
Sepanjang film di putar, kepala Nala selalu disandarkan di bahu Reigha. Menonton film Aksi-Romantis bersama suami ternyata mempunyai adrenalin tersendiri. Hingga detik terakhir film itu akan selesai, Nala menoleh sekilas pada Reigha yang sejak tadi tidak bersuara.
Nala mengulum senyum ketika melihat suaminya tengah tertidur pulas dengan kepala yang disandarkan pada bahu kursi. Seketika Nala merasa bersalah karena sejak tadi sudah menumpukan kepalanya.
Dengan lembut, Nala menepuk pipi Reigha. "Mas? Bangun, Mas. Filmnya sudah selesai," ucap Nala pelan.
Reigha menggeliat kecil lalu matanya terbuka sedikit demi sedikit. "Sudah selesai ya?" tanya Reigha dengan suara khas bangun tidurnya.
Nala mengangguk. "Sudah. Tuh, semua penonton sedang bubar," ucap Nala sambil menunjuk antrian manusia yang sedang berebut pintu keluar.
Reigha menegakkan tubuh. "Maaf ya, aku malah ketiduran," ucap Reigha merasa bersalah.
Nala menggeleng. "Tidak masalah kok, Mas. Aku tahu, kamu pasti kelelahan. Mau langsung pulang saja?" tanya Nala karena saat berangkat tadi, Reigha berjanji untuk membawa Nala makan malam romantis.
"Tetapi, bagaimana dengan makan malamnya?" jawab Reigha balik bertanya.
"Aku tidak apa-apa kok, Mas. Atau kita bisa memesan makanan dan makan di rumah saja," tawar Nala lagi yang segera disetujui oleh Reigha.
Setelah memesan makanan, Nala dan Reigha memutuskan pulang. Saat melihat wajah Reigha yang begitu lelah, Nala menawarkan diri untuk menggantikan Reigha mengemudi. Namun, Reigha mengatakan bahwa itu tidak perlu.
Tidak berapa lama, akhirnya mobil yang mereka kendarai sampai di pelataran rumah. Nala turun lebih dulu dengan membawa paperbag berisi makanan yang dipesannya tadi saat di mall.
Nala menunggu Reigha turun terlebih dahulu agar bisa masuk rumah bersama. "Mau makan dulu kan, Mas?" tawar Nala sambil bergelanyut manja di lengan Reigha.
"Boleh. Kita makan malam terlebih dahulu," jawab Reigha kemudian mengecup salah sisi wajah Nala.
"Baiklah. Akan aku siapkan kalau begitu," jawab Nala yang kemudian memisahkan diri dari Reigha kemudian menuju dapur untuk memindai makanan untuk makan malam.
Sedangkan Reigha, dia memilih menunggu dengan duduk di kursi makan sambil memainkan ponselnya. Tidak berapa lama, Nala kembali dengan dua porsi makanan beserta minumannya.
__ADS_1
"Anggap saja ini adalah makan malam romantis kita, Mas," ucap Nala sambil menyodorkan salah satu piring dan minuman ke hadapan Reigha.
Reigha tersenyum dan menggeleng. "Bukan. Setelah tujuh hari itu selesai, aku akan ajak kamu makan malam romantis," ucap Reigha menatap Nala lekat.
Nala tersenyum sendu. "Baiklah, Mas. Aku akan tunggu hari itu," jawab Nala bersemangat.
"Dan akan ada kejutan untukmu nanti," ucap Reigha lagi yang kini mulai menyantap makanannya.
Butuh waktu setengah jam untuk keduanya menyelesaikan makan malam. Setelah itu, mereka menuju kamar untuk membersihkan diri lalu pergi tidur.
Seperti biasa, Nala akan menyiapkan baju ganti saat Reigha masih berada di kamar mandi. Lalu, Nala akan menunggu Reigha keluar kemudk yang membantunya memakai baju.
Ceklek.
Terdengar suara pintu yang terbuka disusul penampakan Reigha yang saat ini sudah dalam keadaan lebih segar. Nala tersenyum. "Kesini, Mas. Aku akan bantu kamu pakai baju," ucap Nala lembut.
Reigha mencebikkan bibirnya. "Lebih baik kamu pergi mandi, La. Aku bisa sendiri," kesal Reigha kemudian saat sudah berada di hadapan Nala, Reigha langsung membawa tubuh Nala dalam gendongan ala bridal style.
"Kamu sebaiknya mandi terlebih dahulu. Mari, akan aku mandikan," ucap Reigha lalu mengerling nakal.
Nala yang sadar dengan tatapan Reigha, segera mengalungkan lengannya di leher Reigha. "Siapa takut. Lihat saja nanti, siapa yang akan dimandikan terlebih dahulu," jawab Nala menantang.
Reigha tergelak renyah kemudian segera melangkah memasuki kamar mandi. "Kita akan coba sensasi baru," ucap Reigha dengan tatapan miringnya.
"Ish! Apaan sih," kesal Nala malu kemudian kembali memukul lengan suaminya.
Skip😂🙈
...................
__ADS_1
Pukul satu dini hari, Nala dan Reigha sudah berbaring di atas ranjang untuk menjemput lelap. Keduanya sama-sama lelah saat sesi percintaan ternyata berjalan cukup lama.
Saat ini keduanya sedang berbaring dalam keadaan saling memeluk tanpa ada sehelai benang pun sebagai penghalang. Keduanya saling memeluk di dalam satu selimut yang sama.
Nala tersenyum bahagia melihat Reigha yang kini seperti sangat kelelahan. Nala jelas tahu karena posisinya berhadapan dengan Reigha dengan kepala yang berbanral lengan suaminya.
"Kamu sudah sangat mengantuk ya, Mas?" tanya Nala sambil menyisir lembut rambut basah Reigha karena keramas di malam hari.
"Memangnya kamu tidak mengantuk?" tanya Reigha balik.
"Aku mengantuk juga sangat kelelahan. Kamu begitu hebat tadi," ucap Nala memuji kemudian mencuri kecupan di kening Reigha.
Reigha tersenyum dengan mata yang masih terpejam. "Coba jangan hanya disitu ciumnya. Disini juga ingin dicium," ucap Reigha sambil menunjuk bibirnya.
Cup.
Nala akhirnya mengecup bibir itu sekilas hingga membuat sang empunya semakin tersenyum lebar. "Lagi dong," ucap Reigha lagi.
Nala kesal akhirnya menarik rambut Reigha kencang yang kebetulan jari-jarinya masih bergerak untuk menyisir rambut Reigha.
"Argh! Nala! Kamu sudah melakukan tidak kekerasan dalam rumah tangga," pekik Reigha mengaduh kesakitan.
Nala hanya tertawa terbahak-bahak melihat wajah Reigha yang berubah masam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Jangan lupa kasih dukungannya ya😘...
...mampir juga kesini yuk👇...
__ADS_1