(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 88 - Sebuah Fakta


__ADS_3

Jimmy menganga lebar saat ia memeriksa ponsel nya dan mendapatkan foto diri nya dan Elsa saat ulang tahun Elnaz sudah tersebar di media sosial.


Tak lama kemudian ponsel Jimmy berdering dan ia pun segera menjawab nya.


"Halo..."


"Siapa cewek itu?" terdengar suara seorang wanita yg tampak nya sangat kesal dengan Jimmy, Jimmy meringis sambil menggaruk tengkuk nya.


"Teman, kamu jangan salah faham dulu ya" ucap nya.


"Jangan salah faham bagaimana? Jelas di sana di tulis kalau kamu itu pacar nya model pendatang baru yg bernama Elsa itu"


"Sayang, Elsa itu cuma teman kok. Waktu itu kebetulan aku sama dia lagi satu project, terus dia di undang ke ulang tahun adik nya. Karena rumah nya tidak jauh dari posisi kami saat itu, ya kami datang bersama saja" jawab Jimmy.


"Benaran?"


"Benaran, Sayang. Sumpah"


"Kamu kapan pulang? Aku kerepotan ngurus anak sendirian tahu"


"Iya, malam ini aku pulang"


"Anak kita sakit, Mas. Sore ini mau di bawa periksa ke Dokter. Memang nya tidak bisa pulang dan temani ke Dokter?"


"Aduh, tidak bisa. Sore ini masih ada project penting yg tidak bisa di tinggal"


.........


Elnaz dan Arfan mengantar Pak Malik ke bandara, Elnaz membawakan berbagai oleh oleh yg ia titipkan pada ayah nya supaya di berikan kepada Mama Elnaz dan juga mertua nya.


Elnaz juga mengatakan takkan ada lagi perayaan ulang tahun nya karena sudah di rayakan lebih dulu, katakanlah Elnaz terlalu kurang ajar pada para orang tua nya namun Elnaz benar benar sudah merasa sangat lelah dengan drama mereka semua.

__ADS_1


Setelah dari Bandara, Arfan mengantarkan Elnaz ke kampus nya dan di sana Elnaz kembali bertemu Robin.


"Hai, Rob..." sapa Elnaz sambil tersenyum hangat, membuat Robin mengernyitkan dahi nya karena baru dua hari yg lalu Elnaz cuek dan menghindari nya.


"Kenapa?" tanya Elnaz bingung karena Robin malah diam saja.


"Aku fikir kamu marah sama aku atau apa gitu, soalnya kamu sempat cuek dan menghindar" ujar Robin lirih yg membuat Elnaz tertawa kecil.


"Iya sih, aku tahu. Aku minta maaf, mau bagaimana lagi, Rob? Kak Arfan posesif banget, ya meskipun aku juga" ujar Elnaz sambil terkekeh.


"Itu mungkin karena dia sangat mencintai mu" kata Robin.


"Iya sih" gumam Elnaz.


"Aku faham kok, setiap orang pasti ingin menjaga pasangan nya dan tidak akan rela pasangan nya dekat dengan pria lain. Aku sih tidak apa apa kalau kamu cuek atau menghindar dari aku jika itu lebih baik untuk mu" kata Robin yg membuat Elnaz terharu.


"Kamu baik banget sih, Rob..."


"Oh ya, aku sudah lihat foto Jimmy dan Elsa saat ulang tahun kamu. Banyak yg membagi kan, El..."


"Bagaimana jika istri nya sampai lihat ya?"


"Itu bagus, El. Biar dia tahu rasa, pria seperti Jimmy itu tidak pantas untuk siapa pun" tukas Robin kesal.


"Kamu kok kesal sekali sih, Rob?"


"Aku selalu kesal dengan pria seperti Jimmy dan Papa, El. Pria pria bajingan, hidung belang, buaya darat" tukas Robin penuh emosional.


..........


Arfan yg sudah menyelesaikan pekerjaan nya pun berniat pulang, namun saat di lorong rumah sakit ia malah menabrak seorang Suster yg sedang berlari hingga membuat ponsel yg sedang di pegang Suster itu jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Mabuk, Sus??" tanya Arfan kesal.


"Hehe, maaf Dr. Arfan, saya buru buru. Soal nya hp pasien tadi ketinggalan" jawab suster itu.


"Pasien yg di rawat di sini?" tanya Arfan lagi.


"Oh bukan, Dok. Tadi dia cuma membawa anak nya yg sedang demam dan batuk, tapi Dokter mengatakan dia tidak perlu di rawat dan hanya di beri resep obat" jawab nya "Saya duluan, Dokter Arfan" lanjut nya dan ia bergegas pergi.


Arfan pun kembali melanjutkan perjalanan nya menuju parkiran dan ia melihat suster yg tadi sedang bicara dengan seorang wanita yg sedang menggendong anak perempuan nya.


Arfan melihat anak yg di gendong nya terus menangis, karena takut terjadi sesuatu, Arfan pun menghampiri nya.


"Ada apa??" tanya Arfan.


"Anak saya batuk nya parah sekali, Dok. Jadi nya menangis" jawab wanita itu, Arfan meletakkan punggung tangan nya di kening anak itu dan Arfan merasakan demam nya cukup tinggi.


"Sudah di jemput, Bu?" tanya Arfan kemudian.


"Saya naik taksi, Dok. Suami saya sedang sibuk" jawab nya yg membuat Arfan langsung bersimpati pada wanita itu.


"Mau saya antar? Kasihan anak ibu ini, dia butuh istirahat juga" ujar Arfan. Wanita itu terlihat tertarik dengan tawaran Arfan namun ia masih ragu, apa lagi Arfan adalah orang asing bagi nya.


"Dia Dr. Arfan, Bu..." seru suster itu kemudian "Dia orang baik kok, hampir semua staf rumah sakit mengenal nya. Saya berani jamin dia tidak akan macam macam" kata nya yg membuat Arfan tertawa begitu juga dengan wanita itu.


"Tidak usah, saya tidak mau merepotkan" ucap wanita itu.


"Tidak apa apa, Bu. Saya juga tidak buru buru, kasian anak nya kan?" tanya Arfan dan akhirnya wanita itu pun mau.


Arfan segera membawa nya ke dalam mobil Arfan, dan saat dalam mobil, anak nya yg terus menangis dan terus bergerak membuat ponsel nya kembali terjatuh, Arfan pun mengambilkan nya dan ia tercengang saat melihat foto wallpaper di ponsel itu.


"Maaf, Bu... Ini foto pernikahan ibu ya?" tanya Arfan.

__ADS_1


"Iya, Dok. Aku dan suami ku menikah dua tahun yg lalu" jawab nya yg membuat Arfan semakin tercengang.


"Jadi benar kata Elnaz? Jimmy sudah punya istri dan anak?"


__ADS_2