Aku Bukan Wanita Murahan

Aku Bukan Wanita Murahan
Kebahagiaan Itu Mulai Kembali


__ADS_3

"Pak Zio... Kita sudah sampai." ujar Alex.


Zionel membuka matanya. "Tak bisakah kau memutar satu jam lagi?"


"Hah...?"


Zionel terkekeh lalu menghela nafas panjang, ia pun keluar dari mobilnya.


"Aku sudah menyita waktumu hari ini Lex, kau boleh kembali ke perusahaan. Lakukan perintahku tanpa menimbulkan kecurigaan." ujar Zionel.


"Anda tenang saja pak Zio, aman."


"Sampai nanti." kata Zionel seraya melangkahkan kakinya meninggalkan Alex.


Zionel melihat Roxy masih menjaga pintu ruang perawatan Stevani. Ia yakin kedua orang tuanya juga ada di dalam.


"Bang..." ujar Roxy saat melihat Zionel datang.


"Apa kau sudah lapar? Sebaiknya kau makan dulu, di dalam ada siapa?" tanya Zionel.


"Om tante dan kakak ipar."


"Baiklah, kau boleh pergi sekarang. Jika aku membutuhkanmu, aku akan menghubungimu lagi. Jika orang tuamu bertanya, katakan tak perlu menengok Stevani, karena ia hanya kelelahan saja."


"Iya bang." jawab Roxy. "Apa aku harus berpamitan?"


"Tidak perlu, aku akan menyampaikannya pada mereka." jawab Zionel.


Roxy menganggukkan kepalanya seraya beranjak dari sana meninggalkan rumah sakit. Zionel kembali menghela nafasnya. Ia menatap pintu ruangan itu cukup lama. Zionel menggenggam gagang pintu dengan erat. Setelah berhasil menenangkan diri, ia pun masuk ke dalam ruangan.


Seperti yang sudah ia duga, mereka semua terkejut melihat kedatangannya namun Falera langsung menghampirinya, memeluknya dan menangis dengan keras.


"Benarkah ia Haena? Benarkah nak?" tanya Falera sambil terus terisak.


Zionel memeluk ibunya seraya mengangguk. "Zaline benar benar Haena."


Tangisan itu semakin meledak, begitu juga dengan Stevani yang ikut menangis.


"Ya Tuhan dad... bantu aku..." pinta Zionel.


Nicholas lebih tegar, ia menarik tubuh Falera dan menggantikan pelukan putranya. Zionel langsung mendekati istrinya dan memeluknya.


"Aku minta maaf... aku bersalah..." ujar Stevani.


Zionel menggeleng, ia berusaha menenangkan istrinya. "Ingat bayi kita sayang, jangan terus menyalahkan diri sendiri. Kau penyelamat Haena."

__ADS_1


"Aku memisahkan kalian begitu lama, aku memang bersalah Zio. Jika saja hari itu aku melaporkan penemuan gadis kecil pada polisi, mungkin..."


"Mungkin aku tidak akan menemukannya selamanya." potong Zionel. "Penjahat yang sebenarnya akan segera bertindak dan kembali menculiknya jika saat itu keberadaan Haena diketahui. Demi Tuhan sayang, jangan seperti ini lagi." imbuhnya.


Falera melepaskan pelukan suaminya, wanita itu menghampiri ranjang menantunya. Zionel melepaskan pelukannya.


"Mom... kau tidak akan menyalahkan Stevani lagi kan? Bukankah kau..."


"Vani... terima kasih kau telah melindungi Haena." ucap Falera seraya membungkukkan tubuhnya.


Stevani terkejut, begitu juga dengan yang lainnya.


"Mom... apa yang kau lakukan?" Stevani membangunkan ibu mertuanya.


Falera kembali menangis seraya memeluk Stevani. Isakan keduanya saling bersahutan membuat Zionel menggelengkan kepalanya. Pria itu beranjak dari sana, ia mengajak ayahnya keluar ruangan agar Falera dan Stevani memiliki ruang untuk berbicara lagi.


*****


"Bagaimana keadaan Hae?" tanya Nicholas sambil duduk di kursi tunggu.


"Semakin membaik dad. Wajahnya sama sekali tidak berubah, ia tetap Haena yang manis dan imut itu."


Nicholas menundukkan kepalanya, ia sebenarnya tak setegar yang terlihat. Zionel menepuk pundak ayahnya.


"Bersabarlah sebentar lagi dad. Aku akan segera mencari bukti atas masalah ini. Kita akan segera berkumpul kembali."


"Dad... aku bersalah. Tapi aku melakukan ini..."


"Bukan salahmu Zio, kita memang harus melakukannya demi menyelesaikan masalah ini. Lima tahun lebih kita bisa menunggu, maka menunggu sebentar lagi itu tidak akan menjadi masalah. Tapi apa kau tahu perasaanku saat semua ini terungkap? Kemungkinan besar keluarga besar Cruise yang sangat dibanggakan itu hancur dalam sekejap. Bagaimana aku harus mempertanggung jawabkan semua ini pada kakekmu. Aku tidak bisa menjaga keluarga Cruise seperti yang ia minta sebelum meninggal." ujar Nicholas.


Tubuh Nicholas mulai bergetar karena isakannya.


"Sebenarnya apa kesalahanku Zio? Aku sudah memberikan bagian mereka sesuai surat wasiat kakekmu. Apa aku masih tidak adil pada mereka?" tanya Nicholas lagi.


"Berdoa saja semoga semua ini tidak terbukti dad, semoga keluarga besar Cruise tidak terlibat dalam masalah ini. Dan masalah keadilan, daddy sangat adil dalam masalah perusahaan. Om Ram tak ingin ikut campur dalam perusahaan, tapi ia tetap menerima keuntungan saham. Tante Nile tidak bisa menangani perusahaan, tapi suaminya tetap diberi jabatan yang tinggi. Om Andreaz juga memiliki jabatan yang tinggi di perusahaan. Mereka semua mendapatkan keuntungan sesuai jumlah saham yang mereka dapatkan dari kakek. Kita sama sekali tak pernah mengambil keuntungan dari saham mereka dad. Jadi daddy sama sekali tidak bersalah dalam masalah ini, daddy sudah adil pada keluarga ini."


"Jika diantara kakak dan adikku benar benar terlibat, mereka benar benar dikuasai keserakahan Zio. Aku tidak membutuhkan semua ini, aku hanya ingin keluarga ini damai dan harmonis. Aku tidak butuh harta yang akan membuat kita saling menyakiti dan melupakan keberadaan Tuhan. Semua ini hanya titipan Tuhan Zio."


"Daddy benar, keserakahan manusia bisa melupakan keberadaan Tuhan. Dad... tenangkan diri, kita akan segera mengungkap kebenaran atas hilangnya Haena. Jangan terlalu berpikir keras karena akan merusak kesehatan daddy. Daddy dan mommy harus tetap sehat dan hidup lebih lama lagi untuk Haena, untukku, untuk Stevani dan cucu kalian." pinta Zionel.


Nicholas menarik nafasnya dalam-dalam, ia mengendalikan emosi dalam dirinya seraya menganggukkan kepalanya.


"Dokter yang menangani Haena mengatakan, paling lama seminggu lagi ia akan sadarkan diri. Dan Haena juga sudah mendengar ucapan orang orang di sekitarnya. Aku sudah berbicara sedikit dengan gadis nakal itu, saat aku memanggilnya Hae, ia terus saja diam. Tapi setiap aku menyebut nama Zaline dan Stevani, tubuhnya cepat merespon. Sepertinya ikatan keduanya benar-benar erat dad. Aku memutuskan untuk menyetujui nama Zaline dan menggantikan nama Haena. Bagaimana menurutmu dad?" tanya Zionel.


"Nama Zaline sangat cocok untuknya. Aku menyetujuinya." jawab Nicholas.

__ADS_1


"Syukurlah... aku harap mommy juga setuju."


"Apa kau tidak melihat bagaimana mommy mu dan Stevani tadi? Mereka semakin dekat dengan adanya kejadian ini Zio. Mulai saat ini, aku yakin mommy mu akan setuju apapun yang dikatakan Stevani."


Zionel terkekeh. "Daddy benar. Mereka pasti akan lebih dekat karena masalah ini."


Nicholas ikut tertawa kecil, keduanya tak sadar jika pintu ruangan terbuka.


"Apa yang kalian bicarakan hingga membuat kalian tertawa seperti itu?" tanya Falera seraya mendekati mereka.


Keduanya menoleh ke arah Falera, wajah wanita itu terlihat lebih baik dari sebelumnya.


"Kami terlalu senang karena sudah menemukan Haena mom." jawab Nicholas.


"Bagaimana istriku?" tanya Zionel.


"Vani tertidur, sebelum kau kembali dokter menyuntikkan obat pada selang infusnya. Mungkin itu adalah sejenis obat yang bisa membuatnya lebih rileks. Zio... terima kasih nak."


"Apa yang mommy katakan." kata Zionel seraya membantu ibunya untuk duduk.


Zionel berjongkok di depan ibunya seraya menggenggam tangan wanita itu.


"Apa mommy sudah lebih baik sekarang?" tanya Zionel.


Falera mengangguk. "Berapa lama lagi aku bisa melihatnya?"


"Aku janji tidak akan lama lagi mom."


"Bagaimana keadaannya Zio?"


"Sangat baik, ia masih sama seperti putri mommy yang dulu."


"Hae masih manis dan imut? Bagaimana dengan tubuhnya? Apakah semakin tinggi?"


Zionel menganggukkan kepalanya. "Ia tumbuh dengan baik, ia dirawat dengan baik oleh wanita yang baik juga mom."


"Kau menemukan seorang istri yang baik sekaligus adikmu Zio, aku benar benar bersyukur kepada Tuhan." ucap Falera kembali terisak.


Zionel menggelengkan kepalanya seraya menghapus air mata ibunya. "Berhentilah menangis mom."


"Zio benar mom, kau bisa membanjiri rumah sakit ini." goda Nicholas.


Mereka pun tertawa bersama. Kebahagiaan mereka yang sempat menghilang, perlahan lahan akan kembali lagi seperti semula.


*****

__ADS_1


Happy Reading All...


__ADS_2