
Zionel keluar dari ruangan perawatan Stevani setelah wanita itu akhirnya tertidur. Dokter Julius terus menyalahkannya karena membuat ibu hamil tertekan. Untuk menghindari gangguan yang tidak diinginkan lagi, Zionel menghubungi ponakannya Roxy untuk menjaga pintu kamar rawat. Zionel tidak ingin ada satu orang pun yang masih dan mengganggu istrinya dalam masa penyembuhannya.
"Ini tugas pertamamu menjaga kakak iparmu, ingat tidak ada yang boleh masuk ke ruangan ini dengan alasan apapun kecuali dokter dan perawat. Jika kau tidak berhasil melakukan tugasmu, limit kartu kreditmu yang pernah aku janjikan batal." ujar Zionel.
"Aku akan melakukan tugas ini dengan baik bang. Tapi sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa tante Fal juga dirawat?" tanya Roxy.
Zionel menatap Roxy, masalah Haena tidak ingin ia bongkar terlebih dahulu untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.
"Lakukan saja tugasmu, keadaan mereka belum ada yang tahu. Kau jaga mulutmu baik baik Roxy, jangan mengatakan apapun pada keluarga besar Cruise termasuk orang tuamu."
"Tapi kenapa bang?"
Zionel menatapnya tajam. "Sekali lagi kau bertanya, aku akan menendangmu keluar dari rumah sakit ini." ancamnya.
Seketika Roxy menutup mulutnya, ia menghela nafas panjang karena rasa ingin tahunya tidak terobati.
"Aku akan ke ruangan mommy dulu, tetaplah waspada. Jika kakak iparmu sudah bangun sebelum aku kembali, segera hubungi aku." pinta Zionel.
"Iya bang." jawab Roxy.
Zionel meninggalkan Roxy untuk menemui Falera, ia ingin meluruskan kesalahpahaman ini dan menceritakan semuanya pada ibunya.
*****
Di dalam ruang perawatan Falera, Nicholas terlihat terus menenangkan istrinya. Pria itu berusaha agar istrinya tidak kehilangan akal sehatnya dan menjadikan kesalahpahaman itu justru akan mempermalukannya.
"Bukankah kau sudah berkali-kali bersalah pada Stevani mom. Apa kau ingin menambah kesalahan lagi dan lagi. Aku tidak membelanya, hanya saja aku mengkhawatirkanmu yang akan menanggung malu jika melakukan kesalahan lagi tanpa bicara baik baik." ujar Nicholas.
"Ini masalah Haena dad, putri kita. Kesalahpahaman apalagi yang aku perbuat? Sudah jelas jelas Stevani menyembunyikan Haena selama ini, ia datang dalam kehidupan Zionel itu pasti dengan sengaja." jawab Falera.
__ADS_1
"Apa kau masih tak mempercayainya mom? Ia baru saja mengetahui jika gadis kecil yang ia rawat seperti adiknya sendiri adalah Haena."
"Daddy jangan tertipu dengan wanita seperti itu, itu hanya sandiwara saja. Wanita itu..."
"Mommy salah besar." potong Zionel seraya melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan.
"Terus saja membela istrimu itu Zio. Wanita itu sudah menculik adikmu." bentak Falera.
Zionel menghela nafasnya. "Sepertinya aku harus jujur pada kalian karena masalah sudah menjadi seperti ini."
Kedua orang tuanya terkejut, mereka menatap Zionel penuh tanya.
"Jujur? Ini tentang apalagi Zio?" tanya Nicholas.
Zionel mendekati mereka. "Kalian jangan menyalahkan Stevani. Ini semua akulah penyebabnya. Aku akan jujur pada kalian tentang identitas Stevani yang sebenarnya. Aku menjelaskan ini agar kalian tidak salah paham lagi padanya. Identitasnya berhubungan dengan Haena yang selama ini ia rawat dengan baik."
"Identitas???" tanya keduanya bersamaan.
Zionel mulai menceritakannya dari awal dimana ia bertemu Stevani, beberapa kali Falera memotong ucapan Zionel dan semakin merendahkan Stevani, tapi Zionel tidak memperdulikannya, ia terus bercerita sampai dimana Stevani bisa menemukan Haena. Saat pertemuan Stevani dan Haena ia ceritakan, akhirnya kenyataan itu mampu membungkam mulut Falera.
"Jadi yang harus kita lakukan sekarang adalah mencari dalang dari semua ini dad, mom. Bukan terus menyalahkan penyelamat Haena. Coba kalian pikirkan dengan baik, wanita sederhana seperti Stevani mana mungkin mampu menyewa orang untuk menculik Haena dan membawanya dari kota D ke kota X. Kehidupannya yang sulit seperti itu, mana mungkin ia sempat mencari tahu tentang kehidupan keluarga Cruise disini. Aku sangat mempercayainya, aku bisa melihat kasih sayang yang tulus terhadap Haena di mata Stevani. Wanita itu sangat bahagia walaupun hanya menyebut nama Zaline yang ia berikan pada Haena. Harapan terbesarku adalah kita menyambut Haena besok, merahasiakan kedatangannya sampai Hae tersadar. Perlahan lahan kita akan mengetahui siapa dalang dari semua ini. Selama proses itu, kita harus tetap merahasiakan keberadaan Haena dari siapapun termasuk keluarga besar Cruise." ujar Zionel di akhir ceritanya.
Falera meneteskan air matanya. Perjuangan Stevani untuk menyelamatkan Haena dari penyakitnya sangat sulit selama ini. Tapi ia dengan tidak sabar justru kembali melakukan kesalahan dengan menuduh wanita itu lagi.
"Inilah yang aku maksud kau akan malu dan kembali bersalah mom. Kau selalu kehilangan kendali atas dirimu sendiri setiap kali ada masalah. Sekarang apa kau bisa menghadapi Stevani?" tanya Nicholas.
"Aku pantas mati." jawab Falera di sela isakannya.
"Jangan bicara seperti itu mom. Istriku bukanlah wanita pendendam. Jika terjadi sesuatu pada mommy, itu justru akan membuat Vani sedih. Sebenarnya aku juga berbohong soal kehamilannya." kata Zionel.
__ADS_1
"Maksudmu Stevani tidak hamil?" tanya Nicholas.
"Tidak ada cucuku di dalam kandungannya?" sahut Falera ikut terkejut.
Zionel menyunggingkan senyumnya. "Bukan seperti itu juga. Aku memang menodai kesucian Stevani saat wanita itu mabuk setelah mengikuti permainan kami demi uang untuk pengobatan Zaline. Aku kehilangan kendali saat bersama wanita itu. Setelah kejadian malam itu, aku berusaha menjerat Stevani agar wanita itu tetap disisiku. Aku menggunakan uangku dan memintanya untuk menandatangani kontrak pernikahan. Lalu di hadapan kalian, aku menambahkan kebohongan soal kehamilannya agar kalian setuju kami menikah. Tapi setelah aku semakin dekat dengannya, aku menyadari semua yang aku lakukan karena sangat menyukainya. Semua alasan yang aku buat itu agar ia benar benar tetap bersamaku. Dan kebohongan soal kehamilannya itu, karena aku begitu yakin akibat dari malam itu. Hari ini aku mengetahui hasil pemeriksaan medisnya setelah ia pingsan di rumah, ia sedang mengandung anakku. Usia kandungannya kurang lebih 7 minggu, yang artinya kebohonganku pada kalian menjadi kenyataan. Kalian memang akan segera memiliki cucu. Dan satu lagi, kami sudah membatalkan pernikahan kontak itu setelah mengetahui perasaan kami saling menyukai, sekarang kami benar benar menikah sungguhan. Mom... berhentilah terus mencurigai Stevani, aku sangat mencintainya. Aku bahkan rela memaafkan semua kesalahannya jika memang ia bersalah dalam masalah ini. Tapi aku rasa, ia benar benar tulus, ia bukan penculik, ia adalah penyelamat Haena."
Nicholas dan Falera bernafas lega mendengarnya. Falera menghapus air matanya seraya ingin turun dari ranjangnya.
"Mommy tenanglah..." pinta Nicholas.
"Keadaan Stevani masih lemah, ia tak bisa mendapat tekanan. Untuk sementara ini, aku mohon jangan menemuinya mom." pinta Zionel.
"Tapi mommy ingin minta pengampunan padanya, mommy ingin bersimpuh di hadapannya. Mommy sangat bersalah, mommy rela melakukan apapun asal Stevani mau memaafkan mommy." kata Falera kembali terisak.
"Aku mohon kali ini saja, biarkan istriku tenang terlebih dahulu. Ini juga demi kesehatan janin yang ada di kandungannya."
"Zio benar mom... kau juga harus menjernihkan pikiranmu. Kau harus tenang saat ini, pulihkan kesehatanmu. Setelah itu barulah kau temui menantumu." sahut Nicholas.
"Ya Tuhan... aku benar benar tidak memiliki wajah lagi di depannya. Aku selalu menghinanya, meremehkannya, memarahinya tanpa tahu yang sebenarnya. Zio... kami tidak akan mempermasalahkan identitas Stevani lagi. Kau benar, ia adalah penyelamat Haena. Walaupun hidupnya sangat sulit, ia tetap merawat Hae dengan baik, ia bahkan mencari uang dengan cara apapun tanpa menjual tubuhnya untuk menyelamatkan Haena. Ia benar benar seorang malaikat Zio. Mommy tak tahu harus minta maaf dan berterima kasih seperti apalagi padanya." kata Falera sangat menyesal.
"Mommy cukup menjadi seorang ibu untuknya. Ia kehilangan keluarganya, yang ia butuhkan adalah kasih sayang mommy. Aku rasa cara itu adalah cara yang terbaik untuk menebus semua kesalahan mommy. Aku juga akan melindunginya selama hidupku untuk berterima kasih atas apa yang ia lakukan untuk Haena." jawab Zionel.
"Dan tentu saja daddy juga akan menjadi ayahnya yang baik." sahut Nicholas.
Zionel tersenyum lebar, kesalahpahaman ini sudah ia perbaiki. Ia berharap tidak ada lagi kesalahpahaman yang lain terhadap Stevani. Ia ingin mereka memulai hidup dengan bahagia.
"Lalu apa rencana kita selanjutnya Zio?" tanya Nicholas.
*****
__ADS_1
Happy Reading All...