(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 51 - Kembali Cemburu


__ADS_3

Pak Malik yg mendapatkan kabar tentang foto foto Elsa dari istri nya begitu meradang, ia marah dan juga kecewa. Begitu juga dengan sang nenek, ia bahkan menangis dan merasa malu seolah ia lah yg di telanjangi.


"Telpon Elsa, Lik. Suruh dia pulang..." seru ibu Malik, ia malu karena tubuh cucu nya itu menjadi konsumsi publik.


"Sudah, Bu. Tapi tidak di jawab..." seru Malik kesal karena ia memang sudah menghubungi Elsa sejak tadi namun Elsa tidak menjawab panggilan nya.


"Malu maluin, apa dia tidak malu. Apa memang seperti itu pekerjaan dia?"


"Nama nya juga model, Bu..." sambung Bu Isna "Yang namanya model kan memang begitu"


"Jadi model memang harus pakai dalaman saja begitu? Tahu gitu, aku tidak sudi dia menjadi model, Is..." seru sang mertua dengan suara yg kian hari kian parau.


Bu Isna hanya terdiam mendengar ucapan ibu nya, ada banyak berbagai macam model dan ia juga tidak menyangka kalau Elsa memilih menjadi model pakaian dalam begini. Padahal Bu Isna sudah memperingatkan dia boleh menjadi model asal tetap menjaga batasan nya, Arfan dulu juga mengizinkan Elsa menjadi model selama masih dalam batasan normal, bukan menjadi model majalah dewasa begini.


"Telpon Arfan, Lik. Suruh cari Elsa..." seru ibu nya pak Malik kemudian.


.........


Sementara itu, Arfan yg sedang menyiapkan makan malam bersama Elnaz harus terganggu dengan dering ponsel nya yg ada di atas meja.


"Papa..." seru Elnaz saat mengintip layar ponsel suaminya itu "Jangan jangan Papa sudah tahu soal foto Kak Elsa..."


"Jawab saja, Sayang..." pinta Arfan dan Elnaz pun langsung menjawab panggilan ayahnya itu.


"Assalamualaikum, Pa. Ini El..." sapa Elnaz.


"Dimana Arfan, El?" terdengar suara ayahnya yg tampak kesal itu.


"Ada, ada apa, Pa?" tanya Elnaz sembari me load speaker ponsel nya.


"Berikan hp nya pada Arfan, Papa mau bicara sama dia..." tukas sang ayah.


"Kenapa, Om?" tanya Arfan sembari menata makanan di meja makan.


"Fan, kamu tahu Elsa dimana? Kami menghubungi nya tapi dia tidak menjawab nya"


"Aku tidak tahu, Om..." jawab Arfan jujur.


"Kenapa kamu bisa tidak tahu sih, Fan. Kalian berdua kan satu satu nya keluarga Elsa yg ada di Jakarta. Seharusnya kalian tahu keadaan Elsa" tukas Pak Malik yg membuat Arfan harus menghela nafas berat.


"Bukan begitu, Om. Elsa itu sibuk dan begitu juga dengan ku..." jawab Arfan "Memang nya ada apa?" tanya Arfan kemudian sembari melirik Elnaz. Pak Malik diam sesaat, sementara Arfan masih menunggu jawaban mertua nya itu.


"Tidak ada apa apa, tapi tolong cari Elsa, Fan. Dan minta dia menginap di rumah mu malam ini, besok pagi suruh dia pulang ke Surabaya" tegas Pak Malik yg membuat Elnaz dan Arfan langsung saling pandang, jelas sekali sorot mata Elnaz menyiratkan tidak suka dengan perintah ayahnya itu namun ia hanya bisa bungkam.


"Tapi kenapa, Om?" tanya Arfan lagi.

__ADS_1


"Bukan apa apa, kamu lakukan saja yg Om minta. Cari Elsa sekarang ya, nanti suruh dia langsung menghubungi Om..." tukas Pak Malik dan setelah itu ia langsung mematikan sambungan telpon nya.


Arfan menatap Elnaz yg saat ini duduk di kursi nya, menarik piring dan mengambil satu centong nasi dan beberapa lauk pauk nya.


"El, tidak apa apa kan kalau Elsa malam ini menginap di sini?" tanya Arfan yg membuat hati Elnaz terkesiap, karena Elnaz masih belum bisa mengenyahkan ketidak sukaan nya terhadap mantan tunangan suami nya itu.


"Terserah" jawab Elnaz tanpa menatap Arfan dan ia menyuapkan satu sendok nasi ke mulutnya.


"Ya sudah, aku pergi sekarang ya, Sayang..." ucap Arfan lagi yg membuat hati Elnaz semakin merasa tidak nyaman namun sekali lagi ia hanya bisa bungkam dan mengangguk.


"Tidak makan dulu?" tanya Elnaz kemudian.


"Nanti saja, kamu makan saja duluan...." seru Arfan yg membuat selera makan Elnaz langsung hilang. Segitu perduli nya Arfan dengan mantan tunangan nya sehingga ia tidak mau makan malam bersama istrinya.


Arfan langsung menyambar ponsel nya dan bergegas pergi, sementara Elnaz mendorong piring nya menjauh dari hadapan nya dan ia kembali ke kamarnya dengan dada yg sedikit terasa perih membayangkan kini suami nya pergi untuk menjemput mantan tunangan nya.


.........


Sementara itu, Arfan langsung bergegas ke hotel tempat Elsa menginap. Dan saat sampai di parkiran, Arfan melihat Elsa yg sedang bersama seorang pria.


Arfan pun segera turun dan menghampiri Elsa yg sudah hendak masuk ke dalam mobil nya.


"Elsa..." panggil Arfan.


"Fan, kamu di sini? Ada apa?" tanya Elsa. Arfan memperhatikan gaun yg Elsa kenakan, sebuah gaun malam dengan belahan panjang di dada nya. Membuat Arfan menatap nyalang Elsa.


"Ayo pulang, Papa kamu cariin kamu..." tukas Arfan tanpa perduli pria yg ada di samping Elsa saat ini dan menatap Arfan dengan tatapan bingung nya.


"Aku ada acara, Fan..." jawab Elsa "Oh ya, kenalin, ini Jimmy, teman ku..."


Jimmy mengulurkan tangan nya namun Arfan hanya melirik nya dan enggan menyambutnya.


"Aku bilang ayo pulang, Papa mu nyuruh kamu menginap di rumah ku malam ini dan besok pagi kamu di suruh pulang ke Surabaya" tukas Arfan.


"Maksud nya?" tanya Elsa bingung.


"Kamu tanya saja sama Papa mu, pokoknya sekarang kamu ikut aku..." pinta Arfan.


Elsa yg tidak mau kehilangan kesempatan bersama Arfan tentu saja langsung mengangguk setuju.


"Tapi acara nya, Sa?" tanya Jimmy.


"Tidak ada acara..." jawab Arfan mendahului Jimmy, dimana itu membuat Elsa tersenyum karena mengira Arfan cemburu dengan Jimmy.


"Ambil barang barang mu dan aku tunggu di mobil" ujar Arfan kemudian ia bergegas ke mobil nya.

__ADS_1


"Maaf ya, Jim. Nanti aku kabarin lagi..." ucap Elsa.


"Dia pacar mu?" tanya Jimmy penasaran.


"Mantan tunangan ku" jawab Elsa namun ia mengucapkan nya dengan senyum, membuat Jimmy berfikir seperti nya mereka akan segera baikan dan kembali menjadi tunangan, apa lagi Arfan tampak tidak menyukai Jimmy. Ia pun tidak bisa apa apa selain membiarkan Elsa pergi dengan pria yg katanya mantan tunangan nya itu.


.........


Selama dalam perjalanan menuju rumah Arfan, Arfan dan Elsa sama sama terdiam, dan sesekali Arfan melirik Elsa yg masih mengenakan gaun malam nya yg sangat terbuka itu.


Arfan melepaskan jaket nya dan memberikan nya pada Elsa.


"Pakai ini..." ucap Arfan datar, karena ia merasa risih melihat pakaian Elsa.


Sementara Elsa pun mengambil jaket Arfan itu dengan senang hati dan kemudian mengenakan nya.


Sesampainya di rumah, Arfan mengklakson mobil, berharap istri nya membuka kan pintu tapi setelah di tunggu beberapa saat, pintu tidak juga terbuka.


"Apa dia sudah tidur?" gumam Arfan kemudian ia keluar dari mobil nya dan membuka rumah dengan kunci cadangan yg memang selalu ia bawa.


Arfan membawa barang barang Elsa ke kamar tamu yg ada di lantai satu.


"Papa mu meminta kamu menghubungi nya..." ucap Arfan lagi kemudian ia hendak pergi dari kamar Elsa namun Elsa malah menarik tangan Arfan, mencegah Arfan pergi.


"Ada apa lagi?" tanya Arfan masih datar sembari menarik kembali tangan nya.


"Terima kasih" ucap Elsa sembari tersenyum.


"Terima kasih?" Arfan justru bertanya dengan senyum miring nya "Terima kasih untuk apa? Aku tidak menyangka, Sa. Ternyata menjadi model yg kamu maksud adalah dengan menjadi model majalah dewasa. Apa kamu tahu kalau keluarga kita tidak bisa nerima itu?" tukas Arfan yg langsung membuat Elsa terdiam, sekarang ia mengerti kenapa Papa nya menyuruh nya pulang. Pasti karena foto nya sudah tersebar seperti perkiraan nya.


"Aku cuma berusaha bersikap profesional, Fan..." tukas Elsa membela diri yg justru membuat Arfan tertawa sinis.


Sementara itu, Elnaz yg sebenarnya tidak tidur mencuri dengar pembicaraan suami dan kakak nya itu. Elnaz memang sengaja tidak membuka kan Arfan pintu, karena ia tidak kuasa menyambut kedatangan mantan tunangan suaminya meskipun mantan nya itu adalah saudara kandung Elnaz sendiri.


"Oh ya? Apa bergandengan tangan dengan pria di tempat umum dan mengenakan gaun terbuka begini juga termasuk profesional? Kamu rela di suruh berpakaian minim begitu terus di suruh berpose menggoda? memang nya kamu tidak bisa memilih jenis pemotretan yg lain?" tanya Arfan setengah emosi.


"Kamu cemburu?"


Pertanyaan tiba-tiba itu membuat pupil mata Arfan melebar, sementara Elnaz yg masih mendengar kan meraka juga langsung merasa terkesiap, ia pun menutup pintu kamar nya, pergi ke ranjang dan menutup kepalanya dengan bantal. Tak ingin mendengar jawaban Arfan.


Apakah Arfan masih memiliki rasa cemburu pada Elsa?


Apakah itu artinya Arfan masih memiliki rasa pada Elsa?


Pertanyaan liar itu membuat hati Elnaz terasa begitu sesak, bahkan tanpa sadar air mata mulai merembes keluar dari sudut mata nya. Isakan kecil juga lolos begitu saja dari bibir nya yg coba ia tutup rapat rapat.

__ADS_1


__ADS_2