
"Pria lebih condong pada logika, sedangkan wanita lebih condong pada perasaan..."
"Dan secara logika, aku dan Nadine hanya teman, aku tidak tertarik sedikitpun pada nya jadi rasa nya tidak masuk akal jika dia menjadi penyebab masalah dalam rumah tangga kita..."
"Tapi, aku mencoba merasakan berada di posisi mu, Sayang. Mencoba berfikir dan merasakan, bagaiamna jika benar apa yg d katakan Liam, Jessy, Mama, dan kamu? Maafkan aku yg menganggap semua nya baik baik saja, padahal hubungan kita hampir saja retak karena kesalahan ku yg tak pernah aku sadari. Aku salah dengan pemikiran ku, salah dalam sudut pandang ku akan hubungan kita. Karena itu lah, kakak mohon, maafkan kakak, Sayang"
Elnaz menutup bibir nya rapat rapat namun mata nya berkaca kaca mendengar apa yg di ungkapkan oleh suami nya dengan begitu tulus, Elnaz menatap tepat di kedua iris mata indah suami nya itu, mencari kebohongan dan ketidak seriusan, namun Elnaz hanya menemukan kesungguhan dan kejujuran.
Jam menunjukan pukul 2 dini hari, Arfan tidak tidur sedikitpun karena ia terus terngiang ngiang dengan apa yg di katakan oleh kedua sahabat nya dan juga oleh ibu mertua nya. Ia juga terus mencoba memahami perasaan istri nya itu.
Dan saat Elnaz terbangun karena ingin buang air kecil, Arfan dengan cepat mengungkapkan perasaan nya dan mengucapkan kata maaf berkali kali, bahkan ia sampai mengikuti Elnaz ke kamar mandi dan menunggu Elnaz yg sedang buang air kecil.
Awal nya Elnaz masih bersikap dingin dan tak menghiaraukan Arfan sedikitpun, namun Arfan tak menyerah dan terus mengucapkan kata maaf yg begitu tulus. Hingga Elnaz kembali ke ranjang nya sekarang.
"El, kakak mohon, Sayang. Maafkan kakak..."
"Sudah malam, Kak. Sebaik nya tidur" ucap Elnaz berusaha tak menggubris Arfan padahal hati nya sudah tak tega pada Arfan yg terus merengek meminta maaf pada nya.
Elnaz menarik selimut dan tidur menyamping, memunggungi Arfan yg menghela nafas berat, Arfan ikut berbaring di belakang Elnaz dan memeluk istri nya itu. Arfan mengecup kepala Elnaz berkali kali.
"Sayang, mulai sekarang kakak akan lebih hati hati, kakak janji..." rengek nya.
"Kalau perlu, kakak ganti nomor deh, biar Nadine tidak menghubungi kakak lagi..."
"Tidak mau nge blok dia?" tanya Elnaz dengan ketus.
"Ya kalau kamu mau kakak nge blok dia, okey deh. Tapi kalau nanti ada urusan kerjaan yg penting, kakak unblock ya" Elnaz mencebikan bibir nya mendengar jawaban suami nya itu, sementara Arfan justru terkekeh.
__ADS_1
"Kakak hanya bercanda' ucap nya kemudian.
" Terserah" ketus Elnaz lagi.
"Maafin ya, El..."
"Sayang, ayo dong maafin..."
"Nanti bayi kita sedih lho kalau kamu marah sama Papa nya bayi kita"
.........
"El, maafin ya..."
"Sudah dong ngambek nya..."
"Elnaz sayang..."
"Ck, apa sih Kak?" ketus Elnaz kesal karena Arfan terus menempel pada nya yg saat ini sedang mencuci beras di wastafel.
Sedangkan Bu Isna yg sedang memotong daging meringis melihat kelakuan Arfan yg sejak tadi menempel pada Elnaz seperti anak tuyul.
Arfan tak menyerah untuk meminta maaf pada istri nya itu, dari hingga pagi, hingga malam lagi kalau perlu.
Pagi inj Arfan hanya memakai boxer nya dan kaos tanpa lengan. Ia melingkar kan tangan nya di bawah perut besar Elnaz dan menyadarkan dagu nya di pundak Elnaz, membuat Elnaz kesulitan bergerak apa lagi berjalan sedangkan Arfan tak mau enyah sedikitpun.
"Maafin dulu..." rengek Arfan lagi.
__ADS_1
"Ck..." Elnaz kembali berdecak kesal.
"Kakak tahu kakak salah, ayo lah, El... Di maafin ya"
"Fan, perut besar istri mu itu menyiksa lho, di tambah kamu glendotan terus sama dia, makin susah dia nya... '' tegur ibu mertua nya akhir nya yg sudah tidak tahan melihat tingkah Arfan. Bahkan ia sedikit terkejut dengan tingkah Arfan yg terbilang ajaib ini. Karena setahu Bu Isna, Arfan adalah pria dewasa yg berwibawa. Sedangkan putri nya hanyalah remaja yg labil, tapi apa yg ia saksikan pagi ini?
"Mau di maafin dulu..." rengek Arfan lagi masih menempel pada Elnaz yg sedang mengambil susu dari kulkas.
"Maka nya, jadi suami tuh yg peka dong, Kak. Sudah El ingatkan juga" ketus Elnaz pada akhir nya.
"Iya, kan Kakak fikir kakak tidak ada rasa sama Nadine..."
"Ish, tidak usah sebut sebut nama dia di rumah El" tegas Elnaz yg membuat Arfan meringis.
"O... Okey" cicit nya "Jadi karena kakak fikir kakak tidak ada rasa sama dia, ya itu tidak akan jadi masalah"
"Tidak semua hal bisa di ukur dengan logika, Kak" tukas Elnaz setelah ia meneguk segelas susu nya.
"Meskipun seandainya disana tidak ada rasa, di sini juga tidak ada rasa. Tapi kan ada perasaan istri yg harus di jaga, Kak. Cemburu itu sakit..." Elnaz berkata dengan suara bergetar dan mata nya kembali terasa panas mengingat kesal nya ia pada Nadine
"Apa lagi dia minta jemput kakak, kalau kebetulan lewat terus pergi bareng masih masuk akal. Lah dia minta jemput sama suami orang yg lagi ada di rumah nya, menunggu sampai dua jam lebih, dan kakak masih marahin aku di depan dia?" seru Elnaz dengan nafas yg terengah, akhir nya ia bisa mengeluarkan unek unek nya sekarang, air mata bahkan merembes keluar dan mengalir bebas di pipi nya.
"El memang kesal setiap kali Nad Nad itu deketin kakak, tapi yg buat hati El sakit saat kakak malah marahin El di depan dia, Kak bahkan minta maaf ke dia atas nama el kan? El dengar kok, memang nya El salah apa? Kalau dia ada di posisi El, dia pasti akan melakukan hal yg sama" seru Elnaz lagi sembari mengusap air mata nya di pipi nya.
Arfan langsung menarik Elnaz ke dalam pelukan nya, Elnaz mencoba memberontak namun Arfan tetep mendekap nya dengan lembut. Kini perasaan bersalah itu melingkupi hati nya, Arfan telah terlambat untuk menjaga hati istri nya.
"Maaf, Sayang... Maaf" ucap Arfan dengan suara bergetar. Ia mengusap kepala istri nya dan mengecup pucuk kepala nya berkali kali sembari terus menggumamkan kata maaf tiada henti tak perduli ibu mertua nya yg menyaksikan nya.
__ADS_1
Pria memang lebih condong pada logika, sehingga sulit sekali bagi nya untuk peka akan perasaan wanita nya, tapi bukan berarti ia tak bisa menjaga perasaan wanita nya jika ia mau.
Wanita lebih condong pada perasaan, sehingga ia lebih mudah cemburu, lebih mudah memiliki prasangka, dan lebih mudah merasakan dan menyadari tentang hubungan nya yg sedang berlangsung, apakah baik baik saja atau tidak.