Aku Bukan Wanita Murahan

Aku Bukan Wanita Murahan
Kemesraan Zionel dan Stevani


__ADS_3

Alex memang bawahan yang bisa diandalkan oleh Zionel. Ia dan Andreaz mampu menangani perusahaan dengan baik setelah Zionel menyerahkannya kepada mereka. Alex bahkan sudah memberhentikan beberapa staf yang berhubungan dengan Gilbran seperti permintaan Zionel.


Beberapa pemegang saham yang sudah menjual sahamnya pada Gilbran pun harus menggigit jari mereka karena akhirnya dikeluarkan secara tidak hormat oleh Alex. Semua yang berhubungan dengan Gilbran dan para pengikutnya sudah dibersihkan tanpa tersisa. Kini tinggal menunggu kedatangan Zionel untuk perencanaan baru dalam perusahaan setelah ia mengambil alih saham milik Nile Cruise.


"Terima kasih pak Alex, kau memang asisten terbaik pilihan Zio. Tanpamu, aku pun mungkin tak bisa menangani semua ini." ujar Andreaz.


"Pak Andre terlalu berlebihan, anda juga ikut membantu menyelesaikan masalah ini. Tapi sepertinya pak Zio tidak akan kembali saat ini. Untuk sementara aku yang akan menghandle semuanya. Pak Andre bisa kembali dengan pekerjaan anda pak."


"Sepertinya keluarga besar Cruise akan berkumpul di rumah sakit sekarang, bagaimanapun Haena baru saja ditemukan, tentu kami ingin tahu lebih banyak tentangnya yang sudah menghilang 5 tahun lebih. Jadi, aku akan meninggalkan perusahaan juga pak Alex. Aku serahkan perusahaan ini pada anda."


Alex menganggukkan kepalanya. "Aku akan melakukan yang terbaik untuk membantu keluarga Cruise."


"Kalau begitu, aku akan pergi sekarang. Terima kasih pak Alex."


"Anda tak perlu sungkan pak, ini memang sudah menjadi pekerjaanku. Anda berhati hatilah di jalan."


Andreaz tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, ia menepuk pundak Alex lalu pergi meninggalkan perusahaan. Alex menghela nafas panjang lalu menghempaskan tubuhnya ke kursinya.


"Semoga saja pak Zio bisa melewati semua masalah ini. Yang akan ia hadapi bukan orang lain tapi keluarganya sendiri. Namun mengingat sikapnya yang keras dan arogan, sepertinya kali ini tidak akan ada maaf untuk Gilbran maupun Nile Cruise. Kembalinya nona Zaline, akan mengakhiri semua penderitaannya selama ini. Ia benar benar beruntung bisa mendapatkan istri seperti Stevani sekaligus menemukan adiknya yang telah lama menghilang. Sepertinya Tuhan memang adil, orang baik seperti pak Zio selalu mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya. Hah... lalu kapan giliranku?" pikir Alex sambil tersenyum sendiri.


Suara telepon kantor mengejutkannya, ia mengumpat seraya mengangkat telepon tersebut.


"Halo..."


"Caramu mengangkat telepon terdengar sangat kesal Lex."


Alex hanya tertawa menangapi ucapan Zionel.


"Aku tidak bisa kembali ke perusahaan karena ada yang terjadi pada istriku Lex. Bagaimana keadaan di perusahaan saat ini?"


"Anda tenang saja pak Zio, semuanya sudah ditangani dengan baik. Sesuai permintaan anda, semua lalat yang mengganggu sudah diusir sampai bersih. Apa yang terjadi pada nona Stevani?"


"Aku belum sampai ke rumah sakit. Jadi belum tahu apa yang terjadi sebenarnya. Tapi sepertinya ia terlalu khawatir pada Zaline sehingga pikirannya mempengaruhi kandungannya. Jika kau menyisakan lalat lalat itu, maka aku akan menghukummu Lex."


"Ya Tuhan pak... Bukankah saat ini seharusnya anda mengucapkan kata terima kasih padaku. Mengapa yang keluar justru sebuah ancaman?"


Zionel melepaskan tawanya. "Aku hanya bercanda, terima kasih Lex atas kerja kerasmu menangani perusahaan."


Seketika Alex bergidik. "Lebih baik anda mengancamku daripada mengucapkan terima kasih pak Zio. Demi apapun aku benar benar merinding mendengarnya."


"Sialan... disaat seperti ini, kau masih saja mengejekku."

__ADS_1


Alex kembali tertawa. "Pak Zio, anda adalah atasan yang sudah seperti teman buatku. Masalah anda, tentu saja akan menjadi masalahku. Soal perusahaan, itu juga sudah menjadi tugasku sebagai seorang asisten anda. Jadi anda tak perlu khawatir lagi, saat ini perusahaan sudah aku atasi dengan baik bersama pak Andre. Tinggal anda yang akan memutuskan masalah saham milik Nile Cruise."


"Jika kau memang menganggapku teman, berhentilah memanggilku dengan panggilan pak, berhenti berbicara denganku dengan sebutan anda saat kita berbicara berdua saja Lex. Kau sejak dulu terus saja menolak keinginanku yang satu ini."


"Dan aku akan tetap menolak pak Zio, aku sampai sekarang lebih nyaman bersikap seperti ini pada anda."


"Kau memang menyebalkan Lex. Soal saham milik Nile Cruise, akan aku bicarakan dengan Presdir dan keluarga besar Cruise yang lain. Walaupun mereka akan berakhir di penjara, tapi mereka masih memiliki Cecil. Walaupun aku benci mengakuinya, namun Cecil tetaplah keluarga Cruise yang harus dijaga. Jika pekerjaan sudah selesai, kau temui aku di rumah sakit Lex. Aku sudahi dulu pembicaraan ini, karena aku sudah sampai di rumah sakit."


"Baik pak Zio."


"Sekali lagi terima kasih atas kerja kerasmu Lex." ujar Zionel seraya menutup teleponnya.


Alex kembali bergidik sambil menatap telepon kantornya, namun pria itu akhirnya tersenyum. Sikap arogan Zionel perlahan lahan menghilang setelah pria itu menemukan cintanya. Alex segera menyelesaikan pekerjaannya yang tersisa sebelum berangkat ke rumah sakit menemui Zionel lagi.


*****


Zionel keluar dari mobilnya dengan cepat. Tanpa berbicara pada ayah dan pamannya, pria itu langsung berlari ke dalam rumah sakit. Nicholas dan Ramirez hanya menatapnya sambil menggelengkan kepala mereka.


"Putramu benar benar jatuh cinta Nicho. Lihatlah kekhawatirannya." ujar Ramirez.


Nicholas menyeringai. "Kak Ram benar, sikapnya yang keras bisa mencair di depan Stevani. Putraku itu memang sangat mencintainya, apalagi setelah tahu istrinya sedang mengandung, ia berubah menjadi pria yang berbeda."


"Tentu saja, aku sangat mencintai Falera. Ayolah kak, kau pun sangat mencintai kak Ami."


Keduanya pun tertawa bersama.


"Lalu kemana arah kita?" tanya Ramirez.


"Tentu saja menemui Zaline, aku tak ingin menyaksikan Zio mengkhawatirkan istrinya." jawab Nicholas sambil terkekeh geli.


Ramirez kembali terkekeh. "Kau benar, mungkin istri dan anak anakku juga akan segera tiba."


"Baiklah, ayo kak..."


Keduanya pun segera melangkahkan kaki mereka menuju ruang perawatan Zaline.


*****


Zionel langsung menerobos masuk ke dalam ruangan Stevani tanpa memperdulikan Roxy yang sedang menjaga istrinya di depan ruangan.


"Sayang... kau baik baik saja kan?" tanya Zionel membuat Stevani pun terkejut dengan kedatangannya.

__ADS_1


"Ya Tuhan suamiku, apa kau berlari kemari?" tanya Stevani.


Zionel mengatur nafasnya yang memburu sambil memegang perut Stevani. "Apa yang terjadi?"


Alih-alih menjawab, Stevani justru tertawa melihat kekhawatiran suaminya.


"Zionel Cruise, kau benar benar berlebihan. Aku hanya kram biasa, dan sudah membaik sekarang. Apa yang sedang kau pikirkan sayang?"


"Kau yakin tidak apa apa?"


Stevani menganggukkan kepalanya. Zionel langsung memeluk istrinya.


"Kau membuatku gila Vani. Aku benar benar kehilangan kendali menyangkut dirimu. Aku ketakutan, aku khawatir. Aku sangat mencintaimu." ujar Zionel.


Stevani membalas pelukan suaminya. "Aku juga mencintaimu Zio, aku bahagia memiliki suami sepertimu. Kau membuatku menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini."


Zionel memejamkan matanya sambil merasakan pelukan hangat itu. "Aku tidak akan bisa hidup tanpamu sekarang, tetaplah bersamaku, disisiku selamanya. Melewati suka duka dalam kehidupan ini Vani, terus menggandeng tanganku dengan erat tanpa melepaskan sedetikpun saat kita berjalan bersama. Maukah kau melakukannya bersamaku?"


Stevani menganggukkan kepalanya. "Seperti janjiku di depan Tuhan saat menikah denganmu, aku tidak akan pernah melepaskanmu sampai akhir hidupku."


"Ya Tuhan... berhentilah bermesraan di rumah sakit. Kalian seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu saja." ejek Roxy sambil masuk ke dalam ruangan.


Zionel dan Stevani melepaskan pelukan mereka, keduanya tertawa mendapat ejekan dari Roxy.


"Aku akan terus melakukannya walaupun aku baru satu detik tidak bertemu dengan kakak iparmu." ujar Zionel.


"Astaga... menjijikkan sekali." jawab Roxy.


"Tapi kau akan melakukan hal yang sama Roxy. Kau sangat merindukan Haena kan?" tanya Zionel.


"Ha... Hae... Haena...? Tentu saja aku sangat merindukannya. Mengapa bang Zio tiba tiba berkata seperti itu?"


"Temuilah Haena sekarang, ia ada di ruang perawatan khusus penyakit jantung di rumah sakit ini. Lepaskan kerinduanmu padanya." jawab Zionel.


Roxy terbelalak. "Apa...?"


Namun Roxy langsung membalikkan tubuhnya, ia berlari keluar ruangan setelah menelaah ucapan Zionel padanya.


*****


Happy Reading All...

__ADS_1


__ADS_2