
Arfan melarang Elnaz turun bahkan hanya sekedar untuk menyalakan lampu dan menutup jendela karena hari sudah malam, Elnaz tentu tahu kenapa Arfan melakukan itu namun Elnaz tetap berpura pura tidak tahu.
Setelah sholat maghrib, Arfan bersiap membawa Elnaz turun namun sebelum nya ia menutup mata Elnaz.
"Jangan buka mata ya..." pinta Arfan dan Elnaz langsung mengangguk sambil tersenyum.
"Hati hati..." kata Arfan saat kedua nya mulai menuruni tangga. Elnaz pun melangkah dengan hati hati. Arfan menuntun istri nya dengan pelan pelan, dan sesampainya di bawah, Arfan bersiap akan membuka penutup mata Elnaz.
"Siap siap ya, dalam hitungan ke tiga, buka mata" pinta Arfan.
"Satu... Dua... Tiga..." Elnaz membuka mata nya dan seketika ia tercengang saat ia tertawa senang saat melihat rumah nya sudah di dekorasi sedemikian rupa, membuat suasana ulang tahun Elnaz benar benar terasa. Dan yg membuat nya jauh lebih senang, Arfan mengundang Andy, Bu dan juga Kinar. Tak lupa di sana juga ada Papa nya Elnaz yg sedang memegang kue ulang tahun dengan lilin angka 19 yg sudah di nyalakan.
"HAPPY BIRTHDAY, Elnaz..." teriak mereka semua dengan begitu serempak yg membuat Elnaz tertawa semakin senang, ia tidak menyangka akan ada sahabat baik nya dan Bu Kinar juga di rumah nya.
"Sekarang tiup lilin ya, tapi sebelum itu make a wish dulu" pinta Arfan dan Elnaz mengangguk.
Elnaz memejamkan mata, hati nya berdoa dengan begitu tulus.
"Usia ku sudah memasuki usia 19 tahun, dan bahkan di usia yg sangat muda ini aku sudah menjadi istri dan menantu. Dan aku di tuntut untuk menjadi sempurna dalam kedua nya, aku harap aku akan selalu mampu melewati segala badai yg menghantam ku, menghantam rumah tangga ku"
Elnaz meniup lilin nya dan semua nya pun bertepuk tangan dengan riang gembira.
"Happy birthday ya, El..." ucap Andy pada sahabat nya itu.
"Kok kamu bisa tahu, Ndy?" tanya Elnaz kemudian.
"Aku sengaja mengundang mereka biar rame sedikit, aku dengar di kampus kamu sahabat mu juga masih Andy Andy saja " kata Arfan cengengesan.
"Robin juga sahabat kita" ujar Andy dengan enteng nya yg tentu saja membuat Arfan langsung mendengus.
"Laki laki tidak baik sahabatan sama perempuan" ujar Arfan kemudian yg membuat Elnaz mencebikan bibir nya. Dan ucapan Arfan itu tentu langsung mendapatkan tanggapan dari Andy secara langsung.
__ADS_1
"Lah, kau fikir aku ini waria?" tanya nya yg membuat semua orang tertawa, begitu juga dengan Elnaz.
"El, kalau boleh, Papa undang kakak mu ya. Papa ingin kalian baikan" tukas Pak Malik kemudian yg membuat tawa Elnaz langsung terhenti, ia terdiam beberapa saat namun kemudian Elnaz tersenyum dan mengangguk setuju.
"Kamu yakin, El?" tanya Arfan.
"Iya, Kak. Lagian bagaimana pun juga kan Kak Elsa kakak ku" jawab Elnaz.
"Ya sudah" jawab Arfan kemudian.
"Wah, Elsa akan datang? Bisa minta tanda tangan tidak ya?" tanya Bu Kinar yg membuat Andy mendengus kesal.
"Jangan mulai deh, Ma. Kita si sini untuk merayakan ulang tahun Elnaz" tukas Andy memperingatkan Mama nya yg pasti heboh itu dalam segala hal.
Sementara Pak Malik segera menghubungi Elsa dan mengundang nya ke rumah Arfan malam ini juga, Pak Malik juga mengatakan kalau Elnaz yg mengundang Elsa. Ia berharap dengan begitu hubungan kedua anak perempuan nya itu membaik.
"Bagaiamana, Pa? Kak Elsa bisa datang?" tanya Elnaz.
"Siapa itu Jimmy?" Bu Kinar bertanya dengan kepo.
"Pacar nya Kak Elsa, Tante" jawab Elnaz.
"Oh, hebat ya Elsa sudah mendapatkan pengganti Arfan. Mungkin karena dia sudah jadi model kali ya, jadi pasti gampang cari cowok" tukas Bu Kinar yg membuat Andy langsung menepuk jidat nya sendiri.
"Mama..." desis Andy kesal.
"Sambil menunggu Elsa, kenapa kita tidak menikmati kue nya dulu?" saran Arfan.
"Jangan..." seru Elnaz dengan cepat "Kita tunggu Kak Elsa dulu, karena selama ini Kak Arfan sudah sering dapat potongan pertama kue ulang tahun nya El. Sekarang El ingin memberikan potongan kue pertama ini untuk Kak Elsa" tutur Elnaz yg tentu saja membuat Arfan terperangah, karena ia tahu betapa tidak suka nya Elnaz jika Elsa ada di sekitar Arfan. sementara Pak Malik tentu tampak senang karena berharap dengan ini kedua anak nya akan akur kembali.
Tak lama kemudian, terdengar suara bel dan Elnaz bergegas membuka pintu.
__ADS_1
Elnaz menyambut Elsa dan Jimmy dengan senyum hangat, membuat Elsa menatap curiga pada adik kecilnya itu.
"Hai..." sapa Elnaz "Silahkan masuk" ia membuka pintu lebih lebar.
Jimmy masih menatap Elnaz dengan tatapan yg selalu sama, membuat Elnaz risih bahkan jijik.
Pak Malik menyambut putri nya dengan sebuah pelukan hangat, begitu juga dengan Bu Kinar yg malah langsung mengambil gambar Elsa dan Jimmy tanpa sepengetahuan mereka.
Sementara Arfan hanya bisa memasang wajah dingin nya pada Elsa begitu juga pada Jimmy.
"Padahal jika aku tahu Elnaz akan merayakan ulang tahun nya sekarang, aku bisa membeli kado yg spesial untuk nya" ujar Jimmy dan ia menggerlingkan mata nya pada Elnaz.
Hal itu langsung di sadari Arfan dan ia langsung menatap tajam Jimmy.
"Jaga pandangan mu pada calon adik ipar mu!" tegas Arfan dan Jimmy berlagak tidak berdosa, sementara Elsa hanya melirik Arfan heran dan kesal.
"Tidak perlu berbicara begitu pada nya, Fan. Tidak akan ada yg mengambil Elnaz mu" tukas Elsa.
"Kita potong kue nya saja ya..." ujar Elnaz kemudian mencairkan suasana dan mengalihkan perhatian semua orang.
Elnaz memotong kue yg nya dan ingin memberikan suapan pertama nya pada Elsa, namun Elsa malah menolak nya.
"Seharusnya untuk suami mu" kata Elsa.
"Suami ku sudah sering mendapatkan kehormatan ini, Kakak Elsa. Sekarang giliran mu" Elnaz berkata sambil menyodorkan kue nya tepat di depan mulut Elsa. Membuat Elsa mau tak mau membuka mulut apa lagi saat ayah nya menatap nya.
"Di ulang tahun El ini, El bukan hanya mendoakan diri El sendiri..." Elnaz berkata kemudian sambil memakan sisa kue gigitan Elsa "El juga mendoakan Kak Elsa. Semoga Kak Elsa mendapatkan apa yg pantas Kak Elsa dapatkan, terima kasih Kak Elsa sudah datang" ucap Elnaz dan ia memeluk Elsa kemudian berbisik di telinga kakak nya itu.
"Seperti kue ini, Kak. Memang kamu yg menggigit nya lebih dulu, tapi pada dasarnya kue ini milik ku, di buat khusus untuk ku, sama hal nya seperti Kak Arfan" bisik nya yg tentu saja membuat Elsa menggeram kesal.
Sementara Elnaz malah menampilkan senyum polos nya seperti biasa.
__ADS_1
"Nikmati acara nya, kau juga calon kakak ipar" tukas Elnaz pada Jimmy.