
Elsa pulang ke apartemen Olga dengan kondisi yg yg sangat berantakan, tak peduli berapa banyak Jimmy merayu nya dan meminta maaf, Elsa tetap hanya diam dan bahkan enggan menatap Jimmy.
Elsa menangis sesegukan di bawah shower, ia menggosok seluruh tubuh nya dengan kasar bahkan ia juga mencakar lengan nya dengan kuku kuku nya, membuat lengan mulus nya itu terluka.
"Apa yg harus aku lakukan? Bagaimana kalau aku hamil? Aku harus bilang apa sama Papa Mama..." gumam Elsa di tengah isak tangis nya.
Setelah berada di bawah shower cukup lama, Elsa mulai merasa kedinginan dan ia pun segera menyudahi mandi nya.
Saat Elsa keluar dari kamar mandi, ia melihat Olga sedang duduk di tepi ranjang.
"Elsa..." seru Olga dan ia langsung bangkit berdiri menghampiri Elsa "Aku sudah tahu apa yg terjadi, Jimmy menceritakan nya pada ku" ujar nya yg membuat Elsa terlihat semakin marah pada Jimmy.
"Apa dia bercerita kalau dia sudah memperkosa ku?" desis Elsa tajam.
"Sayang..." Olga memanggil nya dengan gemulai "Dia tidak memperkosa mu, kalian berdua sama sama mabuk. Selain itu, Jimmy menyukai mu. Dia meminta ku untuk merawat mu" tukas Olga panjang lebar namum Elsa hanya mendelik kesal.
Elsa masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa kini ia sudah tidak perawan lagi dan mahkota nya itu di renggut oleh seseorang yg tak sedikitpun ia cintai.
"Dia meminta mu berisitirahat hari ini..." ucap Olga lagi.
"Aku rasa aku akan berhenti dari pekerjaan ku, Ga" lirih Elsa tiba tiba yg tentu membuat Olga langsung melotot terkejut.
"Apa maksud mu, Elsa? Kamu baru saja menandatangani kontrak dengan agensi nya Pak Andrew" tegas Olga mengingatkan.
"Aku tahu, tapi.... Entah lah, Ga. Aku bingung" Elsa mendaratkan bokong nya di ranjang, ia tampak sangat putus asa dengan kehidupan nya sekarang.
"Bingung kenapa? Karir mu sedang berjalan naik lho, Sa. Ini kan yg kamu mau dari dulu..." bujuk Olga dan Elsa hanya menggeleng bingung, ia seperti seseorang yg kehilangan arah nya.
__ADS_1
"Apa karena kamu tidur dengan Jimmy?" tanya Olga hati hati dan Elsa langsung tertunduk lesu.
"Oh ayolah, Sa. Ini bukan masalah besar, kalian hanya tidur bersama. Apa salah nya?"
"Tentu saja salah, Ga..." tegas Elsa.
"Tidak, Elsa. Apa nya yg salah? Jimmy menyukai mu, seandainya kamu bisa membuka hati buat dia, kalian bisa menjadi pasangan yg serasi" ucap Olga sambil melempar senyum lebar nya.
"Aku mencintai orang lain, Ga..." ujar Elsa.
"Move on, Elsa. Orang yg kamu cintai itu sudah tidak mencintai mu lagi. Apa lagi yg kamu harapkan dari nya? Lagi pula, coba lah menjalin hubungan dengan Jimmy. Siapa tahu dengan begitu kamu bisa melupakan mantan tunangan mu itu" Olga berkata dengan tegas, karena ia merasa gemas dengan Elsa yg tak kunjung mau move on dari mantan tunangan yg menikahi adik nya itu.
.........
Elnaz dan Andy saat ini sedang menunggu Arfan yg akan menjemput Elnaz, kedua nya sesekali membicarakan mata kuliah masing masing.
Andy mengambil kelas bisnis sementara Elnaz di kelas sastra, Andy mengatakan ia juga ingin belajar sastra supaya bisa membuat puisi dan merayu cewek cewek karena biasa nya cewek cewek mudah luluh dengan rayuan seperti itu.
"Dasar" seru nya.
Tak lama kemudian mobil Arfan sudah tiba dan Elnaz pun langsung masuk ke mobil suami nya itu. Ia juga melambaikan tangan pada Andy sambil tersenyum lebar.
"Bagaiamana kuliah mu, Sayang?" tanya Arfan sambil memutar balik mobil nya.
"Lancar, Kak. Oh ya, tadi Mama telpon" ujar Elnaz.
"Mama? Mama mu atau Mama ku?" tanya Arfan.
__ADS_1
"Mama nya Kak Arfan" jawab Elnaz.
"Oh ya? Ada apa? Tumben..." gumam Arfan.
"Mama tanya, kita ada melakukan pencegahan kehamilan atau tidak, karena kata nya Mama kepingin cucu" jawab Elnaz dengan wajah yg bersemu, membuat Arfan gemas pada istri mungil nya itu.
"Bilangin Mama, sudah di proses seminggu tiga kali..." ujar Arfan yg membuat wajah Elnaz semakin memerah, ia mencubit pinggang suami nya itu.
"Apaan sih, Kak. Ish..." gerutu nya.
"Auh... Ya kan memang benar, Sayang. Kalau aku tidak lembur, seminggu tiga kali kita bikin cucu buat Mama" goda Arfan sambil terkekeh geli apa lagi saat melihat ekspresi malu malu Elnaz yg tampak sangat menggemaskan di mata Arfan.
Sesampainya di rumah, Elnaz langsung turun dari mobil dan seperti biasa Arfan akan kembali ke rumah sakit karena ia masih memiliki pekerjaan di sana. Tak lupa Elnaz memberikan kecupan penyemangat untuk suami nya sebelum suami nya itu pergi.
...... ...
"Bu..." Bu Isna membuka pintu kamar ibu mertua nya itu pelan pelan, sejak pagi ibu mertua nya itu selalu di kamar dan ia hanya keluar sekali saat sarapan saja.
Bu Isna melihat ibu mertua nya yg berbaring di ranjang, wajah keriput nya terlihat begitu pucat.
"Bu, sudah sore. Ibu tidak makan lagi?" tanya Bu Isna namun ibu mertua nya tidak merespon.
Bu Isna mengguncang pundak ibu nya namun masih tetap tak merespon, membuat Bu Isna panik. Ia memeriksa pernafasan ibu mertua nya dan ia bernafas lega karena ibu mertua nya masih bernafas.
Bu Isna menempatkan punggung tangan nya di kening sang mertua dan rupanya suhu tubuh nya sangat panas.
"Ya Allah, Ibu sakit..." Bu Isna semakin cemas.
__ADS_1
Ia pun langsung menghubungi suami nya yg saat ini masih bekerja dan memberi tahu bahwa ibu nya sakit, demam nya tinggi sekali dan ia juga tidak bangun.
Setelah menghubungi suami nya, Bu Isna pergi ke rumah Bu Yuni dan memberi tahu kalau ibu jua sedang sakit bahkan pingsan. Bu Yuni pun langsung bergegas ke rumah Bu Isna untuk memeriksa keadaan sang ibu.