Akhir Dari Perpisahan

Akhir Dari Perpisahan
Menegangkan


__ADS_3

Kakek Pratama yang sudah muak dengan perbuat Tuan Vitton yang sudah dianggap bagian keluarganya, langsung mendekatinya.


"Paman jangan mendekat! atau peluru ini akan menembus kepala cucu Paman sendiri." Ucap Tuan Vitton sambil menempelkan bibir pistol tepat di pelipis Anindita.


Dengan perasaan takut, Anin terus berusaha untuk mencari akal, tentunya untuk mengalahkan orang yang sudah menahan dirinya dengan sebuah ancaman.


Saat itu juga, ternyata Dinda sudah berdiri didekat Anin. Bahkan, ada senj_ata tajam yang ada ditangannya. Suasana berubah menjadi tegang, bahkan para tamu undangan semuanya berhamburan pergi meninggalkan tempat resepsi pernikahan Anin dan Elang.


Tidak hanya itu saja, rupanya acara live sudah ditutup karena ulah Tuan Vitton sendiri.


"Katakan padaku, apa maunya kamu, Vitton!"


"Serahkan semua aset milikmu, tua bangka. Kau benar-benar serakah, semua harta orang tuaku kau rampas semuanya. Kalau sampai tidak juga kau serahkan semuanya padaku, jangan salah, jika cucu kesayangan kamu akan len_yap ditanganku." Ucap Tuan Vitton dengan terang-terangan.

__ADS_1


"Hei! Vitton kau tidak tahu kebenarannya, jaga bicaramu itu. Asal kau tahu, orang tua kamu tak lain hanya perampok warisan. Aku kasih tau sama kamu, bahwa ayahmu berasal dari panti asuhan. Sedangkan aku, pemilik warisan Pratama." Sahut Kakek Pratama.


"Cuih! aku tidak percaya, kaulah yang sebenarnya perampok warisan. Namamu bukan Pratama, tetapi Reitama." Ucap Tuan Vitton dengan segala tuduhannya.


Kakek Pratama tertawa mendengar tuduhan dari Tuan Vitton.


"Kau bodoh apa terlalu bodoh, Reitama adalah saudara kembarku yang sudah dibunuh oleh ayahmu sendiri. Sedangkan hak waris, tentu jatuh ke tanganku, karena akulah satu-satunya pewaris tunggal. Aku sudah mempunyai anak, Rahtair yang aku beri nama belakang dengan namaku. Begitu juga dengan cucuku, Aditya Pratama dan Anindita Pratama. Dan kau! pembunuh berdarah dingin terhadap putraku, juga telah memisahkan kedua cucuku." Ucap Kakek Pratama.


Ibunya Elang yang merasa geram, ikut mendekati Kakek Pratama.


Saat itu juga, Tuan Vitton terkejut saat mendengar ucapan dari istrinya Tuan Mawan yang mengatakan bahwa dirinya dalang kecelakaan anak tirinya sendiri.


Sungguh, semua diluar dugaannya, jika tuduhan mengarah pada dirinya.

__ADS_1


Anin yang mengetahui ayah tirinya tengah berbicara dengan ibu mertua dan kakeknya. Anin tidak ambil diam, dirinya langsung mengangkat sikutnya untuk menyingkirkan pistol yang menempel tepat di pelipisnya.


DOR!


Bersamsan suara pistol yang terdengar sangat keras, Anin langsung menendang tubuh Dinda hingga terpental jauh. Didit dibantu Tuan Mawan untuk menanganinya, dan memberi pelajaran untuk Dinda.


Saat itu juga, Anin langsung menyambar tangan milik Tuan Vitton dan memelintirkan tangannya ke belakang. Saat itu juga, Tuan Vitton kualahan saat tenaga Anin jauh lebih kuat dari sangkaannya. Ibu mertua dan ibu kandungnya ikut membantu Anin bersama Kakek Prata, sedangkan Gion segera menghubungi polisi untuk segera datang.


Elang yang mengetahuinya, dirinya segera membantu sang istri. Sedangkan Tian, mencoba untuk kabur, Elang langsung mengejarnya.


Dor!


Suara pistol yang melayangkan sebuah peluru ke arah Elang, ternyata dapat dihindarinya. Saat itu juga, Elang terus mengejar Tian dengan larinya yang cukup kencang.

__ADS_1


Dinda yang juga ikutan dalam komplotan Tuan Vitton, tidak disadarinya jika dirinya ikutan menjadi tersangkanya.


__ADS_2