kak Elsa itu tidak salah" ujar Elnaz "Kan El sudah cerita bagaimana El bisa jatuh" tutur nya.
"Tapi tetap saja Elsa itu salah, Elnaz. Pokok nya kakak tidak mau kamu memikirkan dia, okey?" tegas Arfan.
"Kak Arfan..." Elnaz memandang kakak nya dengan begitu sendu, ia sungguh tidak ingin di penjara apa lagi Elnaz merasa Elsa memang tidak salah dalam kecelakaan nya.
"Sudah, kakak tidak mau di bantah, El. Sekarang waktunya kamu minum obat di istirahat"
"Tapi, Kak Arfan..."
__ADS_1
" Tidak ada tapi tapi, Sayang. Ingat, aku Dokter sekaligus suami mu. Jadi kamu harus mengikuti perintah ku" tegas nya dan ia sungguh tak ingin di bantah sekarang.
..........
Sementara di penjara, Elsa hanya bisa merenung. Sudah 5 hari ia berada dalam penjara dan Mama nya setiap hari tentu menjenguk nya. Itu juga salah satu alasan Bu Isna belum pulang kampung, selain untuk mengurus Elnaz, dia juga ingin menjaga dan mengunjungi Elsa.
Saat ini, Elsa sedang di jenguk oleh ibu nya dan pertanyaan Elsa hanya satu setiap kali ibu nya kesana.
"Elnaz baik baik saja kan, Ma?" tanya Elsa sedih. Ia sungguh merasa bersalah pada adik nya itu, Elsa menyesal dan sangat mengkhawatirkan Elnaz.
"Iya, Sa. Elnaz semakin hari semakin membaik" jawab Bu Isna.
"Kapan dia bisa keluar dari rumah sakit?" tanya Elsa lagi.
"Entah lah, Sa. Mungkin sebentar lagi. Oh ya, bagaimana keadaan kamu di sini, Nak?"
"Aku baik baik saja, Ma" jawab Elsa dan Bu Isna melihat tangan Elsa yg bentol bentol dan merah.
"Tangan kamu kenapa, Sa?" tanya Bu Isna cemas.
"Cuma di gigit nyamuk, Ma" jawab Elsa dengan santai bahkan sambil tersenyum.
"Kasihan sekali kamu, Nak. Mama sudah selalu memohon pada Arfan supaya dia mau membebaskan kamu, tapi Arfan tidak mau mendengarkan Mama" tukas Bu Isna putus asa.
"Tidak apa apa, Ma. Aku memang salah, kalau saja aku tidak memaksa Elnaz bicara waktu itu dan membiarkan Elnaz istirahat seperti permintaan nya, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Aku juga yakin kok, tidak lama lagi Elnaz yg akan membebaskan ku. Mama kan tahu sendiri Elnaz itu paling tidak bisa melihat keluarga nya menderita "papar Elsa sembari membayangkan adik nya yg memiliki hati yg lembut dan tulus.
Elsa juga tahu, bahwa kedua orang tua mereka pilih kasih tapi Elsa tidak pernah melihat kebencian ataupun rasa iri di mata Elnaz pada Elsa. Kecuali setelah Elnaz menikah dan Elsa mengungkit masalah Arfan.
"Elnaz tidak tahu kamu di penjara, Sa. Arfan tidak mau memberi tahu nya" kata Bu Isna lagi.
__ADS_1
"Ma, sudahlah. Aku yakin aku tidak akan lama di sini" jawab Elsa yg membuat ibu nya tersenyum, karena semenjak di penjara, Bu Isna melihat Elsa yg seperti lebih dewasa dan lapang dada. Sangat berbeda dengan Elsa yg dulu yg mudah sekali emosi.