Aku Bukan Wanita Murahan

Aku Bukan Wanita Murahan
Zionel Terbahak bahak


__ADS_3

Cukup lama Zionel menikmati pertunjukan yang membuatnya senang, setelah selesai ia pun mengembalikan tablet itu pada Alex.


"Jangan coba coba mencari tahu Lex. Aku akan mencongkel matamu jika berani melihatnya." ancam Zionel.


Alex tertawa. "Ya Tuhan... aku tidak akan berani pak Zio."


"Baguslah... Aku akan ke kantorku dan menandatangani semua dokumen yang tertunda. Setelah itu aku akan segera pulang, sepertinya aku akan makan besar lagi malam ini."


"Apa nona Stevani pintar memasak?"


Zionel mengangguk. "Dan rasanya sangat lezat, aku tak tahu apa yang tidak bisa ia lakukan." jawabnya dengan bangga.


"Ckckck... apa anda tidak berniat mengundangku untuk mencoba masakannya?" goda Alex.


"Mimpi saja...!"


Zionel melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Alex setelah mengatakan itu. Alex hanya menggelengkan kepalanya. Zionel menuju lift pribadinya karena ruangannya dengan Alex beda satu lantai. Ia segera menuju kantornya membuat sekretarisnya terkejut karena tak mendengar kabar kedatangannya.


Wanita itu berdiri dan cepat cepat menyapa Zionel. Pria itu berhenti sejenak di depan Kirana.


"Bukankah aku sudah bilang jangan makan apapun di meja kerja. Kau bisa mengotori dokumen penting." bentak Zionel.


"Ma... Ma... Maaf pak Zio." jawab Kirana tergagap.


"Tidak ada lain kali Kirana, bawa semua dokumen yang harus aku tanda tangani sekarang." perintah Zionel seraya melanjutkan langkahnya.


"Baik pak." jawab Kirana cepat.


Dengan tangan gemetar Kirana menyiapkan semua dokumen yang tertunda itu. Alex tiba disana lalu memperhatikan Kirana.


"Apa yang terjadi? Mengapa tanganmu gemetar? Apa kau membuat bos marah?" tanya Alex.


Kirana mendongak lalu mengangguk, ia menunjukkan cemilan yang ia makan tadi pada Alex.


"Ckckck... kau ini... bukankah aku sudah memberi peringatan berkali-kali. Untung saja ia dalam keadaan senang sehingga tidak langsung memecatmu. Sini biar aku saja yang membawa dokumennya." pinta Alex.


"Terima kasih pak Alex." jawab Kirana seraya menyerahkan dokumen dokumen itu pada Alex.


Alex pun masuk ke dalam ruangan Zionel lalu meletakkan dokumen dokumen itu di meja. Zionel sedang berdiri di dekat jendela kantornya sambil menatap kota D yang mulai redup karena hari semakin sore.


"Mengapa mood anda berubah menjadi buruk pak Zio?" tanya Alex.


"Jika aku masuk ke kantor ini, aku kembali teringat Haena. Sebentar lagi aku akan menikah, namun pernikahan ini tanpa kehadirannya. Apakah ia akan menyalahkan aku?"


"Aku rasa nona Haena justru akan bahagia pak Zio. Setidaknya anda tidak akan sendirian lagi menunggunya kembali. Anda tidak akan kesepian saat memikirkannya, anda akan dibangunkan saat bermimpi buruk."


"Aku harap Haena akan berpikiran yang sama denganmu Lex. Dimana sebenarnya kau Haena? Mengapa aku tak bisa menemukanmu?"


"Tuhan mungkin memiliki rencana lain pak Zio, anda jangan terus menyalahkan diri sendiri."


"Aku harap akan menemukannya dalam keadaan sehat Lex. Jika tidak, aku tidak akan bisa hidup dengan tenang."

__ADS_1


"Aamiin... Tentu saja nona Haena akan kembali dalam keadaan sehat pak."


Zionel menghela nafas panjang, ia kembali ke meja kerjanya. "Apa ini semua dokumen yang tertunda?"


"Ini semua termasuk yang dikerjakan Kirana pak." jawab Alex.


"Aku tidak ingin melihat wanita itu makan sesuatu di meja kerja Lex. Aku sudah memberi ruang istirahat untuk karyawan di perusahaan. Aku juga memberikan waktu untuk mereka beristirahat. Jika ia kembali melakukannya, aku tak ingin melihatnya lagi." ujar Zionel.


"Tentu pak Zio, aku akan memberinya peringatan terakhir. Tapi terlepas dari itu, pekerjaan Kirana tidak bisa dibilang buruk pak. Selama kita ke kota X, ia mengurus semuanya dengan baik."


"Peraturan tetap peraturan, jika aku tidak tegas maka semua karyawan akan melanggar peraturan dan seenaknya saja bekerja disini. Sudahlah... aku harus segera menyelesaikan ini agar bisa segera pulang." kata Zionel.


"Silahkan pak." jawab Alex.


"Duduklah Lex sambil menungguku."


"Apa anda ingin minum kopi?"


"Tidak..."


"Baik pak." ujar Alex lalu duduk di kursi depan Zionel.


Zionel terus serius membaca dokumennya, lalu menandatangani satu per satu dokumen tersebut setelah ia periksa dengan baik. Setelah selesai ia menyerahkan semuanya pada Alex lagi.


"Sudah waktunya aku pulang."


"Aku akan mengantar anda pak Zio."


"Tidak perlu Lex, aku membawa mobil sendiri. Mobilku yang lain bisa kau pakai saja."


Zionel terkekeh. "Aku tahu... Pulanglah jika pekerjaanmu juga sudah selesai."


"Baik pak."


Zionel menganggukkan kepalanya lalu meninggalkan Alex untuk pulang ke apartemennya. Zionel begitu bersemangat karena akan bertemu Stevani dan mencicipi masakannya.


*****


Stevani menghela nafas panjang saat sudah menyelesaikan masakannya, ia melihat jam dinding dan waktu makan malamnya benar benar pas dengan waktu ia menyelesaikan masakan itu. Ia segera mengaturnya dengan cantik di meja makan. Setelah selesai, ia pun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setengah jam kemudian...


Stevani menyelesaikan mandinya, menggunakan pakaian yang dibelikan Zionel kembali. Wanita itu menunggu kepulangan Zionel seperti sedang menunggu kedatangan suaminya sendiri. Saat suara bel pintu berbunyi, dengan cepat ia membuka pintunya.


Zionel menyeringai saat melihat wanita cantik itu menyambutnya pulang.


"Sepertinya kau sedang menungguku." goda Zionel.


"Kau jangan terlalu percaya diri, kau memberikan kartu kunci apartemen padaku. Tentu saja kau yang menekan bel pintu dan aku harus membukanya." jawab Stevani.


"Lain kali pastikan terlebih dahulu sebelum kau membuka pintunya Van. Bisa saja ada orang jahat yang ingin merampok."

__ADS_1


"Bukankah apartemen ini keamanannya sangat ketat."


"Kau benar, tapi tak ada salahnya berhati-hati untuk menjaga diri." ujar Zionel lalu berpura pura mengendus aroma masakan Stevani. "Apa aku akan dijamu makan malam?" tanyanya.


"Aku memakai dapurmu lagi untuk membuat makanan, apakah kau mau mencicipinya? Jika kau tidak menyukainya..."


"Aku akan mandi terlebih dahulu. Dan akan makan malam bersamamu. Jangan menyia-nyiakan makanan yang sudah dibuat. Itu akan membuang buang uangku." potong Zionel.


Stevani menganggukkan kepalanya. Zionel pun segera menuju kamar mandi, ia sendiri benar benar tak sabar menikmati masakan yang Stevani buat.


Stevani menunggu dengan sabar, ia tahu pria itu akan melewati ruangan tanpa pakaian setelah mandi. Jadi ia menonton televisi untuk menghindari pemandangan yang tidak biasa namun harus terbiasa itu.


Karena cukup lama pria itu membersihkan diri, Stevani pun kembali menuju ruang makan. Ia memastikan masakannya masih hangat. Dan beruntung masakan itu memang belum dingin sampai akhirnya Zionel menghampirinya di ruang makan.


"Apa kau lebih menyukai makanan panas? Aku bisa memanaskannya sebentar." ujar Stevani.


"Tidak perlu, aku sudah kelaparan." jawab Zionel sambil menatap masakan Stevani.


"Jika tak sesuai seleramu..."


"Kapan aku makan jika kau bawel seperti itu nona?"


"Maaf..."


Zionel mulai mengambil makanannya, ia mencicipi masakan rumahan yang dibuat Stevani. Masakan yang sederhana namun rasanya tidak sesederhana kelihatannya. Zionel teringat adegan saat wanita itu memasak semuanya. Ia tak bisa menahan tawanya hingga berkali-kali terbatuk dan tersedak.


Stevani terbelalak lalu menatap Zionel. "Apa masakanku begitu tidak enak hingga membuatmu tertawa seperti itu?"


"Ehm... tidak... masakanmu sangat enak."


"Lalu apa yang lucu?"


"Aku hanya membayangkan seperti apa cara kau memasaknya tadi."


Stevani mengerutkan keningnya. Ia sangat cepat menyadari ucapan Zionel.


Mata Stevani seketika terbelalak. "Kau..."


Stevani segera mencari keberadaan cctv di apartemen itu, dan kembali terbelalak saat melihat beberapa cctv disana termasuk di dalam dapur.


"Kau tidak melihatku saat memasak tadi kan? Lalu apa kau meletakkan cctv ini di kamar mandi dan di ruang ganti? Apa kau pria mes*m?"


Alih alih menjawab, Zionel justru semakin tertawa terbahak bahak membuat Stevani semakin kesal.


*****


Cukup 5 episode ya Reader...


Terima kasih atas dukungannya...


Jangan lupa like, komen, rate dan gift ya...

__ADS_1


Happy Reading All...


To Be Continue...


__ADS_2