
Nanta memijat pelipis saat ibunya tiba-tiba menelepon. Beliau meminta Nanta untuk datang ke Surabaya. Walau sudah ada Tante Rika di sana, Nanta sangat dibutuhkan untuk membantu pekerjaan tantenya itu. Ada sedikit masalah di cabang loundry Surabaya.
"Bukannya Tante Rika biasanya menyelesaikan semua sendiri? Kenapa sekarang Nanta harus kesana, Bu?" tanya Nanta tanpa meninggikan suaranya. Dia kesal dan tidak tahu harus meluapkannya pada siapa.
Baru saja menjadi sepasang kekasih dari Anjani, dia harus mengalami yang namanya LDR.
"Tidak bisa, Nan. Masalahnya cukup rumit makanya Tante Rika butuh kamu. Sekalian juga kamu cari tahu siapa pacar tantemu itu. Ibu begitu penasaran." Nanta terperangah tidak percaya mendengar ucapan sang Ibu.
Yang benar saja Nanta harus mencari tahu tentang kekasih dari tantenya itu. Lagian, Tante Rika bukanlah anak remaja yang masih labil. Pasti sudah banyak pertimbangan sampai memilih untuk tidak ke Singapura lagi.
Bahkan, tantenya itu rela jadi bawahan kakaknya yang tidak lain adalah ibunya. "Tapi, Ma," protes Nanta tidak ingin mengurus apalagi berkunjung ke Surabaya.
"Kamu kenapa sih, Nan? Biasanya juga kamu disuruh kemana saja, tidak masalah. Kenapa sekarang kamu merasa ada masalah?" tanya bu Laras di seberang sana.
"Ada, Bu. Aku tidak bisa cerita sekarang," jawab Nanta lirih.
"Kenapa? Kalau kamu jujur dengan Ibu, waktu di Surabaya kamu bisa pulang jika masalah telah selesai. Masa iya, Ibu yang harus pergi sendiri ke Surabaya? Ibu kan punya kamu," jelas bu Laras disertai iming-iming.
"Ya sudah. Besok aku akan kesana," putus Nanta pada akhirnya.
__ADS_1
Panggilan telepon pun terputus. Nanta menyimpan kepalanya di atas meja. Terkulai tak berdaya bagai tak punya energi lagi. Nanta pikir hidupnya akan aman di Jakarta saja. Dia tidak ingin berpindah-pindah lagi. Namun, takdir berkata lain.
"Baiklah. Aku harus segera memberitahukan Anjani kalau begitu," gumam Nanta kemudian melanjutkan pekerjaannya lagi. Nanti sore dia akan menemui gadis itu dan mengatakan beberapa hari ke depan tidak akan bertemu.
.................
Seperti biasa, Nanta telah menunggu Anjani di depan perusahaan Cakrawala. Paling, lima menit lagi gadis itu akan keluar. Karena Nanta yang tadi pagi mengantarnya, berarti sore hari Nanta harus menjemputnya.
Ya. Karena Anjani tidak membawa motornya. Dan Nanta tidak akan membiarkan Anjani pulang menaiki angkutan umum. Nanta jelas tidak setega itu.
Benar dugaannya. anjani keluar bersama salah satu teman kerja yang memakai pakai baju OG. Selalu teman perempuan itu yang berjalan bersama Anjani. Mungkin hubungan keduanya memang dekat.
Pintu samping mobilnya terbuka lalu Anjani muncul dari sana. "Sudah lama nunggunya?" tanyanya lalu mendudukkan diri di jok samping kemudi.
"Mau pergi makan dulu tidak? Besok aku akan pergi ke Surabaya loh," ucap Nanta dibuat dramatis.
"Boleh. Memangnya ada urusan apa ke Surabaya?" tanya Anjani bersikap santai.
"Biasa. Ibu memintaku mengurus Loundry di sana. Ada sedikit masalah yang memerlukan aku untuk menanganinya. Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Nanta ragu-ragu.
__ADS_1
Takut Anjani akan sedih atau mungkin kecewa karena hubungannya baru saja dimulai dan keduanya harus menjalani hubungan jarak jauh.
"Memangnya kenapa?" tanya Anjani dengan tampang tak berdosanya.
Nanta jelas terperangah tak percaya. Bagaimana bisa Anjani masih bisa bersikap santai sedangkan keduanya akan menjalani hubungan jarak jauh. Pasti akan ada rindu yang menyiksanya nanti.
"Kita akan LDR loh ini. Masa kamu tidak ada sedih-sedihnya," kesalnya tidak habis pikir.
Anjani tergelak renyah. "Makanya nikahi aku biar aku juga ikut kamu kemana pun kamu pergi." Jawaban itu tentu membuat Nanta membulatkan mata tidak percaya.
"Oh, jadi kamu ingin segera dilamar nih? Kemarin katanya tidak perlu terburu-buru. Kenapa sekarang kamu berubah pikiran?" tanya Nanta penuh selidik.
Mobil yang dikendarai Nanta berhenti di sebuah rumah makan. Hal itu membuat Anjani urung mengeluarkan suara.
Saat Anjani akan turun, Nanta tiba-tiba menahan lengannya. "Jawab dulu," tagihnya dengan bibir menggerucut.
Anjani tergelak. "Ya, supaya kita bisa selalu bersama. Jadi, tidak perlu takut LDR." Anjani menjawabnya dengan gurauan.
Nanta mengangguk paham. "Baiklah. Besok malam aku akan minta ibu datang. Aku akan ceritakan semuanya tentang hubungan kita agar segera dinikahkan," jawab Nanta menanggapinya dengan serius.
__ADS_1
"Nanta! Aku hanya bercanda," kesal Anjani yang sama sekali tidak dihiraukan Nanta.
Anjani hanya bergurau namun Nanta menanggapinya serius. Seserius cinta Nanta pada Anjani.