(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti
Eps 89 - Bukan Urusan Kita


__ADS_3

Selama dalam perjalanan mengantar istri Jimmy yg bernama Tiana ini, Arfan menanyakan beberapa pertanyaan tentang Jimmy yg membuat Tiana merasa sedikit heran, hingga Tiana menyadari sesuatu saat ia menatap Arfan lekat lekat.


"Dokter bukan nya suami Elnaz ya?" tanya Tiana yg membuat Arfan mengernyit bingung karena istri Jimmy ini mengenal Elnaz.


"Dari mana Mbak Tiana tahu? Mbak kenal dengan istri ku?" tanya Arfan kemudian.


"Tidak kenal sih, tapi tahu kakak nya, Elsa Karina kan? Model yg bekerja sama dengan suami ku juga, aku tahu foto nya saat ulang Tahun istri Dokter. Istri Dokter juga sangat cantik ya, tidak kalah cantik sama kakak nya" kata Tiana yg membuat Arfan menyadari seperti nya Jimmy juga membohongi istri nya dan Tiana pasti tahu foto itu dari foto yg di posting oleh Bu Kinar.


"Oh jadi Mbak Tiana sudah tahu foto itu ya?" tanya Arfan kemudian sambil tertawa hambar.


"Iya" jawab Tiana sambil tersenyum.


"Memang nya Mbak Tiana tidak cemburu kalau suami nya punya teman wanita seperti itu?"


"Cemburu lah, Dok. Cuma mau bagaimana lagi? Tuntunan pekerjaan dia yg membuat dia di kelilingi para wanita"


Arfan merasa kasihan dengan Tiana dan juga Elsa yg sudah di bohongi mentah mentah oleh Jimmy, pria itu bahkan sering menatap Elnaz juga.


"Kalau Robin, Mbak Tiana kenal?" tanya Arfan lagi karena ia ingin tahu bagaimana Robin bisa tahu tentang Jimmy dan menginformasikan hal itu pada Elnaz.


"Robin anak nya Pak Andrew?" tanya Tiana dan Arfan mengangguk "Tau sih, soal nya waktu aku melahirkan, dia menemani Mama nya menjenguk ku ke rumah sakit"


"Pantas Robin tahu fakta tentang Jimmy" kata hati Arfan.


"Rumah saya di sebelah kanan, Dr. Arfan..." seru Tiana dan Arfan pun memasuki sebuah perumahan sederhana itu.


"Terima kasih banyak, Dok. Dan maaf karna sudah sangat merepotkan" kata Tiana saat ia turun dari mobil.


"Tidak apa apa, Mbak" kata Arfan.


.........


Om Hardi hendak membeli sebuah apartement sebagai bentuk investasi nya nanti, dan ia sekalian mengajak Andy dan Bu Kinar jalan jalan.

__ADS_1


Kini mereka sudah sampai di sebuah gedung apartement yg cukup mewah, Andy dan Bu Kinar menganga takjub saat memasuki gedung itu. Apa lagi saat mereka memasuki apartement yg hendak Om Hardi beli.


"Ini bagus sekali, Om..." ujar Andy.


"Kalau kamu mau, kamu boleh tinggal di apartement ini, Ndy" kata Om Hardi yg membuat Andy memekik girang namun Bu Kinar malah sebaliknya.


"Tidak boleh, Bang Har. Andy itu harus selalu berada di bawah pengawasan kita, kalau di biarkan dia tinggal sendirian apa lagi di tempat seperti ini, huh, itu bisa berbahaya. Nanti dia bawa pacar nya lagi kesini, kumpul kebo, astagfirullah" tukas Bu Kinar yg membuat Om Hardi tertawa sementara Andy mendengus.


"Mama gitu amat, Aku sudah dewasa, Ma. Punya tempat tinggal ya tidak apa apa lah" kata Andy.


"Mau melawan Mama kamu, hm? Mau menjadi malin kundang?" ancam Bu Kinar yg membuat Andy meringis ngeri.


"Sudah sudah, sebaik nya sekarang kita pulang. Sudah sore ini" ajak Om Hardi.


Ketiga nya pun keluar dari apartemen dan saat itu juga, mata Bu Kinar yg jelalatan malah menangkap sosok Jimmy yg sedang memasuki salah satu apartemen di sana.


"Oh jadi pacar Elsa tinggal di sini..." gumam Bu Kinar


Sementara Andy dan Om Hardi sudah pergi lebih dulu, jiwa kepo Bu Kinar yg tinggi kini semakin memuncak tinggi saat ia melihat keluar dari apartement sama dan Elsa hanya menenangkan piyama.


Bu Kinar mendekati apartement Elsa dan diam diam kembali mengambil gambar Elsa.


"Beb, ambilin uang dong. Ini tidak cukup..." kata Elsa.


Tak lama kemudian Jimmy datang, ia memberikan uang yg kurang pada pengantar Makanan itu.


"Astagfirullah, apa mereka tinggal bersama?"


.........


Arfan pulang ke rumah dan ia melihat istrinya sedang menyetrika.


"Assalamualaikum, Sayang" sapa Arfan kemudian memeluk Elnaz dari belakang dan ia mengecup pipi Elnaz.

__ADS_1


"Waalaikum salam, Kak" jawab Elnaz dan seketika ia berbalik badan dan mengendus aroma tubuh Arfan, membuat Arfan mengernyit bingung.


"Kenapa, El? Kecut ya? Kan belum mandi, Sayang" kata Arfan.


"Kak Arfan habis ketemu cewek ya?" tuduh Elnaz kesal.


"Ya sering lah, semua suster cewek, pasien juga ada yg cewek" jawab Arfan.


"Tapi ini beda tau, hayo Kak Arfan ketemu sama siapa?" tuduh Elnaz lagi.


"Oh, emmm itu..."


"Nah kan, ketemu cewek kan. Ish, Kak Arfan itu gimana sih? El itu capek tahu, ngurus rumah, masak, nyetrika, kuliah. Tapi Kak Arfan malah ketemuan sama cewek..." kesal Elnaz, dan ia benar benar terlihat sangat kesal sekali membuat Arfan malah kebingungan.


"Bukan begitu, El. Kok kamu malah nuduh kakak begitu sih? Kamu kenapa sih?" tanya Arfan heran.


"Tau ah, menyebalkan sekali Kak Arfan ini..." ketus Elnaz "Jadi tadi ketemu cewek dimana?" tanya nya lagi.


"Di rumah sakit, istri nya Jimmy" jawab Arfan yg membuat Elnaz memekik terkejut.


"I.. Istri nya Jimmy?" tanya Elnaz dan Arfan mengangguk lemah.


Arfan pun menceritakan tentang pertemuan nya dengan istri Jimmy yg bernama Tiana itu dan juga anak nya yg masih bayi.


"Aku rasa kita harus memberi tahu Elsa, Sayang" kata Arfan lirih.


"Kenapa?" tanya Elnaz kemudian sambil menatap Arfan lekat lekat.


"Aku sudah memberi tahu nya, Kak. Tapi apa ada yg percaya?" tanya Elnaz sinis.


"Tapi, El. Ini demi dia juga, demi Papa Mama mu juga. Apa kata orang kalau Elsa malah menjalin hubungan dengan suami orang?"


"Itu juga yg El fikirkan, tapi memang nya ada yg perduli?" tanya Elnaz lagi yg membuat Arfan terdiam "Lagi pula, kenapa Kak Arfan harus ikut campur urusan Kak Elsa? Aku saja yg adik kandung nya tidak bisa ikut campur, apa lagi kak Arfan yg cuma sepupu nya" tukas Elnaz lagi.

__ADS_1


"Urusan Jimmy, Kak Elsa atau apapun itu, itu bukan urusan kita, Kak"


__ADS_2