Aku Bukan Wanita Murahan

Aku Bukan Wanita Murahan
Penangkapan Nile Cruise


__ADS_3

Beberapa dokter memeriksa keadaan Zaline, bahkan dokter Herman langsung menyuntikkan obat penenang pada gadis kecil itu.


"Nona Zaline sepertinya sangat syok. Sebaiknya kita harus membawanya kembali ke rumah sakit." ujar dokter Herman dan mendapat persetujuan dari dokter yang lain.


Zionel berjongkok di depan adiknya. "Are you okey?"


Zaline menganggukkan kepalanya, namun matanya mulai sayup-sayup akibat obat yang disuntikkan dokter padanya.


"Semuanya sudah berakhir sayang, lupakan yang pernah terjadi padamu. Mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal." imbuh Zionel. "Mom... bawa Zaline ke rumah sakit lagi." pinta Zionel.


Falera menganggukkan kepalanya. Ia bersama tim medis mulai membawa keluar Zaline dari ruang rapat tersebut.


"Dad, sebaiknya kita ke kantor polisi sekarang. Biar disini om Andre dan Alex yang mengurusnya." kata Zionel lagi.


"Benar... kita harus ke kantor polisi." jawab Nicholas.


Zionel menatap Ramirez.


"Aku ikut kalian karena aku tak mau terlibat dalam perusahaan." ujar Ramirez.


"Baiklah... Om Andre, Lex... selesaikan masalah perusahaan. Aku akan kembali setelah selesai mengurus masalah Gilbran." ujar Zionel.


"Tentu Zio, kau jangan khawatir masalah perusahaan." jawab Andreaz.


"Baik pak, anda tenang saja." sahut Alex.


Zionel menatap para pemegang saham, wajah mereka terlihat memucat karena ketakutan saat ini.


"Singkirkan lalat lalat yang menyebalkan Lex." perintah Zionel seraya keluar dari ruangan bersama Nicholas dan Ramirez.


Mereka semua berangkat menuju kantor polisi.


*****


Nile Cruise sibuk membereskan pakaiannya ke dalam koper besar. Ia ingin segera kabur setelah mendapat kabar dari mata mata di perusahaan jika suaminya di tangkap polisi.


"Dasar bodoh, bisa bisanya kau justru tertangkap. Bukankah kau bilang akan berhasil mendapatkan perusahaan hari ini. Dan Bagaimana bisa Haena tiba tiba kembali setelah lima tahun lebih ia menghilang. Ini tidak masuk akal." gerutu Nile sambil memasukkan pakaiannya.


"Aku harus ke Amerika menemui Cecil, aku tak ingin berakhir di dalam penjara. Semua bukan salahku, ini semua salah suamiku yang bodoh itu. Jika saja ia tidak kehilangan Haena saat itu, mungkin kami tidak akan seperti ini. Benar benar bodoh..." umpat Nile terus menerus.

__ADS_1


Nile segera keluar dari rumahnya, masuk ke dalam mobilnya dan segera menancapkan gas mobilnya menuju bandara.


*****


Seperti yang sudah di duga Zionel, jika Nile akan kabur setelah tahu suaminya tertangkap. Ia meminta pihak kepolisian untuk menangkapnya di rumah dan jika tak menemukannya, Zionel meminta beberapa anggota kepolisian ke bandara.


Saat mobil Nile baru sampai di parkiran bandara, wanita itu tidak menyadari akan adanya polisi. Baru saja ia keluar dari mobilnya, dua orang polisi langsung membekuknya.


"Nile Cruise, anda ditangkap atas tuduhan penculikan dan percobaan pembunuhan anak dibawah umur. Anda bisa memberikan keterangan..."


"Tidak... aku tidak bersalah... lepaskan aku..." teriak Nile. "Lepaskan... pak... Aku sama sekali tidak melakukan semua itu." berontaknya.


"Anda bisa memberikan keterangan ke kantor polisi, saat ini anda hanya bisa diam dan ikut kami."


"Aku tidak mau... lepaskan..."


Nile terus memberontak sehingga polisi terpaksa menyeret wanita itu masuk ke dalam mobil petugas. Ia terus memberontak walaupun sudah berada di dalam mobil kepolisian.


"Diam... atau kami akan menembak anda." ancam salah satu polisi.


Seketika Nile terdiam karena ketakutan. Polisi pun akhirnya membawanya menuju kantor polisi dimana Gilbran sudah berada disana.


*****


"Kapan kalian mengetahui semua ini? Apa aku bukan keluarga kalian lagi?" ujar Ramirez kesal.


"Bukan seperti itu kak. Kami masih tidak yakin sebelumnya, saat kami menemukan Haena, barulah masalah ini semakin jelas." jawab Nicholas.


"Jika sudah jelas, mengapa kalian merahasiakan semua ini dariku? Atau kalian tidak percaya padaku?"


"Tidak om, ini sungguh berat buat kami. Jadi kami masih bingung harus menjelaskannya seperti apa. Jadi kami memutuskan untuk melakukan hal ini di saat waktu yang tepat."


Ramirez menghela nafas panjang. "Ya Tuhan... bagaimana Nile dan suaminya bisa berbuat hal gila seperti ini. Haena adalah keponakan mereka sendiri. Mengapa mereka tega menyakiti keluarganya sendiri? Apa yang sebenarnya mereka pikirkan?"


"Kak Ram sudah tahu jawabannya saat rapat tadi, mereka ingin perusahaan Cruise. Mereka melakukannya karena harta ini kak."


"Ini gila... Perusahaan Cruise milik kita bersama. Gilbran diberi jabatan yang tinggi di perusahaan, Nile menerima keuntungan sesuai dengan saham miliknya. Kehidupan kita tak pernah kekurangan Nicho, apa yang dipikirkan Nile?"


"Mereka dibutakan harta om. Tidak ada kepuasan yang mereka terima. Mereka pikir kami tidak adil dalam mengurus perusahaan ini. Aku tak ingin lagi mengakui mereka sebagai keluarga Cruise. Bukan hanya penculikan yang dilakukan mereka, bahkan Gilbran hampir menodai Haena. Tuhan masih melindunginya, sehingga Hae bisa kabur dari pria itu."

__ADS_1


Mendengar ucapan Zionel, seketika Ramirez mengumpat begitu banyak.


"Mengapa kau tidak mengatakannya tadi Zio, aku tak perduli hukum lagi, aku ingin membunuhnya." geram Ramirez.


"Jangan kotori tangan kita kak. Biarkan hukum yang membalas perbuatan mereka. Setidaknya Hae sekarang sudah kembali pada kita." kata Nicholas.


Ponsel Zionel berdering, ia segera mengangkatnya karena dari kepolisian. Zionel mengumpat saat tebakannya benar jika Nile akan kabur.


"Terima kasih pak." ujar Zionel di akhir perbincangannya di telepon.


"Ada apa Zio?" tanya Nicholas.


"Polisi baru saja memberi kabar jika mereka berhasil menangkap Nile di bandara." jawab Zionel.


"Bandara???" tanya Nicholas dan Ramirez bersamaan.


"Aku sudah menduganya, mereka memiliki mata mata. Sepertinya Nile sudah tahu jika suaminya ditangkap, ia berusaha kabur dari kota ini. Dan menurut dugaan polisi, ia berniat ke Amerika. Ciiiih... sepertinya ia berusaha menemui Cecil untuk kabur bersama." ujar Zionel geram.


"Ya Tuhan... Nile... Mengapa kau menjadi seperti ini?" kata Ramirez sedih.


"Adik perempuan satu satunya kita yang selalu kita manjakan justru menghancurkan keluarga Cruise. Aku tak bisa memaafkannya karena telah melukai Haena." sahut Nicholas.


"Papa di surga pasti bersedih saat ini. Aku lah yang bersalah, sebagai kakak tertua kalian, seharusnya aku bisa menjaga dan mendidik adik adikku dengan baik." ujar Ramirez.


"Berhentilah menyalahkan diri kalian sendiri. Kita tak bisa melihat isi hati seseorang, walaupun ia adalah keluarga kita sendiri. Kalian sudah cukup baik sebagai kakak, aku bisa melihat bagaimana kalian satu sama lain mencurahkan kasih sayang dalam keluarga. Dad, om... kita tidak bisa melepaskan perbuatan Gilbran dan Nile hanya karena mereka keluarga kita. Jadi saat di kantor polisi, jangan berharap kalian bisa memaafkan perbuatan adik kandung kalian. Aku tidak akan pernah melepaskan mereka. Hae sangat menderita, dan aku ingin mereka mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya." kata Zionel tegas.


"Kau tenang saja Zio, om ikut hanya ingin mendengar alasan mereka melakukan hal ini. Kali ini om pun tidak akan memaafkan perbuatan mereka jika memang benar terbukti bersalah." jawab Ramirez.


"Bukan jika om, tapi semua bukti yang aku kumpulkan sudah membuktikan mereka bersalah. Dengan alasan apapun, aku tidak akan melepaskan mereka. Haena harus mendapatkan keadilan."


"Dan aku setuju dengan putraku. Kali ini aku pun tidak ingin mereka lolos seperti halnya Cecil. Kak... hanya penjara yang bisa menyadarkan mereka. Aku tak perduli lagi reputasi keluarga besar Cruise karena korbannya adalah putriku sendiri." sahut Nicholas.


Ramirez menghela nafas panjang. "Jika itu terjadi pada putriku, mungkin aku akan melakukan hal yang sama. Maafkan aku pa, aku tidak bisa lagi membela adikku sendiri. Ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya, papa juga mengajarkan kami selalu seperti itu. Tapi bagaimana kalian bisa menemukan Haena?"


"Ceritanya panjang om. Aku akan menceritakannya setelah selesai di kantor polisi." jawab Zionel.


Mereka menghentikan pembicaraannya setelah supir yang membawa mereka memasuki gedung kepolisian.


*****

__ADS_1


Happy Reading All...


__ADS_2