
Zionel akhirnya tertawa setelah puas mengumpat, ia tahu jika Alex hanya menggodanya tapi sangat lucu saat pria itu langsung lari setelah mengatakan hal itu. Bawahannya sangat takut padanya. Setelah ia puas tertawa sendiri, Zionel pun menatap keadaan apartemennya.
"Sebenarnya aku lebih suka membawa Stevani kemari, tapi keinginan mommy untuk dekat dengan kami juga tidak bisa disalahkan. Jika usia Zaline sudah cukup, mungkin ia bisa menempati apartemenku ini. Aku akan memberikan apartemen ini pada adik Stevani saja, jika aku menjualnya sangat disayangkan. Belum pernah melihatnya saja, perasaanku sangat dekat dengan gadis kecil itu. Mungkin saja ini karena perasaanku terhadap Stevani." gumam Zionel.
Zionel kembali menatap tangannya, setelah ia yakin merasa baik, ia pun segera meninggalkan apartemen untuk pulang ke rumah besar Cruise. Ia tak ingin mengingkari janjinya untuk kembali sebelum makan malam.
Tangannya masih terasa nyeri saat mengemudi, ia berharap tidak ada satupun orang di rumahnya menyadari akan hal itu. Akhirnya ia pun sampai juga di rumahnya. Zionel segera turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam rumah.
Zionel langsung tersenyum lebar saat melihat istrinya sedang duduk di sofa ruang santai, wanita itu hanya sendirian sambil membaca sebuah majalah. Ia pun segera menghampiri Stevani seraya memeluk wanita itu dari belakang.
Gerakan itu sontak mengejutkan Stevani dan hampir saja majalah yang ada di tangannya melayang ke kepala Zionel.
"Ya Tuhan galak sekali." ujar Zionel seraya tertawa.
"Kau membuatku terkejut Zio, aku pikir ada perampok."
"Aku akan membunuh perampok itu jika berani menyentuh istriku."
"Ciiiih... Aku masih kesal padamu, kau pergi tanpa pamit. Sebenarnya kau pergi kemana?"
"Aku tidak tega membangunkan istriku yang kelelahan karena ulahku." goda Zionel.
"Menyebalkan... jadi kemana saja kau hari ini Zio?" tanya Stevani masih kesal.
Zionel duduk di sampingnya. "Aku ada sedikit pekerjaan dengan Alex. Bukankah aku sudah mengatakannya padamu."
"Tetap saja kau pergi tanpa pamit." jawab Stevani sambil mengerucutkan bibirnya.
"Baiklah... maaf aku salah sayang. Apa yang harus aku lakukan agar kau tidak kesal?"
Stevani menatap wajah suaminya, ia beralih ke seluruh tubuh Zionel dan pandangannya terpaku pada tangan kanan pria itu. Menyadari akan tatapan Stevani, Zionel pun segera menyembunyikan tangannya.
"Dimana mommy dan daddy?" tanya Zionel.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan Zio? Kemarikan tanganmu." ujar Stevani.
"Oh ayolah sayang, izinkan aku mandi terlebih dahulu lalu kita makan malam, oke."
"Zio..." ucap Stevani seraya memelototinya.
Zionel menghela nafasnya. "Aku ke lokasi kontruksi bersama Alex dan tanganku tak sengaja membentur tiang bangunan."
__ADS_1
Zionel tetap berbohong, jika ia jujur pada Stevani maka ia tak bisa menanggung kemarahan wanita itu juga orang tuanya.
Stevani mengulurkan tangannya. "Kemarikan..."
"Hanya bengkak sedikit." jawab Zionel. "Sialan... mengapa tanganku kembali berdenyut, sepertinya aku memukul tulang rusuk tersangka." pikirnya.
Stevani menghela nafas panjang menahan emosinya, ia segera menarik tangan Zionel dengan paksa lalu memeriksanya dengan teliti.
"Aku tidak akan mengulangi pertanyaanku. Jika kau tetap tak mau jujur, maka jangan harap kau bisa tidur denganku." ancam Stevani.
Zionel terbelalak. "Aku lebih baik mati daripada harus pisah ranjang denganmu."
"Pilihannya ada di tanganmu tuan muda Cruise."
"Baiklah... kita ke kamar sekarang. Aku akan menceritakannya padamu, please..."
Dengan kesal Stevani melepaskan tangan suaminya seraya beranjak dari tempat duduknya. Zionel menghela nafasnya lalu mengikuti istrinya. Keduanya pun masuk ke dalam kamar mereka.
"Jadi apa yang..."
Belum selesai Stevani bertanya, Zionel langsung membungkam mulutnya dengan ciu man. Wanita itu terbelalak seraya mendorong suaminya pelan.
"Vani... aku bersalah karena tidak mengatakannya padamu. Tapi kau harus janji tidak akan mengatakan hal ini pada mommy dan daddy." pinta Zionel.
"Kau itu sekarang suamiku, apa yang kau lakukan, apa masalahmu, bukankah harus kau katakan padaku. Kecuali kau masih menganggapku istri kontrakmu."
Zionel terbelalak seraya menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya. "Apa yang kau katakan sayang? Pernikahan kita tidak berdasarkan kontrak, kita sudah membatalkannya. Jangan berpikir seperti itu istriku, aku benar benar minta maaf. Aku bersalah padamu, tapi jangan pernah katakan hal itu lagi, oke. Aku sangat mencintaimu Stevani Yunsu, aku menikahimu karena itu bukan karena kontrak yang kita bicarakan sebelumnya."
"Aku hanya tak ingin ada kebohongan dalam pernikahan kita Zio. Aku memikirkan tentang identitasku saja membuatku ketakutan. Jangan menambah kebohongan diatas kebohongan lagi. Aku ingin kau mengatakan semuanya dengan jujur. Aku bisa membedakan mana ucapanmu yang jujur dan mana yang sedang kau tutupi. Jadi..."
"Baiklah... nona cantik. Aku akan bicara yang sebenarnya padamu. Berhentilah mengatakan hal konyol seperti tadi. Bersabarlah soal identitasmu sayang, bukankah Zaline akan tiba dua minggu lagi. Aku janji akan menyelesaikan masalah kita bersama. Kau berjanji tidak akan marah lagi dan tidak akan mengatakannya pada mommy dan daddy soal ini kan?"
Stevani menganggukkan kepalanya. "Aku janji, jika memang harus ditutupi demi kebaikan, aku akan melakukannya."
Zionel menghela nafas panjang, ia membawa Stevani menuju sofa kamar. Dan mulailah ia menceritakan semuanya pada istrinya. Tentu saja Stevani sangat marah pada suaminya karena harus berurusan lagi dengan masalah penusukan itu.
"Ayolah sayang, bukankah kau sudah janji tidak akan marah padaku." ujar Zionel setelah menceritakan semuanya.
"Bagaimana jika tersangka membalaskan dendamnya setelah keluar dari penjara? Bukankah kau sudah setuju untuk menutup kasus ini Zio, mengapa kau bertindak diluar batasmu. Bagaimana jika kau kembali terluka? Bagaimana jika kau membunuh pria itu lalu masuk penjara?" tanya Stevani kesal.
Zionel menarik tangan Stevani lalu menggenggamnya. "Aku tahu kau sangat mengkhawatirkanku. Tapi aku bertindak tidak sendirian, ada Alex dan anak buahnya bersamaku sayang. Setidaknya aku sudah memuaskan diriku dengan membalas pria itu. Dan ia dilaporkan ke kantor polisi bukan karena masalah penusukan ini, ia memang sedang dicari polisi karena berbagai macam kasus. Jadi aku juga berjasa membantu kepolisian untuk menangkapnya."
__ADS_1
Stevani mengelus tangan Zionel. "Apakah ini sangat sakit?" tanyanya lembut.
Seketika harimau berubah menjadi kucing. Dengan manjanya Zionel bergelayut di tangan Stevani seraya mengangguk. Stevani menarik sudut bibirnya seraya memukul tangan pria itu.
"Aw..." teriak Zionel kesakitan.
"Rasakan itu tuan arogan. Jika kau bertindak diluar batasmu lagi, maka aku akan menghukummu lebih dari ini." ucap Stevani.
Zionel justru melepaskan tawanya membuat Stevani mengerutkan keningnya.
"Apa ancamanku sangat lucu buatmu?"
Zionel menghentikan tawanya lalu menggeleng. "Ini pertama kalinya aku dibawah kendali seseorang. Dan entah kenapa ini sangat menyenangkan buatku sayang, terutama ancamanmu yang akan menghukumku."
"Demi Tuhan Zio... mengapa kau sangat menyebalkan sekali?"
"Karena aku sangat senang saat menerima hukuman darimu. Hukuman yang kau maksud bukankah..."
"Stop it... Aku tahu apa yang kau pikirkan tuan me sum. Hukuman yang aku maksud bukan hukuman seperti yang kau lakukan. Coba saja jika kau berani bertindak seperti ini lagi."
Zionel kembali tertawa. "Ya Tuhan... menyenangkan sekali memiliki istri sepertimu nona cantik." ucapnya sambil terus tertawa.
Stevani beranjak dari tempat duduknya dengan kesal. "Menyebalkan sekali memiliki suami me sum sepertimu tuan Zio."
Zionel menarik tangan Stevani hingga wanita itu jatuh tepat di pangkuannya. "Bantu aku mandi." bisiknya.
"Jangan berharap." jawab Stevani.
Zionel mengerucutkan bibirnya, ia menunjukkan wajah seperti kucing kecil yang lucu. "Please..."
"Zio... aku..."
Zionel mengangkat tubuh Stevani seraya langsung membawanya ke kamar mandi tanpa perduli istrinya memberontak.
*****
Part selanjutnya, up nanti malam saja ya... Takut membatalkan puasa π€£π€£π€£
Author Miss You Mengucapkan "Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1443H, 2022 Masehi, bagi Muslim Di Seluruh Dunia"
MOHON MAAF LAHIR DAN BATINππ»ππ»ππ»
__ADS_1