
Setelah kejadian di apartement Jimmy itu, Pak Malik memaksa Elsa agar ikut pulang dengan nya, Jimmy yg memohon untuk menjelaskan semua nya pun tak di hiraukan sedikit pun di hiraukan oleh Pak Malik apa lagi Elsa. Bahkan karena fakta baru yg terungkap tentang Jimmy ini membuat kedua orang tua Elsa malah simpati pada Elsa yg telah di bodohi oleh pria.
Sementara Bu Isna juga sangat marah pada Jimmy yg telah berani membodohi dan menipu anak nya itu. Bu Isna bahkan hampir saja menampar Jimmy namun di cegah oleh Pak Malik.
Dan sekarang Elsa dan juga kedua orang tua nya sudah berada dalam taksi karena mereka ingin pulang kerumah Elnaz sebelum mereka kembali ke Surabaya.
Selama dalam perjalanan, Elsa terus menangis, ia kesal dan juga marah. Elsa benar benar tidak menyangka apa yg di katakan Elnaz itu benar, dan yg membuat Elsa semakin menyesal karena ia telah menyerahkan semua nya kepada Jimmy dengan begitu mudah nya.
Sementara Elnaz yg mengendarai motor nya pulang sendirian, ia juga merasa kasihan sebenar nya pada Elsa, dan Elnaz yakin hubungan Elsa dan Jimmy pasti sudah sangat jauh, Elnaz juga mengkhawatirkan hal itu namun setiap kali Elnaz ingat bagaimana Arfan dan ayah nya memojokan Elnaz karena kebohongan Elsa, membuat emosi Elnaz tak terkendali. Ia sudah begitu perduli, tapi Elsa menuduh nya berbohong dan sebagai nya. Apa lagi Elsa yg terus dan terus mengungkit soal Arfan, membuat Elnaz menjadi geram juga dengan kakak nya itu.
"Sesampainya di rumah, Elnaz langsung turun dari motor nya dan membuka pintu dengan kunci yg ia bawa, tak lama kemudian taksi yg di tumpangi kedua orang tua nya dan Elsa juga datang.
" Besok kita akan pulang, dan kamu akan bekerja di Surabaya "kata Pak Malik setelah membayar ongkos taksi.
" Tapi, Pa. Karir aku baru saja di mulai" rengek Elsa.
"Karir yg membuat mu buta dan menghalalkan segala cara?" seru Pak Malik bahkan setengah berteriak. Membuat Elsa tersentak kaget.
"Pa, please..." Elsa kembali merengek dari Pak Malik seolah tuli.
"Ma..." kini Elsa merengek pada Mama nya.
"Sa, sebaiknya kamu ikuti apa kata Papa ya" kata Mama nya yg membuat Elsa kesal, sementara Elnaz hanya bisa menonton drama itu dalam diam.
"Ma, Pa. Aku tidak akan berhubungan sama Jimmy lagi, aku janji" tukas Elsa meyakinkan.
__ADS_1
"Selama ini kami mengikuti keputusan mu, Elsa. Dan sekarang saat nya kamu mengikuti keputusan Papa" tegas Pak Malik.
"Nanti sore ambil barang barang mu entah itu di apartement pria kemayu itu ataupun yg ada di apartement pria bajingan itu. Besok pagi kita pulang" tegas Pak Malik kemudian ia bergegas masuk.
Elnaz pun menaiki tangga dan hendak pergi ke kamar nya, Elnaz tidak tahu harus mengambil sikap bagaimana sekarang, ia kasihan pada Elsa yg merengek pada Papa Mama nya, tapi Elnaz merasa keputusan Papa nya sudah benar. Ini juga demi kebaikan Elsa sendiri.
Elnaz masuk ke kamar nya, ia mengambil ponsel nya dan mengirim pesan pada Arfan. Memberi tahu bahwa keluarga nya di rumah sekarang dan semua drama yg terjadi.
Tak lama kemudian Arfan membalas nya.
"Jangan fikirkan itu, Sayang. Asalkan Papa sudah tahu, maka semua nya terserah Papa sekarang. Elsa anak perempuan nya, dia masih kewajiban dan tanggung jawab Papa"
Elnaz tersenyum membaca pesan suaminya itu, saat ia hendak membalas pesan nya, tiba tiba pintu kamar nya terbuka dan Elsa muncul dengan raut wajah yg tampak kesal.
"Tapi, Kak. Itu Kan sudah keputusan Papa" jawab Elnaz kemudian melempar ponsel nya ke ranjang.
"El, aku... Aku malu kalau aku harus pulang kampung, El" lirih Elsa kemudian dan kini wajah nya begitu lesu dan sedih.
"Malu kenapa?" tanya Elnaz bingung "karena foto foto Kak Elsa yg pakai bikini?" tanya Elnaz tapi Elsa menggeleng.
"Terus?" tanya Elnaz.
"Karena... Karena aku gagal menikah sama Arfan dan Arfan malah menikah sama kamu" tukas Elsa dengan cepat, seketika Elnaz mengerti apa maksud Elsa karena Elnaz merasakan hal yg sama. Orang orang kampung nya masih akan mem bicarakan pernikahan yg tak biasa antara Arfan dan Elnaz, antara calon kakak ipar dan adik ipar. Tentu Elnaz jauh lebih malu dari pada Elsa, karena di sini yg terlihat pelaku, perebut dan perusak adalah Elnaz walaupun fakta yg sebanar nya sudah terungkap, namun mereka tetap akan membicarakan hal itu.
"Orang orang masih akan membicarakan hal itu, El. Bukti nya waktu nenek meninggal dan kita sama sama pulang, mereka masih membicarakan kita bertiga, aku mendengar nya sendiri" tutur Elsa antar sedih dan kesal.
__ADS_1
"Aku juga mendengar nya sendiri, Kak. Sering sekali bahkan, tapi kita harus bagaimana? apa kita tidak akan pulang kampung? nasi sudah jadi bubur, Kak. Kita harus berusaha melangkah maju dan tidak selalu terbebani dengan yg di belakang" kata Elnaz pasrah. Elnaz memegang tenggorokan nya yg tiba tiba terasa gatal, ia mengambil botol minum yg ada di atas meja namun botol itu kosong.
"Tapi aku tidak bisa, El..." tukas Elsa sambil mengikuti Elnaz yg keluar dari kamar nya sambil membawa botol.
"Kak, aku capek sekali. Kita bicara nanti saja ya..." kata Elnaz kemudian karena akhir akhir ini ia mudah sekali lelah "Aku mau istirahat habis ini" kata nya tapi Elsa malah menarik tangan Elnaz saat Elnaz hendak turun tangga.
"El, aku mohon... Aku tidak mau tinggal di sana lagi, El. Orang orang akan menertawakan ku, gagal menikah, gagal menjadi model, aku tidak akan jadi apa apa" rengek Elsa memelas dan sekarang Elnaz seolah menyadari apa yg menyebabkan Elsa terjerumus ke pergaulan yg se bebas ini, tentu saja karena Elsa yg tidak bisa menerima kegagalan setelah semua yg ia inginkan selalu di penuhi sejak kecil oleh orang tua nya.
"Kak, kita bicara nanti ya. Kepala ku pusing, aku juga..." Elnaz memegang dada nya saat ia merasa mual.
"El, tidak ada waktu bicara nanti. Bujuk Papa sekarang ya..." pinta Elsa lagi, perut Elnaz semakin mual dan kepala nya pun semakin pusing.
"Kak Elsa, El pusing, mual, kita bicara nanti" tegas Elnaz kesal dan ia sudah menuruni tangga namun Elsa malah menarik tangan nya kembali. Elnaz yg merasa kesal langsung menghempaskan tangan Elsa namun hal itu membuat tubuh nya tidak seimbang dan menyebabkan ia malah terlepeleset dan terjatuh dari tangga, membuat Elsa berteriak histeris.
Elsa berusaha menggapai tangan Elnaz dan Elnaz berusaha menggapai tangan kakak nya namun semua nya terlambat.
"ELNAZ..." teriak Elsa histeris saat melihat tubuh Elnaz yg berguling di tangan.
"El..." teriak Elsa sambil berlari menuruni tangga.
Elnaz terjatuh hingga ke tangga paling bawah yg menyebabkan kepala nya mengalami benturab hebat dan langsung bercucuran darah.
Pak Malik dan Bu Isna yg mendengar teriakan Elsa langsung berlari dan kedua nya sama sama berteriak histeris saat melihat Elnaz yg sudah tergeletak penuh darah di tangga.
"ELNAZ...."
__ADS_1