(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 35 - Cucu Nenek?


__ADS_3

Acara wisuda untuk Elnaz dan teman teman nya berjalan dengan sangat lancar, walaupun teman teman Elnaz menanyakan tentang kabar pernikahan Elnaz dan itu membuat Elnaz sebenarnya merasa sangat tidak nyaman namun Elnaz tidak punya pilihan lain selain berkata jujur.


Sebagian dari mereka mencibir Elnaz yg menikahi tunangan kakak nya, sebagian lagi mencibir Elnaz karena mau menjadi pengganti kakak nya, namun sebagian lagi mengatakan yg namanya jodoh takkan tertukar.


"Emang benar sih, yg namanya jodoh memang tidak akan tertukar" tukas Andy yg saat ini duduk di samping Elnaz setelah acara wisuda selesai, para murid dan guru melakukan beberapa sesi foto dan acara perpisahan karena setelah ini mereka akan berpisah. Sebenar nya di sekolah Elnaz mengadakan acara prom night Namun Arfan melarang Elnaz ikut. Karena malam nanti Arfan sudah memesan tiket kepulangan mereka ke Jakarta.


"Oh ya, El. Kamu beneran tidak mau datang ke acara nanti malam?" tanya Andy lagi dan Elnaz menggeleng pelan.


"Soal nya Kak Arfan sudah pesan tiket" ujar Elnaz sembari melirik Arfan yg saat ini sedang berbincang dengan salah satu guru di sekolah Elnaz. Ada nenek juga yg menghadiri wisuda Elnaz dan masih menunggu sampai acara benar benar selesai. Sementara kedua orang tua Elnaz tentu juga hadir tadi dan melakukan beberapa sesi foto bersama Elnaz namun sekarang kedua orang tua Elnaz itu sudah pulang dengan alasan banyak pekerjaan.


"Dua hari lagi aku ke Jakarta juga sama Mama, El. Kamu bareng aku aja, ya..." bujuk Andy memelas.


"Tapi..."


"Ayo lah, El... Aku ingin sekali kamu menjadi pasangan ku di prom night nanti malam" Andy kembali membujuk Elnaz. Elnaz tampak tertarik sebenar nya, ia pun berfikir sejenak dan kemudian ia mengangguk dengan senyum lebar.


"Beneran?" tanya Andy antusias dan Elnaz kembali mengangguk namun tiba tiba ada tangan seseorang yg memegang kepala nya dari dua sisi dan memutar kepala Elnaz menggeleng. Saat itulah Elnaz tahu Arfan lah pemilik tangan itu yg memaksa nya menggeleng.


"Yah, Kak Arfan..." rengek Elnaz.


"Jam 7 pesawat kita" ujar Arfan kemudian.


"Tapi dua hari lagi Andy ke Jakarta sama Mama nya, El bareng mereka saja ya...." Elnaz kembali merengek.


"Oh begitu, okey" jawab Arfan yg membuat Elnaz hampir melompat girang namun kesenangan nya itu langsung musnah saat mendengar ucapan Arfan selanjut nya "Biar kakak pergi sama suster Jessy, Sayang kan kalau tiket nya hangus"


"Ih, Kak Arfan...." Elnaz mendengus kesal.


"Siapa suster Jessy?" tanya Andy menyela.


"Itu suster seksi pacar nya Kak Liam" jawab Elnaz cemberut.

__ADS_1


"Kenalin dong..." ujar Andy lagi yg langsung mendapat hadiah jeweran dari Arfan.


"Bocil mending belajar" tukas Arfan yg kini membuat Andy juga mendengus.


"Sudah selesai kan semua nya? Pulang yuk, yg lain juga sudah pulang" seru Arfan dan Elnaz pun mengangguk. Setelah berpamitan dengan guru dan pada Andy tentu nya, Elnaz pun ikut Arfan dan nenek untuk segera pulang.


.........


Jepang....


Elsa merasa begitu gugup saat ia mempersiapkan diri untuk pemotretan nya. Namun Olga meyakinkan bahwa Elsa harus melakukan pemotretan itu demi karir Elsa selanjut nya.


"Tapi aku malu, Ga" ujar Elsa.


"Kenapa harus malu? Kamu itu cantik, Sa. Kamu harus percaya diri" bujuk Olga dengan nada kemayu nya. Setelah terus di bujuk, akhir nya Elsa memberanikan diri untuk melakukan pemotretan itu.


Kini ia berada di sebuah ruangan dengan beberapa orang di sana. Elsa yg masih mengenakan jubah akhir nya di bantu Olga membuka Jubah itu sehingga terpampang lah tubuh Elsa yg hanya berbikini saja.


Seorang fotografer pria yg juga berasal dari Indonesia berdecak kagum melihat molek nya tubuh Elsa.


Kemudian beberapa orang mengarahkan Elsa untuk berpose seksi dan pemotretan berlangsung selama beberapa waktu.


Olga yg melihat itu menjadi sangat senang karena hasil nya sangat memuaskan.


Setelah acara pemotretan selesai, Olga membawa Elsa ke ruang ganti dan Olga terus memuji nya. Membuat Elsa juga merasa melayang karena begitu banyak yg menyanjung kecantikan nya walaupun di satu sisi ia merasa sangat malu dan tidak seharus nya melakukan pemotretan seperti ini.


"Besok ada pemotretan lagi ya, di pantai Yohana Maehama" ujar Olga antusias.


"Pakai bikini lagi?" tanya Elsa yg membuat Olga tertawa.


"Ya iyalah, Bebs. Siapa yg mau pakai sarung ke pantai, pemotretan tadi itu cuma percobaan. Dan besok adalah awal karir mu yg sesungguhnya" ujar Olga dan ia terlihat bangga dengan hal itu.

__ADS_1


"Tapi malu, Ga. Di sana pasti banyak orang" seru Elsa sembari mengenakan pakaian nya.


"So what? kalau kamu mau jadi model, kamu memang akan selalu menjadi pusat perhatian orang orang" seru Olga lagi, ia melihat Elsa yg masih tampak begitu polos dan malu malu. Olga pun menghampiri Elsa "Jangan malu, El. Kamu itu cantik dan harus percaya diri"


"Aku...aku cuma malu bagaimana kalau orang tua ku melihat foto ku yg cuma pakai bikini" ujar Elsa lirih.


"Kamu kan cuma bersikap professional, Sa. Ini tuntutan pekerjaan dan mereka pasti faham kok" seru Olga menghibur dan Elsa pun hanya mengangguk pasrah. Mau Bagaiamana lagi? Ia sudah memilih jalan ini dan ia tidak bisa mundur.


.........


Akhir nya Elnaz pun mau tak mau benar benar harus pulang bersama Arfan, karena entah mengapa Elnaz benar benar tidak sudi jika harus membiarkan suami dokter nya itu berduaan dengan suster seksi itu.


Saat ini Elnaz dan Arfan sedang berpamitan pada keluarga nya, Elnaz tampak sedih, setelah ini ia pasti akan jarang pulang karena Elnaz akan mulai berkuliah nanti. Yg paling akan Elnaz rindukan tentu saja nenek tercinta nya, dan Elnaz sudah memohon pada ibu nya agar ia bisa membawa nenek nya dan tinggal bersama nya namun Bu Isna dan Pak Malik tidak mengizinkan nya dengan alasan Elnaz dan Arfan tidak akan bisa merawat nenek nya.


"Jangan sedih, Ndok. Kan masih bisa telpon" seru sang nenek sembari memeluk Elnaz.


"Nenek jaga diri ya, harus sehat. Jangan sering sering sering keluar rumah" pinta Elnaz dan kini mata nya sudah berkaca kaca.


"Cengeng" ejek Arfan yg membuat Elnaz memberengut.


"Iya, nenek akan sehat sehat. Kalau nenek tidak sehat, bagaiama nenek bisa menggendong cucu nenek nanti" ujar sang nenek yg membuat Arfan merasa salah tingkah, menyadari kemana arah pembicaraan sang nenek. Beda hal nya dengan Elnaz yg malah tampak bingung.


"El kan sudah besar, Nek. Tidak perlu di gendong lagi" seru Elnaz yg membuat Arfan langsung tertawa sementara sang nenek langsung menepuk jidat nya sendiri..


"Cicit maksud nenek" ujar sang nenek kemudian.


"Cicit?" tanya Elnaz semakin bingung "Dimana?"


"Astagfirullah...." gumam nenek nya merasa gemas dengan cucu nya yg tiba tiba menjadi lemot.


"Sudah sudah, sebaiknya kalian pergi. Nanti ketinggalan pesawat" ujar Pak Malik.

__ADS_1


Sebelum pergi, Elnaz memeluk kedua orangtua nya dan ia juga sedih karena akan berpisah dengan mereka. Kedua orang tuanya pun tampak sedih.


"Jaga diri ya, El..." pinta sang ibu dan Elnaz mengangguk sembari menyunggingkan senyum nya.


__ADS_2