
Seketika orang tua Cecil mengambil gambarnya, keduanya ikut terkejut. Mereka tahu mengapa putrinya tersedak saat melihat desain itu.
"Aku rasa Cecil tadi bercanda saja, mana mungkin seorang penjahit pakaian bisa menyelesaikan desain ini secepatnya. Pasti perlu waktu lama." ujar Nile.
"Kau tenang saja kak Nile, aku punya kenalan yang bisa melakukannya hanya dalam waktu dua hari." jawab Falera.
"Eh... tante... Cecil sudah punya gaun yang banyak di rumah. Jangan merepotkan desainer untuk membuat ini." ujar Cecil sambil senyam-senyum canggung.
"Kau harus menepati janjimu, aku tak ingin desainku menjadi sia sia." kata Stevani.
"Benar... bukankah kau sudah sepakat. Tepati janjimu, jangan permalukan keluarga besar Cruise di depan kekasihku." sahut Zionel.
"Zio... kau kan tahu... itu..." kata Nile canggung.
Zionel pura pura tak mengingatnya, ia mengerutkan keningnya. Ia hanya ingin membuat Cecil mendapatkan pelajaran karena terus mengganggu Stevani.
"Jangan kecewakan calon istriku, Cecil kau harus menggunakan gaun itu di pesta pernikahan kami minggu depan." kata Zionel.
Mereka semua terkejut, bukan karena masalah gaun tapi permintaan Zionel atas pernikahannya yang terburu-buru itulah yang membuat mereka semua terkejut.
"Minggu depan?" tanya semuanya bersamaan.
Zionel menganggukkan kepalanya. "Mom... Dad... Aku sudah mengatur semuanya. Alex sudah membantuku menyiapkannya, aku tak ingin membuat Stevani lari dariku, aku akan menikahinya minggu depan. Aku pulang dengannya bermaksud mengenalkannya pada kalian sekaligus meminta izin soal pernikahan ini."
Nicolas dan Falera meletakkan sendoknya bersamaan. Keduanya menatap Zionel dan Stevani bergantian.
"Zio... kita bicara sebentar." pinta Nicolas Cruise.
"Stevani... berbicaralah dengan yang lain, kami pinjam Zionel sebentar." sahut Falera Cruise.
Stevani menatap Zionel, pria itu menganggukkan kepalanya pada Stevani. Zionel beranjak dari tempat duduknya mengikuti kedua orang tuanya. Sedangkan Stevani ditinggalkan bersama keluarga yang lain.
*****
__ADS_1
Ruang kerja Nicolas Cruise sangat luas, ketiganya berbicara di dalam sana. Saat baru sampai di ruangan, Nicolas langsung berbicara dengan penuh emosi.
"Apa kau pikir pernikahanmu hanya main main hah?" bentak Nicolas Cruise.
"Tenang dad... ingat penyakitmu." ujar Falera Cruise.
"Bagaimana aku bisa tenang, ia baru saja mengenalkan wanita itu tapi ia langsung meminta izin untuk menikah minggu depan."
"Karena aku sangat mencintainya dad." jawab Zionel.
"Berapa lama kau mengenalnya Zio?" tanya Falera.
"Apa kalian tidak tahu namanya jatuh cinta pada pandangan pertama?"
"Tidak ada hal semacam itu." bentak Nicolas. "Apa kau sudah bertemu keluarganya, apa kau benar benar yakin ia wanita baik baik? Apa kau akan bahagia bersamanya? Itulah yang harus kau pikirkan." imbuhnya.
"Aku pikir kalian menyukainya, ia cukup baik. Bukankah kalian bisa melihatnya sendiri."
"Wanita sembarangan? Aku sudah mengenalkannya tanpa menutupi apapun dari kalian. Ia wanita yang baik, cantik juga cerdas. Aku sangat mencintainya mom, dad. Aku sudah memutuskan akan menikahinya minggu depan. Aku tak ingin melepaskannya walaupun sebentar, aku benar benar sudah yakin akan hal ini."
"Ya Tuhan... aku sudah membiarkanmu keluar dari rumah ini, aku membiarkanmu hidup dengan bebas Zio. Tapi soal pernikahan, aku tidak akan melakukannya lagi. Kau tidak bisa menikah dengannya minggu depan sebelum aku mencari tahu soal wanita itu." kata Nicolas.
"Katakan pada mommy Zio, apa kau melakukan ini karena mommy selalu memaksamu kencan buta?" tanya Falera.
Zionel menggelengkan kepalanya. "Tidak ada hubungannya dengan masalah kencan buta. Aku benar benar mencintainya, aku akan tetap menikahinya minggu depan. Daddy tak perlu mencari tahu lagi soal Stevani, wanita itu bukan seorang kriminal. Aku tak pernah meminta apapun pada kalian, tapi kali ini permintaanku hanya sebuah pernikahan. Dan aku menikahi wanita yang aku cintai, aku rasa sudah cukup alasannya. Pikirkanlah keputusanku ini, aku tidak bisa meninggalkannya terlalu lama di luar. Aku tahu Cecil dan beberapa keluarga Cruise lain tidak menyukainya dan berusaha menjatuhkannya di depan kalian. Sayangnya pilihanku itu selalu tepat." jawab Zionel tegas.
"Bagaimana jika ia hanya menginginkan harta kita Zio? Mommy hanya mengkhawatirkanmu."
"Apakah putra mommy sebodoh itu hingga tak bisa menangani masalah harta? Dan aku rasa Stevani bukan wanita seperti yang kalian pikirkan."
"Mengapa kau dibutakan oleh perasaan cinta Zio? Kau seperti bukan putraku." kata Nicolas.
"Aku tidak mencintai wanita yang salah. Beberapa hari di kota X aku mengenalnya, wanita itu adalah wanita yang sangat menyayangi keluarganya. Ia mampu berkorban demi adiknya, dan aku rasa itu lebih dari cukup bagaimana aku bisa melihat kebaikan hatinya."
__ADS_1
"Adik....???" tanya orang tuanya bersamaan.
"Aku hampir lupa memberitahu kalian, Stevani memiliki seorang adik yang saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit di kota D karena penyakit jantung. Ia memang kaya raya, tapi ia tak pernah merepotkan orang tuanya. Wanita itu sebisa mungkin tidak membuat orang tuanya khawatir. Ia adalah wanita yang baik, ia berusaha mengurus semuanya sendiri dan tetap terlihat baik baik saja di depan orang tuanya. Itulah yang membuatku semakin mengaguminya." jawab Zionel.
Ada kebohongan di dalam ceritanya, namun yang dimaksud Zionel memang menggambarkan keadaan Stevani yang sebenarnya. Ia menilai Stevani kurang lebih seperti itu. Di matanya, Stevani adalah wanita yang mandiri, bertanggung jawab dan sangat menyayangi adiknya.
"Setelah menjalani operasi, keadaan adiknya belum stabil. Namun aku tetap memaksa Stevani ikut pindah ke kota ini karena aku ingin segera menikahinya dan membantunya memikul beban yang ia hadapi saat ini. Aku akan segera memindahkan adiknya ke rumah sakit di kota ini setelah semuanya stabil. Jadi mom, dad... setuju atau tidak setuju, aku akan tetap menikahinya minggu depan." imbuh Zionel seraya beranjak dari tempat duduknya.
Zionel segera keluar dari ruang kerja ayahnya tanpa menunggu tanggapan mereka lagi. Pria itu segera menghampiri Stevani ke ruang makan lagi.
*****
"Ada yang aneh dengan Zio, setelah aku mendengar ceritanya, aku semakin ingin menyelidiki siapa wanita itu." kata Nicolas setelah Zionel meninggalkan ruangan.
"Daddy benar, untuk apa wanita itu menyembunyikan keadaan adiknya yang sakit parah dari orang tuanya. Tak bisakah daddy mencari tahu sebelum minggu depan? Kita harus menghentikan pernikahan putra kita jika wanita ini hanya mengincar harta keluarga Cruise." ujar Falera.
"Mommy tenang saja, aku akan menyelidikinya sesegera mungkin. Zionel semakin tak bisa diatur. Lebih baik sekarang kita tetap tenang sayang, saat ini Zio tidak akan mendengarkan kita."
Falera menganggukkan kepalanya.
"Seandainya Haena masih ada, mungkin saja Zio tidak akan seperti ini." ujar Falera sedih.
Nicolas mendekati istrinya lalu memeluknya. "Jangan memikirkannya lagi sayang, kita tidak akan menyerah soal Haena. Tapi kali ini kita fokuskan urusan kita pada Zionel."
Falera kembali menganggukkan kepalanya sambil memeluk suaminya dengan erat.
*****
Happy Reading All...
Maaf Atas Keterlambatan Up...
Semoga Aku Bisa Crazy Up Untuk Mengobati Kerinduan Kalian...
__ADS_1