Aku Bukan Wanita Murahan

Aku Bukan Wanita Murahan
Tangis Kecewa dan Bahagia


__ADS_3

Nicholas Cruise tidak bisa menahan air matanya saat menerima telepon dari Zionel. Pria itu menangis karena bahagia atas kabar putrinya yang akhirnya tersadar dan bisa berbicara dengan kakaknya tanpa rasa takut sama sekali. Zionel terus berbicara dengan ayahnya bagaimana lima tahun yang lalu Haena menghilang.


Saat Nicholas masih berbicara di telepon sambil terisak, Falera dan Stevani akhirnya kembali dari rumah sakit. Keduanya terkejut saat melihat Nicholas berdiri memegang gagang telepon di telinganya dan berkali-kali pria itu menghapus air matanya yang mengalir di pipinya.


"Mom... ada apa dengan daddy?" tanya Stevani.


Falera menggelengkan kepalanya, ini juga pertama kalinya ia melihat suaminya menangis seperti itu. Wanita itu segera menghampiri suaminya.


"Dad..." ucap Falera sambil menepuk pundak Nicholas.


Nicholas seketika terkesiap karena tak menyadari kedatangan mereka. Pria itu menoleh dan segera menghapus air matanya.


"Kalian sudah kembali?" tanya Nicholas dengan suara yang sedikit parau.


Falera menganggukkan kepalanya. "Apa yang terjadi? Siapa yang berbicara denganmu di telepon?"


"Zio mom... Zio, mereka sudah kembali. Aku akan berbicara dengan mereka soal kabar ini. Zio, kabari daddy apapun yang terjadi." ujar Nicholas seraya meletakkan gagang teleponnya.


"Ada apa dengan Zio? Ah... ini soal Ha... maksudku Zaline kan?" tanya Falera.


Wanita itu segera meralat nama putrinya karena masih takut ada mata mata di dalam keluarganya.


Nicholas menganggukkan kepalanya. Falera dan Stevani sama sama terkejut.


"Ssstttt... Kita ke ruang kerja sekarang." ucap Nicholas.


Keduanya mengangguk seraya mengikuti langkah Nicholas menuju ruang kerjanya.


"Kalian duduklah terlebih dahulu." pinta Nicholas.


"Zaline baik baik saja kan dad?" tanya Stevani mulai panik.


"Tenanglah... ini kabar baik." jawab Nicholas.


Mereka pun akhirnya duduk di sofa ruangan itu. Karena terlalu penasaran, Falera dan Stevani terus menegakkan punggung mereka.


Nicholas menghela nafas panjang. "Kabar baik untuk kita semua dan kabar buruk untuk keluarga besar Cruise."


Ucapan itu semakin membuat mereka penasaran.


"Ayolah dad... katakan apa yang terjadi?" tanya Falera tak sabaran.

__ADS_1


Nicholas kembali menghela nafas panjang, ia menatap Falera dan juga Stevani secara bergantian.


"Zio sudah menemukan semua bukti yang kuat atas hilangnya Haena 5 tahun yang lalu. Tunggu sebentar..." ucap Nicholas seraya beranjak dari tempat duduknya.


Nicholas segera menuju meja kerjanya untuk mengambil berkas yang dikirimkan Zionel padanya. Pria itu kembali dan duduk diantara mereka lagi.


"Lihatlah mom..." ujar Nicholas sambil menyerahkan berkasnya pada Falera.


Falera segera mengambil berkas tersebut, ia dengan cepat membuka dan membacanya. Matanya terbelalak, air matanya pun seketika tumpah saat melihat kenyataan yang ada di depannya.


"Bagaimana mungkin..." ucap Falera lirih. "Mengapa mereka... Ya Tuhan dad... Mengapa mereka..." imbuhnya tanpa bisa menahan isakannya.


Stevani segera mendekati Falera dan menepuk pundak ibu mertuanya itu. Dengan tangan gemetar Falera menyerahkan berkas itu pada Stevani. Stevani pun segera melihatnya dan ikut terkejut.


"Apakah Zio yakin ini perbuatan mereka?" tanya Stevani.


"Haena lebih menguatkan bukti itu." jawab Nicholas.


Falera dan Stevani menatap Nicholas penuh tanya. Nicholas tersenyum seraya mengangguk, ia kembali tak bisa menahan air matanya.


"Zaline... Haena... Putriku... Putri kita mom... Ia sudah bangun dan menceritakan semuanya pada Zionel." ucap Nicholas sambil terisak.


"Akhirnya... akhirnya adikku kembali." ucap Stevani disela isakannya.


"Putriku kembali..." sahut Falera.


Suasana haru itu seketika menyelimuti ruangan kerja Nicholas Cruise. Mereka semua terus menangis karena bahagia.


Setelah mereka bisa menenangkan diri masing masing. Mereka kembali berbicara, kali ini Falera terus mendesak ingin bertemu dengan putrinya.


"Kau tenanglah mom, Zio sedang mengatur waktu yang tepat agar kita bisa ke rumah sakit tanpa ketahuan siapapun. Kita masih harus berhati hati sampai masalah ini teratasi. Tapi Zio melarang kau Vani, ia masih mengkhawatirkan kondisi kandunganmu." ujar Nicholas.


"Aku baik baik saja, aku ingin bertemu Zaline." kata Stevani mulai panik karena takut tidak diizinkan pergi.


"Kesampingkan masalah Zaline terlebih dahulu, apa kata dokter soal kandungan Stevani mom?" tanya Nicholas.


"Karena Stevani masih memuntahkan makanannya, maka saran dokter agar ia terus beristirahat dan tetap menenangkan pikirannya. Kandungannya lemah, kondisi ibunya harus dijaga." jawab Falera.


"Kau dengar itu Vani, kau tidak bisa..."


"Aku bisa gila jika terus menahan diri untuk bertemu dengan Zaline. Dad... mom... aku mohon..." pinta Stevani kembali terisak.

__ADS_1


"Zio sangat mengkhawatirkanmu, kami juga. Tunggulah Zio kembali, ia yang akan memutuskannya. Saat ini di rumah sakit tidak ada siapapun karena Alex sedang mengurus bukti bukti kejahatan mereka di kantor polisi. Bersabarlah..." ujar Nicholas.


Falera menggenggam tangan Stevani, wanita itu berusaha menenangkan menantunya.


"Kita harus bersabar Vani." ucap Falera. "Dad... bagaimana dengan kak Nile, ia adik kandungmu." imbuhnya.


"Apakah aku harus mengakuinya? Ia pun tega memisahkan kita dengan Haena. Bahkan ia tak segan segan menghabisi keponakannya sendiri demi harta ini. Ya Tuhan... apa kesalahan keluarga Cruise sehingga harus menghadapi masalah yang tidak masuk akal ini. Sejak kecil Nile sudah dimanjakan, ia sama sekali tidak pernah kekurangan. Tapi baginya masih tidak cukup sampai tega melakukan perbuatan kotor seperti ini. Aku tidak tahu lagi bagaimana cara menghadapinya mom." jawab Nicholas kembali terisak. "Ia adalah adik yang sangat aku sayangi, apa yang ia inginkan selalu aku turuti. Saat ia memaksa untuk menikah dengan Gilbran, akulah orang pertama yang memohon pada papa untuk menyetujuinya. Akulah orang yang paling mendukungnya. Tapi apa balasan yang ia lakukan untukku? Karena Haena menerima saham paling besar di perusahaan Cruise, ia... ya Tuhan..."


"Dad... tenangkan dirimu. Aku tahu ini sangat sulit untukmu, untuk kita semua. Kita harus segera menghubungi kak Ram, bagaimanapun ia yang paling tua dalam keluarga Cruise."


Nicholas menggelengkan kepalanya. "Aku tidak lagi membutuhkan pendapat kak Ram. Kejahatan Nile dan suaminya tidak bisa lagi aku maafkan. Aku sudah berjanji pada Zionel untuk menyerahkan masalah ini padanya. Jadi, biarkan Zio yang menyelesaikannya."


"Kau yakin?" tanya Falera sambil mendekati suaminya.


"Mom... Haena adalah putriku. Jika aku tidak bisa melindunginya, ayah macam apa aku ini. Aku harus memberikan keadilan untuk Haena. Sejak aku membaca berkas itu, Nile sudah aku keluarkan dari daftar adik kandungku. Biarkan ia menerima hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Ia harus bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, itulah prinsip keluarga Cruise."


Falera menganggukkan kepalanya, ia kembali terisak. Ia tak menyangka suaminya bisa bertindak tegas walaupun itu adalah perbuatan adik kandungnya sendiri. Nicholas memeluk pundak istrinya.


"Maafkan aku... Aku lalai menjaga keluargaku sendiri. Aku membuatmu menderita selama 5 tahun terakhir ini mom." ucap Nicholas.


Falera menggelengkan kepalanya. "Kau sudah menjadi suami dan ayah terbaik dad. Bukan hanya kau yang lalai, aku juga sebagai seorang ibu telah lalai menjaga putriku sendiri."


Stevani tersenyum melihat keduanya. "Aku tak tahu harus bicara apa karena ini adalah masalah keluarga besar Cruise. Tapi Haena atau Zaline benar benar sudah seperti adik kandungku sendiri, jadi aku sangat setuju dengan daddy. Kejahatan mereka tidak bisa dimaafkan, aku menginginkan keadilan untuk adikku."


"Kau salah Vani, kau sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Pendapatmu akan di dengar oleh kami. Dan terima kasih telah menyelamatkan dan merawat Haena selama ini." ujar Falera.


"Mommy mu benar Vani, jangan pernah merasa sungkan jika kau ingin mengutarakan pendapatmu. Aku pun ikut berterima kasih atas perlindunganmu terhadap Haena." sahut Nicholas.


Stevani mengeluarkan air matanya seraya mengangguk. Inilah keluarga barunya, ia tak menyangka dengan status dan latar belakangnya bisa memasuki keluarga Cruise yang terkenal dan terpandang di kota D. Ia tak menyangka akan diterima dengan baik dalam keluarga Cruise dan diberi hak untuk berbicara.


Falera menghela nafas panjang. "Lebih baik aku mengantarkanmu beristirahat."


"Tidak perlu mom, aku ingin menunggu Zio pulang." jawab Stevani.


"Menurutlah Van, jika Zio pulang maka ia akan menemuimu di kamar." ucap Nicholas.


Stevani tak bisa membantah ucapan kedua mertuanya, dengan terpaksa ia mengikuti keinginan mereka. Falera pun membantu Stevani untuk kembali ke kamarnya.


*****


Happy Reading All...

__ADS_1


__ADS_2