Aku Bukan Wanita Murahan

Aku Bukan Wanita Murahan
Kabar Duka


__ADS_3

Kejadian yang mengejutkan semua pihak. Kabar bunuh diri Varisa membuat Yudistira terserang jantung dan akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan Varisa masih dalam perawatan setelah menyayat urat nadinya sendiri. Wanita itu tentu belum tahu soal kematian ayahnya karena ulahnya.


Rumi terus menangis di depan jenazah suaminya yang disemayamkan di rumah duka Bakti Husada. Tangisan wanita itu kembali meledak saat keluarga besarnya tiba. Ia terus meraung keras sambil memeluk saudara saudaranya.


*****


"Iya... aku mengerti dad. Iya... baiklah... Aku akan mengurus masalah ini."


Zionel menerima telepon dari ayahnya dan mendapat berita besar yang sangat mengejutkan. Ia tak menyangka keluarga Yudistira akan hancur seperti ini karena perbuatan Varisa, dan nama sepupunya ikut terseret di dalamnya.


Stevani menatap wajah Zionel yang murung setelah menerima telepon tersebut.


"Ada apa Zio? Itu telepon dari siapa?" tanya Stevani.


Zionel menatap Stevani. "Dari daddy... Sudah ditemukan siapa dalang dari penusukan ini."


"Ya Tuhan syukurlah... Lalu siapa yang melakukannya? Tapi mengapa kau terlihat sedih Zio."


"Aku menerima kabar duka dari keluarga Varisa. Ayahnya meninggal dunia karena serangan jantung, dan itu terjadi di rumah Cruise."


"Ya Tuhan..." ujar Stevani terkesiap.


"Dan ini ada hubungannya dengan pelaku penusukan itu." imbuh Zionel.


"Apa maksudmu Zio?"


Zionel menghela nafas panjang. "Yang menusukku adalah orang suruhan Varisa, orang tuanya mengetahui perbuatan rendah putri mereka. Tuan Yudistira datang ke rumah Cruise untuk meminta pengampunan atas perbuatan putri mereka. Dan saat pria itu melakukannya, ia menerima kabar jika Varisa melakukan percobaan bunuh diri, tuan Yudistira terserang jantung dan daddy berusaha secepat mungkin membawanya ke rumah sakit, namun Tuhan berkehendak lain, ia meninggal dunia dalam perjalanan. Dan yang mengejutkan kami adalah Cecil ikut terseret dalam masalah ini. Menurut pengakuan keluarga Varisa, Cecil juga ikut bekerja sama untuk mencoba membunuhmu sayang."


Stevani tercengang, ia merasa semua cerita Zionel seperti drama drama di televisi.


"Aku akan menghubungi Alex." ujar Zionel seraya mengambil ponselnya lagi.


Cukup lama Zionel berbicara dengan Alex. Stevani hanya bisa mendengarkan kekasihnya berbicara lewat telepon sampai akhirnya pembicaraan itu selesai.


"Zio... apa yang ingin kau lakukan sekarang?" tanya Stevani setelah kekasihnya selesai dengan ponselnya.


Zionel kembali menatap Stevani. "Alex akan menjemput Cecil untuk datang kemari. Sayang... sejujurnya aku bingung dengan masalah ini. Jika aku melanjutkan kasus ini, maka ibu Varisa akan menggila, ia baru saja kehilangan suaminya, mana mungkin ia bisa menerima jika putrinya masuk penjara. Dan tentu saja jika Cecil benar benar terlibat, maka aku pun akan kehilangan sepupuku. Tapi jika aku memaafkan mereka, bukankah sama saja aku membenarkan perbuatan mereka."


"Apa Cecil sangat membenciku karena masalah gaun itu? Sepertinya aku yang salah dalam masalah ini."


Zionel mendekati Stevani yang masih duduk di sofa. "Apa yang kau katakan Vani? Mengapa kau menyalahkan dirimu sendiri? Ini bukan kesalahanmu sayang." ujarnya seraya memeluk pundak wanita itu.


Stevani merebahkan kepalanya di bahu Zionel. "Lalu apa yang harus kita lakukan?"

__ADS_1


"Walaupun aku memaafkan mereka, kasus ini akan tetap di proses, aku hanya bisa meringankan hukuman mereka tapi tidak bisa membebaskan karena ini bukan kasus ringan sayang, ini berhubungan dengan nyawa."


Stevani hanya bisa menganggukkan kepalanya, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi tentang masalah ini. Keduanya masih menunggu kedatangan Cecil.


*****


Dua jam kemudian...


Walaupun malam semakin larut, akhirnya Alex dan Cecil tiba di rumah sakit. Cecil terus bertanya pada Alex mengapa abangnya ingin bertemu dengannya, ia terus khawatir jika terjadi sesuatu pada abangnya.


"Nona Cecil akan segera tahu setelah bertemu pak Zio." jawab Alex. "Tenang saja, pak Zio semakin membaik." imbuhnya.


Cecil menghentikan langkahnya. "Pak Alex... jika abang baik baik saja, aku akan menemuinya besok pagi saja. Bukankah bang Zio harus beristirahat."


Cecil mulai ketakutan, ia merasa ada yang tidak beres hingga ia harus dijemput paksa oleh Alex di rumahnya.


Alex ikut menghentikan langkahnya lalu menatap Cecil. "Menunda justru akan membuat anda semakin menyesal nona."


"A...a... apa maksudmu?" tanya Cecil tergagap.


Alex menarik tangannya dengan paksa, ia terus membawa Cecil tanpa memperdulikan rontaan wanita itu. Alex melepaskan tangan Cecil setelah sampai di depan ruangan.


"Berani sekali kau menarik tanganku...!" teriak Cecil.


"Kau akan menyesal karena memperlakukan keluarga Cruise seperti ini. Aku akan meminta bang Zio memecatmu." bentak Cecil.


Alex menghela nafas panjang lalu pria itu mengetuk pintu kamar. "Pak Zio... kami sudah sampai."


"Masuk." teriak Zionel dari dalam ruangan.


Cecil menelan saliva nya, ia dengan ragu melangkahkan kakinya ke dalam. Ia terkejut saat melihat Stevani sedang berbaring di ranjang Zionel.


"Mengapa wanita itu..."


"Duduklah Cecil, aku ingin bicara." potong Zionel.


Suara Zionel terdengar sangat dingin, hingga siapapun yang mendengarnya merasa akan membeku.


"Ba... bang... a... ada apa?" tanya Cecil seraya duduk di sofa.


Zionel melangkahkan kakinya menuju sofa, ia duduk di depan Cecil dan menatapnya dengan tatapan dingin hingga membuat Cecil bergidik.


"Bang Zio..."

__ADS_1


"Katakan yang harus kau katakan sebelum aku bertanya Cecil."


"Apa maksud bang Zio? Aku tidak mengerti bang?"


"Pihak kepolisian sudah menangkap pelaku, dan berhasil mendapat keterangan dengan lengkap. Sepertinya kematian tuan Yudistira dan percobaan bunuh diri yang dilakukan Varisa belum kau dengar. Apa harus aku lanjutkan?" bentak Zionel.


Zionel berbohong soal penangkapan pelaku untuk mengelabui Cecil. Cecil seketika terbelalak, ia sangat terkejut dengan kabar tersebut.


"A... aku... tidak tahu... a... aku... tak mengerti maksud abang." jawab Cecil masih mengelak.


"Apa kau tahu hukuman pembunuhan berencana itu adalah hukuman mati atau seumur hidup?" tanya Zionel.


Cecil berdiri. "Bang Zio... aku sama sekali tidak tahu apa yang abang bicarakan."


"Ya Tuhan Cecil... aku sudah tahu semuanya. Mengapa kau masih mengelak?"


"Bukan aku yang melakukannya, aku tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Aku tidak tahu... aku tidak tahu..." teriak Cecil.


Zionel menahan amarahnya, ia beranjak dari tempat duduknya lalu membelakangi Cecil.


"Mengapa kau sangat membenci Stevani? Mengapa kau ingin membunuh calon istriku? Mengapa kau lakukan ini pada abang? Bukankah abang sangat menyayangimu, selama ini abang selalu menjagamu Cecil. Apa yang kau lakukan ini seperti air susu dibalas air tuba, apa kau tahu itu?" bentak Zionel.


"Aku sangat membencinya, aku tidak ingin bang Zio menikahi wanita itu. Hanya dengan menyingkirkannya bang Zio tidak akan menikah dan aku tak perlu memakai gaun jelek itu." teriak Cecil.


Zionel membalikkan tubuhnya lalu menatap tajam Cecil. Tanpa sadar sepupunya terpancing oleh ucapannya. Cecil melangkah mundur, ia tak sengaja mengakui semuanya pada Zionel.


"Bang... aku..."


"Lex... panggil polisi dan tangkap semua yang terlibat." perintah Zionel.


"Baik pak." jawab Alex.


Seketika Cecil mendekati Zionel, ia memegangi kaki pria itu, bersimpuh dan meraung keras.


"Ampuni aku bang, maafkan aku... Aku tidak mau masuk penjara. Abang tolong bang... Kak Vani... tolong maafkan aku. Aku hanya meminta kak Varisa untuk memisahkan kalian, yang merencanakan pembunuhan ini bukan aku... tapi kak Varisa. Bang Zio... percayalah padaku..."


Zionel memejamkan matanya, ia menggertakkan giginya menahan amarah. Sedangkan Stevani tak bisa berbuat apa-apa karena sebelumnya Zionel memintanya untuk tetap diam saat ia menangani masalah ini. Dan ketika mendengar kemarahan Zionel, Stevani semakin ketakutan, inilah sikap asli kekasihnya seperti pertama kali mereka bertemu.


Saat Cecil terus meraung keras di kaki Zionel, pintu ruangan seketika terbuka. Orang tua Cecil datang tergesa-gesa dan di belakang mereka, semua keluarga Cruise datang termasuk orang tua Zionel.


*****


Happy Reading All...

__ADS_1


__ADS_2