(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 115 - Malam Pertama Ala Pengantin Lama


__ADS_3

Arfan menggendong Elnaz saat memasuki kamar hotel mereka yg telah di persiapkan dengan begitu indah.


Kelopak bunga mawar yg masih segar bertaburan di atas ranjang yg berseperi putih.


Aroma terapi yg bercampur dengan aroma mawar yg masih segar langsung menyeruak pada indera penciuman Elnaz dan Arfan. Membuat mereka semakin merasa gugup dan merasakan desiran hangat di darah mereka.


Arfan menidurkan Elnaz di ranjang dengan begitu hati hati, sementara tatapan kedua nya terkunci dan seolah tak mampu untuk berpaling.


"Langsung di tidurkan, Kak?" tanya Elnaz lirih dengan suara yg terdengar serak dan seksi di telinga Arfan.


Gosh, ini bukan malam pertama mereka yg pertama. Tapi entah kenapa perasaan menggebu namun juga gugup itu menguasai hati mereka.


"Lalu mau apa lagi, Sayang?" tanya Arfan dan ia hendak mencium Elnaz namun Elnaz menahan Arfan dengan cara memegang dada bidang nya yg masih terhalang dengan setelan jas nya.


"Gaun sama jilbab El tidak bisa di buka kalau sambil tiduran" ujar Elnaz yg membuat Arfan terkekeh dan menepuk jidat nya sendiri.


Ia pun menarik tangan Elnaz sehingga Elnaz duduk. Elnaz pun membuka jilbab nya dengan perasaan yg masih gugup, sementara Arfan kini menatap istri nya itu dengan tatapan yg menggelap, sarat akan gairah.


"Jangan memandang El begitu..." protes Elnaz "Ini kan bukan malam pertama kita yg pertama" lanjut nya.


"Tapi rasa nya masih sama..." Arfan berkata dengan suara yg semakin serak dan tatapan nya pun semakin sendu. Tanpa aba aba, ia langsung menyerang tubuh Elnaz hingga Elnaz terjatuh ke ranjang.

__ADS_1


Arfan langsung mencumbu bibir istri nya itu dengan rakus, membuat Elnaz kesulitan mengimbangi cumbuan suami nya yg begitu menggebu. Ia memukul dada Arfan saat merasakan oksigen di paru paru nya mulai menipis.


"Kak..." Elnaz mengerang lirih dalam ciuman itu dan hal itu justru membuat Arfan semakin menggila.


"Ouch, Kak. El..." Elnaz mendorong Arfan dengan sisa tenaga yg ia punya, dengan sangat enggan, Arfan melepaskan ciuman nya sembari menggeram frustasi.


Kedua nya saling menatap dengan nafas yg memburu dan tatapan yg begitu sendu, Elnaz mengatur nafas nya dan ia mengangkat tangan hendak menggelap bibir nya yg terasa begitu basah karena ulah suami nya itu namun Arfan mencegah nya.


"Biarkan seperti ini, kakak suka, Princess. Berkilau" lirih nya dengan suara yg lebih parau lagi. Membuat pipi dan telinga Elnaz langsung terasa panas, ia tersipu apa lagi saat tangan Arfan terulur ke belakang telinga nya, ia meraba punggung Elnaz dan baru menyadari ternayata gaun itu memiliki kancing kancing kecil yg mungil.


"Apakah aku harus membuka kancing kancing ini dulu supaya gaun mu terlepas?" tanya Arfan dan ia terlihat frustasi.


"He'em" Elnaz menggumam sembari mengulum senyum jahil. Sementara Arfan mengerang frustasi, ia berdiri di belakang Elnaz dan membuka kancing itu satu persatu.


"Seharus nya ini memakai resleting saja.." ia masih menggerutu kesal.


"Jadi kan gampang buka nya.." Elnaz terkekeh mendengar suami nya yg masih saja menggerutu padahal Elnaz merasakan gaun nya kini sudah terbuka.


"Sudah tahu buru buru begini..." Arfan masih menggerutu sembari menarik turun gaun Elnaz hingga menumpuk di kaki nya. Elnaz melangkah keluar dari tumpukan gaun pengantin nya itu.


Arfan berlutut dan mengecup perut Elnaz yg kini membuncit Elnaz kemudian berbisik" Sayang, Papa pinjam Mama dulu malam ini ya, anak Papa bobo saja di sana. Bangun nya besok saja ya, Nak" Elnaz terkekeh mendengar penuturan Arfan pada bayi yg ada dalam kandungan nya.

__ADS_1


"Memang nya Kak Arfan mau malam ini?" tanya Elnaz dan Arfan langsung mendongak, menatap Elnaz dengan mata berbinar kemudian mengangguk.


"Bagaiamana pun juga ini kan malam pertama kita, Sayang" jawab nya sembari berdiri dan ia kembali menggendong Elnaz, membawa nya ke ranjang dan kembali menidurkan nya sebelum akhir nya ia mengungkuk tubuh seksi istri nya.


"Tapi kan kita sudah melakukan malam pertama Kak. Kita juga bukan pengantin baru sebenar nya.


"Ini akan jadi malam pertama kita ala pengantin lama kalau begitu, kakak janjii easa nya akan sama enak nya" tukas Arfan yg membuat Elnaz langsung mencubit pinggang suami iya itu sementara wajahnya langsung merona.


Arfan meringis namun kemudian ia terkekeh geli.


"Oh, Sayang ku. Cinta ku..." geram nya dan ia pun memulai aksi nya untuk memberikan malam pertama ala pengantin lama yg mengesankan untuk sang istri.


Sementara Elnaz hanya bisa pasrah di bawah sentuhan suami nya yg begitu memuja nya dengan sentuhan bibir dan tangan nya.


.........


Nadine membuka laptop nya dan ia membuka membuka sebuah file yg berisi foto foto Arfan yg tampak nya di ambil secara sembunyi sembunyi.


Senyum merekah tercetak di bibir Nadine saat ia memperhatikan foto Arfan yg memang sangat tampan.


"Putus dengan Elsa dan menikahi adik Elsa..." gumam nya.

__ADS_1


"Apa kamu se brengsek itu, Fan?" ia berkata sembari tersenyum miring.


__ADS_2