
Arfan sedang menjemur pakaian saat ini, sedangkan Elnaz memperhatikan suami nya itu sambil duduk manis di atas kursi roda nya sembari menikmati keripik pisang yg ia letakkan di pangkuan nya. Arfan juga yg mencuci baju nya, membersihkan rumah dan juga memasak. Hal itu membuat Arfan merengek sakit pinggang.
Setelah selesai, Arfan mendatangi Elnaz dan ia menarik nafas kasar.
"Capek, El..." rengek Arfan yg membuat Elnaz terkekeh.
"Nanti El pijetin di ranjang ya" kata Elnaz sekena nya yg malah membuat Arfan menatap Elnaz dengan nakal.
"Ah, Sayang... Makin pintar saja menyenangkan suami" kata Arfan "Tapi kamu kan lagi sakit dan hamil muda, Sayang. Tidak boleh ada goncangan hebat lho, bisa bahaya buat janin kita" tutur Arfan panjang lebar yg membuat Elnaz mengernyit bingung. Namun ketika mengingat kata goncangan membuat Elnaz menyadari apa yg di maksud oleh suami nya itu.
"Dasar mesum..." seru Elnaz sembari mencubit pinggang Arfan, membuat Arfan langsung meringis sakit.
"Kenapa di cubit sih, El?" rengek Arfan "Kan kamu sendiri yg mau di atas ranjang"
"Di pijetin, Sayang... Maksudnya El, pijetin nya di ranjang. Biar El enak, duduk, kan El belum bisa bergerak bebas" jelas Elnaz kesal, sementara Arfan malah cengengesan sambil garuk garuk kepala. Arfan pun mendorong kursi roda Elnaz dan membawa nya kembali masuk.
Arfan yg merasa lelah, langsung merebahkan diri nya di sofa dan sekali lagi ia mengeluh sakit pinggang.
__ADS_1
"Padahal itu belum nyetrika lho, Kak..." seru Elnaz sembari memperhatikan suami nya itu "Belum ke pasar, belum mengurus anak. Tapi Kak Arfan sudah mengeluh terus dari tadi" ujar nya.
"Ya capek, Sayang. Benar benar capek, pinggang sakit, lutut pegal" gerutu nya.
"Baru sehari lho itu, coba bayangin seorang ibu rumah tangga yg melakukan tugas itu seumur hidup nya" kata Elnaz kemudian yg langsung membuat Arfan terenyuh. Ia pun langsung duduk dan menatap Elnaz yg saat ini sedang tersenyum. Arfan menatap tepat di kedua mata istri nya yg indah itu, Elnaz pun membalas tatapan suami nya itu dengan lembut.
"Karena itulah, El mau kasih tahu Kak Arfan, jadi wanita, jadi Ibu rumah tangga itu tidak mudah, Kak. Mengurus rumah, suami, anak, dan yg lain nya, terkadang hal itu membuat wanita sampai lupa mengurus diri nya sendiri atau mungkin dia ingat untuk merawat diri tapi tak ada waktu. Dan ketika wanita kurang merawat diri, eh si suami malah selingkuh dengan alasan istri nya tak menarik, kurang perhatian, berubah, dan sebagainya" tukas Elnaz yg membuat Arfan sedikit mengerutkan kening nya karena ia heran kenapa tiba tiba Elnaz berkata demikian.
"Habis baca novel atau nonton sinetron, Sayang?" tanya Arfan heran. Elnaz kembali tersenyum pada Arfan.
"Terus kenapa kamu berbicara seperti itu pada ku, Sayang? Aku tidak mungkin berselingkuh" kata Arfan yg tentu saja membuat Elnaz merasa bahagia.
"Aku tahu, Kak. Hanya saja, setelah anak kita lahir, mungkin El akan banyak berubah" kata Elnaz lirih "Tapi semoga Kak Arfan tetap mencintai El meskipun nanti El tidak cantik lagi, tidak sempat mengurus diri dan perhatian El akan terbagi pada anak kita nanti"
"Oh, Sayang..." seru Arfan kemudian ia berlutut di depan Elnaz, menggenggam tangan nya dan mengecup nya.
"Cinta itu indah, Sayang. Jadi ketika kamu memiliki cinta yg sebenarnya, maka seperti apapun pasangan mu, dia akan selalu tampak indah di mata mu" kata Arfan lembut, yg berhasil menerbitkan senyum sumringah di bibir Elnaz.
__ADS_1
"Kakak akan selalu mencintaimu, Princess. Selalu berada di sisi mu, dan kita akan mengurus anak kita dan juga rumah kita bersama. Jika kamu tidak sempat atau lupa mengurus diri mu, mempercantik diri mu, maka kakak yg akan melakukan nya" tukas Arfan lagi yg membuat Elnaz langsung menaikan alis nya, merasa tidak percaya dengan apa yg Arfan katakan. Namun kedua sorot mata itu menyiratkan ketulusan dan keseriusan.
"Aku serius, Sayang" kata Arfan yg menyadari Elnaz menganggap nya tak serius "Ketika seseorang memiliki cinta yg berarti, maka dia harus bisa selalu menjaga nya dan merawat nya. Dan itu juga yg kakak rasakan, Sayang. Kamu milik ku, cinta ku, cinta yg sebenarnya"
"El pegang janji kak Arfan ya? Jangan selingkuh" tegas Elnaz yg membuat Arfan tertawa.
"Tidak akan, lagi pula, sudah ada berlian di sisi kakak, masak iya harus di tukar dengan batu kerikil" jawab Arfan.
"Baiklah, sekarang berlian ini akan memijit pemilik nya yg sedang sakit pinggang" kata Elnaz kemudian menarik tangan Arfan, Arfan pun berdiri dan mendorong kursi roda Elnaz masuk ke kamar.
Arfan menggendong Elnaz dan meletakkan nya di tengah ranjang, sementara Arfan mengambil baby oil dan memberikan nya pada Elnaz, kemudian Arfan melepaskan kaos nya dan tidur tengkurap di depan Elnaz.
"Pijetin yg enak ya, Sayang. Ugh, rasa nya kakak lelah sekali" gumam Arfan yg membuat Elnaz tertawa.
Ia pun mulia memijat bagian punggung Elnaz dan juga pinggang nya dengan begitu lembut. "Emh, enak..." racun Arfan yg membuat Elnaz kembali tertawa.
Elnaz terus memberikan pijitan pijitan lembut di tubuh suami nya itu yg telah sangat memperhatikan nya selama ini, yg mencintai nya dengan setulus hati dan mencintai nya dengan cinta yg sebenarnya.
__ADS_1