
Arfan terbangun dari tidur nya dan ia tersenyum saat mendapati istri nya yg masih terlelap dalam pelukan nya, Arfan merapikan rambut Elnaz yg berantakan dan menganggu wajah cantik nya itu.
"love you, Sayang" bisik Arfan di telinga istri nya, membuat istri nya itu menggeliat terganggu dalam tidur nya. Namun di detik selanjut nya Elnaz kembali terlelap.
Arfan menyingkap selimut dan kemudian ia mengambil celana boxer nya dari dalam tas, ia memakai nya dan bergegas ke kamar mandi untuk mandi wajib karena sebentar lagi akan memasuki waktu subuh.
Saat Arfan di kamar mandi, Elnaz terbangun saat ia tak merasakan Arfan ada di sisi nya. Elnaz menggeliat dan ia berusaha duduk, merenggangkan tubuh nya yg terasa remuk karena ulah Arfan semalam yg tak mau berhenti meskipun Elnaz sudah tak berenaga lagi. Arfan terus beralasan kalau ini malam pertama mereka dan Arfan tak mau berhenti.
Kedua nya baru tertidur satu jam yg lalu dan Elnaz benar benar merasa lelah sebenar nya.
Elnaz menarik selimut dan menutupi sebagian tubuh nya yg tak memakai apaun di balik selimut itu.
Ponsel Arfan yg bergetar menarik perhatian Elnaz, ia mengulurkan tangan nya dan mencoba meraih ponsel suami nya yg ada di atas meja nakas.
Elnaz mengernyit saat melihat nama Nadine tertera di ponsel suami nya itu, wanita itu mengirimkan sebuah pesan dan Elnaz membuka nya.
Pesan itu berisi ucapan selamat pagi dan pertanyaan Bagaiamana malam Arfan.
Elnaz mengabaikan pesan itu dan meletakkan kembali ponsel suami nya ke tempat nya semula.
__ADS_1
Arfan keluar dari kamar mandi dan ia tersenyum mendapati istri nya yg sudah bangun.
"Padahal kakak sengaja tidak bangunin kamu, El. Kamu pasti lelah" ujar Arfan sembari mengeringkan rambut nya dengan handuk.
"Kak Arfan kan tahu, El merasa tidak nyaman kalau tidak ada Kak Arfan di samping El" ujar Elnaz tersenyum yg tentu membuat Arfan juga tersenyum.
"Sayang, kamu pintar sekali membuat suami mu melayang" ujar Arfan "Mandi gih, sudah adzan tuh..."
Elnaz pun turun dengan masih membungkus tubuh nya menggunakan selimut, membuat Arfan terkekeh.
Elnaz mandi wajib, tentu karena apa yg mereka lakukan semalam. Dan selama mandi, Elnaz memikirkan Nadine. Sebagai sesama perempuan, Elnaz bisa melihat ketertarikan Nadine pada Arfan. Elnaz tahu Arfan tidak mungkin berpaling pada nya tapi ia juga tak menjamin hal itu.
Setelah mandi, Elnaz memakai bathrobe dan membungkus rambut panjang nya dengan handuk. Setelah itu ia keluar dan ia melihat Arfan yg sedang menyiapkan sejadah dan mukena Elnaz, Arfan sudah berpakaian sangat rapi sekarang.
"Ya Allah, jadikan pernikahan kami ini salah satu jalan menuju surga Mu, berikan aku kesabaran dan keikhlasan dalam melayani suami ku dan anak anak ku kelak. Dan aku memohon kepada Mu, Wahai dzat yg maha mendengar dan maha mengabulkan doa, jadikan lah aku satu satu nya kekasih hati dalam hati suami ku, jadikan aku satu satu nya pasangan dalam hidup suami ku, jangan biarkan siapapun merebut nya dari ku. Karena aku sangat mencintai nya dan aku tidak sanggup kehilangan nya. Jauhkan kami dari orang orang yg tidak baik, jauhkan kami dari segala hal buruk. Ridhoi pernikahan kami dan jadikan kami pasangan sejati di dunia dan akirat"
Elnaz memejamkan mata dan ia begitu khusyuk meminta apa yg sedang ia harapkan itu. Bahkan Elnaz mengucapkan doa itu berulang kali dalam hati nya hingga ia tak sadar Arfan telah selesai berdoa dan kini menatap nya.
Elnaz membuka mata dan tatapan nya langsung bertemu dengan tatapan Arfan yg selalu berhasil membuat jantung nya berdebar hebat.
__ADS_1
"Apa yg sedang kamu minta, Sayang?" tanya Arfan lirih, karena saat berdoa tadi, kening Elnaz bahkan sedikit mengkerut saking khusyuk nya Elnaz berdoa.
"El berdoa, semoga tempat El tidak tergantikan di hati dan di hidup kak Arfan" jawab Elnaz kemudian yg membuat Arfan tersenyum lembut.
"Tidak akan ada yg bisa menggantikan posisi seorang istri, Sayang. Apa lagi istri yg sangat kakak cintai, yg sedang mengandung anak pertama kakak. Kamu terlalu berharga seharga aku tidak berfikir pada hal yg menyimpang dari mu" Elnaz tersenyum, ia menarik tangan Arfan dan mengecup punggung tangan nya.
"Semoga Allah menjaga cinta dan hubungan kita, Kak'
"Aamiin"
...
Arfan dan Elnaz bersiap siap check out Dari hotel Saat hari sudah siang. Dan Arfan mengecek ponsel nya, ia mengernyit saat ada pesan Nadine yg sudah terbuka.
Arfan membaca pesan itu dan ia berfikir Elnaz pasti sudah membaca pesan itu. Tapi Arfan merasa heran karena Elnaz tidak marah marah seperti biasa nya, istri nya justru malah bersikap lembut dan kalem.
"Tapi tadi dia mengatakan..." Arfan teringat dengan apa yg di katakan Elnaz setelah sholat subuh tadi.
Elnaz nya pasti kembali merasa cemburu dan takut, dan yg pasti, Elnaz nya pasti merasa insecure lagi. Arfan menghela nafas berat namun bibir nya tersenyum.
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang, Arfan memegang tangan Elnaz dengan tangan kiri nya sementara tangan kanan nya berada di setir. Arfan mengecup punggung tangan Elnaz berkali kali dan berkata.
"Kamu tidak akan tergantikan, Sayang"