(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 66 - Mengharapkan Bayi


__ADS_3

Bu Yuni dan Bu Isna menjenguk anak Bu Sugeng yg baru lahiran beberapa hari yg lalu. Bu Yuni dan Bu Isna tampak sangat gemas melihat bayi mungil itu. Bu Yuni pun menggendong nya dengan gemas.


"Bu Yun, Bu Is... kalian kapan nyusul?" tanya Bu Sugeng pada saudara ipar sekaligus besan itu "Semua teman teman kita sudah punya cucu lho, tinggal kalian saja yg belum" ujar nya.


"Iya neh, kepingin cucu juga sebenarnya" jawab Bu Yuni sambil menciumi bayi itu.


"Arfan sudah hampir 30 lho, Bu Yun. Seharusnya dia itu punya anak dua, sama seperti teman teman yg seumuran nya" ujar Bu Sugeng lagi.


"Iya, Bu. Aku juga berharap Arfan dan Elnaz segera punya momongan, tidak sabar aku menggendong cucu" jawab Bu Yuni lagi dengan antusias. Sementara Bu Isna hanya menanggapi nya dengan senyum tipis.


Tentu ia juga ingin punya cucu, tapi Bu Isna tidak mungkin meminta cucu pada Elnaz yg bersuami kan Arfan. Bagaimana perasaan Elsa nanti, fikir nya.


"Kalau Bu Isna bagaimana?" tanya Bu Sugeng karena Bu hanya diam saja "Arfan dan Elnaz itu sudah menikah lama lho, seharusnya Elnaz sudah hamil ya" tukas nya.


"Elnaz masih terlalu muda untuk punya anak, Bu" jawab Bu Isna "Dia juga masih kuliah"


"Benar juga ya, seandainya Elsa yg menikah sama Arfan. Mungkin sudah punya calon cucu kalian" ucap Bu Sugeng dengan enteng nya yg membuat Bu Yuni mendengus, sementara Bu Isna kembali hanya menampilkan senyum tipis nya.


"Belum tentu juga, Bu Sugeng..." seru Bu Yuni akhirnya "Elsa kan mau jadi model, mana mungkin dia mau hamil anak Arfan. Apa lagi nanti kalau hamil itu kan badan nya melar, terus habis itu harus sibuk mengurus anak dan suami. Mana mungkin dia mau mengorbankan karir nya demi bayi" tukas Bu Yuni yg membuat Bu Isna langsung melemparkan lirikan tajam nya.


"Siapa bilang Elsa tidak akan mau? Elsa kan sangat mencintai Arfan, jadi dia pasti mau memberikan Arfan anak" balas Bu Isna ketus.


"Kalau dia mencintai Arfan, kenapa dia meninggalkan Arfan di hari pernikahan nya?" tukas Bu Yuni lagi yg kembali memancing kekesalan Bu Isna namun Bu Isna hanya bisa diam membisu.


Bu Sugeng yg melihat perdebatan mereka pun berusaha mencairkan suasana dengan membicarakan nama untuk cucu nya dan membicarakan proses kelahiran nya yg terbilang sangat gampang.


Setelah cukup lama di rumah tetangga nya itu, Bu Yuni dan Bu Isna sama sama pamit pulang dan di perjalanan Bu Isna kembali menegur Bu Yuni karena terus saja mengungkit masalah pernikahan Elsa yg gagal.


"Mbak bisa kan tidak usah ungkit ungkit masalah itu lagi? Sekarang Elsa dan Arfan sudah memiliki kehidupan nya sendiri kok" ujar Bu Isna kesal.


"Iya, Is. Alhamdulillah mereka sudah memiliki kehidupan nya sendiri, aku tidak bisa bayangkan kalau Arfan masih bersama Elsa sekarang" ujar Bu Yuni sinis.


"Memang nya Elsa kenapa sekarang? Dia masih baik kok, masih mencintai Arfan juga meskipun Arfan sudah mengkhianati nya dengan menikahi Elnaz" tukas Bu Yuni tak kalah sinis nya.

__ADS_1


"Arfan itu bukan mengkhianati Elsa, Is. Jaga bicara mu, Elsa sendiri yg mendorong Elnaz dan Arfan ke pelaminan. Ya wajar kalau mereka menikah, masak iya mempelai laki laki di pelaminan eh mempelai wanita di Jakarta sambil berfoto foto seksi di depan laki laki" tukas Bu Yuni lagi yg semakin membuat Bu Isna kesal.


"Itu kan memang pekerjaan Elsa, Mbak. Apa salahnya? Arfan juga mengizinkan Elsa menjadi model kok" tukas Bu Isna tak mau kalah.


"Karena Arfan tidak pernah membayangkan Elsa akan menjadi model majalah dewasa begini" ujar Bu Yuni penuh penekanan "Laki laki mana yg mau melihat istri jadi model beginian?"


.........


Di kampus, Elnaz bertemu dengan Robin namun Robin seperti nya tidak ingin bertemu Elnaz sekarang, ia bahkan berjalan melewati Elnaz seolah tidak mengenal Elnaz. Membuat Elnaz merasa bingung.


"Ada apa?" tanya Andy yg melihat Robin terus berjalan menjauhi nya.


"Tidak ada apa apa" jawab Elnaz dan Andy hanya ber Oh ria.


"Eh, kata Mama, Kakak mu makin terkenal lho, El... Enak ya kamu, sudah punya kakak model" ujar Andy namun Elnaz hanya menanggapi nya dengan senyum tipis.


Elnaz merogoh ponsel nya saat ia mendengar ponsel nya itu berdering, Elnaz mengernyit bingung karena Ibu mertua nya itu menghubungi nya di jam jam seperti ini.


"Assalamualaikum, Mama..." sapa Elnaz setelah menjawab panggilan sang ibu mertua.


"Masih, Ma. Ada apa?" tanya Elnaz berusaha bersikap lembut.


"Mama cuma mau tanya, kamu ikut KB tidak? Atau melakukan pencegahan kehamilan apa begitu?" pertanyaan ibu mertua nya itu membuat Elnaz mengerutkan kening nya dalam.


"Tidak, Ma. El sama Kak tidak melakukan pencegahan kehamilan. kenapa, Ma?"


"Oh, baguslah. Mama kepingin cucu, El. Kamu mau kan hamil meskipun kamu sambil kuliah?"


"Inysa Allah, Ma. El mau, Mama doakan saja ya supaya El dan Kak Arfan cepat di kasih momongan" ujar Elnaz sambil tersenyum.


"Aamiin, ya sudah, Mama cuma mau bilang itu. Kamu kuliah yg benar ya, Arfan membayar kuliah mu itu mahal lho"


"Iya, Mama. Assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikum salam"


Elnaz menghela nafas panjang setelah memutuskan sambungan telpon ibu mertua nya itu, ia pun kembali memasukan ponsel nya ke dalam ransel nya.


Sementara Andy yg sejak tadi ada di samping Elnaz hanya melongo heran mendengar percakapan Elnaz dan ibu mertua nya.


"Kenapa, Ndy?" tanya Elnaz.


"Kamu aneh deh, El. Kamu itu masih kecil, tapi kok sudah bahas momongan sih?" gerutu Andy yg membuat Elnaz tertawa.


"Ya kan aku sudah punya suami, Andy... Andy"


.........


Elsa berusaha membuka mata nya yg terasa berat, kepala nya juga sakit begitu juga dengan seluruh tubuhnya yg terasa pegal dan kaku.


Elsa berusaha duduk dan seketika mata nya terbuka lebar saat ia menyadari saat ini tubuh nya tanya terbungkus selimut dan tak mengenakan apapun di dalam nya.


Jantung Elsa langsung terasa berpacu dan ia melihat sekeliling kamar itu, itu bukan kamar nya. Elsa melihat pakaian nya yg berserakan di lantai. Nafas Elsa terasa tercekat di tenggorokan nya, tubuh nya langsung gemetar dan air mata langsung mengalir deras tanpa bisa ia tahan.


Pintu kamar terbuka dan menampilkan Jimmy yg hanya mengenakan boxer, masuk ke dalam kamar dengan santai dengan membawa nampan yg berisi roti dengan susu.


"Good morning, Princess" sapa Jimmy dengan senyum namun Elsa langsung mengambil bantal dan melempar nya ke wajah Jimmy membuat terkejut.


"Sialan, kamu jahat, Jimmy... Kamu memperkosa ku..." teriak Elsa dengan berderai air mata.


Jimmy dengan cepat meletakkan nampan itu di meja dan ia langsung menghampiri Elsa yg masih berada di ranjang, menutupi tubuhnya dengan selimut Jimmy.


"Hey hey, tenang Elsa. Aku tidak memperkosa mu, Sayang..." ucap nya lembut namun Elsa tidak perduli dan ia memukul dada Jimmy dengan brutal, bahkan berusaha menampar Jimmy namun dengan mudah Jimmy menangkis nya.


"Kamu jahat, Jim... Kamu jahat..." lirih Elsa di tengah tangis nya dan ia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk menghajar Jimmy.


Namun Jimmy berusaha menenangkan Elsa dan bahkan berusaha memeluk nya meskipun Elsa masih berusaha memberontak.

__ADS_1


"Elsa, kita melakukan nya suka sama suka, Sayang. Lagi pula aku akan bertanggung jawab kalau misal nya nanti kamu hamil, aku janji. Ya..." bujuk Jimmy berusaha berbicara dengan lembut. Elsa tak menanggapi nya dan masih terus menangis.


__ADS_2