(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 36 - Malam Pertama Yg Gagal.


__ADS_3

Sesampainya Elnaz dan Arfan di Jakarta, kedua nya langsung menuju rumah karena kedua nya merasa sangat lelah. Apa lagi hari sudah malam, Elnaz dan Arfan segera membersihkan diri bergantian. Kemudian sholat berjemaah dan setelah itu kedua nya memilih untuk beristirahat.


Arfan terbayang kembali akan ucapan nenek nya soal cicit. Entah kenapa membayangkan sang nenek memiliki cicit yg artinya Elnaz akan punya seorang bayi, itu malah membuat Arfan senyum senyum sendiri.


Sementara Elnaz yg merasa sangat lelah, ia malah langsung tertidur apa lagi pelukan Arfan membuat nya merasa sangat nyaman. Arfan menunduk dan menatap wajah polos istri kecil nya, Arfan mencium pipi Elnaz dengan gemas dan itu membuat sang istri bergerak terganggu. Melihat hal itu, Arfan malah semakin jahil dan ia kembali mengecup gemas pipi istrinya itu.


"Kak Arfan, ganggu..." rengek Elnaz kesal.


"Kangen..." lirik Arfan dengan suara serak nya dan mendengar hal itu, mata Elnaz langsung terbuka dan jantung nya berdebar. Elnaz mendongak supaya bisa menatap wajah sang suami.


"Kak Arfan mengigau ya..." seru Elnaz mencoba menutupi kegugupan nya dan Arfan menggeleng. Ia mengunci tatapan nya dengan tatapan dengan Elnaz, dan saat ini tatapan Arfan terlihat begitu berbeda.


"Kakak kangen kamu, Sayang" lirih Arfan dan ia pun menunduk, mengecup singkat bibir Elnaz yg membuat Elnaz terbelalak. Detak jantung nya berpacu semakin cepat dan nafas nya seperti tercekat di tenggorokan nya. Elnaz mengerjap beberapa kali dan itu membuat nya tampak sangat menggemaskan di mata Arfan.


Melihat Elnaz yg hanya diam dan tampak terkejut, Arfan malah melanjutkan aksi nya dengan kembali menyerang bibir Elnaz. Arfan menyelipkan lengan nya di bawah leher Elnaz dan menekan kepala Elnaz agar semakin dekat pada nya.


Elnaz yg tadi nya hangat terbelalak dengan ciuman kedua itu kini mulai menutup mata dan menikmati sentuhan bibir Arfan dan bibir nya. Arfan membuai Elnaz dengan begitu indah, Arfan mencecap setiap inci dari bibir merekah sang istri yg terasa begitu memabukan dan sepertinya itu akan menjadi candu bagi nya.


Sementara Elnaz berusaha menahan gairah yg bergejolak dalam diri nya akibat godaan Arfan di bibir nya, Elnaz meremas lengan Arfan dan itu membuat Arfan malah semakin bersemangat untuk meng eksplor bibir sang istri lebih jauh, memberikan nya kenikmatan yg membuat nya lupa akan daratan.


"Egh, Kak..." hingga akhir nya satu ******* tak bisa Elnaz kontrol dan keluar begitu saja saat Arfan menurunkan ciuman nya ke dagu Elnaz.

__ADS_1


Arfan hendak membuka jilbab kecil yg di pakai Elnaz namun seketika kesadaran Elnaz kembali dan ia menahan tangan Arfan yg kini berada di ujung jilbab nya.


"Jangan sekarang, maaf..." lirih Elnaz malu dan ia langsung menunduk dalam. Elnaz tampak merasa bersalah karena menolak Arfan, namun ia juga tak bisa membohongi diri nya bahwa ia belum siap.


Arfan mengapit dagu Elnaz dan memaksa Elnaz mendongak, menatap mata nya. Arfan menyunggingkan senyum terindah nya yg ia persembahkan hanya untuk sang istri.


"Kakak yg minta maaf, Sayang. Maaf karena tidak bisa mengontrol diri" Arfan berkata dengan begitu tulus "Sekarang tidur lah, kamu pasti sangat lelah" Arfan menarik Elnaz kedalam dekapan nya dan mendekap nya dengan begitu kuat.


Walaupun sempat ragu, namun Elnaz memberanikan diri melingkarkan tangan nya di pinggang Arfan. Dan hal kecik itu berhasil membuat Arfan merasakan perasaan yg begitu hangat.


"Jangan marah ya, Kak. El... El cuma siap" lirih Elnaz dan suara nya teredam dalam pelukan Arfan.


"Tidak sama sekali, Sayang. Kakak tidak akan marah, kakak akan menunggu sampai kamu siap" ujar Arfan dan mendengar itu Elnaz kembali teringat dengan masa lalu Arfan.


Hati Elnaz kembali terbakar api cemburu mengingat hal itu, ia semakin mendesakan tubuhnya ke tubuh Arfan.


"El sayang kakak..." lirih Elnaz kemudian.


"Iya, kakak juga sayang El..." jawab Arfan kemudian ia memberikan kecupan selamat malam nya untuk sang istri.


...... ...

__ADS_1


Beberapa setelah melakukan beberapa sesi pemotretan, kini Elsa dan Olga kembali Ke Indonesia.


Dan saat di pesawat, Elsa dan Olga bertemu seorang fotografer yg sempat sangat mengagumi tubuh molek Elsa.


Pria itu tampak senang melihat Elsa apa lagi ternyata mereka duduk bersebelahan.


"Hai..." sapa sang fotografer senang melihat Elsa. Elsa pun tampak nya juga sangat senang karena ia di sapa oleh salah satu fotografer yg cukup terkenal dan hebat.


"Hai..." Elsa juga menyapa dengan malu malu.


"Kamu sangat cantik saat merona begini..." ujar pria itu dan ia mengambil gambar Elsa membuat Elsa terkejut.


"Apa kau lakukan?" tanya Elsa kemudian.


"Memoret calon bintang besar" jawab sang fotografer yg kembali membuat Elsa melambung ke angkasa.


"Ada ada saja, semoga itu menjadi doa" ujarnya kemudian.


"Pasti, kau punya segalanya dan seharusnya kamu punya orang yg tepat jika ingin menjadi bintang" ujar pria itu dan Elsa hanya menanggapi nya dengan senyum samar "Oh ya, nama ku Jimmy"


Jimmy mengulurkan tangan nya pada Elsa dan Elsa pun menyambut hangat nya tangan pria itu.

__ADS_1


"Elsa" Jawab Elsa dan keduanya pun tidak membutuhkan waktu yg lama untuk terlihat sangat akur dan bahagia.


__ADS_2