(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 81 - Bukan Salah Faham


__ADS_3

"Pa..." Elnaz menggengam tangan ayah nya yg tiba tiba terasa dingin dan gemetar "Maaf karena el harus bicara begini, tapi El sayang sama Kak Elsa. El perduli, karena itulah El kasih tahu Papa. Dia tidak mau mendengarkan El, siapa tahu Kak Elsa mau mendengarkan Papa"


Pak Malik hanya bisa terdiam seribu bahasa, bahkan ia meneteskan air mata nya dan hal itu menjadi pukulan yg sangat besar bagi Elnaz.


"Papa..." lirih Elnaz "Papa jangan sedih ya, Kak Elsa pasti mau mendengarkan Papa" bujuk Elnaz.


"Dimana apartment nya?" tanya Pak Malik dengan suara bergetar. Sementara Arfan juga hanya bisa terdiam, ia juga tidak tahu dari mana Elnaz bisa tahu alamat apartemen Jimmy.


"Papa mau kesana?" tanya Elnaz dan pak Malik mengangguk.


Saat mereka sudah berdiri tiba tiba terdengar suara bel pintu.


"Biar aku yg buka..." kata Arfan dan ia bergegas membuka pintu.


Arfan sangat terkejut karena ia malah melihat Elsa dan Jimmy yg kini datang ke rumah nya.


"Hai, bro..." sapa Jimmy sok dekat yg tentu saja membuat Arfan langsung merasa risih.


"Hai, Fan. Kata Mama, papa ke Jakarta. Apa dia kesini?" tanya Elsa.


Pak Malik yg mendengar suara Elsa langsung menyusul Arfan begitu juga dengan Elnaz.


"Papa..." seru Elsa dan ia hendak memeluk ayah nya namun Pak Malik malah mundur dan ia menatap dingin anak sulung nya itu, kemudian ia beralih menatap Jimmy.


"Jadi ini pacar mu? Yg tinggal bersama mu sekarang?" tanya Pak Malik dengan tatapan yg sarat akan marah. Elsa langsung menggeleng dan menolak apa yg di tanyakan apa yg di tanyakan ayah nya itu.


"Papa, itu tidak seperti yg Papa fikirkan. Elnaz juga cuma salah faham" tukas Elsa.


"Salah faham di bagian mana nya, Kak?" seru Elnaz.

__ADS_1


"Aku tidak tinggal bersama Jimmy, El. Aku cuma main ke apartemen dia..." balas Elsa tenang "Lagi pula apa salah nya cuma main? dulu aku juga sering main ke rumah Arfan dan Arfan juga sering ke rumah" tukas Elsa yg tentu langsung memancing emosi Elnaz karena Elsa lagi dan lagi membawa masa lalu nya dan suami nya.


"Main? Apa ada orang yg main sampai mandi?" tanya Elnaz kemudian dan ia juga berusaha mengontrol emos nya "Dan jangan sama kan Kak Arfan sama Jimmy, di rumah selalu ada orang saat kalian main ke rumah. Dan Kak Arfan bukan laki laki seperti dia..." desis Elnaz sambil melirik Jimmy dengan sinis.


"Bisa sopan sedikit, El? dia itu calon kakak ipar mu" seru Elsa kesal "Dan tadi aku memang mandi di apartment Jimmy karena baju ku ketumpahan minuman"


"Apa harus mandi sampai keramas?" seru Elnaz lagi yg membuat Elsa semakin kesal


"Sudah cukup!!!" tegas Pak Malik. Sementara Arfan hanya diam saja karena ia masih tidak tahu apa yg sebenar nya terjadi.


"Jawab Papa dengan jujur, Elsa. Apa benar kamu tinggal bersama Jimmy?" tanya pak Malik dan tentu Elsa langsung menggeleng.


"Pa, Kak Elsa bohong!" seru Elnaz.


"Aku tidak bohong, El. Kamu yg bohong, kamu pasti sudah mengadu yg tidak tidak kan sama Papa? Kamu jelek jelekin calon suami aku kan?"


"Aku tidak jelek jelekin, Kak Elsa" tegas Elnaz.


Elnaz hanya bisa menatap nanar kakak nya itu karena ia memang tidak punya bukti.


Sementara Pak Malik malah tampak bingung, ia tidak tahu harus percaya pada siapa. Namun jauh dalam hati nya ia sangat berharap Elsa berkata jujur, ia tidak mau anak nya bisa terjerumus pada hal kotor seperti itu.


"Pa, sebaik nya Papa tinggal sama aku saja ya. Biar Papa juga percaya kalau aku tikda" pinta Elsa kemudian namun Pak Malik menggeleng.


'Papa akan tinggal bersama Elnaz, Papa ke sini karena ingin merayakan ulang tahun Elnaz. Karena dua minggu lagi Papa ada proyek di perpusahaan tempat Papa kerja dan Papa tidak akan punya waktu ke sini" jawab Pak Malik yg membuat Elsa tersenyum sinis.


' Papa kesini ingin memberi kejutan untuk Elnaz, tapi Elnaz malah mengejutkan Papa dengan kebohongan nya tentang ku" desis Elsa tajam yg membuat Elnaz tersulut emosi nya.


"Aku tidak bohong, aku memberi tahu Papa karena aku peduli sama kamu!" tegas Elnaz marah namun Arfan langsung merangkul pundak nya.

__ADS_1


"Diam, El" pinta Arfan yg membuat Elnaz tak hanya kesal karena di tuduh berbohong tapi ia juga sedih karena tak ada yg mempercayai nya.


"Elnaz tidak bohong" ujar Pak Malik kemudian "Mungkin ini hanya kesalah fahaman di antara kalian"


Elnaz merasa sedih dengan apa yg di katakan ayah nya. Karena ia sangat yakin diri nya tidak salah faham, Elsa memang tinggal bersama Jimmy dan firasat nya mengatakan bahwa Jimmy memang bukan pria baik. Sejak tadi ia bahkan hanya diam dan memandangi Elnaz dengan raut wajah yg sangat tenang seperti psikopat berdarah dingin.


Setelah perdebatan itu, Elsa akhir nya memilih pergi dari rumah Arfan dan Pak Malik pergi ke kamar tamu untuk beristirahat.


Arfan mengajak Elnaz ke kamar nya untuk berbicara.


Di kamar nya, Elnaz hanya duduk di tepi ranjang dengan menundukkan kepala nya dalam karena Arfan tampak kesal pada nya.


"Dari mana kamu tahu alamat apartment Jimmy?" tanya Arfan tajam.


"Robin" jawab Elnaz lirih yg membuat Arfan langsung meradang dan bahkan ia sampai menjatuhkan semua buku buku Elnaz di meja belajar nya. Membuat Elnaz terlonjak kaget dan kini ia merasa takut pada suami nya itu.


"Kamu pergi ke alamat yg di berikan Robin, huh? Dan dengan mudah nya kamu percaya? Bagaimana kalau dia menjebak mu, Elnaz?" seru Arfan marah.


"Robin tidak seperti itu, Kak. El hanya ingin memastikan apa Jimmy punya istri" jawab Elnaz.


"Dan Robin juga yg memberi tahu kalau Jimmy punya istri dan anak? dan kamu percaya begitu saja, huh?" Arfan berteriak kesal.


"Aku cuma khawatir sama Kak Elsa, bagaimana kalau itu benar? Kak Elsa bisa merusak rumah tangga orang..."


"Dan kenyataan nya apa? itu tidak benar, Elnaz. Sejak kapan kamu ikut campur urusan orang lain?" tanya Arfan emosional yg membuat Elnaz seketika langsung menjatuhkan air mata nya.


"Aku kecewa sama kamu, El. Papa jauh jauh datang ke sini untuk merayakan ulang tahun kamu, dan ini yg kamu lakukan? Kamu membuat Papa dan Elsa hampir bertengkar, kamu membuat Papa sangat terkejut dan terpukul dengan cerita mu. Apa ini yg kamu mau?" tanya Arfan men desis dan ia tampak sangat kecewa pada Elnaz, air mata Elnaz semakin deras mengalir karena Arfan juga lebih percaya Elsa dan sekarang malah memojokan nya.


"Apa Kak Arfan tahu Bagaiamana rasa nya punya saudara perempuan yg terjerumus ke pergaulan bebas?" tanya Elnaz tiba tiba dan ia juga berkata dengan suara rendah

__ADS_1


"Satu sisi aku tidak menyukai dia sebagai mantan mu, tapi di sisi lain dia kakak perempuan ku. Aku tidak ingin dia salah langkah karena itu akan melukai perasaan Papa Mama dan mencoreng nama keluarga kita. Dia yg melakukan kesalahan dan seluruh anggota keluarga yg akan di hujat oleh orang, Kak Arfan lupa bagaimana mereka semua menghujat ku saat kamu menikahi ku? mereka bahkan menuduh ku selingkuhan mu dan bahkan ada yg mengatakan aku hamil saat itu, dan siapa yg salah? Kak Elsa.... "


"Dan jika aku memang salah faham tentang Kak Elsa dan Jimmy, maka aku akan sangat bersyukur"


__ADS_2