Akhir Dari Pengkhianatan (Rumah tangga yang terkoyak)

Akhir Dari Pengkhianatan (Rumah tangga yang terkoyak)
Bab 46. Daddy jahat


__ADS_3

Setelah ibunya keluar dari kamar, Nala menghembuskan napasnya kasar. Akhirnya dia menemukan jawaban atas segala keraguan yang dirasakan. Ibunya sudah memberikan banyak sekali petuah hidup yang banyak sekali pelajarannya.


Nala tersenyum lega kemudian segera mencari keberadaan ponselnya. Dia menemukan benda pipih itu di atas nakas. Setelah mengambilnya, Nala segera mencari nomor Dandy dan menekan tombol hijau saat nama Dandy tertera disana.


Tut. Tut. Tut.


Tepat di dering ketiga, teleponnya di angkat oleh Dandy.


"Halo Nala cantik. Apa sudah menemukan jawabannya?" Suara Dandy terdengar dari seberang sana.


Nala terkekeh renyah ketika Dandy bisa menebak apa yang ingin dikatakannya. "Datanglah bersama Tante Dian, Mas. Aku sudah siap menikah denganmu," ucap Nala lembut.


Sesaat, tidak ada jawaban dari seberang sana hingga membuat Nala memeriksa ponselnya apakah panggilan sudah terputus. Namun, panggilan itu masih tersambung.


"Halo, Mas? Kamu masih disana kan?" tanya Nala lagi.


"Iya, aku masih disini. Aku hanya sedang memastikan bahwa aku sedang tidak bermimpi," ucap Dandy terdengar begitu bahagia.


Nala tergelak renyah. "Datanglah nanti besok malam, Mas. Lebih cepat lebih baik," pinta Nala dengan senyum merekahnya.


"Huh! Aku sangat bahagia Nala! Akhirnya aku akan menikah denganmu!" pekik Dandy di seberang sana begitu bahagia dan hebohnya.


Nala tergelak renyah lagi. Berbicara lama dengan Dandy bisa membuat wajahnya awet muda karena banyak tersenyum dan tertawa.


"Aku akan datang nanti malam juga, La. Lebih cepat lebih baik," jawab Dandy yang berhasil membuat mata Nala membulat, tidak percaya.


"Jangan macam-macam deh, Mas. Aku mana bisa persiapan hanya sehari. Walau masih lamaran, tetapi aku ingin memberikan sambutan yang baik," ucap Nala lembut.


"Baiklah. Aku akan ikut apapun keputusanmu," jawab Dandy terdengar datar.


"Kamu marah? Kan cuma satu hari lagi, Mas astaga," ucap Nala tidak habis pikir.


"Siapa juga yang marah. Aku tidak marah," jawab Dandy masih saja terdengar datar.

__ADS_1


Huh!


Nala menghela napasnya lelah. "Ya sudah. Aku mau ke kantor dulu. Ya, walaupun masih kantor kecil hehe," ucap Nala terkikik geli di akhir kalimatnya.


Hal tersebut nyatanya mampu membuat Dandy terkekeh di seberang sana. "Aku yakin, suatu hari usaha kamu akan besar karena kerja kerasmu."


Cukup lama keduanya berbincang via telepon. Hingga Nala pamit lebih dulu karena banyak yang harus di urus tentang masalah perabotan yang kemarin baru saja dibelinya.


Sebelum benar-benar pergi, Nala berpamitan terlebih dahulu pada Zia dan Zio. Nala mengunjungi kamar anak-anaknya yang mungkin saja sedang bermain di dalamnya.


Ceklek.


Nala membuka pintu dan dua anaknya langsung terlihat karena sedang duduk di pinggir ranjang masing-masing. Ada juga Rina, salah satu pegawai ibunya yang menemani dua anaknya bermain.


"Zia? Zio? Kalian sedang apa?" tanya Nala sambil melenggang masuk.


"Mommy!" pekik Zia dan Zio hampir bersamaan. Keduanya berlari menghampiri Nala dengan antusias. Zia dan Zio langsung memeluk Nala erat saat Nala sudah berjongkok di hadapan keduanya.


"Iya. Nanti Zia akan marahi Daddy karena sudah membuat Mommy menangis." Kini giliran Zia yang bersuara, tak mau kalah untuk melindungi sang Ibu.


Nala tersenyum haru mendengar pembelaan dari anak-anaknya. Si kembar memang sangat peduli dengan orang-orang yang disayanginya.


"Mommy tidak apa-apa kok. Mommy sudah tidak sedih lagi. Zia dan Zio tidak perlu khawatir," ucap Nala menenangkan dua anaknya.


"Daddy jahat," cetus Zia tiba-tiba yang membuat Nala begitu terkejut.


"Tidak, Daddy tidak jahat kok. Mungkin, Daddy marah karena Mommy bandel. Daddy kalian sangat baik," ucap Nala yang tidak ingin membuat anak-anaknya membenci sang ayah.


Sebenci dan setidak suka apapun pada Reigha, Nala tidak ingin membuat anak-anak membenci ayahnya. Bagaimanapun, seburuk apapun masalalu Nala dan Reigha, Nala tidak peduli. Yang terpenting adalah, di masa kini dimana Reigha begitu mencintai anak-anaknya.


"Tapi Daddy sudah membuat Mommy menangis dan Zio tidak suka akan hal itu," ucap Zio masih belum menerima penjelasan Nala.


Nala menghela napas. Salahnya sendiri yang bertengkar di hadapan anak-anak. Tetapi, Nala sama sekali tidak ingin melakukan hal itu. Selain menguras tenaga, waktunya juga terbuang sia-sia.

__ADS_1


Namun, perlakuan Reigha berhasil membuat Nala merasa dile cehkan. Dia dan Reigha sudah bukanlah suami isteri atau sepasang kekasih yang boleh melakukan ciuman.


Nala tidak rela bila seorang Reigha mencium dirinya tanpa izin.


"Iya, mungkin Daddy membuat mommy menangis. Tetapi, Mommy memang sedikit nakal tadi dengan Daddy kalian. Maafkan mommytdan Daddy ya?" ucap Nala belum menyerah untuk menjelaskan agar Reigha tidak terlihat buruk di mata anak-anaknya.


Zia dan Zio akhirnya mengangguk paham dan itu membuat Nala bisa bernapas lega. "Ya sudah. Bermainlah dulu bersama Mbak Rani ya? Mommy mau ke kantor baru sebentar. Banyak pekerjaan yang harus mommy kerjakan," pamit Nala.


"Aku mau ikut, Mom," rengek Zia dengan wajah ditekuk dan bibir cemberut.


Nala mencebikkan bibirnya. "Besok ya sayang? Kalian bisa ikut Mommy tetapi untuk besok. Sekarang, keadaan kantor masih sangat berantakan dan kotor. Hari ini kantornya akan dibersihkan. Jadi, besok kalian sudah boleh ikut," jelas Nala panjang lebar pada dua anaknya.


"Baiklah, Mom. Aku percaya dengan Mommy," ucap Zia kemudian yang begitu mematuhi aturan Nala.


Nala tersenyum kemudian mencium pipi Zia dan Zio secara bergantian. "Mommy berangkat dulu ya? Kalian jangan nakal sama mbak Rani," pesan Nala yang segera di angguki oleh keduanya.


Pandangan Nala beralih pada Rani yang masih berdiri tidak jauh dari tempatnya dan kembar berada. "Mbak? Minta tolong titip kembar dulu ya? Tidak apa-apa kan?" pinta Nala sopan pada Rani.


"Pasti, Bu. Akan saya jaga Zia dan Zio," jawab Rani yang membuat bibir Nala mengulas senyum yang menyiratkan akan rasa terima kasih yang besar.


Setelah itu, Nala berangkat ke kantor tentunya setelah berpamitan dengan sang Ibunda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...kasih like dan komentarnya yang banyak ya😍😘...


...mampir juga kesini yuk 👇...


...



...

__ADS_1


__ADS_2