Aku Bukan Wanita Murahan

Aku Bukan Wanita Murahan
Kehancuran Gilbran


__ADS_3

PT. Cruise Kontruksi sedang sibuk mempersiapkan rapat penting yang dilakukan oleh Gilbran secara mendadak. Ruangan rapat sudah dipenuhi para pemegang saham yang berada di kubu pria itu. Sedangkan Alex masih menunggu kedatangan Nicholas dan Zionel disana.


"Dimana atasanmu pak Alex? Sebentar lagi rapat ini akan dimulai, apakah pak Zio sudah tahu hasil dari rapat ini sehingga ia tak berani datang?" tanya Gilbran seraya tersenyum licik.


"Bukan hanya pak Zio yang akan hadir pak Gil, pak Presdir pun akan segera tiba." jawab Alex.


Mereka semua terkejut, namun Gilbran akhirnya tertawa dengan keras.


"Apakah akan ada yang berubah jika pak Presdir datang. Ia bahkan akan kehilangan jabatannya setelah tahu jumlah saham yang aku miliki saat ini." ujar Gilbran sambil tertawa.


Mereka yang mendengarnya pun ikut tertawa.


"Sebenarnya mereka tak perlu bersusah payah untuk menghadiri rapat ini, karena hasilnya pun akan tetap sama." celetuk Gilbran.


"Anda akan tahu hasilnya sama atau tidak setelah mereka datang pak Gil. Sebelum itu, bisakah anda menutup mulut besar anda saat ini." kata Alex kesal.


"Berani sekali kau mengaturku. Jika aku berhasil menduduki posisi Presdir, orang pertama yang akan aku singkirkan adalah assisten yang banyak mulut sepertimu." bentak Gilbran.


Alex tersenyum tanpa menjawab ucapan pria itu lagi. Pintu ruang rapat terbuka, mereka semua berdiri menyambut kedatangan Nicholas dan Zionel. Namun tanpa disangka Ramirez dan Andreaz juga ikut hadir bersama mereka. Mereka semua melangkahkan kaki masuk dan duduk di tempat yang sudah diatur oleh Alex.


Suasana hening terjadi beberapa saat sebelum akhirnya Nicholas membuka rapat tersebut.


"Pak Gilbran, bukankah seharusnya rapat pemegang saham dilakukan akhir tahun ini, mengapa kau melakukan rapat pemegang saham secara mendadak seperti ini. Sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanya Nicholas.


Gilbran menyunggingkan senyumnya. "Karena sudah seperti ini, maka aku tidak akan berbasa-basi lagi."


Gilbran memberikan kode pada sekertarisnya untuk membagikan berkasnya pada mereka. Mereka semua membukanya seraya tersenyum, namun Ramirez dan Andreaz yang belum tahu soal Haena yang kembali terlihat sangat tegang.


"Walaupun kalian menggabungkan saham kalian, tapi saham milikku 1% lebih tinggi. Bukankah sudah saatnya posisi Presdir diserahkan padaku?" tanya Gilbran.


"Apa kau sudah gila? Perusahaan ini milik keluarga Cruise, walaupun kau suami dari Nile Cruise, tapi kau tetaplah orang luar. Kau tidak berhak menduduki posisi sebagai Presdir." bentak Ramirez.


"Pak Gil, posisi anda sebagai direktur sudah tinggi. Mengapa anda harus membeli saham mereka dan berniat mengambil alih perusahaan ini?" tanya Andreaz.


Gilbran tertawa, ia beranjak dari tempat duduknya seraya berdiri. "Aku tetap suruhan kalian, jabatanku hanya sebuah kedok untuk kalian. Kalian sama sekali tak pernah menganggapku ada dalam perusahaan ini."


"Kau benar benar sudah gila." bentak Ramirez lagi.


"Tenanglah kak, kau paling diuntungkan disini. Kau memiliki saham dan selalu mendapat keuntungan walaupun tak pernah bekerja keras disini. Sedangkan aku, hanya sebuah boneka yang dijadikan alat untuk mencari uang demi pemegang saham yang pengangguran seperti kau." teriak Gilbran.


"Kau..."

__ADS_1


Seketika Zionel menahan Ramirez agar tetap tenang.


"Apa anda lupa siapa pemegang saham terbesar di perusahaan ini pak Gil? Walaupun saham kami 1% lebih rendah dari milikmu, jika digabungkan dengan milik Haena, kami bahkan mampu membuatmu meninggalkan perusahaan ini." ujar Zionel.


Gilbran kembali tertawa. "Siapa kau bilang? Haena? Siapa Haena? Apa kalian semua mengenalnya?"


Semua kubu Gilbran ikut tertawa mendengarnya. Nicholas menggertakkan giginya menahan amarah, bahkan Zionel ingin sekali memukul wajah pria itu.


"Apakah yang kau lakukan ini diketahui oleh kak Nile?" tanya Andreaz.


"Kau bodoh, justru aku melakukan ini atas keinginan istriku. Bukankah kau bisa membaca berkas di depanmu itu, Nile istriku sudah mengalihkan sahamnya padaku, maka aku berhak melakukan apapun disini."


Nicholas menggebrak meja dengan keras. "Haena masih belum ditemukan, ia masih punya hak atas saham yang ia miliki disini, ia putriku tentu ia akan berpihak padaku. Jadi kau tidak ada hak untuk menjadi seorang Presdir. Gilbran, tindakanmu sungguh keterlaluan. Nile adikku itu benar benar sudah gila dan aku yakin ia dipengaruhi olehmu."


"Ckckck... Nile juga ingin mendapatkan lebih dari yang ia dapatkan sekarang. Bukan aku yang mempengaruhinya, tapi ia sendiri yang ingin melakukannya. Dan sudah lebih dari 5 tahun gadis kecil itu menghilang, apa kalian lupa isi wasiat Cruise sebelum meninggal? Saham milik Haena disumbangkan pada yayasan, jika Haena meninggal dunia. Apa kalian pikir Haena masih hidup setelah menghilang selama 5 tahun? Jangan bermimpi, saham itu tidak berguna." ujar Gilbran.


Zionel kehabisan kesabaran, ia beranjak dari tempat duduknya dan langsung mendekati Gilbran. Pria itu mencengkram kuat kerah kemeja Gilbran.


"Pak Zio..." "Zio..." teriak semuanya.


"Apa kau pikir aku akan memukulmu dan mengotori tanganku ini?" bentak Zionel seraya melepaskan Gilbran.


"Adikku Haena adalah gadis kecil yang tak bersalah, tentu saja ia dilindungi oleh Tuhan. Mana mungkin ia akan meninggalkan dunia ini tanpa memberi hukuman pada orang serakah sepertimu. Kau pikir bisa menyingkirkan adikku semudah itu Gilbran..." teriak Zionel.


"Demi keserakahanmu, kau berusaha menyingkirkan adikku. Kau dan istrimu mengatur semuanya agar bisa menguasai perusahaan ini, apa kau masih tidak mengerti? Apa aku harus menjelaskan secara detail apa saja yang kau lakukan padanya?"


Gilbran tertawa. "Kau hampir kalah, jadi kau mengarang cerita ini."


"Apa maksudnya ini?" tanya Ramirez. "Zio... Nicho... apa yang sebenarnya terjadi?" imbuhnya.


"Bertahun-tahun aku kehilangan putriku, aku tak menyangka semua ini perbuatan Nile dan juga suaminya. Mereka lah yang menculik Haena dan berusaha menyingkirkannya." jawab Nicholas.


Ramirez terbelalak, bahkan semuanya pun ikut terkejut.


"Kalian jangan keterlaluan mengarang cerita, kita sedang membahas posisi Presdir saat ini. Jangan mengalihkan pembicaraan dengan karangan indah kalian." ujar Gilbran.


"Karangan indah? Jika saja aku tidak memikirkan keluargaku, aku akan membunuhmu sekarang juga." bentak Zionel.


"Mana buktinya jika aku melakukan hal itu? Kalian ini benar benar sudah tidak waras."


"Kau lah yang tidak waras." bentak Nicholas.

__ADS_1


"Jadi kau perlu bukti? Maka akan aku kabulkan, aku tak perlu lagi menyembunyikannya dari kalian. Lex..." pinta Zionel.


Alex menganggukkan kepalanya, ia melangkahkan kakinya menuju pintu ruang rapat. Semuanya menatap pintu itu. Alex membuka pintu lebar lebar, sebuah kursi roda mulai masuk ke dalam ruangan. Falera lah yang mendorong kursi roda tersebut. Semuanya terbelalak saat melihat gadis kecil yang menghilang 5 tahun yang lalu. Untung saja wajah Haena memang tidak banyak berubah.


"Haena..." ujar Ramirez dan Andreaz bersamaan.


Keduanya seketika mendekati gadis kecil itu.


"Kau benar benar Hae?" tanya Ramirez.


"Benar om Ram, aku Hae." jawab Zaline. "Om Andre." sapanya lagi sambil tersenyum.


"Ya Tuhan... kau benar benar kembali. Apa yang terjadi padamu?" kata Andreaz.


Wajah Gilbran memucat, ia terus melangkah mundur. "Mana mungkin... mana mungkin..." gumamnya.


Mereka terus sibuk dengan Zaline membuat Gilbran tertawa dengan keras, ia seperti orang gila di ruangan itu membuat semuanya menatapnya.


"Dia... dialah yang menculikku... dia dan tante Nile yang melakukannya." ujar Zaline tanpa rasa takut.


Semuanya menatap Gilbran kembali, namun Ramirez tak bisa menahan amarahnya, ia beranjak dari sana mendekati Gilbran lalu memukul pria itu dengan keras.


"Brengsek... kau pria paling brengsek yang ada di dunia ini. Bagaimana kau bisa melakukannya pada keponakanmu sendiri hah?" ujar Ramirez sambil terus memukulnya.


Alex dan Zionel segera menahan Ramirez.


"Lepaskan aku... aku akan membunuhnya disini..." teriak Ramirez.


Gilbran kembali tertawa. "Seharusnya kau bunuh adik kandungmu sendiri. Nile lah yang menyuruhku melakukannya, Nile yang menyuruhku menyingkirkan keponakannya sendiri." teriaknya.


"Dasar brengsek..." kata Andreaz.


Kali ini pria itulah yang menghajar Gilbran, suasana menjadi berantakan. Falera terus memeluk Zaline untuk menenangkan gadis kecil itu.


Anggota kepolisian yang sudah berada di luar segera masuk untuk melerai mereka.


"Gilbran Saksono Cruise, anda ditangkap atas tuduhan penculikan dan percobaan pembunuhan anak dibawah umur. Anda bisa memberi penjelasan di kantor kepolisian." ujar salah satu anggota polisi sambil menangkap pria itu.


Setelah Gilbran dibawa pergi, mereka semua menatap Zaline yang memucat. Zionel segera memanggil tim medis untuk memeriksanya.


*****

__ADS_1


Happy Reading All...


__ADS_2