
Bu Kinar sedang memainkan ponsel nya seperti biasa, sedangkan Andy sibuk packing barang barang mereka karena mereka berdua akhirnya memutuskan untuk sama sama pindah ke Jakarta. Tentu setelah Andy memaksa ibunya, apa lagi Om Hardi nya yg di jakarta itu juga tinggal sendirian setelah di tinggal mati istri nya. Andy juga khawatir sama Mama nya jika di tinggal sendirian.
"Oh ya, Andy. Kamu masih sering berkomonikasi kan sama Elnaz?" tanya Bu Kinar yg masih sibuk di media sosial nya.
"Masih, Ma. Malah kita seperti nya akan kuliah di kampus yg sama" jawab Andy setelah menutup koper nya.
"Wah, bagus itu. Jadi kalian bisa tetap berteman, kamu tahu tidak dimana rumah Elnaz yg di Jakarta?"
"Tidak ta..."
"Aaghhh..." teriak Bu Kinar kemudian yg membuat Andy terkejut.
"Apa sih, Ma?" tanya Andy kesal.
"Ini..."
Bu Kinar memperlihatkan layar ponsel nya yg menampilkan foto Elsa yg sedang berbikini seksi.
"Astagfirullah..." gumam Andy namun malah menggeser layar ponsel Mama nya itu dan ia kembali melihat foto Elsa "Mama nemu dari mana foto begini, Ma?"
"Di media sosial majalah langganan Mama, Ndy. Ya Ampun, Elsa sudah masuk majalah ya sekarang"
"Tapi foto nya begini, Ma..."
"Ya tidak apa apa, kan pekerjaan model memang begitu..."
"Tapi kan ada berbagai macam model, Ma. Kenapa si Elsa malah milih menjadi model beginian ya"
"Mana mama tahu, share dulu ah biar makin terkenal si Elsa..."
"Jangan, Ma.."
"Sudah"
"Hapus..."
"Hah, sudah ada lima biji yg nge like..."
Dan pada akhirnya Andy hanya bisa menghela nafas panjang, entah kenapa emak nya ini suka sekali nge share hal hal seperti itu.
"Hem, akhirnya ada juga model internasional dari kampung kita, Ndy..." ujar Bu Kinar kemudian tanpa beban sedikit pun, sementara Andy yg sangat mengenal Elnaz dan juga keluarga nya merasa itu bukanlah suatu kebanggaan tapi aib.
"Mama bangga gitu?" tanya Andy.
"Iya lah, Ndy. Cantik banget sih Elsa, seksi, sudah seperti... Em siapa model yg cantik itu, Ndy?"
__ADS_1
"Semua model cantik kali, Ma..."
"Iya juga ya, makanya Elsa bisa jadi model. Cantik sih..."
"Kata nya lebih cantik Elnaz?"
"Ya dia itu lebih kalem, Ndy. Elnaz juga bisa jadi model, tapi kayaknya lebih cocok jadi model gamis, ayu..."
Andy hanya bisa geleng geleng kepala, terkadang ia merasa Mama nya seperti seorang remaja yg tak cukup dewasa, tapi mengingat ia adalah single parent, Mama nya termasuk wanita kuat, wonder woman.
.........
Elnaz membaca brosur kampus yg sudah di pilih nya, ia menyukai kampus itu karena dekat dari rumah sakit tempat Arfan bekerja. Selain itu, biaya nya juga masih terjangkau, Elnaz tidak ingin membebani Arfan dengan biaya kuliah yg selangit jika memilih kampus yg elit. Selain itu, ia dan Andy akan ada di kampus yg sama meskipun jurusan nya berbeda, tapi Elnaz senang setidaknya ia punya teman yg sama sama dari kampung nya.
"Hem, serius banget baca nya..." seru Arfan yg saat ini bergabung dengan Elnaz di sofa.
"Andy mau masuk kampus ini juga, Kak..." seru Elnaz sembari tersenyum senang.
"Wah, bagus dong. Jadi nya kamu bisa punya teman" sambung Arfan "Eh, tapi Andy itu tidak naksir kamu kan, El?" tanya Arfan kemudian yg membuat Elnaz tertawa.
"Tidak tahu..." jawab Elnaz yg membuat Arfan melotot.
"Harus tahu dong, El..."
"Lah, El kan tidak bisa baca hati orang, Kak..."
"Astagfirullah..." gumam Elnaz namun Arfan malah semakin menunjukkan mimik serius nya.
"Em, Kak..." seru Elnaz kemudian.
"Kenapa?" tanya Arfan sembari mengambil remote tv dan menyalakan nya.
"Foto Kak Elsa sama Kak Arfan yg di hotel itu...." Arfan langsung menatap Elnaz saat mendapatkan pertanyaan itu, ia menatap Elnaz dengan pandangan nanar nya.
"Kenapa kamu tanya itu, El?"
"Bukan apa apa..." jawab Elnaz sembari kembali menunduk ke brosur yg ia pegang.
Tiba tiba Arfan langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Elnaz, membuat Elnaz tersentak kaget
"Kami tidak pernah menginap di kamar hotel, Sayang. Jangan berfikir yg aneh aneh, lagian kalau kamu terus menerus memikirkan masa lalu ku, kamu sendiri yg sedih dan sesak. Sudah ya, jangan memikirkan itu lagi..." pinta Arfan dan Elnaz pun hanya bisa mengangguk pelan. Karena apa yg di katakan Arfan memang benar ada nya, Elnaz selalu merasa sesak setiap kali memikirkan masa Lalu Arfan bersama Elsa.
"Kak..." gumam Elnaz lagi.
"Kenapa, Sayang?" tanya Arfan gemas.
__ADS_1
"Kangen nenek..." rengek Elnaz.
"Ya sudah, ayo telpon nenek..." ujar Arfan kemudian mengambil ponsel nya yg ada di atas meja, ia menghubungi nenek nya itu namun tak ada jawaban.
"Mungkin nenek sibuk atau tidur, El. Tidak di jawab..."
"Hem ya sudah...." jawab Elnaz kemudian ia mengambil ponsel nya dan berselancar ria di media sosial, sementara Arfan masih sibuk dengan siaran tv yg sedang memberitakan berbagai macam kecelakaan.
"Astagfirullah..." gumam Elnaz saat ia melihat postingan yg di share oleh Mama nya Andy.
"Kenapa, El?" tanya Arfan namun Elnaz dengan cepat menggeleng.
"Bukan apa apa, Kak.." jawab Elnaz.
Elnaz sangat terkejut melihat foto foto Elsa yg berbikini seksi sudah tersebar, ada banyak orang yg like dan comment foto foto itu. Bahkan Elnaz melihat ada yg sudah nge share juga.
Yg Elnaz fikirkan saat ini adalah kedua orang tuanya dan nenek nya. Mereka pasti sangat terkejut dan sedih jika melihat foto ini.
"Kamu kenapa sih, El? Kenapa bengong begitu?" tanya Arfan yg penasaran dan ia hendak mengambil ponsel Elnaz namun Elnaz tak memberikan nya.
"Bukan apa apa, Kak.." jawab Elnaz.
"Bohong, kamu chatting an sama siapa sih, hm?" tanya Arfan merebut ponsel Elnaz dan Arfan terbelalak saat melihat foto foto seksi mantan tunangan nya itu.
"Astagfirullah..." gumam Arfan tercengang.
"Kenapa dia melakukan pemotretan seperti ini?"
"Engga tahu, kasian Mama Papa kalau liat foto ini, Kak.." ucap Elnaz sedih.
"Mereka tidak mungkin melihat nya, mereka kan tidak punya akun media sosial..." ujar Arfan.
"Tapi kan tetangga kita punya, pasti tahu mereka, Kak. Ini saja yg pertama kali nge share foto Kak Elsa itu Tante Kinar"
Arfan melihat komentar di foto itu, ada banyak sekali orang yg berkomentar, ada yg memuji kecantikan dan kemolekan tubuh Elsa namun juga ada yang mencibir Elsa.
...... ...
Dugaan Elnaz tidak salah, saat ini Bu Isna hanya bisa menangis di rumah nya saat anak dari tetangga nya memperlihatkan foto foto seksi Elsa. Ia benar benar malu dan merasa tak punya wajah, apa lagi para tetangga mulai membicarakan Elsa yg begitu berani itu.
"Is, ada apa?" tanya ibu mertua nya yg melihat Isna menangis sesegukan.
"Tidak ada apa apa..." jawab Isna ketus dan ia bergegas ke kamarnya.
Di kamar nya, Bu Isna sedang mencoba menghubungi Elsa namun setelah beberapa kali di coba tak ada jawaban sekalipun.
__ADS_1
"Apa yg sudah kamu lakukan, Sa?"