(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 130 - Godaan Yg Sesungguhnya Dalam Rumah Tangga


__ADS_3

Setiap pasangan akan merasakan sebuah kesempurnaan hubungan di saat mereka bisa merasakan menjadi orang tua dari anak anak mereka.


Itu juga yg di rasakan oleh Arfan dan Elnaz, mengarungi bahtera rumah tangga yg senantiasa akan ada ombak yg menerjang, hanya membuat mereka semakin dan semakin kuat dalam bertahan, mereka mengambil hikmah dan pelajaran yg berharga dari setiap masalah yg datang, dan mereka berjuang bersama mempertahankan apa yg mereka miliki, apa yg menjadi hak mereka. Yaitu cinta dan kebahagiaan.


Apa lagi dengan ada nya si mungil Baby Aurora, membuat pasangan muda itu semakin di mabuk cinta dan kebahagiaan yg tiada tara.


Awal awal menjadi orang tua, kedua nya begitu antusias, begitu posesif pada si kecil, begitu protective. Saling bahu membahu menjaga dan mengurus si kecil. Itu adalah kebahagiaan yg tidak mungkin di temukan di tempat lain, pada orang lain.


Seiring berjalan nya waktu, Baby Aurora semakin tumbuh, yg artinya semakin menguras tenaga dan waktu untuk menjaga nya. Dia semakin rewel, lebih sering sakit. Hal itu membuat Elnaz menjadi sensitif karena lelah dan beban fikiran dalam mengurus bayi nya, Arfan bukan nya tak membantu Elnaz dalam menjaga putri pertama mereka, namun profesi nya yg sebagai Dokter menyita sebagian besar waktu dan tenaga nya.


Membuat Elnaz kerepotan sendiri, dan akhirnya Elnaz memilih menggunakan jasa ART, setidak nya untuk mengurangi beban pekerjaan rumah nya.


Arfan menyarankan Elnaz agar menggunakan jasa Babysitter juga untuk mengurus Baby Aurora, namun Elnaz masih ingin mengurus anak nya sendiri apa lagi ia masih sangat membutuhkan perhatian nya secara eksklusif.


Semuanya berjalan tak selalu baik, akan ada pertengkaran di antara kedua nya, karena Arfan yg lelah bekerja dan karena Elnaz yg lelah mengurus bayi nya. Sehingga emosi kedua nya mudah sekali terpancing.


Dan benar apa yg pernah Elnaz katakan, saat ia menjadi seorang ibu, apa lagi masih ibu baru seperti sekarang. Ia bukan hanya lupa mengurus diri, ia bahkan kadang tak sempat makan jika anak nya rewel dan sakit. Apa lagi untuk mengurus Arfan seperti dulu, Elnaz hampir tak bisa melakukan nya. Sebagian besar waktu dan tenaga nya habis untuk si kecil.


..........


8 bulan kemudian...


Baby Aurora tumbuh dengan sangat baik, tentu saja Karena ia memiliki ibu yg baik dan sungguh memperhatikan segala hal kecil apapun pada putri nya.


Aurora bahkan sudah bisa merangkak sekarang, 4 gigi nya sudah tumbuh, dua di bawah dan dua di atas. Membuat nya semakin lucu saja.

__ADS_1


"Ayo, Sayang. Belajar berdiri ya..." Elnaz berkata dengan sangat lembut pada putri nya itu, ia sedang membimbing anak nya supaya belajar berdiri di atas ranjang, Elnaz tak mau mengambil resiko anak nya jatuh jika belajar di lantai. Namun Baby Aurora terus saja berpegangan pada tangan ibu nya sambil cekikikan, ia tampak nya masih takut untuk berdiri.


Hal itu membuat Elnaz juga tertawa gemas, ia menggendong Baby Aurora dan memutar nya di udara, membuat Baby Aurora tertawa girang.


Hari sudah sore, Elnaz menyiapkan bubur untuk putri nya itu, Elnaz menyuapi Baby Aurora sembari jalan jalan di sekitar rumah, sekalian menikmati angin sore.


Sementara itu, Arfan sengaja pulang lebih awal hari ini, karena ia merasa tidak enak badan.


"Ar, kamu yakin tidak mau periksa?" tanya Nadine pada Arfan yg saat ini sedang berjalan ke parkiran. Arfan memang berusaha sebisa nya untuk menghindari Nadine, karena ia tak mau rumah tangga nya yg sedang bahagia bermasalah. Namun Nadine masih bersikap seperti dulu, mencari kesempatan dekat dekat dengan Arfan.


"Aku cuma demam, aku tahu itu" jawab Arfan.


"Ya takut nya kamu nanti kenapa kenapa..." ujar nya.


Nadine memang selalu tampil sebagai teman yg perhatian pada Arfan, tak perduli Arfan yg terus menghindari nya. Apakah Arfan menyukai nya? Bohong jika Arfan berkata tidak, apa lagi semenjak ada Aurora, perhatian Elnaz benar benar terbagi.


Arfan bahkan tidak mendapatkan setengah perhatian Elnaz, melankan seperempat nya.


Tapi Arfan tahu, semua ibu akan melakukan hal yg sama.


Dan Arfan juga baru menyadari, apa yg di katakan Elnaz memang benar, godaan wanita itu bukan hanya tentang wanita yg cantik dan seksi. Tapi godaan yg lebih besar adalah rasa nyaman, godaan yg halus, dan hampir tak ada yg menyadari bahwa itu hanya sebuah godaan, sehingga banyak yg terjerumus ke dalam nya. Awal nya rasa nyaman, kemudian ketergantungan pada rasa nyaman itu, kemudian hati mulai lepas kendali, dan itu lah awal kehancuran yg besar.


Dan Arfan sangat bersyukur, karena Elnaz sudah memperingatkan nya jauh jauh hari. Sehingga Arfan menepis kuat semua godaan itu.


Setiap kali ia merasa suka dan nyaman dengan perhatian Nadine, Arfan akan selalu membayangkan Elnaz sebelum menjadi ibu, dia adalah pasangan yg baik, istri yg baik. Yg mencurahkan seluruh cinta dan perhatian nya hanya untuk Arfan seorang.

__ADS_1


Dan Arfan juga akan mengingat bagaimana Elnaz menjalani masa masa kehamilan nya yg sangat tidak mudah selama 9 bulan, kemudian saat Elnaz berjuang dan mempertaruhkan nyawa nya untuk melahirkan anak mereka.


Kesulitan saat hamil, dan rasa sakit saat melahirkan adalah sesuatu yg tak akan pernah bisa pria rasakan, betapa sulit nya dan sakit nya menjadi istri. Mengingat semua itu, bagaimana bisa Arfan menggantikan kenyamanan yg sesungguhnya yg hanya bisa di berikan sang istri?


Arfan membuka pintu mobil nya dan sebelum masuk mobil, Arfan menoleh dan menatap Nadine dengan serius, kemudian berkata dengan tegas.


"Nad, jangan berikan perhatian lagi pada ku. Karena aku sudah punya istri yg memberikan ku segala nya..." Nadine hanya tercengang mendengar apa yg di katakan Arfan


"Dan jangan mengharapkan apapun dari ku, karena aku sudah memberikan segala nya untuk istri ku dan anak ku, sehingga aku tidak punya apapun yg tersisa untuk orang lain" tegas nya, kemudian ia masuk ke dalam mobil. Sementara Nadine sudah membuka mulut nya untuk mengatakan sesuatu, namun Arfan sudah menutup pintu dan benar benar enggan mendengarkan apapun dari Nadine.


"Ar..." panggil Nadine namun tiba tiba tiba seseorang menarik tangan nya dengan kasar, Nadine langsung menoleh.


"Elsa..." gumam nya.


"I know you..." kata Elsa dingin "Kita pernah bertemu sewaktu aku menjadi pacar nya Arfan, dan saat itu aku juga menyadari kamu naksir kan sama Arfan..." tukas nya sambil tersenyum miring.


"Ya, jika boleh jujur..." jawab Nadine santai "Sampai sekarang aku masih menyukai nya. Dulu aku tidak berani mendekati nya karena aku fikir dia pria yg sangat setia..."


"Dan hanya karena dia menikahi adikku, kamu fikir ternyata dia bukan pria yg setia? Kemudian kamu berfikir bisa merebut nya dari istri nya?" sanggah Elsa dan Nadine hanya mengedikan bahu nya tak acuh.


"Kamu salah besar, Dokter Nadine. Hanya karena seorang pria tidak menikahi pacar nya, berpaling pada sepupu pacar nya atau bahkan adik pacar nya sekalipun, bukan berarti pria itu tidak setia. Itu artinya, TIDAK JODOH..." ujar Elsa penuh penekanan


"Sesederhana itu, Dokter Nadine. Dan Arfan adalah pria yg sangat setia, jadi berhenti mencoba mendekati nya, berhenti berusaha membuat nya nyaman di samping mu. Karena Arfan tahu, apa yg bisa membuat keluarga nya utuh atau hancur"


....

__ADS_1


__ADS_2