
Setelah kembali ke ibu kota, Reigha tidak pulang ke rumah melainkan pulang ke rumah orangtuanya. Sesaat setelah membaca surat yang Nala tinggalkan, Reigha baru tersadar bahwa cinta yang Nala berikan begitu besar.
Namun, dengan tega dan tak berperasaan, dirinya menghancurkan. Di dalam surat yang Nala tinggalkan kebanyakan adalah ungkapan cinta Nala yang dibalut dengan doa. Doa-doa untuk kebahagiaan Reigha sendiri.
Tidak bosan-bosan Reigha memandang surat terakhir yang Nala tuliskan. Disana tertulis,
Untuk mas Reigha.
Jika suatu saat mas merindukanku, carilah aku dilubuk hatimu yang terdalam. Aku tidak pernah pergi kemana-mana. Hanya saja, namaku telah tetindih oelh nama lain yang lebih kau cintai.
Aku tidak marah dan kecewa setelah apa yang terjadi. Aku juga tidak menyesal pernah menjadi bagian dari hidup mas Reigha. Apapun yang pernah terjadi di antara kita, biarlah jadi kenangan. Aku akan menyimpan yang manis dan melupakan yang pahit.
Berbahagialah, Mas. Kamu harus bahagia setelah aku pergi. Bukankah hadirku hanya pembawa luka dan derita? Jadi, aku mohon setelah ini, hiduplah dengan baik dan membuat lembaran barumu bersama seseorang yang lebih kau cintai..
Dari aku, yang selalu mencintaimu.
Mata Reigha sudah memerah karena ada cairan bening yang sejak tadi tidak mau berhenti keluar. Reigha menyesal, sangat.
Kondisi tubuhnya sudah berantakan tak terurus dengan baju dan celana yang tidak senada. Belum lagi, kantung mata yang muncul. Apalagi, rambutnya sudah sangat berantakan dan acak-acakan.
Bu Nilam yang melihat itu, ikut merasa sedih. Namun, semua itu terjadi akibat ulah Reigha sendiri.
__ADS_1
"Istirahatlah, Ga. Kamu harus tetap menjaga kesehatan," ucap bu Nilam yang ada benarnya juga.
Reigha menggeleng. "Biarkan seperti ini dulu, Ma. Aku sedang merindukan Nala," jawab Reigha seperti anak kecil yang menangis sesenggukan.
Bu Nilam mendongakkan kepala agar matanya tidak sampai meneteskan air mata. "Kalau begitu, susul dia," ucap bu Nilam memberi saran.
Reigha menggeleng. "Ibu mengatakan aku tidak boleh menganggu Nala lagi. Jika aku mendekati Nala, sudah dipastikan Nala akan terluka kembali," jawab Reigha menyedihkan.
Tubuhnya sudah merosot di lantai kamar dengan kedua lutut yang ditekuk dan kedua tangan yang memeluk lutut tersebut. Reigha kembali menenggelamkan wajahnya di antara lipatan tangan yang bertumpu pada lutut.
Bu Nilam menghela napas pelan. "Baiklah jika itu kemauanmu." Setelah itu, bu Nilam meninggalkan Reigha Sendirian di dalam kamar. Membiarkan Reigha untuk meresapi penyesalan dan kesedihan yang sedang menderanya.
.................
Apalagi, Nala belum mempunyai pengalaman kerja karena setelah lulus, Nala langsung menikah dan fokus pada rumah tangganya. Sekarang, Nala adalah wanita lajang yang bisa mewujudkan semua mimpi-mimpinya.
"Sudah siap, Mbak? Mau pergi bersama Tante Rika kan?" tanya Nanta saat Nala sudah berada di meja makan.
Nala mengangguk. "Iya. Berhubung Tante Rika cuti, Mbak meminta ditemani. Kamu kalau mau daftar ulang, jaga diri. Kalau mau main di tempat teman, jangan pulang kemalaman ya?" peringat Nala yang segera diangguki oleh Nanta.
"Siap, Jenderal!" jawab Nanta sambil hormat.
__ADS_1
Nala memutar bola matanya malas. Setelah sarapan selesai, Nala lebih dulu pamit. Setelah keluar dari apartemen, Rika ternyata juga baru saja keluar dari unit apartemen.
"Sudah siap, La? Kita berangkat sekarang kalau begitu," ajak Rika sambil mengulas senyumnya.
"Siap seratus persen dong, Tan," jawab Nala kemudian segera berjalan menggandeng lengan tantenya.
Hari semakin berlalu. Nala dengan kesibukannya ikut les sedang Reigha juga tidak jauh berbeda. Setelah uang perusahaan hilang hampir tiga miliar, pak Prabu mengambil alih semuanya.
Tidak akan pak Prabu biarkan usahanya selama bertahun-tahun hancur karena keteledoran dan kebodohan anaknya.
Sama halnya dengan Nala, Reigha juga sedang bangkit untuk bertahan hidup. Keduanya sama-sama sedang merakit utuh dan berjuang untuk menjadi versi terbaik dalam diri.
Reigha harus membangun usaha sendiri tanpa ada bantuan dari ayahnya. Reigha menjual semua barang yang kurang penting seperti apartemen yang ditinggali Sandra, dan beberapa aset lainnya.
Bermodal itu semua, Reigha mulai menjalankan bisnis di bidang jasa antar barang. Belum seberapa memang. Namun, Reigha yakin jika dirinya mau berusaha, semua akan terwujud dan kesuksesan bisa direbut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...jangan lupa kasih dukungannya ya 😘😍...
...mampir kesini juga yuk 👇👇...
__ADS_1