Akhir Dari Pengkhianatan (Rumah tangga yang terkoyak)

Akhir Dari Pengkhianatan (Rumah tangga yang terkoyak)
Bab 28. Janggal


__ADS_3

Pak Prabu bergegas menuju kantor setelah orang kepercayaannya menelepon dan mengatakan bahwa ada masalah serius di bidang keuangan. Dia adalah Nick yang bisa melakukan apapun termasuk menyelidiki masalah di kantornya.


Walau perusahaan sudah di pegang oleh Reigha, bukan berarti pak Prabu lepas tangan begitu saja.


"Papa mau kemana? Kenapa buru-buru sekali?" tanya bu Nilam yang sedang duduk di sofa ruang tengah.


Pak Prabu menghela napasnya kasar. "Terjadi masalah serius di kantor. Entah apa yang sudah dilakukan Reigha," keluh pak Prabu sambil memijit pelipisnya.


Bu Nilam menghela napas pelan. "Sebenernya, Mama sudah curiga sejak kepergian Nala. Pasti ada sesuatu," ucap bu Nilam ikut menduga.


"Kalau begitu, Papa pergi dulu. Mama mau ikut?" tawar pak Prabu berharap isterinya setuju. Dia takut tidak bisa mengontrol emosi saat sudah di hadapkan dengan Reigha langsung.


"Mama ikut."


Tanpa menunggu lama, keduanya segera melajukan mobilnya menuju perusahaan Cakrawala. Sekitar dua puluh menit, keduanya sampai dan bergegas menuju ruangan divisi keuangan. Nick pasti sudah menunggu keduanya disana.


Saat baru menginjakkan kaki di kantor, banyak para karyawan maupun staff yang mengangguk hormat atas kedatangannya.


Banyak juga yang berbisik-bisik tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi. Tidak mungkin dua orang penting itu berkunjung tanpa memilik tujuan khusus atau terjadi malah serius.


Setelah menaiki beberapa lift, akhirnya mereka sampai dan bergegas menuju ruangan. Di luar ruangan sudah ada Nick yang menunggu.


"Selamat siang, Tuan. Maaf karena sudah mengganggu waktunya. Tetapi, ini adalah kesempatan saya untuk mengecek semuanya. Pak Reigha sedang makan siang di luar," jelas Nick panjang lebar.


"Tidak masalah. Ini sudah kewajiban dan merupakan bagian dari pekerjaanmu," jawab pak Prabu sambil menepuk bahu Nick lembut.


"Mari, saya akan tunjukkan kejanggalan yang ada," ajak Nick mempersilahkan keduanya untuk masuk terlebih dahulu.


Pak Prabu masuk ke ruangan lebih dulu di susul bu Nilam. Saat langkahnya sejajar dengan Nick, bu Nilam melontarkan pertanyaan.


"Reigha pergi makan siang di luar bersama siapa? Tidak biasanya Reigha makan di luar," tanya bu Nilam penuh selidik.


Nick menunduk. Salahnya yang sudah merahasiakan hubungan Reigha dengan Sandra yang terjalin kembali. Nick mengira, Nala akan bisa memenangkan hati Reigha. Nyatanya, orang yang sabar mempunyai batasnya sendiri.


"Sandra, Nyonya," jawab Nick menunduk dalam.

__ADS_1


Pak Prabu yang sudah berhasil melewati pintu seketika menoleh terkejut. "Sudah sejak kapan? Mengapa kamu tidak mengatakannya sejak awal jika wanita itu kembali?" cecar pak Prabu kesal.


"Maafkan atas kelalaian saya, Tuan." Hanya itu yang bisa Nick ucapkan. Dia juga sangat menyesal karena mengatakannya disaat semua sudah tidak berbisa.


Pak Prabu menggusah napasnya kasar. "Lupakan. Kita selesaikan semuanya satu-satu, Ma," ucapnya menenangkan sang Isteri.


Ketiganya langsung masuk. Setelah berada di dalam, Nick segera meminta data yang sudah di print olehnya pada staff yang menangani keuangan.


Setelah itu, Nick menunjukan dokumen yang sudah di cetak tersebut. "Ini semua data pengeluaran uang perusahaan, Tuan. Perusahaan rugi sekitar tiga miliar," jelas Nick saat pak Prabu sedang membaca pengeluaran perusahaan yang janggal.


Bu Nilam menutup mulutnya tidak percaya. Satu miliar bukanlah uang uang sedikit. "Kira-kira, kemana perginya uang sebanyak itu?" cecar Bu Nilam yang ikut geram.


"Saya pikir, yang menggunakan uang sebanyak itu adalah nona Nala. Namun setelah diselidiki, uang tersebut sudah masuk ke rekening milik Sandra, dan kartu black card milik Tuan Reigha, diketahui sudah melakukan transaksi di sebuah pusat perbelanjaan."


"Dana yang keluar juga tidak main-main. Sudah habis hampir lima ratus juta," jelas Nick panjang lebar yang berhasil membuat kepala pak Prabu seketika pening.


Bu Nilam seketika memegangi dadanya. Tidak habis pikir dengan anaknya yang tidak bersyukur sudah memiliki isteri sebaik dan sesempurna Nala.


"Nyonya! Silahkan duduk dulu," ucap Nick khawatir.


"Mama pulang saja."


"Nick, tolong antarkan isteri saya sampai rumah. Masalah disini akan saya selesaikan sendiri," titah pak Prabu yang segera dilaksanakan oleh Nick.


Sepeninggalan Nick dan isterinya, pak Prabu mengunjungi bergegas ruangan Reigha. Bertepatan dengan itu, saat beliau sudah masuk ke lift, Reigha datang bersama Sandra dengan tangan Sandra yang merangkul lengan Reigha mesra.


Pak Prabu sengaja menahan pintu lift agar tidak tertutup.


Reigha menelan saliva saat menyadari papanya datang. Dengan kasar, Reigha melepas tangan Sandra yang melingkar di lengannya.


"Papa? Kapan Papa datang? Mengapa tidak mengabariku?" ucap Reigha gugup.


Pak Prabu mengabaikan pertanyaan Reigha. "Papa mau bicara penting. Ikut Papa ke ruanganmu," ucap pak Prabu datar.


Lagi-lagi Reigha menelan saliva. Sepertinya, papanya akan membicarakan hal yang sangat serius.

__ADS_1


Perhatian Sandra langsung tertuju pada tangan pak Prabu yang membawa beberapa lembar kertas yang tidak Sandra ketahui apa isinya. Sandra menyenggol lengan Reigha untuk segera masuk ke lift.


Setelah masuk, Reigha menyadari bahwa papanya membawa beberapa lembar kertas yang entah apa. Suasana dalam lift terasa mencekam ketika melihat raut wajah sang Ayah memancarkan kemarahan yang terpendam.


Akhirnya mereka sampai. Pak Prabu lebih dulu masuk ke ruangan kerja Reigha disusul anaknya. Sandra yang ingin ikut masuk segera dicegah oleh Reigha.


"Kamu tunggu saja di luar. Aku takut papa akan marah," bisik Reigha yang segera disetujui oleh Sandra.


Reigha segera menutup pintu dan menghadap ayahnya. Dengan gugup, Reigha menarik kursi yang berhadapan dengan ayahnya yang hanya berbatasan meja kerja.


"Baca ini!" ucap pak Prabu sambil menyerahkan lembaran kertas dengan kasar.


Dengan gemetar Reigha mengambil lembaran kertas itu. Matanya membelalak lebar. Tidak percaya bahwa uang perusahaan sudah digunakan sebanyak itu dalam beberapa hari.


"Kamu pasti tahu siapa pelakunya," ucap pak Prabu yang lagi-lagi membuat Reigha ketakutan.


"Pa? Aku tidak tahu jika Sandra akan menggunakan sebanyak ini," jelas Reigha ketakutan, tangannya sudah gemetar.


"Papa tidak tahu mengapa kamu kembali lagi bersama wanita itu. Apa ini juga ada kaitannya dengan kepergian Nala? Kurang baik apa dia sama kamu?" cecar pak Prabu kecewa.


Reigha menunduk dalam. "Maaf, Pa."


Helaan napas kasar terdengar dari mulut pak Prabu. "Pulang sekarang! Kamu harus menjelaskan semuanya pada mama dan Papa," titah pak Prabu yang sudah berdiri untuk segera berlalu.


"Bagaimana dengan pekerjaanku?" tanya Reigha mencoba menunda pertemuan.


"Ada Nick yang lebih berkompeten," sindir pak Prabu yang berhasil membungkam mulut Reigha telak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...jangan kasih kendor untuk dukungannya ya. makasih yang sudah selalu kasih dukungan 😘😍...


...mampir kesini yuk👇...


__ADS_1


__ADS_2