Aku Bukan Wanita Murahan

Aku Bukan Wanita Murahan
Zionel Berlebihan


__ADS_3

Mereka menikmati makan malam itu bersama, tapi Zionel terus membuat Stevani kesal. Suaminya tak henti hentinya menggodanya di depan banyak orang. Sikap Zionel terus diperhatikan yang lain, pria itu benar benar nyaris mengubah sikapnya setelah bertemu dengan Stevani. Zionel tak canggung canggung memperlihatkan kemesraannya pada yang lain. Zionel yang terkenal dingin dan arogan itu benar benar tidak seperti sebelumnya.


"Berhentilah menggoda istrimu Zio, ia nyaris tak bisa makan." ujar Falera.


Zionel menyeringai. "Aku sengaja melakukannya mom agar ia tak merasakan mual saat makan."


"Tapi kau sudah berlebihan, lihatlah piring istrimu masih penuh." sahut Nicholas.


Seketika Zionel menghentikan sikap kekanak-kanakannya.


"Aku kehilangan atasanku." ejek Alex.


"Ciiiih... apa maksudmu?" tanya Zionel.


"Jangan mulai lagi, bagaimanapun pak Alex adalah tamu disini. Biasakan kau bicara baik baik dengannya?" ujar Stevani.


"Iya maaf. Ya Tuhan... tak adakah satupun diantara kalian yang membelaku?"


Mereka semua menggelengkan kepalanya bersamaan.


"Ck... sepertinya sudah tidak ada lagi Zionel Cruise di hati kalian." ucap Zionel pura pura merajuk.


Sontak mereka terkekeh geli.


"Lanjutkan makan, anggap saja tak ada Zionel Cruise disini." goda Falera.


"Ya ampun, aku putramu mom."


"Sayangnya aku lebih menyukai seorang putri. Jadi Stevani sudah cukup untukku." jawab Falera kembali terkekeh.


"Sudah sudah, tidak baik banyak bicara saat makan. Zio... kau akan menjadi seorang ayah, mengapa sikapmu berubah seperti anak TK?" ejek Nicholas.


Zionel terbelalak mendengar ucapan ayahnya. "Baiklah aku akan kembali menjadi pria sebelumnya."


"Jika kau berani lakukan saja, aku juga akan bersikap seperti dulu dan mulai menjaga jarak denganmu." ancam Stevani.


"Aku menyerah, aku tidak mungkin bisa jauh dari istriku yang menggoda ini."


"Zio... kau benar benar menyebalkan." desis Stevani.


Mereka semua kembali tertawa, Alex terus menggeleng-gelengkan kepalanya. Seorang Zionel Cruise benar benar kalah kelak dengan istrinya.


"Ingat ucapanku sebelumnya Lex, ini bentuk penghormatan pada istriku bukan karena aku..."


"Iya pak, anda sangat menghormati dan menghargai istri anda." potong Alex.


"Baguslah jika kau mengerti."


"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan?" tanya Stevani.


"Abaikan saja mereka Van, fokus pada makananmu. Kau butuh nutrisi lebih banyak sekarang." ujar Falera.


"Iya mom." jawab Stevani.


Zionel benar benar usil, pria itu bahkan terus menggelitik kaki Stevani dengan kakinya. Bahkan kaki pria itu nyaris merayap hingga ke pahanya. Stevani menggertakkan giginya, ia menatap suaminya dengan tajam agar menghentikan keusilannya.


"Berhentilah atau aku kunci kamar malam ini." ucap Stevani namun tanpa mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


Seketika Zionel menghentikan keusilannya, mereka pun kembali tenang sambil menikmati makan malam mereka.


*****


Satu jam kemudian...


Alex berpamitan untuk pulang setelah bersenda gurau dengan keluarga Cruise. Sedangkan Falera terus menyuruh Stevani agar beristirahat lebih awal.


"Kau baru pulang dari rumah sakit, kau harus beristirahat. Zio... bawa istrimu ke kamarnya." ujar Falera.


"Iya mom, kalian juga lebih baik beristirahat." jawab Zionel.


"Kami akan masuk kamar sebentar lagi." sahut Nicholas. "Bawalah Stevani beristirahat." imbuhnya.


"Aku yakin tidak akan bisa beristirahat, Zio bisa melampiaskan hasratnya yang tertunda tadi." pikir Stevani.


"Sayang ayo..." ajak Zionel.


Stevani melihat Falera dan Nicholas, mereka menganggukkan kepalanya. Ia beralih ke suaminya, namun senyuman Zionel tersirat sesuatu membuat Stevani mengerucutkan bibirnya.


"Dad... mom... aku beristirahat dulu." pamit Stevani.


"Iya Vani, silahkan." jawab kedua orang tua Zionel.


"Oh iya sayang, besok jika kau masih mengalami morning sickness jangan berlari ke toilet, pelan pelan saja agar kau tidak terpeleset." ujar Falera.


"Aku akan menyiapkan tempat khusus di bawah tempat tidur agar ia tak perlu berlari ke toilet mom." jawab Zionel.


"Oh ya Tuhan... itu tidak perlu. Aku akan berhati-hati mom, Zio... Tolong jangan perlakukan aku berlebihan." ujar Stevani.


"Aku hanya..."


Falera menatap putranya sambil menggeleng.


"Oke maaf sayang, ya sudah kami istirahat sekarang." ujar Zionel.


Keduanya pun berpamitan pada mereka, saat berjalan Stevani terus menjauhi suaminya, bahkan ia berkali-kali menyingkirkan tangan Zionel yang memegang pinggangnya. Stevani begitu kesal pada suaminya yang semakin berlebihan.


"Vani..."


Stevani bergeming, ia melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan panggilan suaminya. Saat sampai di kamar mereka, Zionel langsung menarik tangan Stevani.


"Aku minta maaf." ucap Zionel.


"Kau terus memperlakukan aku sebagai pasien Zio." ujar Stevani kesal.


"Sayang... aku hanya..."


"Berhentilah berbicara. Aku benar benar kesal padamu." potong Stevani seraya melepaskan tangannya.


Zionel mengejar istrinya lalu memeluk wanita itu dari belakang.


"Maaf nona cantik, aku janji tidak akan berlebihan lagi. Jangan marah lagi, kita belum menyelesaikan pekerjaan yang tertunda tadi."


"Ck... yang ada di kepalamu hanya itu saja. Aku sedang kesal tuan muda Cruise."


Zionel meraba perut Stevani. "Suasana hatimu bisa mempengaruhi anak kita. Aku benar benar salah, apa yang harus aku lakukan agar kau tidak kesal lagi?"

__ADS_1


Stevani kembali terdiam. Zionel menyingkirkan rambut wanita itu lalu mengecup pundaknya. Tak berhenti sampai disitu, pria itu terus mengecupnya hingga ke bagian leher Stevani.


"Zio... aku ingin tidur." ujar Stevani.


Zionel menghentikan kecupannya, ia membalikkan tubuh Stevani.


"Apa kau sangat lelah?" tanya Zionel sambil mengelus pipi istrinya.


"Tidak terlalu, hanya saja moodku tiba-tiba buruk."


"Maafkan aku sayang, aku tahu kesalahanku." jawab Zionel seraya mengecup keningnya.


Beralih ke matanya, ke pipinya, lalu menggesekkan hidungnya dengan hidung Stevani.


"Aku mencintaimu Stevani Yunsu. Sekarang semakin mencintaimu, sangat sangat..."


Stevani menghentikan ucapannya dengan menci um bibir suaminya. Sebuah pancingan bagi Zionel, pria itu seketika tak mau melepaskan bibir istrinya. Ia justru semakin memperdalam ciu mannya. Mood yang buruk itu berubah seketika saat Zionel dengan lembut melahap bibirnya.


Zionel meraba punggung Stevani sambil menurunkan riseleting gaunnya. Stevani bahkan tidak menyadari jika gaunnya sudah teronggok di kakinya. Hingga hanya tersisa bra dan celana da lamnya saja. Seketika Zionel mengangkat tubuh istrinya menuju ranjang mereka.


Zionel kembali mencum bu tubuh Stevani tanpa sejengkal pun terlewati. Pria itu langsung melepaskan pengait bra nya dan membuat kedua gundukan sintal itu terlepas dengan bebas. Zionel meremas keduanya, ia merasa milik Stevani semakin berisi. Nafas wanita itu mulai memburu dan rintihan seketika keluar dari mulutnya saat Zionel mulai melahap puncak gunungnya secara bergantian.


"Zio..." panggilnya dengan suara parau.


"Emm... cup..." hanya itulah jawaban yang keluar dari mulut suaminya sambil menikmati kedua payu daranya.


Zionel mengelus perut Stevani hingga menuju celana da lam wanita itu. Ia langsung menyelipkan tangannya ke dalam celana Stevani dan seketika menemukan milik istrinya. Tanpa sadar Stevani mengangkat kedua pahanya membuat Zionel semakin leluasa mencari lubang goa kenikmatan itu.


Jari Zionel mulai menggelitik hingga menemukan lubang itu, perlahan Zionel memasukkan jarinya kesana.


"Aaaaakkkhhh..." de sahan Stevani kembali keluar.


Jari pria itu bermain bersamaan dengan mulutnya, tubuh Stevani menggeliat dan terasa sangat panas. Zionel meninggalkan gunung kembar itu dan melepaskan jarinya. Ia tak ingin membuat istrinya semakin lelah, Zionel segera menanggalkan pakaiannya sendiri lalu melepaskan celana da lam Stevani.


"Sayang, aku tidak ingin melukai anak kita." ucap Zionel seraya membangunkan tubuh Stevani.


Pria itu membimbing istrinya agar berada di atas tubuhnya. Ia mengarahkan rudal keras miliknya dan langsung menancapkannya ke dalam goa milik Stevani.


"Aaaaakkkhhh..." de sah keduanya bersamaan.


Zionel menekan pinggul Stevani agar miliknya masuk lebih dalam lagi, seketika keduanya kembali merintih kenikmatan. Zionel mulai memainkan pinggulnya, permainan itupun di mulai dengan perlahan. Pria itu benar benar memperlakukan istrinya dengan lembut agar ia tak melukai anak mereka. Namun perlakuan itu justru membuat Stevani semakin merasakan hasratnya.


Stevani memeluk Zionel, keduanya kembali saling berciu man sedangkan ritme permainannya semakin cepat.


"Aaarrrgghhh Zio..."


"Ya sayang... aaarrrgghhh..."


"Aaarrrgghhh... Aaaaakkkhhh..."


Zionel kembali mempercepatnya, keduanya saling merintih dan mende sah. Stevani hampir meledak, miliknya mulai berkedut dan menjepit rudal milik Zionel.


"Stevani... Aaarrrgghhh..." rintih Zionel saat miliknya ingin mengeluarkan lahar panasnya.


Dan rintihan panjang keduanya keluar bersamaan saat mereka mencapai kli maksnya bersamaan. Tubuh mereka bergetar hebat dengan nafas yang memburu. Stevani pun terkulai lemas di atas tubuh suaminya. Zionel memeluknya dengan erat sambil mengucapkan kata cinta yang tiada habisnya.


*****

__ADS_1


Ampuni aku Tuhan... Maaf para Reader...🙈🙈🙈


__ADS_2