
Semakin hari Elnaz semakin sibuk dengan kuliah nya, namun ia tak melupakan tugas nya sebagai istri. Elnaz akan bangun lebih pagi untuk bisa memaksakan makanan untuk suami nya, sementara untuk membereskan rumah biasa nya Elnaz akan melakukan nya setelah kuliah.
Melihat istri nya yg kini kerepotan itu membuat Arfan merasa kasihan sebenar nya dan ia sempat menawarkan Elnaz untuk mencari pembantu saja namun Elnaz menolak nya, karena ia merasa masih mampu untuk melakukan tugas nya sebagai istri sekaligus mahasiswi.
Begitu juga dengan Elsa, semakin hari ia semakin pandai bergaul dengan orang orang dari bidang nya. Selain itu, ia juga sudah mulai mendapatkan banyak pekerjaan dan benar kata Olga, ia tak perlu melakukan pekerjaan paruh waktu. Bahkan semakin hari ia juga semakin dekat dengan Jimmy meskipun Elsa masih selalu teringat dengan Arfan.
Jimmy menjadi teman yg baik bagi Elsa, yg selalu menghibur nya, membawa nya ke pesta dan juga club malam. Kini rutinitas itu sudah menjadi kebiasaan bagi Elsa.
Hubungan Elnaz dan mertua nya juga semakin membaik, setidak nya komonikasi mereka lebih lancar begitu juga dengan ayah Elnaz.
...
Saat ini Elnaz sedang bersama Andy di kantin kampus nya, kedua nya sedang makan bakso dan sesekali bercanda. Karena kedekatan mereka berdua, teman teman mereka mengira Elnaz dan Andy itu pacaran. Tapi tidak dengan Robin yg mengetahui kalau gadis cantik itu sudah bersuami.
"Oh ya, El... Sesekali main kerumah dong" ajak Andy yg saat ini sedang menyeruput jus jeruk nya.
"Inysa Allah, nanti. Izin Kak Arfan dulu" jawab Elnaz.
"Ya ampun, El. Masak sedikit sedikit izin Kak Arfan sih. Engga asyik ah" ucap Andy merajuk yg membuat Elnaz tertawa "Dulu apa apa harus izin nenek, sekarang harus izin Kak Arfan" lanjut nya.
"Ya kan Kak Arfan itu suami aku, Ndy. Ya apa apa harus izin suami, nanti dosa" jawab Elnaz.
"Ya deh, yg istri sholehah" ujar Andy kemudian yg membuat Elnaz terkekeh. Tak lama kemudian Robin datang dan bergabung dengan mereka berdua.
"Lagi gosipin apa?" tanya Robin sambil menatap Elnaz dan Andy bergantian.
"Aku mau ajak Elnaz main kerumah" ujar Andy yg membuat Robin melotot.
"Andy, itu tidak boleh. Elnaz itu sudah punya suami" ujar Robin serius, karena biasa nya jika ada cowok yg mengajak cewek main kerumah itu pasti karena ada sesuatu.
__ADS_1
"Emak ku juga tahu dia sudah menikah" ucap Andy sambil mendelik "Lagian aku sama Elnaz itu temenan sudah lama, tidak mungkin aku apa apain Elnaz. Bisa di bantai juga aku sama suami nya kalau sampai berani melakukan yg tidak tidak" tukas Andy.
"Suami mu sangat mencintai mu ya, El?" tanya Robin tiba tiba dan Elnaz menganggukan kepala nya sambil tersenyum "Jadi karena itu kalian menikah muda?" tanya Robin lagi.
"Menikah muda apa nya? suami Elnaz sudah tua, selisih 10 tahun sama Elnaz" sambung Andy lagi yg membuat Elnaz meringis, karena bisa di bilang mulut Andy ini sedikit lancar juga.
"Oh ya?" pekik Robin dengan mata lebar.
"Seperti nya 10 tahun tidak terlalu tua deh, masih muda" Elnaz tentu akan membela suami tercinta nya.
Elnaz melirik arloji nya, seharusnya sekarang Arfan sudah menjemput nya namun suami nya itu masih tak ada kabar. Elnaz mengambil ponsel nya untuk menghubungi suami nya itu namun ternyata Arfan sudah mengirimi nya pesan beberapa menit yg lalu.
Hubby
"Sayang, aku tidak bisa menjemput mu karena ada operasi tiba tiba. Pulang nya naik taksi ya"
"Aku pulang dulu ya" seru Elnaz kemudian sambil mengeluarkan uang untuk membayar makanan nya.
"Kak Arfan tidak bisa menjemput ku, kata nya ada operasi. Aku di suruh naik taksi" jawab Elnaz .
"Biar aku antar" ujar Andy dan Robin bersamaan yg membuat Elnaz tertawa. Andy dan Robin pun saling melempar tatapan sambil juga tertawa.
"Tidak usah, sama Kak Arfan di suruh naik taksi" jawab Elnaz.
"Aku mau ke tempat kerja ku, kita searah. Pulang sama aku aja'' bujuk Robin.
"Tidak akan mau dia, Rob. Dia tipe orang yg patuh, patuh sama nenek, Mama, Papa, apa lagi suami. Patuh sekali dia itu... "ucap Andy yg setengah meledek Elnaz, namun Elnaz hanya menanggapi nya dengan tawa.
"Ya kan wajib nya begitu, Ndy. Ya sudah, aku pergi dulu. Sampai ketemu besok... " seru Elnaz sambil menarik tas nya.
__ADS_1
.........
Semakin hari, Elsa semakin kebanjiran tawaran pemotretan. Itu membuat Elsa senang namun ia masih belum merasakan kebahagiaan yg dia cari, seperti ada yg kosong dan hampa dalam hidup Elsa. Ia juga merindukan rumah nya, keluarga nya, namun Elsa belum berani pulang. Ia masih takut tidak di terima oleh ayah nya, takut di suruh meninggalkan apa yg ia inginkan sejak dulu. Elsa bahkan tidak berani hanya untuk sekedar mengirimi mereka pesan.
"Apa aku temui Elnaz saja ya?" gumam Elsa "Bagaiamana pun juga Elnaz kan adikku, siapa tahu kalau sudah bertemu dengan nya bisa membuat ku merasa lebih baik"
"Kenapa cantik?" tanya Jimmy yg melihat Elsa Melamun.
"Aku mau kerumah adik ku" ujar Elsa pada Jimmy.
"Adik yg menikahi tunangan mu itu?" tanya Jimmy dan Elsa mengangguk.
"Astaga, Sa. Memang nya kuat kamu bertemu mereka?" tanya Jimmy.
"Aku kangen rumah, Jim. Siapa tahu kalau ketemu adikku bisa sedikit mengurangi rasa kengan ku" ujar Elsa.
"Hem begitu, begini saja, bagaimana kalau kita undang mereka ke pesta malam ini? Ya dengan begitu kamu tidak akan terlalu sakit hati sama mereka, kamu juga bisa senang senang sama teman teman mu yg lain. Ya kan?"
"Ya juga, biar aku undang mereka nanti" ujar Elsa senang "Terima kasih ya, Jim. Kamu selalu ada buat aku"
"Sama sama, Sa. Kita kan teman, ya harus saling bantu" ujar Jimmy sambil tersenyum lebar.
..........
Sementara itu, Elnaz yg kini sudah sampai di rumah nya langsung bergegas ke kamar, mengganti pakaian nya dengan daster dan kemudian ia bersiap membersihkan rumah, menyetrika pakaian dan menyiapkan memasak untuk makan malam.
Elnaz merasa lelah sebenarnya, namun ia tidak pernah mengeluh sedikitpun dan ia melakukan nya dengan senang hati.
Elnaz tahu dengan pasti tugas dan kewajiban nya sebagai istri, sebagai ibu rumah tangga, dan Elnaz berusaha keras menjalani nya dengan baik.
__ADS_1
Ia juga sangat menyukai sastra dan suatu hari nanti ia ingin menghasilkan sebuah karya yg indah.
"Seindah mencintai dan cintai dalam hidup Kak Arfan" gumam Elnaz sambil tersenyum sendiri.