
Mengingat cinta nya pernah kandas meskipun telah berjalan dalam kurun waktu yg sangat lama, Elsa berfikir akan menjalin hubungan yg serius dengan Jimmy dan akan menerima lamaran nya. Elsa meminta pendapat Olga tentang hal itu dan tentu saja Olga sangat mendukung nya.
"Percaya deh, Beb. Jimmy itu pria yg sangat mapan. Kata nya kamu juga di ajak tinggal bersama sama dia, kenapa kamu nolak?" tanya Olga setelah Elsa bercerita.
"Ya masak iya kami tinggal serumah, Ga" cetus Elsa.
"Terus apa salah nya?" tukas Olga "Apartments yg di tinggali Jimmy itu milik Jimmy, menurut aku sih tidak apa apa kalian tinggal bersama. Nanti juga kalian akan menikah"
"Tapi kan tidak enak, Ga. Malu" jawab Elsa.
"Oh ayolah, Sa. Di zaman sekarang itu bukan masalah, Princess Elsa" bujuk Olga kemudian.
"Tapi kalau orang tua ku tahu, mereka pasti marah, Ga"
"Ya jangan kasih tahu, lagian kamu kan sudah dewasa dan punya kehidupan mu sendiri. Kenapa mereka masih harus mengatur mu? adik mu saja sudah punya kehidupan nya sendiri dan tidak ada yg ikut campur tuh" tukas Olga yg tentu saja Elsa memebanarkan hal itu.
Elnaz bahkan masih belum genap 20 tahun, tapi Elnaz sudah punya segala nya dan juga kehidupan pribadi nya lalu kenapa notabane nya adalah kakak dari Elnaz dan jauh lebih dewasa tentu nya?
...
Elnaz pergi ke kampus nya dengan mengendarai sepeda motor nya sendiri, hal itu menjadi hal yg sedikit mengejutkan bagi Andy.
"Nyolong dimana, Neng?" tanya Andy yg membuat Elnaz mendengus.
"hadiah dari Kak Arfan" jawab Elnaz.
"Lah, cuma motor? kenapa tidak mobil?" tanya Andy yg kembali membuat Elnaz mendengus.
"dari pada sepeda ontel?" tukas nya kemudian yg membuat Andy tertawa terbahak bahak "Ini saja sudah sangat bersyukur, jadi kalau mau kemana mana tidak perlu naik taksi atau malah harus menunggu Kak Arfan"
"Iya sih, tapi kan suami mu berduit. Dokter itu gaji nya mahal lho"
"Iya, tapi kan kami harus menabung, Ndy..."
__ADS_1
"Haduh, gini nih ibu rumah tangga, yg di fikirin masa depan keluarga..." ujar Andy dramatis yg membuat Elnaz mencebikan bibir nya.
Elnaz pun pergi ke kelas lebih dulu karena sebentar lagi kelas nya akan di mulai. Begitu dengan Andy.
Dan setelah semua mata kuliah nya selesai, Elnaz ingin segera pulang karena minggu ini ia memiliki banyak tugas kuliah. Namun di parkiran ia bertemu Robin dan seketika Elnaz ingat dengan cerita Robin soal Jimmy.
"Rob..." panggil Elnaz dan yg punya nama pun menoleh.
"Eh, hai El..." sapa Robin.
"Hai..." Elnaz balas menyapa "Kamu buru buru tidak? aku ingin tanya sesuatu sama kamu" ujar Elnaz dan Robin melirik arloji di pergelangan tangan nya.
"Masih punya waktu kok, mau tanya apa?" tanya Robin.
"Mau tanya soal Jimmy..." ucap Elnaz setengah berbisik.
"Kenapa kamu tertarik dengan pria bastard seperti dia?" tanya Robin dan mendengar kata Bastard membuat Elnaz semakin penasaran tentang Jimmy sekaligus khawatir dengan Elsa, karena Elnaz sangat yakin mereka berdua punya hubungan.
"Aku fikir dia pacar kakak ku, aku mengkhawatirkan ku" jawab Elnaz jujur dan Robin tampak mengerti.
"Jadi, apa benar Jimmy seorang bastard?" tanya Elnaz dan Robin langsung mengangguk.
"Aku kenal dia sudah lama, karena dia bekerja sama dengan Papa. Sifat nya kurang lebih sama seperti Papa. Pemain hati" ujar Robin yg membuat Elnaz tercengang.
"Papa mu juga?" tanya Elnaz dan Robin mengangguk lemah.
"Papa itu pria paling bejat yg pernah aku temui, dia selingkuh berkali kali dari Mama. Dan selingkuhan nya itu kebanyakan adalah model model yg bekerja di agensi model Papa...." tutur Robin yg membuat Elnaz semakin tercengang.
"Astagfirullah..." hanya itu respon nya.
"Karena itulah aku sangat membenci Papa, aku keluar dari rumah sejak kelas 3 SMA. Bekerja dan hidup sendiri di kos kosan. Aku terkadang pulang hanya untuk menjenguk Mama ku yg sedang sakit. Sendai nya Mama tidak sakit dan tidak membutuhkan pengobatan apapun, aku pasti akan bawa Mama pergi. Tapi aku masih tidak punya apa apa, karena itulah aku bekerja supaya aku bisa punya uang dan merawat Mama ku senidri" lanjut Robin yg membuat Elnaz begitu prihatin, Elnaz hanya bisa menatap Robin sendu.
"Aku tidak pernah bercerita tentang ini pada siapa pun sebelum nya, El. Tapi entah kenapa aku menceritakan nya sama kamu" ucap Robin kemudian sambil tertawa hambar, bibir nya tertawa namun kedua mata nya menunjukan sebalik nya.
__ADS_1
"Tidak apa apa, Rob. Aku tidak akan menceritakan ini pada siapapun, dan kamu bisa cerita sama aku apa saja, meskipun aku tidak bisa membantu masalah mu setidak nya aku bisa jadi teman curhat mu' tukas Elnaz kemudian.
"Ah ya, tadi kamu tanya soal Jimmy juga ya..." kata Robin lagi "Jimmy itu sama saja seperti Papa, dia sudah punya istri dan anak, bahkan anak nya baru berusia satu tahun. Tapi dia juga jago selingkuh, dan seperti Papa, biasa nya selingkuhan mereka ya orang orang yg bekerja dengan mereka"
"serius?" pekik Elnaz tak percaya.
"serius lah, El. Dan kalau memang kakak mu pacaran sama dia, sebaik nya minta kakak mundur. Karena Jimmy hanya akan menyakiti..."
...
Elnaz terus memikirkan perkataan Robin tentang Jimmy, jika memang Jimmy sejahat itu maka Elsa dalam bahaya.
Elnaz bahkan tidak bisa mengerjakan tugas nya dengan benar karena ia terus menerus memikirkan hal itu.
"Aku kasih tahu kak Elsa saja ya?" ia bertanya pada diri nya sendiri, Elnaz tak bisa berfikir lebih lama lagi, ia harus memberi tahu Elsa yg sebenar nya.
Elnaz menyambar ponsel nya yg ada di tumpukan buku buku nya dan kemudian ia langsung menghubungi kakak nya itu, namun setelah beberapa kali mencoba, tak ada jawaban.
Elnaz tidak menyerah dan ia menghubungi Elsa lagi, akhir nya kali ini ia mendapatkan jawaban.
...
Elsa yg sedang sibuk menata barang barang nya di apartemen Jimmy harus terganggu karena dering ponsel nya yg terus menerus, namun karena ia masih sibuk ia pun mengabaikan nya. Elsa memutuskan pindah ke apartemen Jimmy seperti permintaan Jimmy. Elsa bahkan berniat akan memperkenalkan Jimmy pada keluarga nya dan Elsa ingin menikah dengan Jimmy secepat nya.
Karena ponsel nya masih berdering, Elsa pun menjawab nya.
"Ada apa, El?" tanya Elsa.
"Kak Elsa, Kak Elsa itu pacaran ya sama Jimmy?" Elsa mengernyit bingung mendengar pertanyaan adik nya itu.
"Iya, memang nya kenapa?" tanya Elsa dengan tangan yg masih sibuk menggantung pakaian nya di lemari.
"Kak Elsa, Jimmy itu bukan pria yg baik. Dia sudah punya istri dan anak..." Elsa sempat tercengang mendengar ucapan adik nya itu dan hati nya pun sudah berdebar, namun kemudian ia tertawa karena mengira Elnaz mengada ngada.
__ADS_1
"Jangan ngaco kamu, El. Kamu bahkan tidak kenal Jimmy" tukas Elsa.
"Kak, El tidak ngaco. Robin sendiri yg bilang, kakak tahu Robin? anak nya Pak Andrew. Robin juga bilang kalau Jimmy punya anak yg baru berusia satu tahun. Jimmy itu sering selingkuh dan pemain hati"