(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 76 - Lamaran Ala Suami


__ADS_3

Elnaz mengoleskan sebuah lips gloss yg membuat bibir nya tampak cerah dan juga lembab sebagai sentuhan terakhir.


Elnaz menatap diri nya sendiri di cermin dan ia berdecak kagum, karena ia berhasil merias diri nya dengan sangat cantik.


Setelah itu, Elnaz membuka sebuah kotak yg di ada di atas meja dan ia kembali merasa kagum melihat sebuah gaun berwarna merah maroon dengan bordiran mewah di bagian pinggang nya, lengkap dengan jilbab nya dengan warna senada.


"selera Kak Arfan memang tidak main main..." gumam Elnaz kemudian.


Ia pun segera mengenakan pakaian itu karena sebentar lagi Arfan akan menjemput nya.


Elnaz kembali menatap diri nya sendiri di cermin untuk memastikan penampilan nya sudah sempurna.


Tak lama kemudian terdengar suara klakson mobil dari bawah, Elnaz bergegas turun setelah menyambar tas kecil untuk semakin menyempurnakan penampilan nya. Elnaz membuka pintu dan seketika Arfan langsung terpana saat melihat nya.


Arfan menatap Elnaz tanpa berkedip sedikitpun, bibir nya bahkan terbuka.


"Kak...." panggil Elnaz karena Arfan malah diam saja dan hanya terus menatap nya.


"Kak Arfan..." Elnaz menyentuh lengan suami nya itu dan seketika Arfan langsung tersadar dari lamunan nya.


"Kenapa? Ada yg salah ya? atau make up nya ketebalan?" tanya Elnaz tidak percaya diri.


"Perfect, Sayang. Kamu benar benar cantik" puji Arfan tulus dan ia hendak mengecup bibir Elnaz yg mengkilap karena lips gloss nya, namun sayang nya Elnaz malah menghindar.


"Nanti lips gloss nya pindah ke bibir Kak Arfan" ujar Elnaz yg membuat Arfan tertawa.


"Kan bisa di lap, Sayang" rengek Arfan.


"Tapi nanti ke hapus dari bibir nya El..." Elnaz kembali memberikan alasan nya.


"Kan bisa di tambah lagi, pasti di bawa kan?" Arfan kembali merengek karena saat ini ia benar benar merasa gemas dan ingin sekali mencicipi bibir istri nya itu.


"Ya udah, iya..." Elnaz mengalah dan ia mendekatkan wajah nya ke wajah Arfan, sontak Arfan langsung meraup bibir mungil istri nya itu. Arfan bahkan bisa menghirup aroma parfum Elnaz yg sangat manis.


Setelah di rasa cukup, Arfan menyudahi ciuman nya apa lagi saat ini mereka berdua sedang berdiri di ambang pintu dan adegan ciuman itu bisa di saksikan siapa saja.


"manis dan wangi, aku suka, Sayang" ujar Arfan tepat di bibir Elnaz, membuat Elnaz tersipu malu.

__ADS_1


"Jadi makan malam tidak?" tanya Elnaz kemudian.


"Rasa nya tidak jadi, kakak mau makan kamu saja..." ucap Arfan kemudian ia mencondongkan tubuh nya dan berbisik dengan begitu sensual tepat di telinga sang istri "Di ranjang"


"Ish, Kak Arfan..." pekik Elnaz dengan wajah merah padam, membuat Arfan terkekeh geli. Arfan selalu menyukai ekspresi tersipu sang istri, membuat nya bangga karena hanya diri nya lah yg memperkenalkan Elnaz pada gairah dan cinta.


.........


Arfan membawa Elnaz ke sebuah restaurant mewah, mereka makan malam di samping kolam dengan pemandangan rembulan dan bintang yg sedang bercahaya terang.


Di depan mereka sudah tersaji menu yg istimewa  pula.


"Wow, Kak Arfan kapan menyiapkan ini semua?" tanya Elnaz takjub.


"Tadi, Sayang. Kamu suka?" tanya Arfan.


"Iya, terima kasih" ucap Elnaz.


Sekarang makan dulu, kamu pasti lapar" ujar Arfan kemudian dan Elnaz pun mengikuti perintah suami nya itu.


Kedua nya makan sambil sesekali mencuri pandang seperti sepasang kekasih yg baru jadian dan masih malu malu.


"Sebelum makan itu, kakak punya kejutan untuk mu..." tukas Arfan yg membuat Elnaz penasaran dan antusias.


"Hari ini banyak sekali kejutan nya ya, kak" ucap Elnaz yg membuat Arfan tersenyum tanpa membalas perkataan Elnaz.


Kemudian seorang pelayan datang dengan membawa nampan yg di tutup.


Pelayan itu meletakkan nampan nya di depan Elnaz dan Elnaz mengernyit bingung karena yg ada di atas nampan itu adalah sebuah buku tebal dengan cover merah maroon.


"Buku? Buka apa ini?" tanya Elnaz bingung.


"Buka, Sayang..." pinta Arfan dan Elnaz pun membuka nya sambil tersenyum lebar dan ia sungguh sangat tidak sabar untuk mengetahui isi buku itu.


Di lembar pertama, Tertera nama lengkap Elnaz, Elnaz melirik Arfan dan Arfan memberi nya isyarat supaya di buka lagi.


Di lembar kedua, tertera foto Elnaz sewaktu baru lahir. Elnaz tersenyum melihat foto itu dan di sana juga tertera tanggal dan bulan lahir Elnaz.

__ADS_1


Di sana juga tertulis bahwa kelahiran Elnaz membuat Arfan sangat bahagia dan ia bahkan sudah mengambil first kiss Elnaz.


Membaca itu Elnaz tersenyum lebar dan sekali lagi ia melirik Arfan.


Di lembar selanjut nya foto saat Elnaz ulang tahun yg pertama, dan di sana tertulis Arfan sangat senang karena Elnaz sudah belajar berjalan. Di selanjut nya saat ulang tahun Elnaz yg ke dua, di sana tertulis Arfan sangat bahagia Karena Elnaz sudah bisa bicara dan memanggil Kakak pada Arfan.


Begitu juga dengan lembar berikut nya yg terisi foto Elnaz setiap ulang tahun dan ungkapan Arfan betapa Arfan menyayangi dan mencintai Elnaz dan di setiap tahun nya Elnaz selalu memberikan Arfan sebuah kebahagiaan yg luar biasa dengan pertumbuhan dan perkembangan Elnaz.


Hingga foto Elnaz saat ulang tahun yg ke 18, dan di sana tertulis Arfan sangat bahagia karena di usia Elnaz yg ke 18, Elnaz adalah istri nya, belahan jiwa nya, kekasih nya.


Mata Elnaz sudah berkaca kaca karena ia begitu terharu dengan apa yg sudah Arfan siapkan untuk nya.


Dan lembar terakhir, hanya angka 19 dan di sana tertulis kata kata yg membuat Elnaz tak mampu berkata kata lagi karena terharu.


..."Elnaz Mikayla, di usia mu yg ke 19 ini, mau kah kamu menjadi ratu di hati ku?Mau kah kamu menjadi ibu dari anak anak ku?...


...Maukah kamu menjadi pendamping ku hingga aku menutup mata dan menghembuskan nafas terakhir ku?"...


Air mata Elnaz menetes penuh haru karena hal itu. Ia langsung berdiri dari kursi nya dan langsung duduk menyamping di pangkuan Arfan, membuat Arfan terkekeh apa lagi saat Elnaz melingkarkan tangan nya dan mengecup bibir Arfan berkali kali tak perduli jika ada yg memperhatikan mereka sekarang, Elnaz terlalu merasa bahagia untuk memikirkan hal itu. Tentu hal itu di sambut dengan senang hati oleh Arfan dan ia melingkarkan tangan nya di pinggang sang istri.


"Aku mau, Sayang... Aku mau" ucap Elnaz penuh haru.


"Ini jadi seperti lamaran deh, ya meskipun tidak ada cincin nya" goda Elnaz kemudian yg membuat Arfan tertawa.


"Ini lamaran ala suami, Sayang. Dan cincin nya di ganti motor yg tadi siang itu..." jawab Arfan yg membuat Elnaz ikutan tertawa.


"Iya deh, terima kasih. Ini lamaran yg terindah dalam hidup El"


"Kayak pernah ada yg lamar aja" gurau Arfan.


"Ya siapa tahu nanti Kak Arfan mau melamar El lagi, dua minggu ulang tahun El yg ke 19"


"Iya, maka nya belum ada foto nya. Tadi nya kakak mau ngasih kejutan ini pas ulang tahun mu, tapi kakak susah tidak sabar menunggu dua minggu lagi"


"Tidak apa apa, El bahagia. Terima kasih, Sayang"


"Sama sama, sekarang kembali ke kursi mu dan nikmati dishes nya"

__ADS_1


"Tidak mau, mau nya di sini dan di suapi" ucap Elnaz manja yg tentu saja itu seperti sebuah sihir yg membuat Arfan tak mampu menolak nya


__ADS_2