(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 61 - Ibu Mertua


__ADS_3

Elsa terbangun di kamar nya yg ada di apartemen Olga, ia memegang kepala nya yg terasa berat. Setelah berhasil mengumpulkan seluruh kesadaran nya, ia pun berusaha bangkit berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Aku mabuk kali ya" gumam Elsa saat ia mencoba mengingat kejadian tadi malam, yg Elsa ingat hanya Jimmy yg memberinya minuman.


Setelah mandi dan merasa segar, Elsa pun keluar kamar dan ia mendapati Olga yg sedang menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi, Bebs. Bangun juga kau akhir nya" ujar Olga.


"Tadi malam siapa yg bawa aku pulang?" tanya Elsa sambil mencolek selai cokelat yg ada di meja makan.


"Jimmy, kata nya kamu mabuk berat. Kamu bahkan muntah di mobil nya Jimmy" tukas Olga yg membuat Elsa melongo.


"Ya ampun, bodoh nya aku. Terus dia bilang apa?" tanya Elsa


"Tidak bilang apa apa, oh ya sarapan gih, siang ini ada pemotretan lagi"


"Iya, terima kasih ya, Ga" ucap Elsa dan Olga hanya menampilkan senyum kemayu nya.


"Aku belum menemukan pekerjaan sampingan, Ga. Jadi maaf ya sampai sekarang aku masih numpang" ujar Elsa malu malu.


"Apa sih bicara begitu, aku malah senang kamu di sini" ujar Olga sambil tertawa "Aku jadi ada teman, dan lebih baik kamu fokus saja sama karir mu. Kalau karir mu sudah mulus, kamu bahkan bisa beli rumah sendiri di sini" ujar Olga menyemangati Elsa dan Elsa pun mengangguk setuju.


"Aku akan bekerja keras, aku janji" ujar Elsa yg membuat Olga tertawa.


"Good girl"


..........


OSPEK mungkin masa yg yg menyenangkan atau bisa menjengkelkan bagi sebagian orang, namun bagi Elnaz itu hal yg menyenangkan dan ia sangat menikmati nya. Elnaz juga mendapatkan teman baru disana selain Andy.


Setelan kegiatan Ospek selesai, Elnaz dan Andy beristirahat sembari menunggu jemputan Elnaz.


"El, seperti nya salah satu senior kita ada yg naksir kamu deh..." ujar Andy setelah ia meneguk air dari botol nya.


"Masak? Siapa?" tanya Elnaz penasaran.


"Itu..." Andy menunujuk seorang mahasiswa yg cukup tampan dan saat ini pria itu memang sedang memandangi mereka, atau lebih tepat nya Elnaz.


"Kayak nya aku pernah kenal dia..." gumam Elnaz sembari membalas tatapan pria itu.


"Ah, dia itu Robin..." seru Elnaz kemudian.

__ADS_1


"Robin? Robin siapa?" tanya Andy penasaran.


"Karyawan supermarket, waktu itu dia sempat membawa ku ke rumah sakit kata Kak Arfan" jawab Elnaz.


"Oh, pantas dia liatin kamu terus" ujar Andy lagi.


Elnaz pun berinisiatif menemui Robin dan Robin menyambut kedatangan Elnaz dengan senyum hangat.


"Hai..." sapa Robin dengan senyum di bibir nya.


"Hai, kuliah di sini?" tanya Elnaz.


"Yupz, em aku tidak menyangka kamu kuliah di sini juga ternyata" ujar Robin lagi.


"Iya, terima kasih ya waktu itu sudah membawa ku kerumah sakit"


"Iya, sama sama. Memang nya pria yg waktu itu benar benar suami mu?" tanya Robin lagi dan Elnaz mengangguk sambil tersenyum simpul, Robin pun hanya bisa tersenyum tipis dan juga mengangguk anggukan kepala nya.


"Oh ya, ini Andy, teman ku" Elnaz memperkenalkan Andy yg datang menyusul nya.


Mereka bertiga pun mengobrol dan langsung terlihat akrab. Namun tiba tiba Arfan datang menyela obrolan ketiga pemuda itu.


"Kak Arfan, sudah datang..." ujar Elnaz.


"Naik motor" jawab Andy "Padahal tadi aku ingin mengantar Elnaz naik motor, jadi mengenang masa masa SMA kita ya, El..." ucap nya pada Elnaz.


"Hehe iya" jawab Elnaz.


"Mengenang masa mengenang masa..." gerutu Arfan "Mau mengenang masa sama istri orang?" tanya nya sinis yg membuat Andy tertawa.


"Ya kan kita sudah temenan lama, jadi memang kita punya banyak kenangan, ya kan El?" tanya Andy lagi yg membuat Arfan mendengus. Seperti Robin hanya bisa memperhatikan ketiga manusia itu sambil tersenyum simpul.


"Sudah, ayo pulang" ajak Arfan.


"Bye, Kak Robin..." Elnaz melambaikan tangan pada Robin yg tentu saja membuat Arfan terbakar cemburu, apa lagi Elnaz tersenyum lebar pada Robin dan Robin juga melambaikan tangan nya pada Elnaz dan tersenyum lebar.


Saat di mobil, Arfan menggerutu karena Elnaz dekat dekat dengan pria di kampus nya.


"Aku kan sudah mengingatkan, Sayang. Jangan dekat dekat sama mahasiswa di kampus, nanti mereka mengartikan nya dengan sesuatu yg lain lho" ujar Arfan yg membuat Elnaz menghela nafas panjang.


"Ya Allah, Kak Arfan sayang. Itu kan cuma Andy sama Kak Robin, Kak Robin sudah menolong El waktu itu, terus tadi El cuma mengucapkan terima kasih"

__ADS_1


"Kak Robin?" tanya Arfan penuh penekanan "Romantis amat menganggil senior mu itu, El" Arfan kembali menggerutu.


"Kak Arfan, itu bukan romantis, cuma menghormati karena dia lebih tua dari El" jawab Elnaz lagi. Arfan hanya mendengus dan enggan membalas ucapan istri nya itu. Melihat suami nya yg seperti nya merajuk karena cemburu, Elnaz pun bergelanyut manja di lengan sang suami.


"Kak Arfan cemburu ya?" tanya Elnaz akhir nya dan Arfan mengangguk jujur, membuat Elnaz terkekeh geli.


"Kamu itu masih remaja, masih cantik, pasti banyak yg naksir kamu, El. Apa lagi mahasiswa mahasiswa kampus itu, mereka juga lebih muda dari aku, aku takut aja kamu merasa lebih nyaman sama mereka" ujar Arfan yg memperlihatkan bahwa ia juga insecure karena terpaut usia yg cukup jauh dengan Elnaz. Elnaz yg menyadari bahwa suami nya itu insecure malah tercengang sesaat namun kemudian ia tersenyum geli.


"Tidak ada yg bisa membuat El nyaman lebih dari Kak Arfan" ujar Elnaz tulus yg berhasil menerbitkan senyum lega di bibir sang suami.


..........


Setelah mengantar Elnaz pulang, Arfan kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan pekerjaan nya. Sementara di rumah, Elnaz sibuk membersihkan rumah seperti biasa karena tadi pagi nya ia tidak sempat.


Setelah selesai membersihkan rumah, Elnaz mandi dan kemudian bersantai sambil menunggu suami nya pulang.


Elnaz membuka ponsel nya dan berselancar ria di media sosial hingga lagi lagi foto Elsa mengejutkannya.


Elnaz pun melihat semakin hari semakin banyak saja foto foto pemotretan Elsa yg di posting Elsa di media sosial nya.


Bahkan semakin banyak juga orang yg mengikuti media sosial Elsa dan seperti nya Elsa juga sudah memiliki penggemar.


Elnaz mencoba menghubungi kakak nya itu namun nomor nya tidak aktif.


"Apa dia ganti nomor?" gumam Elnaz bingung.


Baru saja Elnaz akan meletakkan ponsel nya saat ponsel nya itu berdering, Elnaz mengernyit bingung karena nama Tante Yuni tertera di layar ponsel nya. Tak biasa nya ibu mertua nya itu menelpon Elnaz.


"Assalamualaikum, Tante" sapa Elnaz setelah ia menjawab panggilan nya itu.


"Waalaikum salam, El. Ada di rumah, El?"


"Iya, Tante. Em Kak Arfan lagi bekerja" ujar Elnaz karena ia berfikir mertua nya itu pasti mencari putra nya.


"Iya, Mama tahu suami mu bekerja. Mama memang mau bicara sama kamu, sudah lama kan kita tidak bicara" ucapan ibu mertua nya itu tentu membuat Elnaz merasa bingung namun juga senang. Apa lagi karena Bu Yuni menyebutkan kata Mama, bukan Tante.


"Em.. Memang mau bicara apa, Tante?" tanya Elnaz lagi.


"Kok nanya nya begitu sama ibu mertua mu, El. Ya ingin bicara saja, Mama lagi sendirian di rumah, Papa bekerja. Oh ya, kuliah mu gimna? Lancar? Sudah dapat teman baru belum? Kata nya Andy juga kuliah di kampus yg sama?"


Elnaz tertawa mendengar pertanyaan beruntun ibu mertua nya

__ADS_1


Iya pun menjawab nya satu persatu dan Elnaz merasa ibu mertua nya itu tidak lagi ketus pada nya.


__ADS_2