
"Nikmati acara nya, kau juga calon kakak ipar" tukas Elnaz pada Jimmy.
Jimmy tampak senang karena akhir nya Elnaz berbicara pada nya dan tatapan nya juga berbeda.
Elnaz pun memotong kue beberapa potong dan menyajikan di piring kecil, kemudian Elnaz mempersembahkan kue itu untuk orang orang yg hadir di ulang tahun nya.
"Hadiah ulang tahun El mana, Kak?" tanya Elnaz penasaran, meskipun sebenar nya ia memang sudah tahu tapi Elnaz tidak tahu siapa yg akan mengalah dalam memberikan laptop itu.
"Em kakak belum siapkan, Sayang" ucap Arfan kemudian dengan raut menyesal, Elnaz mengerti Arfan mengalah pada ayah nya.
"Kalau hadiah dari Papa?" tanya Elnaz. Pak Malik pun menyerahkan sebuah kotak yg di bungkus kertas kado warna Pink dan di ikat dengan pita yg juga berwarna pink.
"Boleh buka?" tanya Elnaz.
"Boleh" jawab Pak Malik, Elnaz pun membuka itu dan ia melihat sebuah laptop yg pasti di bicarakan oleh Papa nya dan Arfan tadi.
"Ini kan sangat mahal, Pa" tukas Elnaz kemudian.
"Tidak apa apa, lagian kamu kan memang butuh laptop buat sekolah mu..." jawab Pak Malik dan Elnaz pun langsung memeluk ayah nya itu dengan perasaan bahagia.
"Terima kasih..." lirih Elnaz.
"Tidak menanyakan hadiah ku, El? ' tanya Andy tiba tiba.
" Memang nya kamu sempat membawa hadiah?' tanya Elnaz sambil terkekeh.
"Sempat dong, buat teman sekampung mah tidak mungkin tidak sempat" ujar Andy kemudian menyerahkan sebuah kota kecil pada Elnaz yg di ikat dengan pita biru.
Elnaz membuka nya dan itu adalah kotak musik, membuat Elnaz tampak sangat senang.
"Bagus sekali, Ndy. Terima kasih ya..." pekik Elnaz senang. Arfan merasa iri pada Andy yg berhasil menyenangkan istri nya sementara ia tidak bisa karena harus mengalah pada ayah mertua nya.
"Kami tidak sempat membawa hadiah, Princess" tukas Jimmy dengan sangat manis pada Elnaz membuat Elsa mendelik kesal.
__ADS_1
"Tidak masalah, lagi pula kalian datang dengan undangan yg mendadak" tukas Elnaz sambil tersenyum.
Acara pun berlangsung lancar, rupa nya Arfan juga memesan makanan sehingga mereka makan malam bersama saat itu.
Di tengah asyik nya makan malam, Elsa membuka suara dan menanyakan sebuah pertanyaan yg berhasil menyulut rasa kesal Elnaz.
"Kata Tante Yuni kamu sulit hamil ya, El?" Arfan dan Elnaz langsung menatap tajam Elsa, sementara Elsa malah tersenyum puas karena berhasil membuat Elnaz kesal, Elsa memang ingin membalas apa yg di katakan Elnaz tadi.
Elnaz sudah membuka mulut namun ayah nya mendahului nya menjawab Elsa.
" Bukan sulit hamil, Elsa. Tapi belum pas waktu nya jika dia harus hamil. Lagi pula dulu Mama kalian juga baru bisa hamil setelah 3 tahun pernikahan kami, dan itu hal biasa" Jawab Pak Malik yg membuat Elnaz tersenyum senang.
"Benar sekali, Kak Elsa. Apa lagi El itu baru menginjak 19 tahun, beda hal nya dengan Kak Elsa yg sudah sangat matang dan pasti mudah hamil karena seperti nya kak Elsa wanita yg subur"
Elnaz sengaja berkata demikian untuk menyindir Elsa dan ia juga berharap hal ini memberikan Elsa sedikit saja rasa takut supaya Elsa menjaga diri terutama dari Jimmy.
Dan seperti nya apa yg di inginkan Elnaz itu berhasil, Elsa langsung tampak gugup dan ia menarik tas nya.
"biar papa antar kamu Elsa, Papa ingin tahu kamu tinggal dimana dan sama siapa" tukas Pak Malik dan Elsa tak menolak nya. Jimmy juga ikut pergi.
Kini tinggal Arfan Elnaz dan Andy juga Bu Kinar. Andy melirik ibu nya itu yg sejak tadi duduk ayem sambil memainkan ponsel nya dan ia tidak heboh seperti biasa nya.
"Mama sedang apa? Dari tadi main hap terus" tegur Andy.
"Mungkin shock karena ketemu model" sambung Elnaz yg membuat Arfan tertawa.
"Mama tadi posting foto Elsa sama Jimmy, banyak yg like dan komentar lho" ujar Bu Kinar senang.
"Jangan bilang tante posting foto El juga?" tanya Elnaz cemas.
"Sudah, tuh..." Bu Kinar menunjukan foto Elnaz saat menipu lilin dan ia benar benar memposting nya dengan caption ulang tahun adik Elsa Karina, Elnaz Mikayla.
Arfan tentu tak menyukai tindakan Bu Kinar itu dan dengan sopan Arfan meminta Bu Kinar menghapus foto istri nya.
__ADS_1
"Tidak apa apa kali, Fan. Sudah banyak yg like dan koment foto Elnaz juga, malah ada yg menduga Elnaz model juga" ujar Bu Kinar yg membuat Arfan menghela nafas berat. Karena merasa tak enak dengan Arfan, Bu Kinar pun menghapus foto Elnaz dengan berat hati apa lagi setelah Andy memelototi nya.
.........
Di perjalanan, Elsa terdiam karena terngiang ngiang dengan apa yg di katakan Elnaz.
Bagaiamana jika dia hamil?
Perasaan takut dan menyesal langsung melingkupi hati Elsa saat ini, ia merasa takut diri nya hamil dan Jimmy tidak mau bertanggung jawab. Elsa menyesal karena mau saja dengan bodoh nya menjadi pemuas hasrat Jimmy yg bahkan masih tak membawa Elsa menemui keluarga nya.
"Sa..." panggil Pak Malik lirih.
"Iya, Pa?"
"Kamu... Kamu sudah berapa lama kenal sama Jimmy?" tanya Pak Malik dan ia masih fokus pada setir.
"Semenjak di Jepang, Pa" jawab Elsa lirih juga.
"Kamu sudah mengenal keluarga nya?" tanya Pak Malik lagi dan Elsa hanya bisa terdiam dan menunduk. Hal itu membuat Pak Malik menghela nafas panjang.
"Sa, jangan mudah percaya sama orang. Kenali dulu diri nya, keluarga nya, latar belakang nya baru putuskan hubungan kalian akan di bawa kemana. Jangan sampai kamu menyesal dan salah memilih pasangan hidup, Nak" tukas Pak Malik lagi.
"Iya, Pa. Aku faham, Papa jangan khawatir. Aku yakin Jimmy itu pria baik kok" kata Elsa.
Pak Malik mengantar Elsa ke gedung apartemen dimana Olga tinggal di sana.
Elsa mengajak ayah nya masuk untuk bertemu dengan Olga dan juga supaya ayah nya itu percaya pada nya bahwa ia tidak tinggal bersama Jimmy.
Pak Malik pun mampir dan ia di sambut oleh Olga, pria yg bertingkah seperti wanita.
Olga menemani Pak Malik mengobrol dan Pak Malik merasa risih dengan Olga yg banyak bicara dan seperti nya ia juga tipe orang yg suka pergaulan bebas.
Pak Malik bisa menebak hal itu dari cara Olga membicarakan hubungan pria dan wanita yg menurut nya terlalu kuno jika wanita harus di atur dan bukan masalah yg besar jika sepasang kekasih tinggal bersama.
__ADS_1