
"Cecil...!!!" teriak Nile dan Gilbran seraya membantu putrinya bangun.
Alex keluar dari ruangan, ia harus berjaga di luar dan tidak mencampuri urusan keluarga Cruise.
Cecil seketika memeluk ibunya dan menangis dengan keras. "Aku tidak mau masuk penjara ma, tolong bantu aku."
"Zio... kasihanilah adikmu. Maafkan kesalahan Cecil." pinta Gilbran.
"Benar Zio, Cecil masih anak anak. Ia belum mengerti apa yang ia lakukan. Tolong maafkan kesalahannya." sahut Nile.
"Ciiiih... masih anak anak, apa aku tidak salah dengar? Ia mampu merencanakan pembunuhan apa masih tergolong anak anak?" bentak Zionel.
"Bang Zio... tolong lepaskan aku..." pinta Cecil sambil terisak.
Ramirez melangkahkan kakinya mendekati mereka. "Aku sudah menghubungi kepala kepolisian untuk menutup kasus ini. Zio... jangan perpanjang lagi, ini menyangkut reputasi keluarga Cruise." ujar Ramirez.
Seketika emosi Zionel semakin meledak. "Reputasi? Kalian masih memikirkan reputasi keluarga Cruise setelah kami nyaris kehilangan nyawa. Apa bagi keluarga ini reputasi lebih penting dari apapun?" teriaknya.
"Nak... tenanglah." pinta Falera.
"Apa mommy bisa memaafkan orang yang hampir membunuh putra mommy?" teriak Zionel.
Zionel membuka pakaiannya sendiri dengan kasar hingga kancing baju tersebut berhamburan ke lantai.
"Lihatlah lukaku...!" teriaknya. "Aku melakukan operasi, aku kehabisan darah dan aku nyaris mati. Apa kalian masih mementingkan reputasi?" imbuhnya.
"Zio... om mengerti maksudmu. Tapi pikirkan bagaimana kakekmu melindungi keluarga ini hingga nama besar Cruise dikenal. Jika sampai kasus ini menyebar keluar, kita benar benar hancur Zio. Kakekmu akan bersedih melihat keluarga ini berantakan. Setidaknya kau dan Stevani sekarang masih baik baik saja. Dan coba kau pikirkan juga keluarga Yudistira. Varisa sudah menerima hukuman dari Tuhan dengan kehilangan ayahnya, ini juga berimbas pada ibunya. Jika kau masih melanjutkan masalah ini, kau menghancurkan keluarga itu sampai tidak tersisa Zio. Om tidak membenarkan perbuatan Cecil, tapi ini menyangkut banyak pihak Zio. Mengertilah apa yang om lakukan." ujar Ramirez lagi.
Zionel menggertakkan giginya. Ia melihat kaki Stevani yang masih terbalut perban. Amarahnya kembali memuncak, seketika Zionel mengangkat dan membalikkan meja yang ada di depannya hingga kaca meja tersebut terbelah membuat semuanya berteriak karena terkejut.
"Zio... tenangkan dirimu nak." ujar Nicholas.
"Zio..." ujar Stevani seraya ingin turun dari ranjangnya.
Zionel menatap Stevani dengan tajam. "Tetaplah disitu." bentaknya.
Stevani seketika terkesiap dan ketakutan, ia mengurungkan niatnya untuk turun dari ranjang dan hanya bisa kembali diam.
"Lihat... Kalian lihat hasil perbuatan Cecil." bentak Zionel seraya menunjuk Stevani. "Stevani memang tidak tertusuk, tapi ia harus berbaring karena kakinya yang membengkak, aku memang yang melakukannya untuk menyelamatkannya dari penusukan, tapi ini masih berkaitan dengan perbuatan gila Cecil dan wanita itu. Dan mommy... tanpa bertanya secara baik baik, mommy langsung menamparnya. Berapa banyak rasa sakit yang ia terima hah? Tapi kalian tahu, ia memintaku memaafkan mommy dan Cecil. Ia memikirkan keluarga ini agar tetap damai. Apa kesalahannya hingga kalian memperlakukannya seperti ini? Mengapa kalian tidak bisa menerima pilihanku? Apa yang salah dengan wanita baik ini?" imbuh Zionel seraya mengeluarkan air matanya karena terlalu emosional.
"Mommy bersalah nak, mommy minta maaf." jawab Falera sambil mendekati Zionel.
__ADS_1
"Pernikahanmu dengan Stevani akan segera dilaksanakan Zio. Jika kasus ini dilanjutkan, apakah pernikahan kalian akan baik baik saja? Tentu tidak... Kau... terutama Stevani akan menjadi bahan tawaan mereka. Banyak sekali yang harus kau pikirkan karena masalah ini." ujar Ramirez.
Zionel memejamkan matanya, memang benar yang dikatakan Ramirez, tapi apakah ia harus melupakan kejadian yang menyangkut keselamatan nyawa mereka begitu saja. Falera mendekati putranya lalu menepuk pundak Zionel pelan, akhirnya Zionel tenang dan duduk di sofa, Falera langsung mengambil kemeja Zionel yang lain dan membantu putranya mengenakan pakaiannya lagi.
"Mengapa kau melakukan hal bodoh seperti ini Cecil? Kau tahu... apa yang kau lakukan ini adalah perbuatan rendahan yang tidak sesuai dengan martabat keluarga Cruise. Cecil... kembalilah melanjutkan pendidikanmu di Amerika, setelah kau lulus dan memiliki prestasi, kau baru boleh kembali ke Indonesia. Hanya itu hukuman yang pantas buatmu." kata Ramirez.
"Tapi kak... bagaimana aku bisa kehilangan putriku." ujar Nile.
"Pergi atau aku meminta kepala kepolisian melanjutkan kasus ini. Aku anak tertua dari keluarga Cruise sudah memutuskan demikian." jawab Ramirez.
Cecil menggelengkan kepalanya. "Aku tidak ingin jauh dari mama. Om Ram... tolong maafkan aku." pintanya.
Zionel mengumpat. "Mudah sekali kau mengucapkan kata maaf setelah apa yang kau lakukan. Pergi...! Dan jangan pernah menunjukkan wajahmu lagi di depanku."
"Bang..." rengek Cecil.
"Aku setuju dengan keputusan kak Ram. Ini yang terbaik untuk keluarga Cruise." sahut Nicholas. "Ckckck... mengapa kau bisa berpikir bodoh seperti ini Cecil. Jika sampai aku kehilangan Zio, mungkin aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Aku tidak perduli lagi walaupun kau adalah keponakanku." imbuhnya.
"Kak Nile... bawa Cecil pergi dari sini sebelum aku ikut berubah pikiran." sahut Falera.
Gilbran sebagai kepala keluarga akhirnya memaksa anak dan istrinya keluar dari ruangan. Mereka pun meninggalkan rumah sakit dengan penuh amarah.
*****
Zionel beranjak dari tempat duduknya tanpa menjawab ucapan Ramirez, ia justru mendekati Stevani yang masih ketakutan. Pria itu langsung memeluk kekasihnya tanpa memperdulikan keberadaan yang lain.
"Maaf... maaf sayang... aku mengejutkanmu dan membuatmu takut tadi. Aku tidak bermaksud membentakmu, dan aku juga minta maaf karena tak berdaya saat ini, aku tak mampu memberi keadilan untukmu. Tolong maafkan aku. Aku tak tahu harus berbuat apa saat ini." kata Zionel.
Stevani membalas pelukan Zionel. "Kau tidak salah Zio, kau tidak perlu minta maaf padaku. Aku baik baik saja asal kau juga baik baik saja. Aku hanya takut kau kembali terluka, aku sama sekali tidak memperpanjang masalah ini. Om Ram benar, banyak sekali yang akan hancur karena masalah ini. Jadi aku setuju untuk menutup kasus ini selama kau baik baik saja."
Ramirez, Nicholas dan Falera juga kedua orang tua Roxy mendekati mereka. Keduanya melepaskan pelukannya dan menatap mereka semua.
"Kau sangat beruntung mendapatkan wanita seperti ini Zio." ujar Andreaz ayah Roxy.
"Benar... ia sangat berlapang dada." sahut Aida ibu Roxy.
"Kau memang pantas masuk dalam keluarga ini dan tentu saja kau bisa meredakan amarah keponakanku." ujar Ramirez.
Nicholas menyenggol istrinya.
"Ehm... Stevani... Tante..."
__ADS_1
Falera ragu mengatakannya.
"Tante... lupakan saja masalah yang lalu. Aku sangat memahami apa yang tante rasakan. Jadi..."
"Aku minta maaf." Falera memotong ucapan Stevani. "Aku terlalu terbawa emosi, aku minta maaf." imbuhnya.
Stevani terkejut lalu menggelengkan kepalanya.
"Aku benar benar menyesal karena membawa masuk Varisa ke dalam keluarga ini, ini memang salahku. Aku juga menyesal karena selalu berpikiran buruk padamu Stevani. Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan. Fokuslah dengan kesembuhan kalian jika ingin pernikahan ini tetap dilanjutkan. Em... bagaimana dengan kakimu?" tanya Falera.
"Tidak apa apa tante, aku baik baik saja. Seharusnya aku lah yang meminta maaf karena membuat Zio seperti ini." jawab Stevani.
"Mau sampai kapan kalian saling meminta maaf?" tanya Nicholas seraya memeluk pundak istrinya membuat yang lain tertawa.
"Jadi Zio... apakah kau sudah menerima keputusan ini?" tanya Ramirez.
Zionel menatap Stevani, wanita itu menganggukkan kepalanya agar Zionel menyetujui keputusan keluarganya.
Zionel menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. "Kali ini aku akan diam, tapi tidak ada lain kali om. Siapapun yang melakukan kesalahan di luar batas, maka aku akan bertindak tegas tanpa harus memikirkan reputasi keluarga ini lagi. Masalah ini aku anggap sudah selesai, tapi aku tidak ingin melihat Cecil lagi. Pastikan ia berangkat ke Amerika sebelum hari pernikahan kami."
"Syukurlah... kau tenang saja, aku yang memberi hukuman untuk Cecil maka aku yang akan memastikan akan hal itu. Falera... kau sebentar lagi akan menjadi seorang nenek, bertindaklah semestinya, gunakan akal sehat bukan emosi sesaat." kata Ramirez.
"Baik kak. Sekali lagi tante minta maaf Stevani." jawab Falera.
"Ya Tuhan... aku belum tahu apakah hamil atau tidak, ini semua karena ulah Zio." pikir Stevani.
"Sayang... sudah saatnya Stevani memanggil kita daddy dan mommy." ujar Nicholas.
Falera kembali menatap Stevani lalu menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan suaminya.
"Zio..." gumam Stevani ragu.
Zionel tersenyum. "Panggil mereka daddy dan mommy sayang. Selamat datang di keluarga Cruise."
Stevani menatap kedua orang tua Zionel bergantian. "Dad...ddy... mommy..." ujarnya canggung.
Mereka semua terkekeh, habis gelap terbitlah terang.
*****
Happy Reading All...
__ADS_1