Aku Bukan Wanita Murahan

Aku Bukan Wanita Murahan
Zionel Terus Menggoda


__ADS_3

Mohon Bijak Dalam Membaca...


Part Untuk Dewasa...


*****


Zionel menurunkan Stevani di lantai kamar mandi yang dingin. Pria itu langsung membuka pakaiannya dengan cepat.


"Zio... aku sudah mandi. Aku akan menyiapkan makan malam." ujar Stevani seraya ingin keluar dari kamar mandi tersebut.


Namun Zionel langsung memerangkapnya dan mendorongnya ke dinding kamar mandi. "Jangan banyak alasan nona, masih ada waktu untuk makan malam. Biarkan aku mencicipimu terlebih dahulu."


"Zio... tapi..."


Zionel menarik kepala Stevani seraya membungkam mulut wanita itu dengan sebuah ciu man lembut. Siapa yang akan menolak sentuhan selembut itu dari pria tampan sekelas Zionel. Stevani memejamkan matanya seraya ikut membalas permainan bibir suaminya.


Dengan mahir Zionel melepaskan gaun yang dipakai istrinya. Pria itu langsung menuruni leher Stevani dan berlama lama disana. Tangan Zionel meraba tali bra nya, menurunkan tali tersebut dan membuka pengaitnya. Terlepaslah kedua gundukan sintal milik Stevani. Zionel meremas keduanya dan langsung melahap puncak gunung kembar itu bergantian.


"Aaarrrgghhh..." de sah Stevani saat Zionel menyentuh puncak gunung kembar miliknya.


Pria itu menggila, ia bahkan berkali-kali menggigit pelan puncak tersebut. Tentu saja Stevani semakin melengkungkan punggungnya, menarik rambut Zionel sambil terus melenguh kenikmatan.


Saat permainan itu, Zionel segera melepaskan celananya sendiri, ia melepaskan rudal keras miliknya yang sejak tadi terkekang di balik celananya. Pria itu menarik tangan Stevani dan membawanya ke arah miliknya. Stevani membuka matanya, ia terkejut karena merasakan kerasnya milik Zionel di tangannya.


Zionel menyalakan shower kamar mandi, mereka pun basah tersiram air dingin yang terasa panas di tubuh mereka. Zionel kembali melahap kedua puncak gunung kembar milik Stevani dengan semakin menggila, sedangkan Stevani tanpa sadar memainkan tangannya.


"Ooohhh... Vani..." erang Zionel saat istrinya membuat rudalnya semakin mengeras.


Stevani dengan berani menarik Zionel agar menghentikan permainannya, ia justru berjongkok di depan suaminya dan langsung melahap rudal keras milik Zionel. Pria itu terkesiap, kenikmatan kembali ia rasakan.


"Aaarrrgghhh... sayang..." rintih Zionel saat Stevani terus memainkan miliknya disana. "Kau benar benar membuatku gila..." imbuhnya.


Stevani tak menghentikannya, ia justru melahap semua milik suaminya, memainkan lidahnya dengan penuh naf su. Zionel tak mampu lagi menahannya, ia ingin segera bersarang di lubang goa kenikmatan Stevani. Pria itu menarik tubuh istrinya ke atas, dengan sigap ia melepaskan celana da lam istrinya, mengangkat sebelah kakinya dan langsung meneroboskan rudal keras miliknya ke lubang tersebut.

__ADS_1


"Aaarrrgghhh..." de sah keduanya bersamaan.


Zionel tanpa ampun langsung menarik dan mendorong miliknya, ia berusaha memasukkan rudalnya hingga tak bersisa. Saling merintih, mende sah bersamaan, memanggil nama satu sama lain tanpa henti. Permainan itu dilakukan cukup lama, tidak puas dengan gaya seperti itu Zionel menarik rudalnya, membalikkan tubuh istrinya dan memasukkan rudalnya kembali dari belakang.


"Aaarrrgghhh... Zio..." kali ini kenikmatan itu sangat terasa bagi Stevani.


Ia merasakan seluruh milik suaminya bersarang di lubang goa miliknya. Zionel kembali menarik dan mendorong miliknya, perlahan lahan hingga akhirnya menambah kecepatannya. Zionel meremas kedua gundukan sintal milik Stevani sambil mempercepat permainannya.


"Stevani... ooohhh..." teriak Zionel sambil terus mempercepatnya.


Stevani pun ikut menyahut panggilan itu, wanita itu menjepit milik suaminya saat panas yang ada dalam perutnya nyaris meledak.


"Zio... aku tak tahan lagi..." ucap Stevani dengan suara parau.


"Keluarkan sayang... keluarkan bersamaku... aaarrrgghhh..." teriak Zionel seraya menyemburkan lahar panas miliknya di dalam.


Stevani pun merintih panjang saat ia juga mencapai kli maksnya. Keduanya terkulai lemah sambil mengatur nafas mereka. Zionel menarik rudalnya perlahan, lalu membalikkan tubuh Stevani. Pria itu langsung memeluk istrinya di bawah pancuran air shower. Stevani membalas pelukan suaminya, ia masih terengah-engah akibat permainan itu.


"Aku mencintaimu istriku..." ucap Zionel.


"Seringlah memanggilku dengan sebutan suami, itu sangat membahagiakan buatku sayang." pinta Zionel.


Stevani menganggukkan kepalanya. Keduanya pun saling membantu membersihkan diri mereka. Zionel tersenyum senang saat melihat seluruh tubuh Stevani yang memiliki banyak bekas permainannya. Tidak ada rasa malu lagi diantara mereka, keduanya saling menatap tubuh yang tanpa sehelai benangpun di depan mereka.


*****


"Sebenarnya dimana mommy dan daddy?" tanya Zionel saat keduanya sudah berada di ruang makan untuk makan malam.


Stevani kembali menggelengkan kepalanya. "Sejak aku bangun tidur, mommy dan daddy sudah tidak ada di rumah. Pelayan juga tidak ada yang tahu keberadaan mereka."


Zionel berpikir dengan keras, ia melihat jam tangannya dan melihat tanggal disana. "Astaga..."


"Ada apa Zio?" tanya Stevani.

__ADS_1


"Hari ini jadwal check up daddy, aku sampai melupakannya. Mereka kemungkinan sekarang masih di rumah sakit." jawab Zionel.


"Mengapa mereka tak bilang pada pelayan atau membangunkan aku?"


"Mereka selalu pergi tanpa bilang sayang, bagaimana mungkin mommy membangunkan menantunya yang baru saja beristirahat disini."


"Tapi aku mengkhawatirkan mereka Zio. Apa mereka masih belum menganggapku ada?"


"Jangan berpikir yang bukan bukan. Apa kau lupa keinginan mommy agar kita tinggal dekat dengan rumah ini? Itu artinya mereka sudah menganggapmu Vani. Kebiasaan mereka melakukan cek kesehatan tanpa bilang itu bukan hanya denganmu saja, aku bahkan tak pernah mereka beritahu. Hanya Alex yang selalu mengingatkan aku, ketika aku datang menjemput mereka, mereka langsung mengomel tanpa henti karena aku meninggalkan pekerjaan demi mereka." jawab Zionel.


"Sepertinya mereka hanya tak ingin membuat kita khawatir. Zio... aku sepertinya menjadi penghalang buatmu untuk mencari keberadaan adikmu. Jadi mulailah mencarinya lagi agar mommy tidak menyalahkan kehadiranku dalam hidupmu."


Zionel menghentikan makannya. "Jujur saja, aku memang pernah berjanji tidak akan pernah menjalin hubungan dengan wanita apalagi menikah sebelum menemukan Haena. Tapi kehadiranmu memang mengubah prinsipku Vani. Tapi bukan berarti kau penghalang bagiku untuk mencarinya, justru aku lebih bersemangat untuk menemukan adikku dan ingin memamerkan istri abangnya yang cantik ini. Sayang... setiap ucapanmu selalu menyalahkan diri sendiri, aku benar benar tidak menyukainya. Kau sekarang bagian dari hidupku Vani. Mommy, daddy, Haena juga adikmu Zaline adalah bagian dari hidupku dan sama pentingnya. Berhentilah mengucapkan kata kata yang tidak aku sukai. Aku akan membuat meja ini menjadi tempat kita bercin ta lagi jika kau terus berkata seperti itu. Apa kau mau membuktikannya?"


Stevani terbelalak, lagi lagi pikiran kotor selalu tersirat di pikiran Zionel. Tapi ucapan pria arogan yang ada di depannya, tentu akan dilakukan pria itu jika ia berusaha melawannya.


"Sepertinya kau tidak percaya dan ingin bukti dari ucapanku." imbuh Zionel sambil menyingkirkan beberapa piring yang ada di depannya.


"Ya Tuhan Zio... tak bisakah sekali saja kau tidak mengancamku dengan pikiran me summu itu?"


"Sepertinya tidak bisa nona, sejak aku mencicipi tubuhmu itu dan merasakan setiap permainanmu, aku akan menjadikannya hobi baru untukku." jawab Zionel.


"Ya Tuhan... astaga... ampunilah dosa suamiku ini."


"Aamiin... tapi sepertinya itu bukan sebuah dosa, karena aku melakukannya dengan istriku yang sah."


"Diamlah... kau membuat selera makanku hilang."


"Tentu saja, karena kau menginginkan aku daripada makanan ini kan?" goda Zionel.


"Zionel Cruise..." ucap Stevani kesal. "Baiklah... coba saja kau membuatku melayanimu di meja ini, maka aku akan memotong milikmu." ancamnya sambil mengangkat pisau steaknya.


Zionel melepaskan tawanya, ia tertawa terbahak-bahak hingga akhirnya tersedak. Tapi pria itu tak bisa berhenti tertawa membuat Stevani semakin kesal.

__ADS_1


*****


Happy Reading All...


__ADS_2