Aku Bukan Wanita Murahan

Aku Bukan Wanita Murahan
Bertemu Keluarga Cruise


__ADS_3

Satu jam kemudian...


Alex akhirnya datang menjemput mereka. Walaupun Stevani masih marah pada Zionel, tapi wanita itu tetap berdandan dengan cantik, ia juga mengikuti keinginan Zionel untuk memakai salah satu pakaian yang dibelikan pria itu.


Zionel membuka matanya dengan lebar saat Stevani keluar dari kamarnya. Pria itu terus menatapnya dari atas hingga ke bawah.


"Wow... perfect..." ujar Alex.


"Kendalikan matamu Lex sebelum aku membunuhmu." ancam Zionel.


Alex tergelak, "anda mulai posesif pak Zio."


"Bagaimana pun ia akan menjadi istriku, aku tak akan membiarkan pria lain menatapnya seperti itu."


Alex melepaskan tawanya membuat Stevani salah paham.


"Jika tak pantas, aku akan mengganti pakaiannya." ujar Stevani.


"Tidak ada waktu, kita pergi sekarang." jawab Zionel seraya melangkahkan kakinya keluar apartemen.


"Anda sangat cantik nona." kata Alex lalu ikut keluar dari apartemen itu.


"Jika aku cantik, mengapa kalian tadi tertawa. Ah tidak... sepertinya hanya pak Alex yang tertawa, wajah Zionel justru terlihat kesal. Sepertinya aku memang tak pantas memakai pakaian mahal ini." pikir Stevani.


Zionel menghentikan langkahnya lalu melihat ke belakang, ia menghela nafasnya karena Stevani belum juga keluar dari apartemen. Pria itu kembali lagi lalu membuka pintunya, ia menatap Stevani yang masih terhanyut dalam lamunannya. Seketika Zionel menarik tangan Stevani membuat wanita itu terkejut.


"Tidak ada waktu lagi untuk melamun nona, apa kau ingin memberikan kesan yang tidak baik di depan orang tuaku?" ujar Zionel seraya terus membawa Stevani keluar.


"Apa pedulimu?"


Zionel kembali menghentikan langkahnya. "Aku sangat perduli karena aku sudah berjanji akan melindungimu dari keluargaku."


Stevani menarik tangannya dengan kasar lalu meninggalkan Zionel lebih dulu menuju pintu lift yang sudah ditunggu Alex. Wanita itu masuk ke dalam lift, wajahnya ditekuk hingga membuat Alex mengerutkan keningnya. Zionel pun ikut masuk ke dalam lift.


"Aku mohon kalian bersikaplah lebih baik, wajah kalian benar benar terlihat sedang perang dingin. Apa orang tua anda akan percaya jika kalian sedang jatuh cinta pak Zio." ejek Alex.


"Kau banyak bicara Lex. Bukan aku yang menginginkan perang ini, wanita di belakangmu yang memulainya."


"Aku? Apa hobi seorang Cruise menyalahkan seseorang pak Alex?" ejek Stevani.


Alex terkekeh lalu menganggukkan kepalanya, seketika Zionel menendang kakinya membuat Alex meringis.


"Sepertinya memang seperti itu." celetuk Stevani.


Zionel menatap Stevani, baru saja ia ingin membalas ucapan wanita itu, pintu lift justru terbuka. Ketiganya keluar dari lift menuju parkiran mobil. Mereka pun siap menuju rumah besar Cruise.


Sepanjang perjalanan, ketiganya sama sekali tidak berbicara. Stevani terus memalingkan wajahnya menatap keluar jendela mobil. Sedangkan Zionel sibuk dengan laptop yang selalu ia bawa kemana mana. Alex menatap keduanya lewat kaca spion lalu menggelengkan kepalanya karena keduanya benar benar keras kepala.

__ADS_1


"Bukankah ini kesempatan mereka untuk saling mengenal satu sama lain, tapi mengapa keduanya saling beradu argumen? Pak Zio sangat keras kepala demi menutupi perasaannya sendiri, orang bodoh pun tahu jika ia memiliki perasaan pada nona Stevani. Tapi nona Stevani belum menyadarinya, karena wanita ini juga keras kepala. Kisah asmara yang menggelikan, aku tak sabar menanti siapa yang lebih dulu akan mengakui perasaannya." pikir Alex seraya tersenyum.


Satu jam kemudian...


Alex membawa mobilnya memasuki jalan taman yang begitu luas. Stevani terkejut karena taman itu dipenuhi tanaman buah, bunga dan masih banyak lagi. Sedangkan tidak ada satu pun rumah yang terlihat disana.


"Ini jalan menuju rumah Cruise. Semua yang kau lihat adalah milik keluargaku." ujar Zionel karena menyadari kebingungan Stevani.


Stevani tidak menjawab ucapan Zionel, namun ia terus menatap sekitar taman tersebut. Dan akhirnya ia bisa melihat sebuah bangunan besar dan megah berdiri di tengah tengah taman. Begitu banyak mobil mewah yang berjejer disana.


"Pak Zio..." kata Alex.


Zionel menyadari mengapa Alex memanggil namanya, seketika Zionel mengumpat begitu banyak membuat Stevani menatapnya dan bertanya tanya.


"Sepertinya mommy mengundang mereka semua untuk bertemu dengan calon istriku, ini benar benar membuatku gila." ujar Zionel kesal.


"Lalu bagaimana?" tanya Alex.


Zionel menatap Stevani. "Aku tak tahu harus berkata apa Stevani, tapi mobil yang berjejer di depan rumah ini adalah milik keluarga besar Cruise. Setidaknya ada puluhan orang saat ini di dalam rumah. Aku tak tahu jika mommy akan menghubungi mereka."


Stevani terkejut. "Jadi pertemuan ini..."


Zionel menganggukkan kepalanya. "Ini pertemuan keluarga besar Cruise. Siap tidak siap kita harus menemui mereka. Aku janji akan melindungimu. Kau masih ingat tentang identitas barumu kan?"


Stevani menganggukkan kepalanya, tiba tiba tangannya berkeringat dingin. Jantungnya berdebar kencang. Ia tak pernah bertemu dengan keluarga kaya raya seperti ini. Jika melihat drama yang pernah ia lihat, ini adalah neraka baru untuknya.


Zionel menyadari kegugupan Stevani, pria itu menggenggam tangan Stevani dengan lembut. Ia menatap wajah wanita itu yang mulai memucat.


"Aku harus siap, tapi jika aku membuatmu malu..."


"Tidak akan, kau wanita yang cerdas. Aku yakin kau bisa menghadapi mereka." potong Zionel.


Stevani kembali menganggukkan kepalanya, ia menarik nafas dalam-dalam. Zionel tersenyum lalu turun dari mobilnya, ia memutar menuju pintu mobil Stevani lalu membukanya. Pria itu mengulurkan tangannya pada Stevani. Sikapnya berubah 180 derajat saat ini. Stevani menurunkan bahunya yang tegang lalu menyambut tangan Zionel.


"Pak Zio... aku harus kembali ke perusahaan. Anda bisa menangani ini kan?" tanya Alex.


Zionel menganggukkan kepalanya. "Kau tenang saja Lex. Tidak ada yang tak bisa dilakukan Zionel Cruise. Terima kasih untuk hari ini, aku akan menghubungimu jika ingin kembali ke apartemen."


"Baik pak." jawab Alex.


Zionel menarik tangan Stevani menuju rumah besar Cruise. Tangan wanita itu masih begitu dingin karena gugup. Zionel mendekatkan bibirnya ke telinga Stevani.


"Percaya dirilah seperti saat kau berdebat denganku. Kau bisa melawan mereka dengan cara cerdas bukan dengan cara rendahan." bisik Zionel.


"Aku belum melihat situasinya." jawab Stevani.


"Aku percaya padamu." imbuh Zionel.

__ADS_1


Pintu besar itu terbuka lebar saat keduanya sampai, benar saja di dalam rumah itu sudah ada puluhan orang yang kali ini sedang menatap mereka. Stevani semakin gugup saat menatap mereka satu per satu. Penampilan mereka benar benar dari kalangan atas.


"Yoooo... inilah tamu utama hari ini." ujar seorang pria.


Zionel menyunggingkan senyumnya. "Tidak bisakah kau sedikit sopan Roxy."


Tatapan mereka langsung tertuju pada Stevani. Mereka semua sedang menilai penampilan wanita itu. Seorang wanita cantik dan elegan menghampiri mereka lalu memeluk Zionel.


"Akhirnya kau pulang sayang." ujar Falera Cruise.


"Maaf mommy aku baru sempat kembali ke rumah." jawab Zionel.


Falera Cruise melepaskan pelukannya lalu menatap Stevani. Zionel seketika menarik pundak Stevani semakin dekat.


"Inilah wanita yang ingin aku kenalkan. Namanya Stevani Yunsu, yang membuatku tergila gila untuk pertama kalinya." imbuh Zionel.


Falera Cruise tersenyum, tanpa di duga wanita itu memeluk Stevani membuat Stevani terkejut.


"Selamat datang di keluarga Cruise nona cantik." ujar Falera.


"Te... te... terima ka... sih tante." jawab Stevani tergagap.


Falera melepaskan pelukannya, ia segera menarik Stevani ke tengah tengah keluarga Cruise. Wanita itu dengan bangganya memperkenalkan Stevani pada mereka. Zionel tersenyum melihat tingkah ibunya, ia tak sadar jika di sampingnya sudah berdiri seorang pria yang sangat diseganinya.


"Pilihan yang bagus nak." ujar Nicolas Cruise.


Zionel terkejut lalu seketika memeluk ayahnya.


"Kau terlihat sangat mencintainya sampai tatapanmu hanya tertuju padanya." goda Nicolas.


Zionel melepaskan tawanya. "Bagaimana keadaan daddy?"


"Seperti yang kau lihat, aku sangat baik."


"Bang... jadi benar wanita ini calon istri abang?" tanya Roxy.


Roxy adalah sepupu Zionel yang paling muda diantara keluarga besar Cruise, pria itu selalu ingin tahu apapun tentang Zionel.


"Bersikaplah lebih sopan padanya, aku akan memukulmu jika berbicara seperti tadi." ancam Zionel.


"Sepertinya ia seumuran denganku, aku juga ingin wanita seperti itu."


"Sayangnya tidak ada lagi, kau terlambat tuan muda." ejek Zionel.


Nicolas Cruise tertawa, mereka mulai bercengkrama satu sama lain. Sampai akhirnya tibalah saatnya makan besar keluarga Cruise. Dan disaat itulah, Zionel dan Stevani harus bersiap siap untuk di hardik dengan ratusan pertanyaan dari mereka.


*****

__ADS_1


Happy Reading All...


To Be Continue...


__ADS_2