(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 110 - Rencana Pernikahan


__ADS_3

Elnaz menggeliat malas sembari berusaha membuka mata nya yg masih terasa mengantuk, ia hendak bangkit dari tidur nya namun terhalang karena tangan Arfan yg melingkar di perut nya. Bibir Elnaz tersenyum, ia mengangkat tangan suami nya itu pelan pelan dan kemudian ia merangkak turun dari ranjang.


Adzan subuh telah berkumandang, Elnaz pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Dan saat keluar, ia mendapati Arfan yg sudah duduk bersila di atas ranjang sembari menatap Elnaz dengan bibir nya yg mencebik lucu.


"Kenapa?" tanya Elnaz.


"Kenapa tidak di bangunin?" Arfan balik bertanya.


"El lihat Kak Arfan sangat pulas tidur nya, baru adzan juga kok" jawab Elnaz kemudian mengambil sejadah dan menghamparkan nya di lantai.


"Kakak memang sangat lelah dan masih sangat mengantuk" kata Arfan kemudian.


"Terus kenapa sudah bangun?" tanya Elnaz lagi.


"Karena tidak ada kamu di pelukan kakak, Princess. Mana bisa kakak tidur nyenyak tanpa kamu" ucap Arfan yg langsung membuat pipi Elnaz merona.


"Ish, Kak Arfan gombal" cetus nya yg membuat Arfan terkekeh, Arfan pun turun dari ranjang dan ia menggoda Elnaz dengan berpura pura hendak mencium nya, yg sontak saja langsung membuat Elnaz menghindar.


"El sudah ambil wudhu, ih Kak Arfan neh" gerutu nya.


"Hehe, tungguin Kakak. Kita sholat bareng"


.........


Pagi ini, Bu Yuni membuat makanan yg lebih banyak dari biasanya, tentu saja karena ada Elnaz dan Arfan di rumah nya.


"Banyak sekali masakan mu, Yun..." tukas suami nya yg melihat sudah ada berbagai menu di meja makan, dan bahkan jam masih menunujukan pukul 7.45 dan Bu Yuni sudah memasak sebanyak ini secepat itu.


"Aku kan tidak tahu Elnaz mau makan apa, Mas. Jadi aku masakin saja, biasanya wanita hamil itu pengen makan yg macem macem" jawab Bu Yuni.

__ADS_1


"Kamu sampai lelah begini, Yun. Ini belum jam 9 lho, kamu turun ke dapur dari tengah malam apa" tukas suami nya lagi.


"Tadi habis sholat subuh langsung ke dapur, mumpung Elnaz dan Arfan ada di rumah" jawab nya yg membuat suami nya itu geleng geleng kepala.


"Ya sudah, ambilkan aku nasi. Aku mau pergi bekerja" kata Pak Adi sembari menarik kursi dan duduk di sana.


"Jangan bekerja dulu hari ini toh, Mas. Arfan mau mengajak kita belanja" kata Bu Yuni sembari mengisi piring suami nya itu dengan nasi.


"Aku harus masuk kerja, Yun. Nanti bos ku marah kalau aku bolos, sudah terlambat juga untuk meminta cuti" jawab nya, kemudian ia hendak mengambil paha ayam bakar namun istri nya tiba mencegah nya.


"Jangan yg paha, Mas. Seperti nya Elnaz lebih suka paha dari pada dada" tukas Bu Yuni kemudian ia mengambilkan dada ayam bakar untuk suami nya. Sementara suami nya itu hanya bisa geleng geleng kepala dengan kelakuan absurd istri nya.


Tak lama kemudian Arfan dan Elnaz bergabung di meja makan, Bu Yuni langsung mengambil piring Elnaz, mengisi nya dengan nasi, paha ayam bakar, dan juga lauk pauk yg lain, membuat Arfan dan Elnaz hanya bisa tercengang.


"Ayo, El... Di makan" tukas Bu Yuni sambil tersenyum lebar "Makan nya yg banyak ya, biar cucu Mama sehat" lanjut nya.


"Kalau segini banyak, Elnaz nya yg tidak sehat, Ma. Bisa sakit perut nanti" ujar Arfan kemudian menarik piring itu "Kita makan berdua ya" ucap nya yg membuat Elnaz langsung tersenyum malu, apalagi saat mertua nya itu memandangi mereka.


"Tidak usah, Kak. El bisa makan sendiri..." ujar Elnaz lirih.


"Tidak apa apa, kalian makan saja. Biar Papa sama Mama makan di kamar" ujar Bu Yuni yg membuat suaminya melongo.


"Tidak apa apa, kalian di sini saja" sambung Arfan kemudian ia mulai menyuapi Elnaz, walaupun tampak malu malu, Elnaz membuka mulut nya. Arfan menyuapi nya dengan tangan, membuat hati Elnaz berdebar. Apa lagi ketika Arfan bergantian menyuapi diri nya sendiri.


Pak Adi dan Bu Yuni pun makan, dan mereka berpura pura tidak melihat sepasang suami istri yg seperti selalu di mabuk asmara itu.


"Oh ya, Sayang. Sebenarnya aku membawa mu pulang karena aku punya kejutan buat kamu" ujar Arfan di tengah nikmat nya menikmati sarapan mereka itu.


"Oh ya? Apa itu?" tanya Elnaz antusias.

__ADS_1


"Pernikahan..." jawab Arfan yg membuat Elnaz mengernyit bingung.


"Pernikahan? Maksudnya?"


"Maksud nya, besok malam kita akan mengadakan resepsi pernikahan"


"Uhuk Uhuk Uhuk..." Arfan langsung mengusap punggung istri nya yg langsung terbatuk karena mendengar penuturan Arfan.


"Resep..." Elnaz mengelap hidung nya yg basah "Resepsi pernikahan apa?" tanya Elnaz kemudian. Arfan terkekeh melihat raut wajah bingung istri nya itu.


"Ya resepsi pernikahan seperti pada umum nya, Sayang. Ada pesta, ada tamu, ada kue pernikahan yg besar. Dan hari ini kita akan berbelanja gaun mu, Pakaian ku dan pakaian Mama Papa kita untuk di pakai saat resepsi nanti"


"Hah?" Elnaz masih melongo tidak percaya.


"Kamu faham kan maksud kakak?" tanya Arfan karena Elnaz memang masih tampak bingung. Dan dengan polos nya Elnaz menggeleng.


Arfan pun menjelaskan apa yg sudah Arfan siapkan untuk istrinya itu, Arfan menyewa gedung, menyewa WO, membuat undangan dan mengundang kerabat dan teman teman mereka. Dan semua nya sudah selesai kecuali pakaian mereka. Dan bukan nya senang, Elnaz malah menggerutu pada Arfan sebagai balasannya.


"Kak Arfan gimana sih? Masak iya kita mengadakan resepsi pernikahan saat El lagi hamil begini? Mendadak lagi. Memang nya Kak Arfan tidak lihat betapa gendut nya El? Mana ada gaun pengantin yg muat di tubuh bulat El. Terus kenapa mendadak begini? Tidak membuat baju? Tidak ada fitting baju, tidak ada pemilihan cincin, tidak ada hmmmmpplll" Elnaz langsung dian saat Arfan membungkam mulut istrinya itu dengan bibir nya, bahkan mertua Elnaz langsung menutup mata melihat kelakuan putra dan menantu mereka.


"Terima kasih, kek. Ini kan pernikahan impian mu?" Arfan juga menggerutu pada istri nya itu "Yg kamu tulis begini, saat kekasih ku melamar ku nanti, aku akan menerima nya dengan senang hati. Dan aku sangat bersyukur jika aku bisa menikah dengan orang yg aku cintai. Aku ingin memilih gaun pengantin ku sendiri, aku harus memastikan aku menjadi pengantin yg sangat cantik untuk nya. aku ingin mengadakan pesta yg sederhana, mengundang kerabat dan teman teman kami, untuk membagi kebahagiaan mu dan mendoakan kami... Em terus habis itu... Apa lagi yaaa"


Arfan mencoba mengingat isi dairy istri nya itu, sementara Elnaz yg tahu Arfan membaca buku diary nya menjadi kesal.


"Kak Arfan baca buku diary El? Ih, benar benar tidak sopan" Elnaz kembali menggerutu.


"Biar lah, El. Yg penting dengan itu kan kakak jadi tahu apa yg kamu inginkan" ucap Arfan kemudian.


"Ayo, aaa lagi...."

__ADS_1


__ADS_2