
Pagi hari nya, Elnaz dan Arfan bekerja sama membersihkan rumah. Keduanya terkadang bercanda ria sembari mengerjakan pekerjaan rumah, seperti saat ini. Arfan yg sedang menyapu harus menahan rasa kesal nya saat Elnaz malah memakan kacang sambil duduk bersila tepat di tengah ruangan dan Elnaz membuang kulit kacang itu sembarangan, sengaja mengerjai Arfan.
"El..." tegur Arfan. Elnaz hanya cekikikan, kemudian ia melanjutkan mengelap perabotan rumah. Dan kali ini Arfan yg mengerjai nya, dengan menumpahkan jus secara sengaja ke atas meja.
"Ih, Kak Arfan...." gerutu Elnaz sedangkan Arfan malah mengabaikan nya dan ia kembali menyapu.
Setelah semua pekerjaan selesai, Arfan mengajak Elnaz sarapan roti yg sudah ia pesan. Karena mereka tak ada waktu untuk memasak, apa lagi setelah ini mereka harus menemui Dr. Claire. Seorang konselor pernikahan yg juga teman nya Liam.
"Apa itu konseling pernikahan, Kak?" tanya Elnaz yg saat ini sedang menikmati roti isi nya.
"Itu sama seperti BK di sekolah mu, Princess. Hanya saja karena ini konseling pernikahan, yg melakukan nya adalah orang yg sudah menikah dan biasa nya orang yg mengalami masalah dalam pernikahan seperti kita. Dan kita tidak tahu harus mengambil langkah seperti apa"
"Hem El faham" jawab Elnaz.
"Good girl. Kamu memang cerdas, sekarang habiskan sarapan mu dan kita akan langsung pergi" ujar Arfan dan Elnaz pun mengangguk sembari menyunggingkan senyum yg tentu saja membuat hati Arfan menghangat. Karena sekarang ia kembali bisa melihat senyum Elnaz setelah beberapa hari ini ia hanya bisa melihat tangis Elnaz.
Setelah sarapan dan membereskan dapur, Arfan memanggil taksi untuk mengantar mereka menemui Dr. Claire.
"Kamu gugup?" tanya Arfan yg saat ini sudah berada di rumah sakit tempat dr. Claire bertugas.
__ADS_1
"Sedikit" Jawab Elnaz jujur. Arfan menggenggam tangan Elnaz dan mereka memasuki ruangan Dr. Claire.
Dr. Claire yg ternyata adalah wanita berusia sekitar 40 tahunan itu pun langsung menyambut mereka dengan hangat dan mempersilahkan mereka duduk di sofa.
"Arfan dan Elnaz..." seru Dr. Claire "Liam Sudah menceritakan sedikit tentang kalian, tapi aku ingin mendengar tentang kalian dari kalian sendiri" ujar dr. Claire
"Kami... Kami menikah tanpa sebuah rencana" ucap Arfan kemudian memulai pengakuan nya. Ia menceritakan bagaimana pernikahan nya dengan Elsa gagal dan ia kemudian menikahi Elnaz.
Sama seperti orang lain, Dr. Claire mengira bahwa Arfan menjadikan Elnaz pengganti Elsa dan melampiaskan kekecewaan nya pada Elnaz.
"Mungkin tanpa sadar aku melakukan itu" jawab Arfan lirih. Ia menatap Elnaz dengan tatapan sendu.
"Lalu, kenapa kamu tidak menceraikan Elnaz saja, dia masih kecil dan kamu mencintai nya sebagai adik" ujar Dr. Claire lagi.
"Seorang gadis, di nikahi begitu saja kemudian di ceraikan juga begitu saja. Itu pasti akan sangat menyakitkan dan akan berdampak pada kehidupan dia selanjut nya. Aku tidak mau mengambil resiko jika suatu hari nanti pernikahan ku dan Elnaz berdampak buruk pada nya. Karena itulah aku ingin mempertahan kan nya, untuk menjaga nya" dr. Claire tersenyum simpul mendengarkan curahan hati Arfan. Dari sini, ia sudah tahu bahwa Arfan adalah pria baik yg bertanggung jawab.
"Lalu Bagaiamana dengan Elsa? bukankah kamu mencintai nya begitu juga dia? bukankah dengan mempertahankan pernikahan mu dengan Elnaz justru akan membuat hati kalian bertiga sakit karena Elnaz juga tidak mencintai mu? dan yg pasti jauh lebih menyakitkan karena justru suami nya mencintai kakak nya. Bagaimana menurut mu, El?"
Sebelum menjawab, Elnaz terdiam dan ia menatap Arfan "Jawab jujur, El. Bagaiamana perasaan mu?" tanya Dr. Claire.
__ADS_1
"Aku...aku tidak tahu" jawab Elnaz.
"Kamu tahu jawaban mu, El. Setidak nya jujurlah pada diri mu sendiri" tegas dr. Claire
"Aku marah pada Kak Arfan karena dia melampiaskan kemarahan nya pada ku, menjadikan ku pengantin pengganti Kak Elsa. Aku kecewa sama Kak Arfan karena sudah berbuat seperti itu sementara aku sangat mencintai nya sebagai kakak aku, aku menganggap nya super hero ku tapi... Tapi aku fikir Kak Arfan menghancurkan hidup ku dengan menikahi ku" Elnaz berkata lirih di akhir kalimat.
Dr. Claire bisa melihat Arfan kini lebih mengeratkan genggaman tangan nya pada Elnaz. Seolah memberi tahu bahwa Arfan ada di sana untuk Elnaz dan semua nya akan baik baik saja.
"Tapi kenyataan nya, sekarang kalian bersama, sebagai suami istri. Dan Arfan tidak menghancurkan hidup mu, El. Dia hanya mengubah jalan cerita hidup mu, dari adik menjadi istri. Yg aku lihat, kalian saling mendukung. Saling bersandar dan saling membutuhkan, itu bisa di lihat dari bagaimana kalian saling menggenggam dan saling menatap" tutur Dr. Claire dan seketika Arfan dan Elnaz menatap tangan mereka yg saling menggenggam.
"Lalu dimana masalah pernikahan kalian? aku rasa tidak ada"
"Tapi Kak Arfan itu tunangan kakak ku, Dok. Dia kakak sepupu ku juga" seru Elnaz menolak pernyataan Dokter.
"Ada begitu banyak orang yg menikahi sepupu nya sendiri, El. Itu bukanlah aib, dan soal siapa mantan suami mu, itu adalah masa lalu nya. Dan untuk bisa melangkah ke depan, jangan pernah menoleh pada yg sudah tertinggal di belakang. Dan tak sedikit pula seseorang menikahi mantan kakak nya ataupun sepupu nya. Selama kalian bisa saling menerima, terbuka, saling jujur, maka semua akan berjalan dengan baik. Dan kalian tahu apa masalah kalian yg sebenar nya? itu ada mindset kalian, yg terus merasa bahwa kalian kakak adik, tidak mungkin menjalani kehidupan suami istri. Apa lagi fakta hubungan Arfan di masa lalu yg sangat mempengaruhi langkah kalian, terutama langkah mu, Elnaz"
"Perasaan kakak mu Elsa, adalah milik Elsa pribadi, mungkin kalian memang saudara tapi hati itu urusan masing masing. Dan masa lalu suami mu adalah milik suami mu sendiri, dan masa lalu itu sudah berakhir. Jangan terjebak pada pemikiran tentang masa lalu atau itu akan selama nya menghambat langkah mu"
Arfan dan Elnaz mendengarkan dengan seksama, Arfan yg jauh lebih dewasa tentu sangat setuju dengan apa yg di katakan Dr. Claire, namun Elnaz yg masih memelihara emosi nya belum lagi ia masih lah remaja labil, tak sepenuh nya bisa menerima apa yg di katakan Dr. Claire.
__ADS_1
"Saran ku, cobalah lakukan apa yg di lakukan oleh sepasang kekasih, pelan pelan saja dan bertahap. contoh kecil nya seperti dinner Romantis, berjalan sambil berpegangan tangan, seperti sekarang ini. Berikan ciuman selamat pagi saat bangun tidur, dan juga ciuman selamat malam sebelum tidur. Biasa nya sepasang kekasih melakukan hal itu, hal kecil, namun ramantis, menimbulkan perasaan yg hangat dan nyaman"