Aku Bukan Wanita Murahan

Aku Bukan Wanita Murahan
Hareudang


__ADS_3

Mohon Bijak Dalam Membaca...


*****


Jamuan makan malam itupun selesai, melihat bagaimana Zionel yang semakin gelisah dan tidak sabaran membuat keluarga besar Cruise satu per satu berpamitan meninggalkan hotel.


Kini tinggallah kedua orang tua Zionel yang terus berdebat dengan putranya tentang hadiah pernikahan yang mereka berikan. Namun akhirnya Zionel pun mengalah dan menyetujuinya.


"Nah... seharusnya sejak tadi kau seperti itu Zio. Kau sudah terlalu lama meninggalkan rumah, setidaknya kalian bisa tinggal dekat dengan kami. Apalagi Stevani sedang mengandung, ia harus dekat dengan keluarga takut terjadi sesuatu padanya." ujar Falera.


"Oke oke... aku mengalah." jawab Zionel.


"Sebenarnya hadiah ini terlalu mahal mom, aku tak pantas menerimanya." ujar Stevani.


"Apa yang kau katakan Vani. Hadiah ini tak ada apa apanya dengan kehadiranmu dan juga cucu kami dalam keluarga ini." sahut Nicholas.


"Benar Vani... Kau adalah hadiah terbesar dalam keluarga ini. Jadi jangan menolaknya agar kami tidak sedih." sahut Falera.


"Terima saja sayang, percuma kau berdebat dengan orang tuaku. Mereka akan tetap memaksanya." ujar Zionel.


"Baiklah... terima kasih mom, dad."


Kedua orang tua Zionel mengangguk.


"Mommy... Daddy... malam sudah semakin larut. Kami juga sudah lelah dan ingin beristirahat." kata Zionel.


Nicholas dan Falera saling bertatapan lalu tersenyum.


"Kau yakin ingin beristirahat? Ingat Zio, jangan buat Stevani lelah karena ia sedang mengandung." goda Falera.


Seketika wajah Stevani merah padam karena malu.


"Mommy tenang saja, aku akan berhati-hati." jawab Zionel membuat Stevani semakin menundukkan kepalanya.


"Ya Tuhan... kalian berhentilah menggoda Stevani. Bisa bisa kepalanya masuk ke dalam tubuhnya persis seperti kura kura karena malu." ujar Nicholas membuat mereka tertawa. "Baiklah Zio, Vani... kami pamit pulang." imbuhnya.


"Kalian berhati-hatilah di jalan." jawab Zionel.


Falera memeluk Stevani. "Kau bisa menolak permintaan Zio jika sudah lelah sayang, ingat jaga janin yang ada di kandunganmu." bisiknya.


Stevani semakin malu mendengarnya, namun ia pun mengangguk. Kedua orang tua Zionel berpamitan meninggalkan mereka.


*****


Zionel menatap Stevani penuh damba. "Kita ke kamar sekarang, malam semakin larut." ajaknya.


Stevani menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Zionel menuju kamar yang sudah di pesan Falera di hotel tersebut. Kamar itu adalah kamar utama hotel, luasnya sama dengan apartemen milik Zionel.

__ADS_1


Stevani mengagumi dekorasi cantik kamar pengantin tersebut. Lilin lilin dan bunga bunga ikut menghiasi kamar pengantin mereka.


"Sayang... kau ingin mandi duluan atau kita mandi ber...."


"Aku mandi duluan." jawab Stevani dengan cepat membuat Zionel tertawa.


"Baiklah..." jawab pria itu dan membiarkan istrinya mandi terlebih dahulu.


"Aku akan membuatmu tidak bisa melupakan malam ini sayang. Kau bahkan akan memintanya lagi dan lagi." pikir Zionel nakal sambil menatap pintu kamar mandi.


Cukup lama Stevani membersihkan dirinya, bahkan nyaris menghabiskan waktu satu jam. Zionel terus sabar menunggu istrinya dan akhirnya wanita itupun keluar dengan rambut basahnya. Zionel terus menatap istrinya membuat Stevani semakin canggung.


"Zio... Zio... mandilah." ujar Stevani.


"Ah... iya..." jawab Zionel seraya menuju kamar mandi.


Stevani menunggu suaminya dan duduk di tepi ranjang yang sudah dihiasi kelopak bunga mawar. Wanita itu menggenggam tangannya sendiri yang berkeringat.


"Walaupun aku pernah melakukannya tapi saat itu aku lupa dan tidak sadarkan diri. Sekarang aku benar benar takut, ayolah Vani... ini bukan yang pertama untukmu." pikir Stevani.


Stevani terkesiap saat pintu kamar mandi terbuka. Ia menundukkan kepalanya tak ingin melihat Zionel. Langkah demi langkah semakin mendekatinya, dan tepat sudah pria itu berdiri di depannya. Dan ya Tuhan... pria di depannya hanya menggunakan handuk kecil yang hanya menutupi bagian pinggang ke bawah saja.


"Sayang..." panggil Zionel.


Stevani mendongakkan kepalanya, wanita itu menatap otot otot perut dan dada suaminya membuatnya menelan saliva nya.


"Zio... aku..."


Seketika Zionel menundukkan kepalanya lalu menci um bibir istrinya. Ciu man yang awalnya lembut berubah menjadi menggebu-gebu. Keduanya terhanyut dalam suasana romantis kamar mereka. Zionel terus menci um Stevani sambil mendorong tubuh wanita itu hingga berbaring di atas ranjang.


Dengan sigap Zionel membuka tali baju piyamanya. Pria itu terbelalak saat melihat pakaian dalam berenda dan berwarna hitam menggoda. Ia kembali mencum bu istrinya, sedangkan tangannya yang mahir mulai menyentuh kakinya, mulai dari betis hingga menuju pahanya.


Sentuhan lembut itu membuat bulu kuduk Stevani meremang. Tak sampai disitu, Zionel justru menelusuri hingga ke pangkal pah anya. Sontak saja Stevani menghentikan tangan suaminya lalu menggelengkan kepalanya.


"Jangan menolaknya sayang, aku ingin memegang, melihat dan mencicipi semua yang sudah menjadi milikku." pinta Zionel.


Stevani pun akhirnya menyetujui permintaan suaminya. Zionel melanjutkan permainannya, ia kembali menci umi Stevani hingga ke leher dan telinganya. Sedangkan tangan Zionel mulai masuk ke dalam celana da lam wanita itu. Stevani terkejut namun sentuhan lembut itu bisa melupakan segalanya. Dan saat salah satu jari nakal Zionel menemukan lubang goa disana, pria itu tanpa ampun langsung memasukkan jarinya.


"Aaarrrgghhh..." suara rintihan keluar dari mulut Stevani.


Mulut Zionel berpindah hingga menuju kedua gunung kembar milik Stevani. Pria itu seketika langsung melahap puncak gunung kembar itu secara bergantian. Suara rintihan Stevani semakin terdengar indah di telinga Zionel. Pria itu dengan mahir memainkan lidahnya selaras dengan jarinya.


Permainan jari Zionel semakin cepat, ia menarik keluar masuk di lubang goa itu membuat suara desa han Stevani semakin keras saat itu terjadi. Wanita itu menggeliat sambil memejamkan matanya. Hawa panas mulai menjalar di seluruh tubuhnya.


"Aaarrrgghhh... Zio..." panggil Stevani lirih.


Pria itu justru semakin menggila memainkan jarinya. Stevani baru tahu jika semua yang dilakukan Zionel sangat nikmat saat ini.

__ADS_1


Stevani terus memejamkan matanya sambil menikmati sentuhan demi sentuhan itu. Zionel mempercepat jarinya di lubang goa tersebut lagi dan lagi. Seketika Stevani melengkungkan punggungnya.


"Zio..." panggil Stevani lirih.


Entah sudah berapa kali wanita itu menyebut nama suaminya. Zionel merasakan jika istrinya nyaris meledak. Pria itu semakin mempercepat jarinya dan menggigit puncak gunungnya.


"Aaarrrgghhh..." rintihan panjang terdengar keluar dari mulut Stevani.


Miliknya berkedut dan ia bergetar hebat di bawah pelukan suaminya. Zionel tak berhenti walaupun istrinya sudah mencapai puncaknya. Ia menarik handuk yang melilit di pinggangnya hingga terlepas dan melemparnya sembarangan. Dengan cepat ia mengangkat kedua kaki Stevani dan clup...


Rudal keras miliknya seketika bersarang di lubang gua tersebut. Stevani terkejut, ia pikir permainan suaminya sudah selesai, namun ternyata itu baru awal permulaan.


"Vani... aku mencintaimu." ujar Zionel lirik seraya mendorong miliknya hingga tak bersisa.


Suara rintihan Stevani kembali terdengar saat Zionel melakukan itu. Ada kenikmatan baru yang ia rasakan berbeda dengan permainan sebelumnya. Zionel menarik dan mendorong miliknya dengan tempo yang lambat. Pria itu menci um lutut Stevani saat melakukan itu.


"Ya Tuhan... sayang... ini benar benar nikmat yang aku inginkan." ujar Zionel parau.


Stevani mengangguk, ia tak tahu harus menjawab apa karena ia pun merasakan hal yang sama dengan Zionel.


"Aaarrrgghhh... Zio..."


"Terus panggil namaku sayang."


"Zio..."


"Ya Tuhan... aaarrrgghhh..."


Zionel menambah tempo permainannya. Dengan kecepatan itu ia membuat Stevani kembali menggila. Zionel membaringkan tubuhnya di atas tubuh Stevani, ia memeluk istrinya tanpa mengurangi kecepatan tarik dorongnya.


"Istriku..." panggil Zionel sambil terus mempercepat permainannya. "Stevani Yunsu... aku mencintaimu..." imbuhnya semakin parau.


"Aku juga mencintaimu Zionel Cruise." jawab Stevani dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Aku sudah tidak sanggup lagi... Sayang... Sayang... Aaarrrgghhh..." teriak Zionel seraya mengeluarkan cairan hangat disana.


Stevani memeluknya saat ia pun kembali berada di puncak kenikmatan itu. Tubuhnya kembali bergetar hebat saat kehangatan itu membasahi miliknya. Tubuh keduanya bergetar dan saling memeluk. Keduanya saling mengatur nafas mereka yang tersengal-sengal. Zionel mengecup keningnya lalu menarik diri dan segera berbaring di samping Stevani.


"Bernafaslah dengan teratur sayang, setelah itu aku akan membuatmu kembali tersengal-sengal." ujar Zionel lirih.


"Hah...?"


Zionel memiringkan tubuh Stevani, dan rudal miliknya pun kembali bersarang di lubang goa tersebut dari belakang membuat Stevani terkesiap. Namun permainan Zionel mampu mengubah keterkejutan Stevani menjadi kenikmatan yang tiada duanya.


*****


Ups... hareudang...

__ADS_1


Happy Reading All...


__ADS_2